
πππ
Pagi pagi sekali, Fatin sudah duduk manis di kelasnya. Entah apa yang merasuki jiwanya, hingga di waktu yang masih sepagi ini Dia sudah datang ke sekolah.
"Duhh, sepi banget sih. Pada kemana coba mereka semua." gumam Fatin
WhatsApp Grup
Fatin
Guys, buruan dong. Sepi banget nih
Wira
What? maksud loh, gaje banget sih. Loe dimana? kuburan?
**Hening
-"- 2
Fatin
πππ gue di sekolahhhh!!!!! Buruan dateng gak!!!
Wira**
Oh my god. Oh my now,, demi apa Loe sekarang ngomong pake Loe Gue. Seriuuuusssssss!!!????
Hening
Fatin sayang. Ini tuh masih jam 6:30 . Loe ngapain coba sepagi ini ke sekolah. Buka pintu gerbang Loe, ?. Gue aja belum sarapanπ²π²π²
Fatin
Bodo amaddddd!!! gue mau kalian sekarang harus ada di sini. Buruuuuuuuaaannnn!!!!
Fatin
Atauu,,, kalian gamau gue tunjukin sesuatuπππ
Wira
On the way baby daring honey boney
**Hening
π¬π¬π¬π¬**
Fatin tertawa terbahak bahak melihat balasan dari sahabat sahabatnya. Fatin juga baru menyadari, kalau hari ini dia datang sungguh teramat awal. Fatin cekikikan sendiri membayangkan situasi saat ini.
Beberapa menit berlalu, satu persatu siswa perlahan masuk dan menduduki kursi mereka. Tak terkecuali Hening dan Wira.
Wira meletakkan tasnya lalu maju ke kursi depan menyapa hening dan Fatin.
"Morning baby bala bala ulala beibehhh" ucap Wira selebay mungkin
Fatin dan Hening bergidik geli melihat tingkah Wira.
"Apaan sih Wir. Gajelas banget tau gakπ" sinis Hening
"Orang nyapa tuh di bales. Bukan di nyinyirin maemunah" cibir Wira
"Loe kan berangkat bareng gue. Ngapain juga harus susah susah nyapa. Lo gesrek yaa" ucap Hening
__ADS_1
Fatin mengacak rambutnya kesal.
" Loe pada bisa diem gak sih. Brisik banget tau gak" ketus Fatin
Wira dan Hening sedikit terperangah melihat Fatin. Mereka tak menyangka, dalam sehari Fatin bisa berubah 180Β°.
Hening memegang kedua pipi Fatin. Dia menepuk nepuk pipi Fatin, memegang dahinya untuk mengecek suhu tubuh, mengecek denyut nadinya, menempelkan telinganya di dada Fatin untuk mendengar detak jantungnya.
Entah tingkah konyol apa yang sedang di lakukan oleh Hening. Wira dan Fatin menatapnya terheran heran.
"Masih stabil kok Wir. Ini Fatin beneran. Asli" ucap Hening
Fatin memelototkan matanya mendengar ucapan Hening. Fatin menjitak kepala Hening pelan
Pletak.
"Awsss,, shit. Sakit tau beg*" kesal Hening seraya mengusap keningnya.
Fatin hanya cengengesan tak jelas melihat Hening yang meringis kesakitan.
"Faa, ini serius ko. Wihh,, udah gak lemah lembut lagi nih sekarang" ucap Wira
"Hemm" balas Fatin cuek
"Gue mau ngomong sesuatu sama kalian" ucap Fatin
Wira dan Hening mengangguk pelan.
"Jadi, gue punya alesan tersendiri buat berubah. Gue.." ucapan Fatin terpotong karena guru telah masuk
"Selamat pagi anak anak. Kita ulangan" ucap Guru itu
"Shit. Loe punya utang sama kita Fa. " Ucap Wira
Fatin hanya berdehem singkat.
"Belumm" ucap mereka semua
"Oke , nomer 1" ucap Pak Guru yang membuat seluruh siswa di kelas itu berdecak kesal
πΉπΉπΉ
Waktu telah habis. Ulangan dadakan pun berlalu. Seluruh siswa masih sibuk dengan umpatan kecil mereka terhadap guru tadi.
"Akkhh. Apes banget sih gue, pasti nilai gue jelek deh" ucap Wira frustasi
"Emang nilai loe pernah bagus Wir" ejek Fatin
Wira menatap tajam Fatin.
"Loe masih punya utang Fa. Inget" ucap Hening
"Iya bawel" balas Fatin
Disisi lain, Arkhan merasakan perbedaan pada diri Fatin. Dari cara berpakaiannya (tetep sopan namun fashionabel) , dan cara ngomongnya. Fatin juga nampak lebih cuek, dia tampak tak mengacuhkan keberadaan Arkhan. Padahal, biasanya jika mereka bertemu pasti Fatin akan selalu menyapanya. Jangankan menyapa, bahkan pesan Arkhan pun tak pernah di balasnya lagi .
"Fa, kantin yuk" ucap Arkhan di tengah tengah obrolan Fatin
Fatin menoleh kearah Arkhan. Fatin menatapnya sebentar.
"Sorry, Gue sibuk" ucapnya Cuek lalu melanjutkan obrolannya dengan Wira dan Hening
Wira dan Hening saling melempar pandangan. Mereka hanya berbicara menggunakan Gerakan alis, anggukan dan gelengan. Jadi, cuma mereka yang tahu apa yang sedang dibicarakan.
__ADS_1
"Guys, keluar kuy" ajak Fatin
"Skuy lah" ucap Wira semangat
"join" ucap Hening malas
πΉπΉπΉ
Singkat cerita, Fatin dan kawan kawannya ternyata menuju ke rooftop sekolah. Disana tersedia beberapa kursi dan meja yang di entah di sediakan oleh siapa.
"Lanjut gak nih" tanya Fatin
"Apaan" balas Wira
"Yaelah Wir. Telmi banget sih" ucap Hening
Wira mengernyit heran. Dia mulai berpikir keras, tentang maksud dari ucapan Fatin.
" Ohh itu. Ya lanjut lah, masih penasaran nih" ucap Wira
"Oke,, jadi gini ceritanya............................................." ucap.Fatin panjang lebar tentang perubahan nya saat ini
Wira dan Hening sedikit tercengang namun juga bahagia mendengar ucapan Fatin. Apapun yang terbaik untuknya, pasti mereka akan mendukung apapun itu.
"Gue bangga sama loe. Pokoknya, kalo mereka berani nyakitin loe lagi. Gue yang akan turun tangan" ucap Hening tegas
" gue dukung loe beduaπ π π . Gue bakal setia ada di belakang kalian" sambung Wira
Fatin dan Hening saling menatap, sebelum akhirnya mereka tertawa terbahak bahak melihat tingkah Wira.
Fatin memeluk mereka berdua dengan sayang.
" gue bangga banget punya dua malaikat penyejuk kayak kalian berdua. Thanks ya buat loe berdua" ucap Fatin
"Gue juga bangga kok sama persahabatan Kita yang udah melebihi dari saudara" Ucap Hening
"Gue jugaaaa" ucap Wira
Fatin dan Hening spontan melepaskan pelukan mereka. Wira mengernyit heran.
"Gaje lagi loe. Sono sono pergi. Hush hushh" ucap Hening seraya mengibas ngibaskan tangannya
Wira mengerucutkan bibirnya kesal.
"Utututuuu,,, Abang Wira ngambekkkk. Cini cini adek peluk cini. " ucap Fatin manja
Wira masih dengan bibirnya yang mengerucut, mulai merentangkan tangannya dan berhambur memeluk Fatin. Fatin memeluk Wira layaknya anak kecil yang sedang marah karena tak di belikan mainan. Fatin mengusap usap kepalanya dan menepuk nepuk punggung Wira seraya terkekeh pelan.
Hening tertawa cekikikan melihat tingkah konyol dua sahabatnya ini.
"Udah udah. Manja banget sih, cem bocil aja" cibir Hening
"Biarin. Wleee" ucap Wira seraya menjulurkan lidahnya pada Hening.
Hening bersidekap dan menatap kesal Wira.
"Fatinn..Liat tuh, si anak pungut nakal" ucap Hening manja
Fatin melepaskan Pelukan Wira dan terkekeh pelan. Fatin beralih memeluk Hening dengan sayang.
"Uhh awas aja ya kamu anak nakal. Gue bejek bejek loe kalo berani nyakitin Nining ku" ucap Fatin
Mereka tertawa bersama nenikmati candaan renyah mereka di rooftoop kali ini. Tingkah konyol mereka saat ini, mungkin akan mereka rindukan suatu saat nanti.
__ADS_1
Bersambung...
Huhhh,,, ini detik detik aku up episod baru ya readers. Soalnya, mulai hari rabu sampek rabu lagi. Aku gak bisa up dulu, soalnya ada karantina di sekolah nih. Sorry banget ya readers πππ