Anak Titipan

Anak Titipan
Vacation


__ADS_3

***


Pagi pagi sekali Fatin sudah bangun, dan membersihkan tempat tidur serta dirinya. Selesai berkemas, Fatin bergegas turun ke bawah untuk membantu bundanya.


Namun, dia tak menemukan sang bunda. Fatin memutuskan untuk kedapur dan bertanya pada Bi Ina.


"Bi, bunda Fatin mana" tanya Fatin


"Nyonya lagi ditaman non" jawab Bi Ina


"Oke, makasih ya Bi" ucap Fatin seraya meninggalkan Bi Ina.


Fatin berlari kearah taman untuk mencari bundanya. Sesosok wanita berhijab yang sedang menyiram bunga, tertangkap mata Fatin. Dengan segera, Fatin berlari kecil kearahnya.


"Morning bundaku" sapa Fatin seraya memeluk cindy dari belakang


"Ya ampun sayang. Ngagetin bunda aja, kalo bunda jantungan gimana" ucap Cindy sambil mengusap dadanya


Fatin melepaskan pelukannya, lalu beralih kehadapan cindy. Fatin menatap cindy dengan berkaca kaca. Dia merasa bersalah.


Cindy yang melihat raut berbeda dari wajah Fatin merasa heran.


"Sayangnya bunda kenapa" Tanya cindy sambil memegang pipi Fatin


Air mata Fatin perlahan jatuh membasahi pipinya. Fatin memeluk Cindy dengan erat.


"Bundaa,,, maafin Fatin. Fatin gamau bunda kenapa napa. Fatin sayang sama Bunda." Ucap Fatin sambil menangis dipelukan Cindy


Cindy membalas pelukan Fatin , lalu mengusap rambut putrinya itu.


"Sayang, bunda gapapa kok. Bunda sehat" ucap Cindy menenangkan Fatin


"Maafin Fatin ya bunda. Fatin janji, gak bakal ngagetin bunda lagi. Fatin gamau kehilangan Bunda, Fatin udah anggep Bunda, sebagai Bunda Fatin sendiri. Fatin sayang banget sama Bunda." Tutur Fatin


Hati Cindy terharu,bahagia, sekaligus teriris mendengar penuturan putrinya.


sayang, ini bunda, bunda kamu. Andai, bunda bisa ngomong itu sekarang. Tapi bunda gak sanggup, bunda takut, Bunda takut kamu marah sama bunda sayang. Maafin Bunda . Batin Cindy


"Bunda juga sayang kok sama Fatin. Sayaaaanggg banget, Bunda gak akan pernah ninggalin Fatin. Bukan cuma Bunda, Papa, Abang, kita semua sayang sama Fatin. Udah ya jangan nangis lagi" Ucap Cindy seraya mengusap air mata Fatin


"Senyum dong. Masa anak bunda yang cantik ini pagi pagi udah kusut" goda Cindy


Fatin tersenyum kecil.


"Bunda, Fatin bantuin ya" tawar Fatin


"iya boleh. Yuk" ajak Cindy


Cindy kembali melanjutkan aktivitasnya menyiram dan mengganti tanaman yang sudah rusak ditaman. Fatin dengan telaten ikut membantu bundanya. Terkadang mereka mencoret coret wajah satu sama lain dengan tanah. Mereka menghabiskan waktu ditaman dengan tertawa bersama.


***


Saat ini, Rio beserta anak dan istrinya sedang menikmati sarapan bersama. Mereka makan dengan tenang.


Tiba tiba suara bel berbunyi


ting tong


"Bi, tolong bukain pintu" teriak Reza


"Iya den" jawab Bi Ina dari arah dapur


Bi Ina berlari menuju ke arah pintu utama untuk membuka pintu. Saat pintu terbuka nampaklah dua remaja laki laki dan perempuan yang kira kira seumuran dengan Fatin.


"Assalamualaikum. Bener ini rumah Fatin sama bang Reza" tanya Wira


"Waalaikumsalam. Iya bener, aden dan non ini temennya non Fatin Ya" Ujar Bi Ina


"Iya Bi. Fatinnya ada" tanya Hening


"Ada non, mari. Silahkan masuk" ucap Bi Ina seraya memberi jalan kepada Wira dan Hening


Bi Ina mengajak mereka berdua kearah meja makan.


"Faattiinnnn" teriak Hening saat mendekat kearah meja makan


Fatin yang terkejut mendengar suara menggelegar yang tak asing ditelinganya, spontan menoleh ke arah suara.


"Heninggg,, Wiraakkuuu" teriak Fatin lalu berdiri menghampiri Wira dan Hening. Mereka berpelukan layaknya sahabat yang lama tak jumpa.


Reza yang melihat tingkah Fatin dan sahabatnya menggelengkan kepala. Sedangkan Rio dan Cindy mengernyit heran melihat pemandangan itu.


"Ayo duduk, aku kenalin sama bunda sama papa" ucap Fatin seraya menuntun Wira dan Hening


Wira dan Hening mengangguk lalu mengikuti langkah Fatin.

__ADS_1


"Bunda, Papa. Kenalin, ini Wira sama Hening. Mereka sahabat Fatin dari kelas 1" ucap Fatin memperkenalkan Sahabatnya


Wira dan Hening bergantian menyalimi tangan Rio dan Cindy.


"Wahh, jadi ini sahabat Fatin. Cantik dan ganteng ya" puji Cindy


"Ahh tante bisa aja. Aku emang ganteng tante" ucap Wira narsis dan bergaya layaknya model


Hening memandang sinis Wira.


"Maafin Si Wirasableng ini ya tan. Dia emang suka narsis" ucap Hening


Cindy hanya tersenyum lalu mengangguk.


"Ayo duduk. Kita sarapan bareng" ucap Rio


"Waahh, makasih om. kebetulan, Wira belum makan. Hehehe" ucap Wira polos lalu dengan cepat mendudukkan Bokongnya dikursi kosong.


"Ayo dimakan, anggep aja rumah sendiri" ucap Reza


Wira yang mendengar itupun. Tanpa menunggu langsung mengambil menu yang diminatinya dan melahapnya.


Hening yang melihat tingkah Wira merasa tak enak hati.


"Om, tante, semuanya. Maaf ya, Wira emang suka malu maluin" ucap Hening tak enak


Mereka hanya tersenyum dan mengangguk.


"Iya gapapa, kamu juga makan dong" ucap Cindy


Hening menganggukkan kepala, lalu perlahan menyendokkan makanan kepiringnya.


Mereka menikmati sarapan yang berbeda kali ini. Karena, nuansa meja makan terlihat lebih ramai dan seru.


Selesai sarapan, Rio mengajak semuanya untuk berkumpul ditaman.


"Luas banget om Tamannya. persis lapangan bola" ucap Wira


"Kamu bisa aja. Om sengaja bikin luas, buat kumpul kumpul sama keluarga dan anak cucu nanti" ucap Rio


"Kayaknya masih lama deh om buat dapet cucu. Bang Reza aja, jomblo akut gini" ejek Wira


Reza yang mendengar ucapan Wira melirik tajam kearahnya.


Mereka tertawa keras mendengar kenarsisan Reza.


"Oiya Pa, nanti kita rencananya mau jalan jalan keluar sama bang Reza. Boleh kan" ucap Cindy


"iya Om. Mumpung weekend." sambung Wira


"Boleh dong. Rencananya kalian mau kemana" tanya Rio


"Kemana mana hatiku senang om. Asal Gretongan (gratis)" ucap Wira lalu tertawa keras


Plaakk


Reza memukul belakang kepala Wira.


"Gratisan mulu pikiran lo" ketus Reza


"Santai bang. Siapa sih di dunia ini yang ga suka gratisan" tutur Wira


Mereka tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala mendengar penuturan Wira.


Obrolan pagi ditaman, semakin bertamabah seru karena kekocakan dan guyonan Wira. Mereka mengahabiskan waktu beberapa saat ditaman, sambil mengobrol ceria.


***


" Bunda, papa, kita jalan dulu ya" pamit Reza lalu mencium punggung tangan orang tuanya


"Kalian hati hati ya dijalan" ucap Rio


"Pasti Yah" ucap Reza


"Fatin juga pamit ya bun, Pa" ucap Fatin lalu mencium tangan cindy dan Rio. Yang di ikuti oleh Wira dan Hening


"Kita juga om. Pamit, makasih juga buat sarapan gratisnya" ucap Reza


"Sama sama. Kalian sering sering ya main kesini" ucap Cindy


"Siaaapp tan. Dengan senang hati Wira menerima tawaran tante" ucap Wira


"Jangan sering sering. Makan lo banyak, bisa miskin keluarga gue" ujar Reza


"Yee, lu bang. Sirik aja" cibir Wira

__ADS_1


"Udah udah, buruan jalan. Dinikmatin ya liburan singkatnya" ucap Cindy


"Iya bunda. Kita jalan dulu. Assalamualaikum" Ucap Reza


"Waalaikumsalam" jawab Rio dan Cindy


Dengan perlahan mobil Reza meninggalkan kediaman Rio. Setelah mobil sudah jauh, Rio dan Cindy masuk kedalam rumah.


***


Setelah memakan waktu setengah jam. Akhirnya Fatin dan kawan kawan sampai disebuah taman hiburan. Mereka dengan semangat berlari menuju berbagai wahana yang menarik perhatian.


Mereka mencoba berbagai jenis wahana, mulai dari yang santai sampai yang ekstrem. Mereka menikmati weekend kali ini dengan suka cita dan tawa bahagia.


"Waahhh gilaa,, seru banget tadi" ujar Wira


"Iyaa, akhirnya. Stelah sekian lama, gue bisa naik roller coaster lagi" ucap Hening


"Kapan kapan kita kesini lagi ya Bang. Mantep banget." Ucap Wira


"Iya Bang. Lain kali kita liburan bareng lagi ya. Tapi ngajak Bunda sama Papa" ucap Fatin


Reza mengangguk pelan.


"Pasti. Kalo kalian liburan semester nanti. Kita bakal puas puasin jalan jalan" ucap Reza


Fatin dan kawan kawannya bersorak bahagia mendengar ucapan Reza.


"Lanjut yuk" ajak Fatin


"kemana lagi nih enaknya" tanya Wira


"Bioskop gimana. Kita nonton Film horror" ucap Hening


"Wooaahh, seru juga kayaknya. Skuy jalan" ucap Fatin


Mereka menganggukkan kepala. Lalu berjalan kearah mobil untuk menuju ke tujuan selanjutnya.


***


Sesampainya dibioskop, Reza dan Wira membagi tugas untuk membeli camilan dan tiket. Mereka mendapatkan kursi dibagian tengah. Sangat pas untuk menonton.


Saat lampu sudah dipadamkan, suasana ruangan itu semakin mencekam. Ditambah dengan alunan musik horror yang mengiringi jalannya cerita.


Mereka sangat menikmati tontonan kali ini. Selain seru, setiap adegan hantu muncul dadakan, semua penonton akan berteriak histeris. Tak terkecuali Fatin, Hening, Reza dan Wira.


Setelah puas menonton mereka memutuskan untuk mencari cafe terdekat untuk memberi makan lambung mereka yang sudah meronta ronta.


Setelah pesanan datang. Mereka mulai menikmati hidangan yang tampak lezat itu dengan nikmat.


"Aahh,,kenyang. " ujar Wira


"Enak banget ya makanan disini" ucap Hening


"Iya, enak banget" sambung Fatin


"Gimana, seru gak liburan singkatnya" tanya Reza


"Wooaahh,, seru abis Bang. Mantep pokoknya" ucap Wira semangat


"Iya bang. Walaupun singkat, tapi berkesan banget " ucap Hening


Reza tersenyum simpul.


"Lain kali, Abang bakal ngajak kalian liburan yang lebih seru dan lebih lama dari ini" ucap Reza


"Asiikk.. Ditunggu ya abang" ucap Fatin


"Iya bang. Ditunggu banget" ucap Wira


"Yuk balik. Udah sore juga" ajak Reza


Mereka menganggukkan kepala. Setelah membayar pesanan mereka. Reza dan yang lainnya menuju ke mobil untuk kembali ke rumah.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai dirumah Reza. Setelah berpamitan pada Rio dan Cindy, Wira dan Hening kembali ke rumah mereka masing masing.


Fatin dan Reza juga bergegas masuk untuk membersihkan diri.


Bersambung...


**Haahh,, sorry ya readers. baru up 1 hari ini. Mohon masf ya


Jangan bosen bosen buat ikutin kisah Fatin.


Masih ada keseruan dan kegregetan beserta keuwuan yang menanti loh didepan**..

__ADS_1


__ADS_2