Anak Titipan

Anak Titipan
Bandung


__ADS_3

Enjela menatap dalam wajah cantik Riska, lalu menghampirinya dan memeluk bahunya , seakan ia tau apa yang saat ini Riska rasakan.


Riska yang terlarut dalam kesedihannya menyandarkan kepalanya dibahu Enjela, seakan ingin menggungkapkan semua perasaan.Dengan lembut Enjela membelai rambut Riska, dan ikut hanyut dalam diam.Entah berapa lama mereka menghabiskan waktu dalam diam, sampai ahirnya Enjela sadar ketika menyentuh pipi Riska yang halus basah oleh air mata.


♡Enjela♡


"hai kamu nangis lagi, sudahlah lupakan saja masih banyak lelaki yang lebih baik diluar sana, kamu masih muda dan cantik juga, kamu bisa dapat yang lebih segala dari cowo yang sudah putusin kamu itu .ayolah move on"


Enjela kesal dengan lelaki yang membuat Risda menangis, " mungkin lelaki itu buta kali ya,cewe secantik ini kok di putusin " gumam Enjela dalam hati.


♡Riska♡


"aku gak nangisin lelaki itu kak"


Riska mulai membuka mulutnya yang sedari tadi tertutup rapat .


♡Enjela♡


"terus kenapa kamu nangis gak berhenti-henti kayak kereta gitu?"


Ah lagi-lagi Enjela kepo,,,


♡Riska♡


"aku....akuuu......"


Riska tertunduk diam tak melanjutkan kata-katanya . makin membuat Enjela penasaran" huh lalu apa yang bikin bocah ini nangis terus"


♡Enjela♡


" bicaralah siapa tau saya bisa membantu mu tapi jika kamu gak mau ceeita ya gak papa "


♡Riska♡


" aku ,,, akuu,,,,,"

__ADS_1


Riska ragu untuk menceritan kondisinya, tapi dia berusaha memberanikan diri untuk membuka mulutnya.


♡Riska♡


"aku hamil kak,,,,,."


Tangis Riska meledak seketika, antara takut dan malu juga bingung tak tau harus berbuat apa.Enjela yang masih diam karna terkejut menatap Riska penuh dengan tanya.


♡Enjela♡


"sama laki-laki yang sudah mutusin kamu?


terus dia tau kamu hamil?


dia mau tanggung jawab kan?"


♡Riska♡


" iya kak, dia tau aku hamil tapi malah dia gak percaya klo ini anaknya, dia nuduh aku selingkuh."


♡Enjela♡


"Brengsek tu laki-laki"


Muka Enjela memerah menahan emosinya.


♡Enjela♡


"lalu apa rencana mu sekarang???"


♡Riska♡


"gak tau kak, aku bingung , mau pulang kerumah mama tapi takut, mama pasti marah dan mengusirku, mama pasti malu, sekarang aku gak tau mau gimana dan kemana kak, aku gk punya apa-apa"


Lagi-lagi Riska tak kuasa menahan tangisnya, di peluknya Enjela dengan erat, "Bawa aku bersama mu kak" gumam Riska dalam hati. Enjela tak tahan lagi melihat Riska menangis dibelainya lembut rambut panjang Riska sesekali ia mengusap air mata Riska yang membanjiri pundaknya.Tenang Ris ada aku disini , jangan khawatirkan hari esok , aku akan selalu bersama mu, kata Enjela dalam hatinya.

__ADS_1


♡Enjela♡


"sudah ya bersihin badan mu dulu , lalu istirahatlah, besok pagi aku mau ketemu temen ku buat bicara masalah pekerjaan, aku juga sudah capek mo rehat dulu"


♡Riska♡


"iya kak"


♡Enjela♡


"oh iya kamu laper???


biar aku cari makanan dulu ya atau kita pesan ke pemilik penginapan aja , kamu mau makan apa?"


♡Riska♡


"aku terserah kakak aja"


Riska yg merasa gak enak menjawab seadanya, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan Enjela pun keluar kamar untuk mencari makan.Suasana malam yang dingin di bandung membuat Enjela benar - benar menggigil.Sambil setengah berlari karena tak kuat menahan dinginnya kota bandung iya clingak-clinguk meliahat sekeliling, siapa tau ada mamang - mamang apa pun itu. Sebenarnya udah malas untuk cari makanan diluar tapi mau gimana lagi sang pemilik penginapan sudah tak melayani pesanan saat larut sedangkan cacing di perutnya sudah pada demo.Duh makan apa ini ya gumam Enjela yang blum menemukan mamang-mamang tukang, sambil mendekap kedua tangannya.Dan entah dia berada dimana ahirnya menemukan mamang sate, tak fikir panjang Enjela pun menghampiri dan memesan dua porsi sate ayam.Enjela merogoh kantong dan mengambil selembar uang lima puluh ribuan lalu memberikan ke mamang sate, dan weeezzzz langkah seribu Enjela yang kedinginan plus laper juga.Setelah berjalan lumayan jauh ahirnya Enjela sampai di penginapan, tanpa mengeruk pintu tanpa salam Enjela masuk kekamar 302 , bukan berarti 302 jumlah kamar nya, nomer kamar hanya asal dibuat oleh pemilik penginapan agar lebih menarik katanya.


Setelah sampai didalam kamar penginapa Enjela menghampiri Riska yang termenung duduk dikursi sudut kamar.


♡Enjela♡


"makan , makan,, makan ,, ayolah jangan ngelamun lagi , sudah kita makan dulu , besok kita cari jalan keluarnya, "


♡Riska♡


"iya kak"


♡Enjela♡


"nah gitu dong , semangat biar bayi mu sehat"


Entah Enjela lapar , rakus ataukah doyan , hanya dalam waktu sekejab sate sudah ludes .Setelah menyelaikan makannya Enjela membersihkan dirinya , lalu membuka kopernya dan mengeluarkan beberapa berkas miliknya.Enjela merebahkan tubuhnya disamping Riska, ia mulai memejamkan matanya yang mulai terasa perih. Setelah melewati hari yang melelahkan ahirnya Enjela pun terlelap disamping Riska yang masih terjaga.Riska menatap wajah Enjela yang tampak lelah sekali namun tetap cantik.Riska menarik selimut yang telah disiapkan oleh pemilik penginapan, dan menutup tubuh sexy Enjela.Dalam hati Riska sangat bersyukur bertemu dengan Enjela, diciumnya punggung tangan Enjela, " makasih kak" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2