Anak Titipan

Anak Titipan
Chapter 06 Lagi dan Lagi


__ADS_3

Dengan langkah gontainya perlahan lahan Fatin mulai masuk ke dalam rumahnya. Suasana hari ini nampak sepi. Dengan bersusah payah Fatin berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Setelah selesai membersihkan diri Fatin bergegas turun kebawah untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Memasak, mencuci, menyapu, dll. Meskipun luka dilututnya terkadang terasa perih, Fatin berusaha untuk tidak mempedulikannya. Karena Dia harus segera menyelesaikan semua pekerjaan ini sebelum Ibunya datang dan akan memarahi Fatin lagi.


"Ahhh ,akhirnya selesai juga." ucap Fatin sambil berbaring dikursi panjang halaman rumahnya. Karena kelelahan tanpa sadar Fatin justru terlelap dibawah pohon rindang yang menyejukkan itu.


"Fatin, Fatin, bangun sayang. Kok kamu tidur disini sih. Fatinn" Ucap Papa Edo sambil menepuk nepuk pipi Fatin.


Karena merasa terganggu, Fatin dengan perlahan mulai mengerjapkan matanya dan melihat keadaan sekitar. Tiba tiba Fatin terkejut melihat papanya sudah berdiri disampingnya sambil menggelengkan kepala.


Fatin langsung bangun dari tidurnya dan mencium tangan Papanya " Papa, kok ada disini?" ucap Fatin


"Harusnya papa yang tanya, kok kamu tidur disini. Kayaknya kamu capek banget ,emang habis ngapain sih" ucap Papa lembut sambil mengusap kepala fatin


"Iya pa Fatin capek banget, tadi seharian Fatin olahraga. Makanya sampek ketiduran disini. hehehe" Jawab Fatin sambil tertawa kecil. Maafin Fatin Ya Pa. Fatin udah bohong sama papa . Batin Fatin


Papa yang mendengar penuturan anak gadisnya itu hanya mengulas senyum sambil menggelengkan kepalanya. "Yaudah ayo kita masuk, sebentar lagi petang. Gsk baiklah loh anak gadis diluaran jam seginj, nanti diculik wewe gombel" Canda papa


Fatin tersenyum bahagia mendengar candaan Papanya yang sangat dirindukan ini "ihh papa aaan sih, emang Fatin anak kecil apa . Sampek sampek mau diculik wewe gombel." Ucap Fatin sambil memanyunkan bibirnya


Papa semakin gemas melihat tingkah laku putrinya ini yang selalu terlihat kekanakan padahal sudah menginjak usia remaja.


Akhirnya mereka berdua berjalan bersama memasuki rumah. Fatin terus menggandeng manja tangan papanya sambil menganyunkan kedepan kebelakang dan berlompat lompat kecil. Seperti Anak anak yang sedang bahagia. Papa yang melihat tingkah Fatin kembali menggelengkan kepalanya keheranan.


Tiba tiba dari arah berlawanan datanglah siperusak suasana.


"Papaaaaa,,,kok papa gandeng Kak Fatin sih. Harus nya Papa itu gandeng Mawar , Kayak gini nih" Ucap Mawar sembari menepis kasar tangan Fatin.


Fatin yang sudah merasa jengah , memilih diam melihat tingkah laku Adiknya.


"Anak papa, ternyata pengen papa gandeng juga yaa,,hihihi" ucap Papa sembari tertawa kecil.


Mereka bertiga berjalan menuju keruang keluarga untuk bercengkrama sedikit.


"Mama kamu dimana sayang" tanya Papa sambil mengusap kepala Mawar


Mawar yang sedang bermain ponsel dan bersandar dilengan papanya menjawab tanpa melihat papanya " Ada kok pa, Mungkin lagi Dandan . Bentar lagi juga turun" .


Papa tang mendengar jawaban Mawar akhirnya menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Mas, kamu udah pulang?" tanya Mama mira saat melihat suaminya sedang duduk bersama putri cantiknta dan tentu saja anak pungut itu.


"Iya Ma, belum lama kok" Jawab Papa


Mira memilih duduk disamping Mawar. Jadi Mawar saat ini berada diantara Mama dan Papanya.


Dihadapan mereka, Fatin duduk sambil membayangkan jika dirinya saat ini adalah Mawar yang selalu dimanja oleh Mama dan Papanya. Tidak ingin terlalu lama menghayal Fatin pun membuka suara " Fatin buatin minuman ya Ma, Pa" Ucap Fatin


Papa menganggukkan kepalanya " Buatin papa kopi aja" ucapnya


Fatin menganggukkan kepalanya" Kalo mama sama mawar?" Tanya Fatin lagi


"Seperti biasa aja jus lemon jangan banyak gula" Jawab Mawar dan diberi anggukan oleh Mamanya


Fatin segera meninggalkan ruang keluarga dan menuju kedapur untuk membuat minuman. Setelah selesai Fatin kembali keruang keluarga dan memberikan minuman untuk Mama, Papa dan Adiknya.


"Ini Ma, Pa silahkan diminum" ucap Fatin sambil meletakkan gelas dihadapan mereka


"Makasih ya sayang" ucap Papa


Fatin tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


Byuurr,,


Mawar menyemburkan jus lemon miliknya kehadapan Fatin.


Mereka yang ada diruangan itu sempat terkejut melihat tindakan Mawar.


" Jus apaan sih ini kok asem banget. mamaaa liat deh kak Fatin pasti sengaja lakuin ini ke Aku" Ucap Mawar manja


"Fatin. Kamu apa apaan sih.Kamu dendam sama Mawar! Iya. Kamu cemburu gara gara Mawar deket deket sama Papanya" Ucap Mama Dengan nada tinggi


Fatin tertunduk dan menggelengkan kepalanya


"Sayang,,mungkin kakakmu tidak sengaja , sudah ya gak usah diperpanjang lagi. Kasian Fatin" Lerai Papa


"Papa kok belain Dia sih, yang anak papa itu Aky apa Dia" Ketus Mawar tak terina dengan pembelaan yang diberikan Sang Papa


"Kalian berdua itu anak papa. Fatin sekarang kamu naik keatas ganti baju kamu" ucap Papa lembut

__ADS_1


"Mawar, lain kali kamu gak boleh gitu sama kakak kamu" lanjut papa. Mawar memasang wajah masam dan memandang tak suka kearah Fatin


"Mas,kamu kok nyalahin Mawar sih. Dia itu anak kamu , dan Dia ini hanya." Ucap Mira yang langsung dipotong oleh suaminya


"Sudah berhenti. Fatin sekarang kamu naik lalu ganti baju kamu. Kamu dengarkan" Perintah Ayah


Fatin dengan sigap berdiri meninggslkan mereka bertiga


Mira dan Mawar menatap Fatin penuh kebencian.


"Mawar kamu juga masuk ke kamarmu" Ucap Papa datar


Mawar dengan emosi langsung berdiri meninggslkan Papa dan Mamanya sambil melemparkan bantal sofa disampingnya kelantai. Papa hanya memandang datar ke arah putrinya itu


"Mira! kamu tidak perlu lagi mengungkit masalalu Fatin. Bukankah sudah kuperingatkan untuk tidak membahas perkara itu lagi" Ujar Papa dengan nada dingin


" Memangnya salah. Toh itu juga kan Fakta. Biar dia tau diri. Kamu jangan belain Dia terus terusan dong, nanti tuh anak jadi besar kepala" Ketus Mama


" Aku ingatkan sekali lagi padamu. Jangan pernah menyebut Fatin dengan sebutan Anak pungut atau apapun itu. Aku tidak ingin lagi mendengarnya keluar dari mulutmu ataupun Mawar. Ingat itu baik baik" Ucap Papa


Mendengar ucapan suaminya yang selalu membela Fatin, membuat Mira semakin tersulut emosi.


"Mas, Rio itu sekarang sudah sukses. Mengapa gak kamy balikin aja anak mereka itu. Dia itu hanya beban dikeluarga ini" Ucap Mira murka.


"Jika sudah saatnya, tak perlu kau minta pasti mereka akan menjemputnya Mira" Jawab Papa tak kalah ketus


"Kapan? sampai kapan saatnya? atau kamu ingin aku sendiri yang mengusirnya agar enyah dari keluarga ini" Ketus Mira


"Jangan lewati batasmu Mira, Kamu tidak bergak mengusirnya" Ucap Papa Dingin


Karena malas untuk kembali berdebat dengan istrinya. Papa pergi meninggalkan istrinya yang sedang dalam keadaan emosi yang membara.


Melihat suaminya pergi , semakin membuat Hati Mira panas.


*Ini semua karnamu ,dasar anak sialan. Jika saja dulu aku tidak menerima mu dikeluarga ini pasti kami akan selalu hidup dengan damai. Lihatlah apa yang akan aku lakukan untukmu. Segala cara akan ku lakukan , agar kau bisa meninggalkan keluargaku ini. Batin Mira


Bersambung....


Makasih ya readers yang udah setia baca novel aku. mohon maaf kalo ada typo*

__ADS_1


__ADS_2