Anak Titipan

Anak Titipan
Rumah Baru?


__ADS_3

*****


Fatin terus berjalan menyusuri trotoar dengan derai air mata yang terus membasi pipi. Ia tak menyangka, kesalahan apa yang telah dilakukannya. Hingga dia ditsmlar berkali kali dan diusir dari rumah.


Fatin terus berjalan tanpa arah dan tujuan. Putus asa, itulah yang dirasakan olehnya...


****


Saat ini Reza sedang menuju ke restoran utama milik keluarganya. Saat sedang fokus menyetir, Reza melihat siluet seorang gadis yang sedang mendorong koper besar miliknya. Gadis itu berjalan ssmbil menangis, Reza merasa tak asing dengan gadis itu. Semakin dekat , semakin terlihat jelas siapa gadis itu


Deg. Fatin


Dengan cepat Reza menghsmpiri Fatin dengan mobilnya. Reza berhenti tepat di samping Fatin. Fatin tak mempedulikan mobil itu. Dia terus berjalan lurus kedepan.


Tiba tiba seseorang menarik tanganya dan langsung memeluknya.


Deg. siapa ini


Fatin berusaha berontak. Namun, tangan kekar itu menahan pergerakan Fatin


Reza terus memeluknya dengan erat. Hatinya merasa sakit, melihat adik tersayang nya menangis seperti ini.


"Fatin, jangan takut..Ini kakak, kamu kenapa Fatin . Apa yang mereka lakukan sama kamu" Ucap Reza lirih, sungguh, Ia tak dapat menahan emosinya. Apa yang telah keluarga sialan itu lakukan pada adik satu satunyaini.


Fatin yang menydari bahwa ini adalah Reza. Langsung membalas pelukannya dan semakin menangis tersedu. Kemeja Reza, sampai basah karena air mata Fatin.


"kakak, hiks hiks. Apa salah Fatin Kak. Kenapa mereka selalu giniin Fatin. Fatin.salah apa sama mereka Kak. Kenapa mereka tega lakuin ini semua sama Fatin. Hiks hiks hiks. Sakit kak,, sakitttt,, sakit hati Fatin kakk,, hiks hiks. Papa gak mau dengerin ucapan Fatin.


Fatin tahu kok . Kalo Fatin bukan anak papa mama. Tapi apa salah Kalo Fatin manggil mereka Papa Mama. Kenapa Papa lakuin ini semua ke Fatin Kak. Kenapaaa..." Ucap Fatin yang terus terisak didalam pelukan Reza.


Reza yang mendengarkan ucapan adiknya, merasakan bagai ribuan belati yang menusuk jantungnya. Sakit, Reza ikut merasakan bagaimana menderitanya adiknya selama ini.


Reza berjanji dalam hati, akan membalaskan perbuatan mereka pada adiknya.


Reza mencoba menenangkan Fatin dengan mengusap lembut rambut Fatin.


" Udah kamu jangan nangis lagi. Nanti jelek loh." ucap Reza


"Kakak. Kenapa keluarga Fatin buang Fatin Kak. Apa Fatin ini.. Anak yang tak di inginkan. Makanya mereka nitipin Fatin ke orang lain." Ucap Fatin yang langsung menusuk ke hati Reza.


Deg. Yatuhan, cobaan apa ini. Sepertinya, adikku sangat membenci kami semua. Maafkan kami Fatin, suatu saat nanti, kamu akan tahu alasannya. Batin Reza


"Ssyyuut, kamu gak boleh ngomong gitu. Mereka itu sayang banget sama kamu. Mungkin ada hal lain yang bikin mereka harus nitipin kamu sama keluarga itu" Ucap Reza terbata


"Tapi Fatin sakit kak, Fatin gak bahagia. Fatin menderita. Fatin gak pernah ngerasain kasih sayang mama papa kak." Ucap Fatin


Reza bingung harus bagaimana, rasa bersalah menyelimuti hatinya. Rasa benci menggelora dihatinya.


"Kamu mending ikut kakak sekarang. Kita kerumah kakak ya" ucap Reza

__ADS_1


"Fatin gak mau ngerepotin keluarga kakak. Fatin mau nyari keluarga Fatin aja" Ucap Fatin


"Kamu gak pernah ngerepotin keluarga kakak kok. Nanti kakak bakal bantu kamu nyari keluarga kamu. Sekarang, kamu ikut kakak ya" Ucap Reza mencoba meyakinkan Fatin


Fatin mengangguk pelan. Reza akhirnya melepaskan pelukannya dan membawa Fatin masuk ke mobilnya.


***


Diperjalanan menuju kerumah orang tua Reza. Fatin hanya duduk termenung menatap keluar jendela. Entah apa yang ada dipikirannya. Hanya dialah yang tahu.


Reza menatap nanar ke arah adiknya. Terliha jelas gurat kesedihan diwajahnya. Reza tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dirumah nanti. Saat orang tuanya melihat kondisi putri mereka.


Setelah menempuh jarak yang jauh dengan waktu 45menit. Reza dan Fatin sudah sampai dikediaman Rio. Perlahan Reza membantu menurunkan barang barang Fatin dan membawanya masuk ke dalam.


"Ayo masuk" ucap Reza sembari menggenggam tanga Fatin. Fatin tak bergeming


"Ayo, kamu gak usah khawatir. Kakak selalu ada kok buat kamu" Ucap Reza saat menarik Fatin ke dalam pelukanya.


Fatin menteskan air matanya di dalam pelukan Reza. Perlahan Fatin menganggukkan kepalanya.


"Assalamualaikum. Ma Pa" ucap Reza


"Waalaikumsalam." Ucap seseorang dari dalam


Ceklek


Pintu terbuka. Nampaklah sesosok wanita cantik nan anggun yang mengenakan jilbab gaya modern.


"Ma, kalo mau nanya nanya di dalem aja ya. Kita ajak Fatin masuk dulu" Ucap Reza


Cindy mengangguk , lalu menarik tangan Fatin dan membawanya kedalam.


"Kamu tunggu bentar ya, Mama telfon papa dulu" Ucap Cindy


"Iya ma" Ucap Reza, Fayin hanya terdiam dan mengangguk kecil


***


Beberapa saat kemudian Rio sudah tiba di kediamannya. Mereka duduk bersama diruang keluarga.


"Ada apa sebenarnya ini" tanya Rio


Reza mulai menceritakan pertemuannya dengan Fatin ditengah jalan yang sedang menangis tersedu sedu. Ruo dan cindy menyimak setiap kata kata Reza. Mereka terkejut mendengar kondisi putrinya yang sangat memprihatinkan. Sebesit rasa bersalah terselip dihati mereka. Rio menyesal pernah menitipkan putri kecilnya pada sahabat yang sangat dipercayainya itu.


Namun, ternyata harapan Rio terlalu tinggi pada sahabatnya itu. Ternyata, sahabatnya tidak memperlakukan putri mereka dengan baik.


Hati cindy mencelos, melihat kondisi putrinya itu. Hatinya teriris melihat kondisi Fatin.


Perlahan cindy mulai menarik Fatin kedalam pelukannya. "Maafkan mama ya sayang. Mama gak bisa berbuat apa apa buat kamu" ucap Cindy sambil menangis

__ADS_1


Fatin merasakan kehangatan pelukan seorang ibu dari Cindy. Air matanya tak bisa dicegah untuk tidak mengalir dipipinya.


"Kamu mau kan tinggal disini bareng kita" ucap Cindy


"Tapi nanti aku ngerepotin tante. Aku tu cuma beban" lirih Fatin


Rio tersenyum kearah Fatin, perlahan Rio mengulurkan tangannya untuk membelai rambut Fatin.


"Kamu bukan beban untuk orang lain. Kalau kamu mau tinggal disini bareng kami. Pasti kami akan sangat menerima kamu dengan lapang dada" ucap Rio lembut


"iya Fatin. Kakak juga seneng kok kalo ada kamu dirumah ini. Kamu mau yaa tinggal disini bareng kita" Lanjut Reza


Fatin tersenyum. Ia terharu mendengar penuturan keluarga itu. Hatinya tersentuh, ia bahagia. Ternyata masih ada yang menyayanginya di dunia ini. Walau belum lama mengenal keluarga ini. Namun, Fatin sudah merasakan kenyamanan disebuah keluarga. Fatin dapat merasakan bahwa keluarga ini sangat menyayanginya.


"Iya, Fatin mau tinggal sama mama Papa" ucap Fatin tersenyum


Mereka bahagia mendengar jawaban Fatin. Cindy merasa terharu, dia kemudian menarik Fatin kedalam pelukannya. Reza dan Rio terharu melihat kasih sayang yang tulus dari Cindy.


"Tante kok nangis. kenapa" ucap Fatin sambil mengusap air mata dipipi cindy. Cindy sangat terharu oleh perbuatan putrinya itu.


"Tante sayang sama kamu" ucap cindy lalu mengecup seluruh wajah Fatin.


"Udahan sedih sedihnya. Mending sekarang kita bahagia bahagia." ucap Rio


"Ayo sayang kita anter ke kamar kamu" Lanjut Rio


Mereka menganggukkan kepala.


****


Sebuah kamar yang luas. Nuansa yang feminim, sebuah kasur Queen size, dan perabotan penunjang didalamnya.


" Ini kamar siapa tante" Tanya Fatin


"Ini kamar kamu sayang. Kamu suka kan" ujar Cindy


Fatin tersenyum lalu memeluk cindy.


"Makasih Tante" ucap Fatin


"eit, inget. mulai sekarang panggil mama" ucap cindy


"Iya mama" ucap Fatin


Mereka kembali berpelukan mesra. Suasana inilah yang sangat dirindukan oleh keluarga Rio.


****


*Bersambung...

__ADS_1


Gaje gak sih readers ceritanya*..


__ADS_2