
***
Pagi pagi sekali Fatin sudah berkutat didapur menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Setelah selesai Fatin kembali ke kamar untuk membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian, Fatin sudah tampir rapi. Fatin bergegas turun ke bawah untuk sarapan. Dilihatnya Semua anggota sudah lengkap, Fatin lalu menarik kursi disamping Mawar dan ikut bergabung menyantap sarapan pagi.
Beberapa hari ini memang Fatin bisa merasakan nikmatnya sarapan pagi bersama keluarga dan diantarjemput oleh supir ke sekolah. Alasannya tentu saja karena Papanya beberapa hari ini tidak bepergian ke luar kota.
Mereka menyantap sarapan pagi dengan tenang. Setelah selesai Fatin dan Mawar pamit kepada orang tua mereka lalu berangkat ke sekolah. Seperti biasa, Mawar akan diantarkan terlebih dahulu.
Mobil yang ditumpangi Fatin terus melaju normal. Hingga tanpa sadar telah berhenti didepan gerbang sekolah milik Fatin.
Sang supir bergegas membuka pintu untuk Fatin. Saat Fatin turun tiba tiba dia menginjak tali sepatunya yang terlepas. Keseimbangan Fatinpun goyah. Namun dengan sigap sebuah tangan kekar melingkar dipinggangnya. Fatin yang tidak merasakan sakit padahal dia jatuh mengernyit heran. Saat dilihatnya kebawah ternyata seseorang menahan tubuhnya.
"Kamu gapapa"Tanya orang itu
*Deg.
Suara ini. Suara ini. Aaa. ini suara Arkhan. Yatuhan semoga Dia tidak merasakan debaran jantungku. Jerit Fatin dalam hati*
Dengan perlahan Arkhan membantu Fatin berdiri seperti semula. Pandangan matanya tak terlepas sedikitpun dari wajah Ayu nan mulus milik Fatin.
Tiba tiba Fatin merasakan degupan jantungnya semakin tak menentu. Saat tangan Arkhan mengusap lembut pucuk kepalanya.
Fatin menoleh keatas, karena postur tubuh Arkhan yang tinggi , Fatin tidak dapat melihat jelas wajah tampan itu. Tapi sesaat kemudian Arkhan menundukkan wajahnya. Hembusan nafasnya terasa diwajah Fatin.Tatapan mata mereka bertemu
*Deg
Cantik sekali. Batin Arkhan*
Saat sama sama sedang terbuai dalam lamunan. Sebuah suara menyadarkan mereka.
"Silahkan masuk nona. Bapak permisi dulu" Ucap supir itu
Fatin dan Arkhan sontak terkejut sekaligus guğup menahan malu. Fatin hanya mengangguk kecil memberi jawaban untuk supirnya
Perlahan mobil itu menjauh dari pandangan mereka.
"Ayo masuk " Ajak Arkhan yang tibatiba menggenggam tangan Fatin
Fatin yang terkejut , tetapi tak berniat melepaskan genggaman itu. Arkhan dan Fatin sama sama tersenyum tipis. Saat mereka melewati koridor, banyak pasang mata yang menatap Fatin dengan tatapan iri dan tak suka. Fatin terus menundukkan kepalanya.
Prety dan Fadilla yang kebetulan melintas melihat Arkhan dengan mesra menggandeng tangan Fatin. Hatinya bergemuruh hebat. Ingin rasanya dia berlari dan melepaskan pegangan itu. Namun prety mencoba mengendalikan emosinya. Kemudian mereka melanjutkan langkahnya.
Setibanya didepan kelas , Arkhan lalu melepaskan genggaman tangannya. "Kamu masuk duluan ya, aku ada perlu sebentar" ucap Arkhan lembut
Fatin tersenyum dan menganggukkan kepala.
Wira yang melihat Fatin masih berdiri didepan kelas dan mengangguk anggukkan kepala mengernyit bingung.
"Fatin. Buruan masuk, ngapain sih disitu" Teriak Wira
Fatin yang mendengar teriakan Wira Sontak membalikkan badannya dan tersenyum. Perlahan Fatin berjalan menuju ke mejanya.Tiba tiba seseorang dengan sengaja menabrak tubuh Fatin
*Brruuukkk
Hahhaahhahahahah*
Sontak seluruh siswa dikelas itu tertawa melihat Fatin yang jatuh tersungkur. Wira dan Hening yang melihat kejadian itu sontak berlari menghampiri Fatin.
"Fatin ayo berdiri. Sakit gak, ada yang luka." Tanya Hening Khawatir. Fatin menggelengkan kepalanya.
"Makanya kalo jalan tuh pake mata"Ketus Prety
"Gimana mau pake mata. Orang buta gitu"Ledek Fadilla
"Heh, lo berdua tu kenapa sih. Ada dendam lo sama Fatin. Punya utang lo " Ketus Hening tak terima
"Cih. ngutang, sorry ya harta keluarga gue gak bakal habis 7 turunan. "Sombong Prety, lalu meninggalkan Mereka bertiga .
Hening menyumpah serapahi Prety dalam hati.
"Bisa jalan kan, ayo aku bantu" Tanya Hening
"Aku bisa jalan sendiri kok. Makasih ya" ucap Fatin
Hening dan Wira menganggukkan kepala.
Beberapa saat kemudian Arkhan masuk kekelas dan menghampiri Fatin.
"Fatin, ntar Kantin bareng ya" Ajaknya
"Fatin doang yang di ajak. ckckckc. egois" Cibir Wira
__ADS_1
"Lo kan punya kaki. Mau juga lo diajak Si Arkhan, tapi menurut gue Arkhan nya yang gak mau ngajak Lo" Sinis Hening. Wira memutar bola matanya malas.
"Kalian berdua juga, makin banyak kan makin rame. Ntar Gue ajak Temen temen gue"Ucap Arkhan
"Thank youuuu. Ada si Arsen dong brati"Ucap Wira sambil menaik turunkan alisnya kearah Hening
"Ngapain lo gitu. Abis sulam alis lo" Ketus Hening
"Ada bebeb Arsen tuh, seneng kan lo"Ucap Wira
"Apaan sih Biasa aja" Ucap hening Datar
Saat akan melanjutkan ucapannya tiba tiba serang guru masuk kekelas mereka. Semua murid langsung terdiam, karena ini termasuk guru killer.
****
Kantin
Arkhan dan Fatin, Arsen dan Hening, Rico dan Wira, Hans sendirian karena mereka semua duduk berpasangan berdampingan dan berhadapan
"Sumpah , tegang banget gue tadi" Ucap Wira
"Nafsu ya loo,, main tegang tegang aja" Ucap Hening
Plakk
Wira memukul lengannya
"Otak loo Ning. Ngeres mulu"Ucap Wira. Arsen menatap tajam Wira
"Aww sakit beg*" umpat Hening
"Wih wih bang Arsen ngamuk nih. Sorry sorry" Ledek Wira
"Sakit gak?" Tanya Wira saat memegang lengan Hening
Wajah Hening seketika memerah.
"Ceilehh, baru dipegang dikit aja udah merah" Ledek Wira
"Wirr. Diem deh. Mending mau pesen makan." Ucap Fatin melerai
"yoi, bakso 4 siomay 3 minumnya samaan" Ucap Rico
"Sen liat noh, merah tu tangan si Hening" Ucap Hans
Arsen langsung berdiri meninggalkqn Hening yang menatap heran kearahnya.
kok malah ninggalin gue sih. Kesal Hening dalam hati
"Bah, tu bocah gesrek ya. Main pergi pergi aja." Ucap Hans
"Sakit banget ya ning" Ucap Fatin Khawatir. Saat akan berdiri untuk pindah disamping Hening. Tangan Arkhan menghentikannya. Fatin menoleh dan mendapat gelengan kecil.
"Eh bawa apaan tu Anak" Ucap Hans
Fatin dan Hening menoleh kearah pandang Hans. Wajah Hening langsung memerah, ternyata Arsen membawakan es batu.
"Sini tangannya" Ucap Arsen dingin namun penuh kelembutan. Hening dengan senang hati mengulurkan tangannya. Dengan hati hati Arsen mengusap es batu disekelilingin lengan Hening.
Fatin tersenyum kecil melihat adegan romantis itu. Arkhan yang melihat senyum Fatin, menggemggam tamgan Fatin dan membisikkan sesuatu
"Gini juga romantiskan" Ucapnya. Wajah Fatin seketika memerah
"Eh lu Ar. Main pegang pegang aja tangannya bebeb Fatin" Ucap Hans dan mendapatkan tatapan tajam dari Arkhan.
Rico dan Wira tiba dengan mangkok dan gelas minuman yang ada dinampan mereka.
"nih" ketus Rico
"Kita lagi repot, eh mereka malah pacaran" Cibir Wira
"Sirik ya lo berdua" Ledek Hans
Wira dan Rico mencebikkan mulutnya.
"Ngapain dikompres tangannya Sen" Tanya Wira pada Arsen
"Gara gara lo tuh. Infeksi tangannya Hening" Ucap Hans
"A e lah. Lebay bener" Tutur Wira
"Jangan keras keras dong kalo mukul Wir" Ucap Fatin
__ADS_1
"gak keras kok Fa. Cuma gini nih." Ucap Wira dan mulai menggeplak lengan Rico
"Ahh set*n lo. Sakit b*ngs**" umpat Rico
"heheh peace. gue cuma nyontohin"ucap Wira mengacungkan 2 jari
"Udah ayo makan malah debat" ucap Arkhan
"Lepasin dulu tuh pegangan nya. Gak bakal diculik tenang aja" Ledek Wira
Wajah Fatin seketika memerah. Arkhan melepaskan tangannya.
Saat mereka sedang menikmati makanannya tibatiba seseorang duduk disamping Arkhan.
"Hai, gabung yaa. Dil kamu duduk sama Hans" Ucap prety
Fadilla langsung duduk didekat Hans
"Apaan lo, sana sana . Jangan mepet mepet, ntar nular virus ulat bulunya" ucap Hans jijik
"Lebay"Ketus Fadilla
"Lu ngapain sih kesini, masih banyak tempat lain" Ketus Wira dan diberi anggukan oleh Rico
"Mau nemenin Arkhan lah. Iyakan Ar" Ucap Prety sambil memegang lengan Arkhan. Namun Arkhan menepisnya
"Kalo makan , makan aja gak usah banyak tingkah" Ucap Arkhan dingin
Prety mencebikkan bibirnya.
"Makanya jadi orang jangan ganjen" ucap hening
"Diem lo,"Sarkas Prety
"Lu bisa diem gak"Ucap Arsen.
Mereka kembali melanjutkan makannya.
Tiba tiba dengan sengaja prety menumpahkan minuman dihadapannya dan mengenai rok abu abu miliknya
"Yah yah yah Arkhan basahh,, Bersihin" Rengek Prety
Fatin yang mendengar ucapan Prety sontak tersedak makanannya.
"Apaan sih. Bersihin sendiri" Ucap Arkhan
"Pelan pelan aja kalo makan. Nih minum" tutur Arkan sambil menyodorkan minuman untuk Fatin.
Prety yang merasa kesal langsung berdiri menghamliri Fatin. Tiba tiba
Byuuurr
Prety menyiramkan jus jeruk milik Fadilla kewajah Fatin. Mereka semua sontak terkejut melihat itu.
"Lo apa apaan sih . Dateng dateng bikin rusuh aja" Kesal Hening
"Sial*n lo" Sarkas Wira
"Kamu kenapa sih. Mending kamu pergi dari sini. "ketus Arkhan pada prety
Prety yang mendapatkan cercaan dari mereka langsung menarik Fadilla pergi.
"Kamu gapapa, ayo aku anter ganti baju" Ucap Arkhan
"Nih Ar, tutupin pake jaket gue" Ucap Wira
"Thanks " Ucap Arkhan
Arkhan berjalan menuntun Fatin.
"Udah, tenang aja. Nanti aku yang bakal ngasi pelajaran sama Prety" Ucap Arkhan
"Aku gapapa kok" Ucap Fatin
Fatin langsung megambil pakaian gantinya d loker miliknya dan berjalan ke toilet. Arkhan dengan setis menunggu di depan pintu toilet.
"Udah, ayo balik" ucap Arkan . Fatin menganggukkan kepala.
Mereka berjalan ke arah kantin untuk bergabung dengan sahabat sahabatnya.
***Bersambung....
hahahihi dulu ya gaiss***
__ADS_1