Anak Titipan

Anak Titipan
Happy Moment


__ADS_3

Sebuah ruangan VIP telah didesain sedemikian rupa, menambah kesan mewah dan elegan. Di ruangan ini lah yang akan menjadi moment tak terlupakan. Puluhan pelayan sedang menyelesaikan pekerjaan mereka yang sudah 99%.


Dirumah, Fatin sedang dirias oleh MUA dengan make up natural. Aura kecantikannya semakin terpancar berkat jari jemari halus seorang MUA profesional.


"Nah, siap deh. Cantik banget kan" ucap sang MUA


Fatin menatap takjub dirinya didepan cermin. Seolah pangling dengan penampilannya saat ini.


"Gimana mbak, udah siap?" ucap Cindy


"Udah Bu. Saya tinggal dulu ya" ucap MUA


Cindy mengangguk dan tersenyum lalu menghampiri putrinya.


"Subhanallah, cantik banget anak Bunda. " ucap Cindy takjub


Fatin tersenyum malu mendengar pujian Bundanya.


"Kita mau kemana sih Bunda?" tanya Cindy


"Secret dong" ucap Cindy


"Yuk turun, udah ditungguin dibawah" ajak Cindy


Fatin pun menganggukkan kepala lalu berjalan mengikuti Cindy.


Fatin tampil cantik dengan balutan dress selututnya, maku up natural dan ditambah dengan rambutnya yang dikerly dan dibentuk secantik mungkin.


Reza dan Rio yang menatap takjub kearah dua bidadari mereka yang tampil dengan Cantik.


Fatin yang melihat ekspresi Papa Dan Reza tersenyum manis.


"Gimana bang. Cantik gak?" tanya Fatin


"Cantik banget. Princess abang emang very very beautyful" ucap Reza


"Udah siap. Kita jalan " ajak Papa


Mereka mengendarai mobil Fortune berwarna hitam mengkilat. Setelah menempuh jarak yang cukup jauh dengan waktu 45 menit. Mereka telah sampai ditempat tujuan.


Fatin menatap takjub bangunan di depannya.


"Mewah banget restorannya Pa. Pasti mahal banget nih makanannya" ucap Fatin


Rio, Cindy dan Reza hanya tertawa kecil melihat kepolosan putri cantik mereka.


"Kita masuk" ajak Rio


Mereka disambut oleh puluhan pelayan yang berjejer rapi.


Mereka dituntun ke lantai atas tempat acara berlangsung. Sepanjang perjalanan tak henti hentinya Fatin berdecak kagum atas keindahan Restaurant mewah itu.


Saat memasuki ruangan VIP. Fatin kembali berdecak kagum atas kemewahan nuansa disana. Jejeran meja dan kursi yang dihias sedemikian rupa, ditambah dengan dekorasi bertema gold yang menambah kesan mewah didalamnya.


Suasana yang cukup ramai, membuat Fatin sedikit bertanya tanya dalam hati. Puluhan pasang mata menatap kagum dan penuh tanya kepada sosok gadis cantik yang digandeng oleh Istri seorang pengusaha sukses di bidang perhotelan dan Restaurant itu.


Rio beserta anak istrinya naik keatas panggung yang telah disediakan.


"Selamat malam semua" sapa Rio


"Sebelumnya, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian semua yang telah memenuhi undangan saya untuk hadir pada acara malam ini. Sebelumnya saya akan memperkenalkan kepada kalian semua. Kalian pasti bertanya tanya tentang siapa gadis disamping istri saya. Perkenalkan, dia adalah Nazafatin Khoerunnisa putri saya. Ini adalah pertama kalinya saya membawanya kehadapan rekan rekan kerja saya. Selama ini, dia menempuh pendidikan di kota YZ. Itulah sebabnya saya tidak pernah memperkenalkannya pada publik. Saat ini usianya memasuki 17 tahun.


Pada kesempatan ini pula, saya akan umumkan kepada kalian semua. Bahwa kepemilikan dari Restaurant utama akan di alihkan kepada putri saya. Dan untuk putra pertama saya, dia telah memiliki tanggung jawab untuk mengolah cabang cabang restaurant yang ada di indonesia." ucap Rio panjang lebar


Riuh ramai tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan VIP itu.


"Baiklah, demikian sambutan dari saya. Silahkan dinikmati hidangan yang telah kami sediakan" sambung Rio


Mereka pun turun dari panggung dan menghampiri beberapa rekan kerja nya yang hadir.


"Wah Pak Rio. Saya ucapkan selamat yaa. Putri anda cantik sekali" ucap Pak Bram rekan kerja Rio


"Terima kasih Pak Bram" jawab Rio sopan


"Fatin, kenalkan mereka ini rekan kerja papa." ucap Rio


Fatin mengangguk dan tersenyum, lalu menyalimi seluruh rekan kerja papanya.

__ADS_1


"Wah, cantiknya kamu" puji istri pak Bram


"Mamanya juga kan cantik" ujar Cindy


"Ah iya juga ya. Udah kelas berapa kamu sayang" tanya istri pak Bram


"Kelas 2 SMU tante" jawab Fatin sopan


"Tante juga punya anak yang seumuran kamu loh. Aristia namanya. Tapi dia gak bisa dateng, lagi sibuk soalnya" ujarnya


Deg. masak dia sih. Cih, bonyok nya ramah ramah kok anaknya brengs**. Batin Fatin


"oh gitu ya tante" ucap Fatin seraya menampilkan senyum manisnya


Setelah menyapa seluruh rekan kerja Papanya. Fatin memilih menghampiri Reza yang sedang berkumpul dengan teman temannya.


"Bang.." panggil Fatin


Reza sontak menoleh kearah suara.


"Kenapa? duduk sini" ucap Reza


"Capek" jawab Fatin lesu


"Eh nyonya lagi capek. Ini abang kasih minum" ucap Randi teman Reza


Fatin pun menerimanya dengan senang hati


"Makasih abang Ran" ucapnya seraya tersenyum manis


"Duhh, hati abang meleleh neng" ucap Randy sambil memegangi dada kirinya yang sontak menimbulkan gelak tawa dari mereka semua.


Fatin ikut tertawa geli, sebelum akhirnya netranya bertemu dengan sepasang mata indah dan senyum manis milik seorang pria tampan.


Deg. Ya Tuhan, malaikat cintaku


"Kak Farel,,," lirih Fatin


"Selamat ya Fa" ucap Farel seraya mengulurkan tangannya kepada Fatin.


"Makasih kak Police" ucap Fatin malu malu


"Gak manggil abang lagi? heum" tanya Farel


"Enggak. Cocokan kakak" jawab Fatin


Farel mengangguk kemudian tersenyum manis padanya.


Uuhh, manis banget senyumnya. Hati adek meleleh bang. Jerit Fatin dalam hati


"Za, adek Lo bening banget. Buat gue boleh gak" canda Rendy


"Enak aja. Bilang bonyok lo bikinin adek" ucap Reza


"A elah. Gak bisa gue nikahin dong Za" ucap Rendy


"Elu, nikahin adek gue. Sorry, pintu keluar disono" ucap Reza seraya menunjukkan jalan keluar.


"Tapi lo bisa apa Za kalo adek Lo mau sama gue" ucap Rendy bangga


Reza hanya menggedikkan bahunya.


"Coba aja Lu tanya, dia mau gak sama Lo" tantang Reza


"Oke" saut Rendy "Bidadari abang. Mau gak jadi pacar abang" ucap Reza


Fatin terdiam sebentar seraya menatap Reza. Reza tak menggubrisnya.


"Gak ah,,, Bang Rendy kan udah Fatin anggep abang sendiri" tolak Fatin yang langsung membuat gelak tawa pecah dari teman teman Reza yang lain.


"Lo liat Ren. Pesona lo itu kalah jauh" ledek Tio


"Rese Lo pada" ucap Rendy kesal


"adek Fatin kalo sama pak polisi mau gak. Pak polisi lagi cari calon istri loh" ucap Tio seraya menaik turunkan alisnya


Fatin sedikit terkejut mendengar ucapan Tio. Wajahnya bersemu merah.

__ADS_1


"Ciiee maallluu. Pasti mau yaa,, ya iyalah. Siapa sih gak terpesona sama Farel. Udah ganteng, punya jabatan. Gak kek Lo Ren, gajelas asal usulnya" Ledek Tio


"Enak aja lo. Gue bilangin mak gue lu" ancam Rendy


Sementara itu, Farel yang melihat Fatin memandangnya malu malu , membalasnya dengan senyuman manis. Senyuman manisnya yang mampu membuat semua kaum hawa terpesona.


*Terpesona ...


Aku..Terpesona


Memamdang..memandang wajahmu


yang manis..


Terpesona..


Aku terpesona*


Nada dering ponsel Tio berbunyi yang kembali memunculkan gelak tawa mereka semua.


"Norak banget RBT lo Yo" ledek Rendy


"Bodo amad. amad aja pinter" jawab Tio


Tio pun menjawab panggilan itu.


"Halo sayang."


....


"Heheh,, iya iya Mom. Becanda, Tio lagi di acaranya Reza nih."


....


"Iya bentar lagi balik mom. Muachh" ucap Tio kemudian menutup panggilannya.


"Ceilah, anak mami di suruh balik yaa" gida Rendy


"Ho oh. Bokap lagi di luar kota. Jadinya nyokap sendiri" ucap Tio


"Balik sono Bro. Gatakut lo kalo nyokap lo kenapa kenapa dirumah" ucap Rendy yang langsung di beri bogeman kecil di lengannya oleh Tio


"Mulut lo. Doa itu omongan Bangk*" umpat Tio


"Bang Tio gaboleh ngomong kasar dong" ucap Fatin


"Ehh,, iya lupa. ada bocil ternyata disini" ucap Tio dengan seringai kudanya.


"Bener kata Rendy. Mending lu pulang deh" ujar Farel


"Wah, ngusir lo" ucap Tio


"Lebay Lo. Buruan sana pulang" sarkas Reza


"Iya iya, gue boleh minta makanan gak nih" ucap Tio


"Ambil ambil. bungkus bawa pulang. karetin dua biar gajatoh" ucap Reza


"thanks bro. Gue balik dulu. Princess, Aa Tio pulang dulu ya. Assalamualaikum" pamit Tio


"Waalaikumsalam. Sono..sono hus ...hus" usir Rendy


"Bro. Makan yok, hungry nih gue" ucap Rendy


"Iya bang. aku juga" sahut Fatin


Reza pun menganggukkan kepalanya setuju. Dia menghentikan seorang waiters yang lewat untuk membawakan mereka makanan.


Beberapa saat kemudian, mereka mulai menyantap dengan tenang hidangan yang ada dimeja.


❤❤❤


Waktu telah menunjukkan pukul 23:00. Sudah cukup larut, acara pun sudah selesai. Setelah semua tamu pulang kecuali para pegawai dari cabang resto. Rio mengumpulkan mereka semua. Setelah mengucapkan selamat dan terima kasih atas kerja keras mereka selama ini. Rio juga memberikan mereka bonus sebagai kerja kerasnya.


Setelah berpamitan kepada seluruh pegawainya, Rio beserta keluarganya kembali ke rumah. Diperjalanan pulang, Fatin sudah terlelap dijok tengah bersama dengan Reza. Mungkin karena mereka kelelahan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2