
πΊπΊπΊ
Waktu menunjukkan pukul 07:15. Fatin sudah siap dengan seragam sekolahnya. Setelah melaksanakan sarapan kilat, Fatin bergegas menuju ke mobil Reza untuk berangkat ke sekolah. Namun, Setelah sekian menit menunggu , Reza tak kunjung datang padanya. Fatin sontak menyusulnya ke dalam rumah dengan wajah kesal penuh emosi.
"Loh, kok belum berangkat sayang. " tanya Cindy
"Bundaa, Abang mana sih. Udah telat nihh" ucap Fatin kesal
"Loh, bukannya tadi udah keluar bareng kamu ya" tanya Cindy
Fatin mengerucutkan bibirnya dan menggeleng.
"Nanti kalo Fatin dihukum gimana. Kan malu Bunda diliatin temen temen" gerutu Fatin
Cindy menghembuskan nafas kasar.
Tiba tiba, dari arah tangga . Reza berteriak dengan keras.
"Ya ampun adekkk.. Maafin abang , kita telat. Sorry banget ya sorry" ucap Reza
Fatin dengan wajah masam nya membuang muka dan meninggalkan Reza.
"Bun, bantuin. Ngambek tuh" ucap Reza
Cindy hanya menggedikkan bahunya dan melangkah pergi.
Reza mengacak acak rambutnya frustasi. Pasalnya, jika adik tersayangnya itu sudah marah. Wahh, bisa berubah jadi es kutub utara dia. Pernah waktu itu, Reza merusak buku kesukaan Fatin. Dan untuk pertama kali, Reza melihat Fatin marah besar. Diamnya, tatapan tajamnya, seakan membuat Reza terundung rasa bersalah. Berbagai cara telah dilakukannya untuk menenangkan amarah Fatin. Tapi nihil, tak ada yang berhasil.
Hingga suatu ketika, entah beruntung atau rugi. Reza terpeleset dari tangga dan mengalami cidera lumayan parah di kaki kanannya. Fatin sangat khawatir, dan disaat itu pula. Reza melancarkan aksinya untuk minta maaf. Beruntungnya langsung dimaafkan oleh Fatin. Tapi cidera yang di alami Reza, butuh waktu beberapa hari untuk sembuh. Jadi, aktivitasnya pun terbatasi.
πππ
Diperjalanan menuju ke sekolah Fatin. Hanya ada kesunyian dan hawa mencekam yang terasa di dalam mobil Reza. Sesekali, Reza melirik ke arah Fatin yang hanya diam membisu dengan wajah dinginnya.
Yakali gue harus jatuh lagi dari tangga biar bisa di maafin. Batin Reza
Karena merasa tak nyaman dengan suasana sekarang. Reza memberanikan diri untuk membuka suara.
"Adek abang yang Cantik. Abang minta maaf ya, pliisss jangan diemin abang terus" ucap Reza memohon meskipun dalam kondisi menyetir
"Fokus , nyetir yang bener. Aku masih sayang nyawa" ucap Fatin Dingin
Reza menelan salivanya kasar. Reza mulai gusar, karena perang dingin sudah mode on. Dia mulai memutar otak untuk merayu adiknya nanti.
Beberapa saat kemudian, mobil Reza sampai di depan gerbang sekolah SMA NUSA BANGSA. Fatin melihat jam tangan miliknya. Waktu menunjukkan pukul 07:55 , meskipun gerbang belum ditutup rapat. Tapi saat ini Fatin sudah sangat terlambat. Fatin mulai pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sebelum turun dari mobil. Fatin melemparkan tatapan tajam nya untuk Reza. Reza menggaruk kepalanya yang tak gatal. Fatin turun dari mobil Reza dan membanting pintunya kasar.
Brakk
Reza terkejut sesaat mendengar suara gebrakan pintu mobilnya. Reza mengusap pelan pintu mobil yang dibanting Fatin.
"Duh, semoga gak kenapa napa. Mobil baru nih, sayang dong kalo rusak" guman Reza
πΊπΊπΊ
Sebagai hukumam karena terlambat, Fatin harus berdiri ditengah lapangan untuk hormat bendera. Keringat mulai bercucuran melewati pelipisnya. Terik matahari mulai terasa membakar kulitnya.
"Duhh, kenapa jadi panas gini sih. Mendung dong, plissss." gumam Fatin
Di dalam kelas, Wira dan Hening merasa tak bersemangat belajar.
"Wir, Boring nih. Kita susul Fatin aja yuk di lapangan" Bisik Hening
"Iya nih, tapi kalo ketahuan ntar. Bisa bisa hukumannya bakal di tambahin sama KETOS." Ucap Reza lirih
"Yaahh, gimana dong. Diluar juga kayaknya panas banget tuh. Kasian Fatin sendirian. Kalo dia aus gimana, terus kalo pingsan gimana. Aaahh , wir gimana dong ini. Mikir dong otak lo" Ucap Hening Frustasi
Tanpa sengaja, pembicaraan mereka terdengar oleh Seseorang
Oohh, jadi dia dihukum..Gue kira dia sakit makanya gak masuk. Syukur deh. Batin orang itu.
"Pak, saya izin mau ke toilet sebentar" ucap Arkhan
"Iya silahkan Arkhan" ucap Pak Guru
Arkhan mengangguk lalu berdiri dan perlahan meninggalkan ruangan kelasnya.
Ternyata, Arkhan menuju ke kantin dan membeli sebotol minuman dingin. Arkhan membawanya ke lapangan sekolah.
Sesampainya disana, Arkhan melihat Fatin yang sedang menjalani hukuman. Arkhan tersenyum kecil melihat tingkah Fatin yang sangat gelisah karena kepanasan.
Arkhan menghampiri Fatin dengan tersenyum.
"Nih, pasti kamu haus kan" ucap Arkhan seraya menyodorkan minuman dingin itu
Fatin melihat botol minuman itu, lalu menoleh ke arah sang pemilik.
"Arkhan, kok kamu disini. Nanti kalo ketahuan gimana" ucap Fatin gelisah
Arkhan hanya tersenyum kecil.
"Udah, minum aja dulu. Nih aku bukain" ucap Arkhan
Fatin tersenyum manis padanya dan menerima minuman itu. Tegukan demi tegukan air dingin itu mengaliri tenggorokan Fatin yang kering.
"Ahh,, seger banget. Makasih ya Ar" ucap Fatin seraya tersenyum manis
Arkhan mengangguk dan tersenyum kecil.
"Masih lama disini,?" tanya Arkhan
Fatin menggeleng kecil.
"Bentar lagi kok, 15 menit lagi" ucap Fatin
Arkhan mengangguk paham
"Kamu gak balik, ntar di cariin loh" ujar Fatin
"gapapa, aku temenin kamu. " ucap Arkhan seraya tersenyum
Fatin tersenyum manis padanya.
__ADS_1
"Oiya, pake ini ya biar gak panas panas banget" ucap Arkhan seraya memasangkan sweeater miliknya menutupi kepala Fatin
Fatin tersenyum malu melihat tingkah manis Arkhan.
15 berlalu. Karena waktu hukuman Fatin telah selesai, Arkhan mengajaknya menuju ke kantin. Sesampainya disana, hanya ada beberapa siswa yang sedang duduk untuk sekedar mengobrol. Karena memang belum waktunya istirahat, suasana di kantin masih nampak sepi.
"Tunggu bentar, aku pesenin" ucap Arkhan yang di balas anggukan kecil oleh Fatin
Beberapa saat kemudian, Arkhan datang dengan pesanan di tangannya. Fatin dan Arkhan menikmati makanan itu dengan tenang.
Setelah selesai, mereka masih tetap berada di sana.
"Fa, kamu ntar malem ada acara gak" tanya Arkhan
Fatin memikirkan sejenak lalu menggeleng pelan.
"Emang kenapa" tanyanya
"Kita jalan yuk. Mau kan" tanya Arkhan
Fatin tersenyum kecil dan mengangguk.
"Serius, yaudah. Aku jemput kamu jam 7 ya" ucap Arkhan
"Oke" balas Fatin
πππ
Di dalam kamar, Fatin terus membongkar isi lemarinya. Berbagai jenis baju sudah di cobanya, namun belum ada yang menurutnya cocok untuk nanti. Waktu menunjukkan pukul 18:15, Fatin semakin gelisah memikirkan dirinya yang belum bersiap siap. Sedangkan sebentar lagi, Arkhan akan datang menjemputnya.
Tok tok tok
"Fa, bunda masuk yaa" teriak Cindy
"Masuk aja bunda. Gak di kunci" jawab Fatin
Cindy mulai meraih gagang pintu dan membukanya. Saat pintu terbuka lebar, betapa terkejutnya Cindy saat melihat suasana kamar putrinya bagaikan kapa pecah.
"Ya ampun sayang. Kamu lagi ngapain sih, kok baju baju di lemari kamu keluarin semua" ucap Cindy heran
"Duhh bunda, mending bunda bantuin Fatin nyari baju yang cocok buat ntar malem deh" ucap Fatin
"Emang mau kemana sih. Sibuk banget" tanya Cindy
"Aku mau ngedate sama Arkhan bunda" ucap Fatin keceplosan
Saat menyadari ucapannya. Fatin sontak menutup mulut dan menggeleng pelan.
"Eh eh bu bukan gitu Bunda. Aku d ajak main sama Arkhan. Boleh kan" ucap Fatin gugup
Cimdy hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.
Cindy melihat lihat seluruh pakaian yang di keluarkan Fatin dari dalam lemari. Tangannya terulur untuk meraih sebuah setelan baju yang santai namun elegan.
"Nih, pake ini aja. Pasti cocok" ucap Cindy seraya menyerahkan pakaian itu pada Fatin.
Fatin meraih pakaian itu dari tangan Cindy dan meletakkan di hadapan tubuhnya.
"Wah cocok Bunda. Makasih yaaa Bundakuuu" ucap Fatin
"Udah buruan siap siap. Nanti ini biar bunda yang beresin" ucap Cindy
"Wahhh, makasih lagi bunda. Emmuuaacchh" ucap Fatin berbinar
Fatin membawa pakaian nya dan berjalan ke kamar mandi.
Setelah selesai bersiap siap, Fatin turun ke bawah menghampiri keluarganya.
Terlihat, Rio, Cindy dsedang berkumpul diruang keluarga dengan menonton tv.
"Good night Bunda, Papa" ucap Fatin
"Wahh, anak papa udah Cantik aja. Mau kemana nih" tanya Rio
Fatin tersenyum manis mendengar pujian Papanya.
"Mau main Pa. Boleh kan" ucap Fatin
"Boleh kok. Sama Siapa" tanya Rio
"Sama si ganteng Arkhan dong Pa" Sambung Cindy
"Ohh, jadi ceritanya anak papa mau ngedate nih" goda Rio
Wajah Fatin seketika memerah mendengar ucapan Rio
"Papa apaan sih. Enggak kok" ucap Fatin malu malu
Cindy dan Rio tersenyum seraya menggeleng pelan.
Beberapa saat kemudian terdengar bel rumah berbunyi.
TING TONG
"Biar bunda yang bukain" ucap Cindy lalu beranjak ke arah pintu utama.
CEKLEK
Pintu terbuka.
"Eh Arkhan udah nyampek. Ayo masuk" ucap Cindy
"Asslamualaikum tante" ucap Arkhan seraya mencium tangan Cindy
"Waalaikumsalam. Ayo ayo" ucap Cindy mempersilahkan
Arkhan mengangguk dan mengikuti Cindy dari belakang.
"Assalamualikum om" ucap Arkhan lalu mencium tangan Rio
Rio mengangguk seraya tersenyum.
"Waalaikumsalam. Udah mau jalan" ucap Rio
__ADS_1
"Iya Om. Boleh kan saya ajak Fatin keluar sebentar, janji kok Om, pulangnya gak kemaleman" ucap Arkhan
Rio mengangguk dan terseyum.
Setelah berpamitan kepada kedua orang tua Fatin, Arkhan dan Fatin menuju ke tempat tujuan mereka.
"Ar, kok tumben pake mobil" tanya Fatin
"Iya, kan bertiga kita" ucap Arkhan
Fatin mengernyitkan dahinya bingung.
"Bertiga? sama siapa" tanya Fatin
Arkhan hanya tersenyum kecil tanpa menjawab pertanyaan Fatin.
Beberapa saat kemudian, mobil Arkhan berhenti di sebuah apartemen mewah di jalan xxxx.
"Kita mau ketemu siapa sih Ar" tanya Fatin penasaran
"Nanti juga kamu tahu sendiri, Ayo turun" ucap Arkhan
Fatin hanya mengangguk lalu mengikuti Arkhan
Dari arah loby, terlihat seorang gadis cantik sedang berjalan menuju ke arah mereka berdua.
Fatin mengernyitkan dahinya melihat sosok yang tak asing baginya itu.
Gadis itu sedikit berlari kecil ke arah Arkhan lalu berhambur kepelukannya. Fatin sontak terkejut melihat pemandangan itu.
"Arkhan, kamu lama banget sih" ucap gadis itu
"Sorry tia, aku jemput Fatin dulu tadi" ucap Arkhan
"Oiya Fa, Kenalin ini Aristia. Tia kenalin, ini Fatin" sambung Arkhan
Fatin mengulurkan tangan nya kepada Aristia. Aristia memandang Fatin dari atas sampai bawah.
*Siapa sih cewek ini. Arkhan kayaknya perhatian banget sama dia. Batin Aristia
aku inget. Dia kan gadis yang sama waktu di sekolah itu. Jadi namanya Aristia*.
πππ
Di perjalanan, Fatin hanya duduk termenung. Suasana hatinya sangat buruk saat ini. Ingin rasanya Fatin turun dari mobil Arkhan lalu pulang kerumahnya.
Fatin duduk sendiri di kursi tengah, sedangkan Arkhan dan Aristia duduk di kursi depan. Sesekali Aristia bertingakah manja pada Arkhan. Arkhan hanya tersenyum kecil melihat tingkah Aristia.
Sedangkan di kursi tengah, Fatin memandang malas ke arah dua sejoli di hadapanya kini. Hatinya mencelos melihat kemesraan mereka berdua.
Apa maksud Arkhan ngajak aku jalan bareng. Apa dia mau nunjukkin ke aku. Apa posisi aku di kehidupannya, dan dia pengen nunjukkin ke aku siapa yang pantes buat dia. Batin Fatin
Sesekali Arkhan melirik Fatin lewat kaca spion nya. Sejujurnya Arkhan hanya ingin berdua dengan Fatin. Namun saat di perjalanan menuju ke rumahnya, Aristia juga mengajaknya untuk jalan jalan. Awalnya Arkhan menolak, tapi Aristia justru menangis histeris. Karena tak tega, Arkhan pun memutuskan untuk menjemput Fatin lalu menjemput Aristia.
"Arkhan, kita dinner di resto depan aja ys" ucap Aristia seraya memeluk lengan Arkhan
"Fa, kamu maunya dimana" tanya Arkhan
"Aku ngikut aja" ucap fatin datar
Aristia mendesah kesal melihat Arkhan yang tak menghiraukannya.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di restoran cepat saji jalan xxxx. Mereka memilih kursi yang berada di lantai 2 dengan nuansa eropa. Setelah memilih menu makanan nya, mereka berbincang bincang sesaat.
"Arkhan, besok kamu temenin aku ke mall ya" ucap Aristia manja
Fatin yang mendengar ucapan Aristia merasa jijik.
"Lihat aja ya besok" ucap Arkhan.
Mereka berdua terus berbincang bincang. Fatin hanya diam mendengarkan , tanpa berniat untuk nimbrung.
Beberapa saat kemudian, pesanan mereka tiba. Mereka mulai menikmati sajian itu dengan khidmat.
"Awhh, Arkhan. Ada saos di bibir aku. Bersihin dong" ucap Aristia
Arkhan tersenyum dan menggeleng pelan. Arkhan mengambil tisu di samping Fatin lalu membersihkan pinggir bibir Aristia. Fatin yang melihat keromantisan mereka berdua merasakan nyeri di hatinya.
Makanan yang awalnya nikmat, menjadi hambar saat melihat keromantisan Arkhan dan Aristia.
Apa mereka buta ya. Ada aku disini, seenaknya banget kalo romantisan. Arkhan, kamu eega banget sih smaa aku. Gerutu Fatin dalam Hati
"Fa, sorry ya. Emang nih, Tia suka manja dikit" ucap Arkhan tak enak hati
Fatin hanya tersenyum getir.
"Iya gapapa. Santai aja. Anggep aku gak ada" ucap Fatin seraya tersenyum
Arkhan merasakan hatinya tak nyaman melihat senyuman di bibir Fatin. Jujur, Arkhan sedikit merasa bersalah padanya. Awalnya, Arkhan mengajaknya jalan berdua. Justru malah menjadikan Fatin sebagai penonton dirinya dan Aristia.
Sorry fa. Gue gak maksud nyakitin lo. Batin Arkhan
Setelah menikmati makan malam tragis itu. Fatin eminta Arkhan untuk mengantarnya pulang, dengan alasan sudah terlalu larut. Padahal waktu baru menunjukkan pukul 20:20 . Arkhan pun menyetujui keinginan Fatin.
Sesampanya di rumah. Fatin berjalan gontai menuju ke kamarnya. Cindy yang melihat kondisi putrinya merasa heran.
"Kok lemes banget sih yang abis dinner romantis" ucap Cindy
"Eh bunda, Fatin kira udah tidur semua" ucap Fatin
"Tidur gimana. masih jam segini" ucap Cindy serasa menunjukkan jam dinding di tembok
Fatin melihat waktu yang tertera disana.
Wahh, masih jam segini. Tapi kenapa tadi rasanya lama banget ya. Udah kayak setaun. hahahahah. Batin Fatin
"Bunda, Fatin masuk dulu ya. Ngantuk" ucap Fatin dan di beri anggukan oleh Cindy
Fatin melanjutkan lagkahnya ke kamarnya. Sesampainya di kamar. Fatin langsung merebahkan tubuhnya dikasur. Hatinya sangat lelah hari ini. Mengingat perilaku Arkhan yang mulai berbeda padanya. Karena terlalu lelah berpikir, Perlahan Fatin mulai memejamkan matanya.
Visual Tokoh Aristia
__ADS_1
***Bersambung..
Huuhh,,Segini dulu ya readers up nya. Banyak banget nih ternayata. 2116 kataπππ***