
πππ
Fatin berjalan menuruni tangga dengan langkah gontai. Meskipun sudah istirahat semalaman, tapi rasa lelah di tubuhnya tak kunjung hilang. Fatin menyeret tasnya sampai ke meja makan.
Reza menatap aneh pada Fatin.
"Dek, kamu kenapa." tanya Reza
Fatin hanya menggeleng pelan.
"Masih marah ya sama Abang" lanjutnya
Fatin menggeleng lagi.
Reza menghembuskan nafas lega. Tapi, rasa ganjal di hatinya masih terasa. Pasalnya, saat ini adiknya terlihat seperti orang yang berada di ambang kehidupan.
"Kamu kenapa sih sayang. Kok Bunda perhatiin lemes bangetm Ditanya sama Abang juga jawabnya geleng geleng doang. Kamu sakit" tanya Cindy
Fatin menggeleng dan menangguk.
Mereka terkejut dan terheran heran.
"Ngomong dong Fa. Jangan geleng geleng doang, kita mana ngerti" ucap Reza kesal
"Fatin, kamu kenapa. Sakit, atau ada yang nyakitin kamu" tanya Rio curiga
Fatin menghembuskan nafasnya kasar. Saat ini moodnya sedang buruk. Tapi semua orang terus terusan menerornya dengan pertanyaan konyol mereka itu. Fatin semakin merasa frustasi saja.
"Jawab dong Faaaa" ucap Reza greget
Fatin mengacak acak rambutnya kesal.
"Abang diem deh. Fatin lagi capek banget nih, gak mood. Ngajak berantem yaaa" ucap Fatin kesal
"Enggak tuh. Abang kan cuma nanya aja. Emang salah, kamu aja yang sensian" ucap Reza cuek
Fatin menatap Reza sinis, kemudian memalingkan wajahnya.
Cindy dan Rio tersenyum dan menggeleng pelan. Pasalnya, perang dingin yang baru usai, rupanya akan mode on lagi.
"Udah udah jangan berantem lagi. Ayo cepet dimakan sarapannya, terus berangkat" ucap Cindy melerai
Mereka mengangguk pelan seraya menyendokkan makanan ke mulut mereka masing masing.
πππ
Diperjalanan menuju ke sekolah. Aura dingin masih tercipta dari Fatin. Selain karena moodnya yang buruk, dipengaruhi juga dari perdebatan singkat di meja makan tadi.
Reza melirik kecil ke arah Fatin.
"Faa, Abang mau ngomong. Dengerin yaa" ucap Reza
Fatin hanya menjawab dengan deheman singkat. Reza menggeleng pelan.
"Kamu nanti sibuk gak. Abang mau ngajak kamu ke rumah party temen Abang. Temen temen abang ganeng ganteng semua loh Fa. Mungkin lebih ganteng dari yang kamu ceritaim ke abang kemaren" ucap Reza
Fatin yang semula tak memiliki semangat hidup. Wajahnya, semangatnya berubah 360Β° mendengar ucapan Reza. Dengan berbinar binar Fatin menoleh Ke.arah Reza.
"Serius Bang. Wah seru nih, Ada party. Mana banyak oppa ganteng lagi. Mau dong Bang, mau banget malah. Fatin bakal hapus jadwal sibuk Fatin buat party nanti." ucap Fatin semangat
Reza yang melihat raut wajah ceria Fatin terkekeh pelan.
"Abang gak bohong kan, kalo temen temen abang ganteng ganteng. Awas loh kalo boong, Fatin laporin Bunda.sama ayah." ucap Fatin tegas
__ADS_1
Reza hanya tersenyum kecil dan mengangguk.
"Abang yakin deh. Mata kamu bakal fresh liat pemandangan disana" ucap Reza
Fatin mengangguk dan tersenyum Fatin.
Selama perjalanan menuju sekolahnya. Fatin terus membayangkan wajah wajah tampan dari teman teman kakaknya. Mungkin akan ada oplosan cowok korea di party nanti pikirnya.
Fatin terus tersenyum kecil membayangkan pemandangan langka itu.
Beberapa saat kemudian, mobil Reza berhenti di depan gerbang sekolah Fatin. Setelah berpamitan kepada Reza, Fatin turun dari mobil.
Sepanjang perjalanan menuju kelasnya, Senyum manis Fatin terus terpancar, membayangkan pertemuannya dengan pria pria tampan nanti.
πππ
Waktu istirahat telah tiba, satu persatu siswa perlahan meninggalkan kelas mereka. Seperti anak SMA pada umumnya, sebagian dari mereka ada yang memilih ke kantin, perpusatakaan, ruang eskul, taman, bahkan rooftoop.
"Ar, kantin kuy. Laper nih" ucap Rico
Arkhan hanya diam sambil memainkan ponselnya. Sesekali Arkhan terlihat tersenyum membaca chatting di ponselnya.
Rico yang merasa kesal karena tak di respon pun memukul pundak Arkhan.
Plak
"Woy, lu bisu yaa" ketus Rico
Arkhan sontak terkejut dan menjatuhkan ponselnha. Arkhan menatap Rico tajam.
"Cari mati lu .Bukkhh" ucap Arkhan lalu melayangkan pukulannya ke wajah Rico.
Rico mengusap bibirnya yang sedikit berdarah. Arsen dan Hans sedikit terkejut melihat Arkhan yang memukul Rico.
Rico memilih berlalu meninggalkan Arkhan, Hans dan Arsen.
"Ar, lu ngapa sih. Gitu aja lu sampek mukul Rico" ucap Hans
Namun Arkhan hanya diam tak menjawab pertanyaan Hans. Hans menggeram kesal melihat tingkah Arkhan. Sedangkan Arsen, jangan ditanya lagi. Anggap saja dia batu bernyawa.
πππ
Dikantin, Fatin dan dua sahabatnya sedang menikmati makan siang mereka. Selesai makan, mereka memutuskan langsung kembali ke kelas.
"Fa, lo kesambet ya. Gue perhatiin nih dari tadi pagi, loe tuh kerjaannya senyam senyum terus. Abis dapet jackpot yaa." tanya Wira
"Lah, gue juga mikir sama kayak loe Wir. Loe kenapa sih Fa. Aneh gitu" sambung Hening
Fatin mengulas senyumnya.
"Nanti malem, aku mau di ajak Bang Reza ke acara party temennya" ucap Fatin
"Yaelah, gitu doanh Loe senyum senyum seharian. Gak kering gigi loe" cibir Wira
Fatin terkekeh dan menggeleng pelan.
"Bukan party nya yang bikin seneng. Tapi, kata Bang Reza disana banyak cowok cowok gantengnya. Bahkan lebih ganteng dari cowok toko buku kemarin." ucap Fatin berbinar
Hening menggelengkan kepalanya melihat tingkah Fatin. Mungkin, ada syndrome langka yang di idap oleh sahabat nya ini. Pasalnya, setiap melihat cowok cowok tampan. Dunianya seakan tergantikan. Hidupnya hanya akan diisi oleh wajah wajah tampan yang ditemuinya saja.
πππ
Sesuai janji Reza, malam ini dia akan mengajak Fatin ke acara party teman temannya. Bukan ingin menjadikan pasangan, meskipun itu sedikit termasuk. Tapi tujuan utamanya adalah mengenalkan Fatin pada temen temennya.
__ADS_1
Malam ini, Fatin tampil cantik dengan dress hitam selututnya, Fatin lebih memilih menggunakan sneeakers dari pada high heels, rambutnya yang di gerai menambah kesan anggun dan mempesona. Reza juga menggunakan pakaian yang senada dengan Fatin.
"Waahh, anak mama cantik bangett." ucap Cindy
"Siapa dulu abangnya" ucap Reza sombong
"Enak aja, siapa dulu papanya" ucap Rio
"Gimana sih, siapa dulu bundanya. Bunda yang ngelahirin kok bukan kalian" ucap Cindy tak terima
Rio dan Reza saling melemparkan pandangan. Mereka sama sama menggedikkan bahunya tak peduli.
"Udah dong. Fatin mau jalan nih. Keburu cowok cowok gantengnya pulang. Ayo bang, buruan" ucap Fatin tak sabar
"Duhh, anak Bunda udah gede ternyata" ucap Cindy seraya memeluk putrinya.
"Gimana sih kamu Bun. Jelas jelas udah SMA , ya jelas gede lah" ledek Rio
Cindy melepaskan pelukannya dan menatap Rio tajam.
"Orang tua diem aja" ketus Cindy
"Huhh, emang situ muda. Hello, ngaca dulu ngaca" cibir Rio
Reza dan Fatin menghembuskan nafas kasar. Orang tua mereka selalu saja mendebatkan hal hal sepele. Seperti saat ini contohnya.
"Udah deh, sesama orang tua gausah saling ejek. Fatin pamit dulu. Assalamualaikum" ucap Fatin seraya meninggalkan perdebatan Orang tuanya
"Reza juga. Assalamualaikum" pamit Reza
πππ
Mobil Reza perlahan memasuki kawasan perumahan elite di kompleks yang lumayan jauh dari rumahnya. mobil Reza memasuki sebuah rumah mewah yang telah di hias sedemikian rupa. Nuansa rumah mewah, ditambah dengan dekorasi party yang elegan namun berkelas. Menambah kesan tersendiri bagi setiap mata yang memandang.
Sesampainya mereka disana, sudah banyak tamu tamu yang datang. Mungkin ada beberapa juga tamu dari orang tua temannya. Seperti kolega mereka.
Reza menggandeng tangan Fatin menuju me tempat acara berlangsung. Banyak pasang mata yang memandang kagum ke arah mereka berdua. Tak sedikit yang mengira bahwa Reza dan Fatin adalah sepasang kekasih.
Reza membawa Fatin menuju ke taman dekat kolam renang. Disana, beberapa teman temannya sudah berkumpul. Termasuk sang pemilik acara.
Mata Fatin seketika berbinar binar, melihat puluhan pria tampan di hadapannya. Rasanya, ingin sekali dia berteriak gembira, memeluk mereka satu persatu. Mungkin, ini bisa jadi liburan ke korea ala Indonesia. Karena , wajah wajah dari teman teman Reza tak kalah tampan dengan idol serta aktor aktor korea.
"Hallo brothers, sorry nih telat" ucap Reza menyapa temannya
Fatin sontak membulatkan matanya melihat orang yang di sapa oleh Reza. Sosok yang sempat menjadi bulan bulanan mimpi indahnya. Sosok malaikat tampan dan baik hati yang pernah di jumpainya.
"Hai. No problem. Santay man," ucap Pria itu seraya tersenyum
Fatin semakin terperangah melihat senyuman dari wajah tampah itu. Pria itu tersenyum simpul melihat kekaguman Fatin padanya.
Bersambung.
πΉ
πΉ
πΉ
πΉ
πΉ
**Hahahaha,, sorry ya readers baru up hari ini.
__ADS_1
udah baru up. Ngegantung lagi ceritanyaπππemang bener bener yaa si author iniπ π π²π²**