Anak Titipan

Anak Titipan
Friendship


__ADS_3

🌸🌸🌸


Fatin sedang menikmati hari hari luangnya bersama dengan dua sahabatnya, Wira dan Hening. Semakin hari persahabatan mereka semakin terjalin dengan baik.


Mereka sedang menikmati indahnya pemandangan di taman sekolah mereka. Mereka lebih memilih duduk lesehan di rerumputan hijau yang indah daripada duduk dikursi panjang yang telah disediakan.


"Sejuk banget ya disini. Hoaammm (menguap) enak nih kalo sambil rebahan" ucap Wira sembari membaringkan tubuhnya beralaskan satu tangannya menatap langit.


"Iya, betah banget rasanya kalo belajarnya outdoor" sambung Hening


"Iyanih, gue juga bosen banget kalo belajarnya indoor terus. Sekali kali dong cari suasana baru, gitu" ujar Fatin sambil mengunyah cemilan Qtela ditangannya


"Eh bagi dong. Main makan sendiri aja. Siniin satu" ucap Wira


"Yang ini?" tanya Fatin sambil memberikan Snak baru


"Taro aja" jawab Wira


Fatin pun langsung meletakkannya diatas perut Wira


Wira langsung melotot melihat Fatin meletakkan snak diperutnya. Wira bangun dari pembaringannya.


"Budek ni anak. Gue kan minta Taro, ngapa lu kasih ini?" ucap Wira gemas


"Lu bilang taro, yaudah gue taro situ lah. Gimana sih?" ucap Fatin polos


Wira menyugar rambutnya frustasi. Sementara Hening, dia masih terus fokus dengan ponselnya tanpa menghiraukan perdebatan dua sahabatnya itu.


"Gue minta Taro aja. Bukan taro' , Lu ngarti kagak" ucap Wira


"Yakan ini itu udah gue taro. Salah gue dimana sih?" Sungut Fatin


Wira meluapkan emosinya dengan mengacak acak rambutnya sendiri karena frustasi.


"Bodo amad. Suka suka Lu Fa,, Fa. Setres gue lama lama" ucap Wira kesal


"Lu aja yang gaje. Udah diambilin bukannya makasih malah ngomel ngomel kek emak emak komplek" sungut Fatin


Wira pun tak lagi membalas ucapan Fatin. Dia kemudian mengambil sendiri Snak Taro yang diinginkannya.


Hening, gadis itu masih terus menatap ponselnya. Tak jarang senyum tipis muncul dibibirnya kala berbalas pesan dengan seseorang itu.


Arsen


Kamu masih marah ya sama aku?


Hening


Gak kok


Arsen


Yakin. Kok tadi ketemu aku cuek banget, 😣


Hening


Apasih🐒Perasaan kamu aja kali


Arsen


Belum balik?


Hening


Ntaran


Arsen


Tukan😥Cuek banget😣Kamu pasti masih marah kan?


Arsen


Maafin aku dong😣Aku janji gak bakal diemin kamu lagi😥


Arsen


Aku janji! bakal selalu angkat telpon kamu tepat waktu. Kemanapun bakal selalu aku bawa deh ponsel aku😣Ya,, Yaa maafin ya

__ADS_1


Arsen


Sayang😘


Hening tersenyum simpul membaca pesan dari Arsen. Padahal dia sudah tidak marah lagi. Tapi Arsen masih mengira bahwa Hening masih ngambek padanya karena telah mengabaikan panggilannya.


**Hening


😘😘***Gapapa kok. Aku udah gak ngambek lagi😊*


Arsen


Nah gitu dong😋Kan cantiknya nambah kalo senyum😁😀


Hening


Apaan sih😅


Arsen


Pasti muka kamu lagi merah yaa😆


Hening


Ih enggak. Sok tau deh🙄


Arsen


Masa sih. Coba liat🤔


Hening


Au ah gelap.


Hening meletakkan ponselnya di atas rumput. Senyuman tipis dibibirnya masih tercipta. Tanpa disadarinya, Fatin.dan Wira terus mentapnya dengan tatapan menyelidik.


Hening masih tak menyadari itu. Saat dia sedang meneguk air mineral, tak sengaja pandangan matanya beralih kepada Wira dan Fatin.


Hening langsung menyumburkan air minumnya saat melihat raut wajah seram Fatin dan Wira.


Uhuk uhuk uhuk


"Chatting sama siapa kok senyum senyum gitu?" tanya Wira dingin


"Ha..Ehh.. Em ii itu. Bukan siapa siapa kok" jawab Hening gugup


"Bukan siapa siapa kok senyum senyum sendiri" sinis Fatin


"Serius kok bukan siapa siapa" jawab Hening


"Udah main rahasia rahasiaan dia" ucap Wira


"Gak solid" Sungut Fatin


Hening terdiam membisu. Bukan maksudnya ingin merahasiakan ini dari sahabat sahabatnya. Tapi dia rasa, ini bukan saat yang tepat. Hening takut jika dia memberitahukan yang sebenarnya kepada Wira dan Fatin. Maka mereka akan menjauhinya. Hening tak menghendaki itu terjadi.


"Serius kok. Aku tadi cuma chatting sama Mama. Kalian tahu kan, Mama sekarang lagi berjuang buat aku. Aku cuma nyemangatin mama aja" bohong hening


Wira dan Fatin terkejut mendengar jawaban Hening. Sebesit rasa bersalah tercipta dihati mereka.


"Sorry ya Ning. Gue gak tahu kalo itu Mama. Gue pikir kan Lo lagi main secret sama kita" ucap Fatin sedih


"Gue juga minta maaf ya. Udah nuduh Lo yang enggak enggak" sambung Wira


Hening tersenyum dan mengangguk.


Maafin gue guys. Suatu saat nanti, gue bakal ngasih tahu kalian kok. Batin Hening


Merekapun kembali melanjutkan Cuap Cuap mereka. Hingga tanpa terasa, waktu istirahat hampir selesai.


"Cabut yuk, bentar lagi masuk nih" ajak Wira


Hening dan Fatin pun mengangguk bersama. Setelah membereskan sampah mereka, Mereka bertiga beranjak meninggalkan tempat itu.


🐒🐒🐒


Teett teett teett

__ADS_1


Bel berbunyi. Seluruh siswa yang sedang melakukan proses belajar dan mengajar lagsung bersiap membereskan peralatan tulis mereka.


"Baik, cukup sampai disini pembelajaran kita. Sampai bertemu pekan depan" ucap Pak Guru


--------------


Di dalam mobil, terasa sangat ramai. Padahal hanya ada 3 cucu Adam dan Hawa didalamnya. Tapi karena sifat dari ketiganya yang cenderung humoris. Membuat suasana dimanapun mereka berada akan menjadi menyenangkan dan terasa ramain namun nyaman.


"Eh, nanti ikut gue yuk" ucap Fatin


"Kemana?" tanya Hening


"Resto. Gue disuruh ngunjungin sama Bokap. Sekalian kenalan sama pegawai disana" jawabnya


"Oiya gue lupa. Sahabat kita kan udah jadi Bos sekarang" ucap Wira


"Apaan sih. Tapi gue tetep sahabat kalian kok" jawab Fatin


"Gue tunggu ya dirumah" sambung Fatin


"Siap boskuh" jawab Wira dan Hening bersamaan


Fatin tersenyum simpul kepada keduanya.


Beberapa saat kemudian, mobil Wira sudah parkir didepan pintu utama rumah Fatin.


Fatin turun dari mobil Wira.


"Gausah mampir ya. Kan kita mau keluar nanti" ucap Fatin sambil nyengir kuda


"Oke. Gue balik dulu, salam buat bonyok" ucap Wira


Fatin mengangguk dan mengangkat jempolnya.


Setelah mobil Wira menghilang dari pandangannya, Fatin bergegas masuk kedalam rumah. Suasananya yang sepi membuat Fatin mengernyitkan dahinya.


"Bibi" panggil Fatin


Dari arah Dapur Bi Ina berlari kecil menuju ke arahnya.


"Ada yang bisa Bibi Bantu Neng?" ucap Bi Ina


"Pada kemana orang rumah" tanya Fatin


"Ibu sama Bapak lagi ada pertemuan. Kalo Den Reza kayak biasah, lagi ngunjungin Cabang resto" jawab Bi Ina


Fatin hanya manggut manggut paham.


"Yaudah makasih Bi." ucap Fatin


"Neng mau makan sekarang apa nanti. Biar bibi Panasin" ucap Bi Ina


"Nanti aja Bi. Soalnya Fatin juga mau kunjungan Ke Resto Utama. Fatin masuk dulu ya Bi" ucap Fatin kemudian beranjak naik ke tangga


"Iya neng"


Sesampainya dikamar. Fatin langsung berganti pakaian lalu membersihkan diri. Kemudian Fatin merebahkan dirinya dikasur QueenSize nya.


Fatin mengambil ponselnya yang ada dinakas. Lalu menghubungi Orang tuanya.


Beberapa detik menunggu, akhirnya panggilan terjawab dari seberang sana.


"Hallo assalamualikum Bunda"


.....


"Bunda, nanti Fatin sama temen temen mau ke Resto."


......


"Iya Bunda. Nanti makan di Resto aja."


.....


"Oke. Assalamualaikum Bunda. Muuaacchh".


Setelah memutuskan sambungan telepon nya. Fatin memejamkan matanya sebentar.

__ADS_1


***Bersambung...


Jangan Lupa Like Komen And Vote*** !!!!


__ADS_2