Anak Titipan

Anak Titipan
Mengapa Menghindar?


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. Seperti biasa, Fatin sudah bersiap dengan seragam sekolah miliknya. Perlahan Fatin turun dan menghampiri Keluarga barunya itu. Awalnya, Fatin merasa canggung saat diperlakukan layaknya seorang anak. Tapi semakin lama Fatin semakin terbiasa dengan itu. Justru saat ini, Fatin telah menganggap mereka sebagai keluarganya.


Sesampainya di meja makan, Fatin melihat semuanya sudah berkumpul. Namun, pandangannya beralih pada sosok pria tampan. Matanya menelisik, ternyata benar. Itu adalah Reza. Bukannya kak Reza masih diluar kota.


"Pagi semua" sapa Fatin


"Pagi adik kecil" balas Reza


"Pagi sayang" ucap Rio Dan Cindy bersamaan.


Fatin tersenyum mendengar balasan dari Rio dan Cindy. Namun, dia memberikan tatapan tajam dan membunuh kearah Reza. Karena sudah menyebutnya adik kecil.


Reza memandang Fatin tak kalah tajam. Saat mereka akan membuka mulut. Dengan cepat Rio memberi peringatan.


"Hentikan perdebatan kalian dipagi hari." ucap Rio dingin


"Cepat habiskan sarapan kalian." ujar cindy


Akhirnya mereka melanjutkan sarapan tanpa perdebatan dipagi hari.


***


Selesai sarapan, seperti biasa cindy akan mengantarkan mereka sampai ke teras.


"Fa, kamu berangkat bareng kakak ya." tawar Reza


Fatin mengangguk kecil sebagai jawaban.


Setelah berpamitan kepada keluarganya, Fatin dan Reza masuk kedalam mobil dan berlalu meninggalkan kediaman Rio.


Diperjalanan, Fatin sudah tidak sabar ingin bertanya kepada Reza. Reza yang melihat kegelisahan Fatin langsung bertanya.


"Kamu kenapa, ada yang mau ditanyain" ucap Reza


Dengan cepat Fatin menganggukkan kepalanya.


"Kakak kok pulang cepet. Bukannya beberapa hari ya disana" tanya Fatin.


Reza tersenyum kecil " Kan cuma ngecheck aja keadaan disana. Dan ternyata baik baik aja, jadi kakak bisa pulang cepet." ujar Reza


Fatin mengangguk pelan.


"Nanti pulangnya kak Reza jemput kan" tanya Fatin


"Iya, tungguin kakak ya" ucap Reza


Fatin tersenyum lalu mengangguk.


"Oiya kak, kapan kapan Fatin boleh kan ngajak sahabat Fatin main kerumah" tanya Fatin ragu ragu


"Boleh dong. Rumah itu juga rumah kamu kok, jadi kamu bebas mau ngajak siapa aja" ucap Reza


"Kalo boleh tau, siapa aja sahabat kamu" lanjut Reza


"Ada dua. Hening sama Wira, Kita udah sahabatan dari awal masuk sekolah." ujar Fatin


"Wira itu cowok kan" tanya Reza dan diberi anggukan oleh Fatin.


"Kok cowok mainnya sama cewek sih" ucap Reza terkekeh kecil


Fatin mencebikkan bibirnya kesal.


"Kak Reza gak boleh gitu. Wira itu ibaratkan perisai buat Fatin sama Hening. Dia selalu ngelindungin kita berdua. Pokoknya wira itu terbaeekkkk" jelas Fatin sembari mengacungkan dua jempol nya


Reza terkekeh kecil melihat tingkah Fatin.


Beberapa saat kemudia, mereka sudah sampai disekolah Fatin. Perlahan Fatin membuka seatbelt lalu membuka pintu dan turun dari mobil Reza.


"Makasih ya kak, Fatin masuk dulu" pamit Fatin


"Iya , hati hati ya. Belajar yang rajin. Sampek in salam kakak buat sahabat kamu" ucap Wira


Fatin menganggukkan kepala.


Saat siluet Fatin sudah tidak nampak. Reza kembali melajukan mobilnya.


***


Fatin berjalan dengan santai melewati koridor sekolah yang diisi oleh beberapa siswa. Fatin mengambil earphone lalu memasangkan ditelinganya. Fatin terus berjalan dengan sesekali bernyanyi kecil mengikuti alunan lagu yang didengarnya.


Fatin tak menghiraukan lalu lalang orang disekitarnya. Hingga sebuah tangan menepuk pundaknya, yang membuat Fatin terkejut.


"Arkhan" lirih Fatin saat menoleh kearah pemilik tangan itu.


Arkhan tersenyum simpul kearahnya.


"Apa kabar Fa. Kamu baik baik aja kan" tanya Arkhan


Fatin seolah tak menghiraukannya. Dia tetap melanjutkan langkah kakinya dengan santai. Arkhan yang melihat Fatin mulai melangkah lagi, berjalan dengan cepat untuk menyamakan langkahnya dengan Fatin.


Fatin dan Arkhan masuk bersamaan kedalam kelas.

__ADS_1


"Wih wih,, pagi pagi udah barengan aja" goda Rico


"Sirik banget sih Ric" ketus Hans


"Berisik" ucap Arsen


Fatin dan Arkhan kembali ketempat masing masing, tanpa menghiraukan ucapan Rico.


"Kok baru dateng Fa" tanya Wira


"Emang kamu udah dari tadi" tanya Fatin


Wira menggeleng dan meringis kecil.


"Fa, balik nanti. Kita jalan jalan yuk." tawar Hening


"Iyanih. Gue juga gabut" tutur Wira


"Emang gue ngajak lo" ketus Hening


"Lah, meskipun gak diajak. Gue tetep ikut. Ya kan Fa" ujar Wira


Fatin tak bergeming. Dia hanya menggedikkan bahunya sebagai jawaban. Hening tertawa sinis menatap Wira.


"Gausah sok cool. Senyum ko cem psikopat tau gak" cibir Wira


Hening memberikan tatapan membunuhnya kepada Wira. Wira membalas dengan hal yang sama.


***


Waktu belajar telah usai. Fatin sedang membereskan alat tulisnya sebelum keluar kelas.


Bersamaan dengan itu. Arkhan datang menghampirinya.


"Fa, kamu kenapa sih. Kok jadi menghindar gini sama aku" tanya Arkhan


Fatin tak bergeming sama sekali. Dia tetap melanjutkan aktivitasnya.


"Fa, aku punya salah sama kamu. Apa itu Fa? kasih tau aku. Jangan diemin aku kayak gini" Lanjut Arkhan


"Fatin. Kamu kenapa sih" ucap Arkhan yang mulai kesal karena Fatin tak mengindahkannya.


"Arkhan maaf, aku harus pulang" ucap Fatin sambil berlalu meninggalkan Arkhan.


Namun, dengan cepat Arkhan menahan pergelangan tangan Fatin.


"Fa. Kasih tau aku. Apa alasan kamu jauhin aku" ujar Arkhan serius


Sejujurnya Fatin tak tega melihat Arkhan seperti ini. Tapi dia terlalu takut akan ancaman prety beberapa waktu lalu. Dengan perlahan, Fatin memegang tangan Arkhan lalu melepaskannya dari pergelangan tangannya.


Arkhan kembali memegang tangannya


"Jelasin dulu ke aku Fa. Ada apa, apa yang terjadi sama kamu. Aku khawatir sama kamu Fa. Kamu udah gak pernah bales pesan aku. Dan sekarang, kamu malah menghindar. Jelasin Fa, Kenapa" Ucap Arkhan serius


"Arkhan, aku gak bisa deket deket sama kamu lagi. Maafin aku. Aku harus pergi" ucap Fatin sambil berlari meninggalkan Arkhan.


Apa yang sebenernya terjadi sama kamu Fa. Kenapa kamu menghindar. Apa ini ulah prety. Tapi apa alasannya. Bukannya selama ini baik baik saja. Aku harus menyelidikinya. Batin Arkhan


****


Diparkiran, Wira dan Hening sedang menunggu Fatin yang tak kunjung muncul.


"Fatin kemana sih. Lama banget" ucap Hening


"Ketimpa meja kali dikelas." cibir Wira


Tiba tiba dari arah berlawanan, mereka melihat Fatin sedang berlari kearah mereka.


"Huh huh huh. Capek banget" ucap Fatin ngos ngosan


"Ngapain aja sih Fa . Lama banget, " ucap Wira Kesal


"Sorry banget ya. Tadi aku balikin buku ke perpus dulu" ucap Fatin.


"Yaudah yuk pulang. Udah laper nih" ucap Hening


" Kalian duluan aja. Aku dijemput kak Reza" ucap Fatin


Wira dan Hening yang mendengar ucapan Fatin membelalakkan matanya. Mereka sangat tertegun, setelah sekian lama menunggu. Justru Fatin malah mengatakan akan pulang bersama kakaknya. Kekesalan mereka semakin menjadi jadi.


"Kenapa gak ngomong dari tadi sih Fatiiiiinnnnnn" ucap Wira kesal


Fatin tersenyum kecil sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Kalian gak nanya" jawaban polos itu lolos dari mulut Fatin


Hening merasa sangat geram melihat tingkah Fatin. Dia menarik tubuh Fatin dan menguncinya dengan siku.


"Ning , ning, sorry. lepasin dong. sakit nih" rengek Fatin


"Rasain. ini pembalasan udah bikin kita nunggu lama" ucap Hening tanpa melepaskan tangannya.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu,Reza yang baru turun dari mobil melihat 3 orang siswa yang sedang beradu mulut. Karena penasaran, Reza mendekat kearah mereka. Mata Reza membelalak saat melihat salah satu dari mereka mengunci seorang gadis dengan tangannya. Reza terkejut bukan main, ternyata gadis itu adalah Fatin, Reza berlari dengan cepat kearah mereka.


"Hey kalian. Apa yang kalian lakukan" teriak Reza


Wira dan Hening terkejut mendengar teriakan itu.


Dengan cepat Reza menghampiri Hening lalu menarik Fatin kedalam pelukannya.


"Fa, kamu gapapa kan. Mana yang sakit" ucap Reza khawatir


"Kak Reza. Fatin gapapa kok" ucap Fatin seraya membalas pelukan Reza


Reza mengusap rambut Fatin , kemudian melepaskan pelukannya. Pandangannya beralih kepada dua orang dihadapannya.


"Apa yang kalian lakukan padanya" tanya Reza emosi


Fatin yang melihat kilatan emosi diwajah Reza, langsung memegang tangannya.


" Kak Reza salah paham. Mereka gak ngapa ngapain kok , tadi itu cuma bercanda aja. Mereka ini sahabat Fatin kak" ucap Fatin


Reza sedikit tenang mendengar penjasan Fatin.


"Jadi kalian sahabat Fatin" tanya Reza


Wira yang sudah ketakutan dengan cepat mengangguk.


"Iya bang. Kenalin, gue Wira. Dan ini Hening" Ucap Wira seraya mengulurkan tangannya.


Reza membalas uluran tangan Wira.


"Kita gak punya maksud jahat kok kak. Tadi kita cuma bercanda aja" ucap Hening


"Iya gue ngerti. " ucap Reza


"kalian pada mau kemana kok belum pulang" tanya Reza


"Niatnya sih, kita mau jalan jalan bertiga kak. Tapi kayaknya gak jadi, mungkin lain kali aja" ucap Hening


"Kalo kalian mau besok kita jalan bareng. Gue yang traktir kemanapun kalian pergi" ucap Reza


Mereka bertiga tersenyum bahagia mendengar ucapan Reza


"Wahh serius bang. Asikkk..gratisan lagi" Ucap Wira Bersorak gembira


Hening dan Fatin menggeleng pelan.


"Beneran kak. Asik, makin rame makin seru" ucap Fatin


"Pas banget juga. Besok weekend, kita puas puasin deh" ucap Hening


Reza tersenyum melihat semangat ketiga Remaja ini.


"Yaudah kalo gitu, kalian pulang dulu. Besok dateng aja kerumah." ucap Reza


"siap bang. Yuk Ning cabut. Fa, kita duluan yaa" ucap Wira sambil berlalu.


"Duluan Ya Fa" ucap Hening lalu berlari menyusul Wira


Fatin mengangguk dan melambaikan tangannya.


"Yuk kita pulang" ajak Reza. Fatin menganggukkan kepala


Didalam mobil, senyum ceria Fatin tak pernah pudar.


"Kenapa sih dek. Kok kayaknya bahagia banget" tanya Reza


Fatin menoleh kearah Reza dan kembali tersenyum


" Iya dong kak. Akhirnya, setelah sekian lama, Aku bisa hangout bareng lagi sama mereka. Seneng banget rasanya" ucap Fatin semangat


"Emangnya dulu, kamu jarang main" ucap Reza


Fatin mengangguk.


"Bukan jarang lagi kak. Gak pernah sama sekali malah. Aku selalu dikurung dirumah, gaboleh kemana mana kecuali sekolah sama belanja bulanan" jelas Fatin


Reza tertegun mendengarnya. Ternyata selama ini adiknya tidak menikmati masa Remajanya dengan baik.


" Kamu tenang aja. Mulai sekarang, kamu bebas kemana aja sama temen temen kamu. Selagi itu baik, kakak pasti ngijinin kok." ucap Reza


Fatin tersenyum bahagia mendengarnya.


"Makasih kakak. Kak Reza emang terbaeeekkk" ucap Fatin sambil mengangkat dua jempolnya


Reza rerkekeh kecil melihat tingkah menggemaskan Fatin.


Bersambung...


.


.

__ADS_1


.


Gaje gak sih readers. semoga kalian suka ya sama ep kali ini.


__ADS_2