Anak Titipan

Anak Titipan
Keuewuan abadi


__ADS_3

***


Lapangan


Saat ini seluruh siswa kelas 11 MIPA 1 sedang melaksanakan ujian praktek lapangan Mata Pelajran PJOK. Salah satu mapel yang sangat dibenci oleh siswi perempuan. Selain karena melelahkan, tetapi juga cuaca yang terik akan membuat kulit mereka hitam.


Ujian belum dimulai, tapi para kaum hawa sudah kelelahan dan kepanasan dibuatnya. Ingin rasanya mereka pingsan agar tidak mengikuti ujian kali ini. Tapi sungguh mustahil.


"Yatuhannnn gerah banget sumpah. Kapan sih giliran kita" Omel Hening sambil mengibas ngibaskan kerah baju nya


"Belum juga mulai. Ngeluh terus ckckck"cibir Wira


"Eh Wirasableng, Ini tu panas banget sumpah, lu gak liat nih nih kulit gue udah mulai belang. Mana lupa pake sunblock" Ucap Hening yang terus menerus menggerutu


Fatin hanya menggelengkan kepalanya. Dia juga sebenarnya juga merasakan tubuhnya seperti terbakar, tapi apa mau dibuat, giliran mereka belum juga tiba. Tenggorokannya terasa kering karena menunggu terlalu lama dibawah cuaca yang terik.


Arkhan yang melihat wajah Fatin dipenuhi dengan keringat yang bercucuran tersenyum geli. Padahal gilirannya belum tiba, tapi sepertinya Fatin sudah kelelahan terlebih dahulu. Mungkin dia akan semangat . Arkhan tertawa kecil membayangkan itu.


Rico terheran heran melihat Arkhan yang tiba tiba tertawa sendiri. Padahal mereka tidak sedang bersenda gurau.


"Ngapa lu Ar, setres ya"Tanya Rico


"Wah pertanyaan Lu Ric. Gada angin gada ujan nuduh orang setres" Ucap Hans


"Ya abisnya gada petir gada badai eh si Arkhan ketawa ketawa sendiri."Ucap Rico


Kemudian Hans memandang kearah Arkhan yang sedang tertawa kecil. Hans mengernyitkan dahi lalu mengikuti arah pandang Arkhan.


Hans menghembuskan kasar nafasnya.


Bukkk


Hans memukul belakang kepala Rico. Rico terkejut sekaligus kesal


"Apa apaan si lu Hans, gada angin gada ujan main mukul sembarangan. Kalo gue jadi idiot mau tanggung jawab lo" Ketus Rico


Hans memutar bola matanya malas. "emang sekarang lo pinter. Liat noh Arkhan lagi liatin siapa" ucap Hans yang membuat Rico menolehkan kepalanya dan menganggukkan kepala


"Hemm,,pantesan aja jadi rada gesrek gitu" Tutur Rico


"Woy Ar, malah cuma diliatin doang. Samperin kek bawain minum. Aus banget itu" Ucap Rico


"Apaan sih berisik banget lo" Ketus Arkhan


"Yee, dibilangin. Sana bawain minum yang dingin dingin, gak care banget jadi cowok. Apa lo mau gue aja yang bawain. Ok" Ucap Rico sambil bersiap siap berdiri


Arkhan menatap tajam Rico. Tiba tiba Arkhan menyodorkan selembar uang untuk Rico


"Apaan nih. Jadi lo bneran mau gue aja yang bawain minum buat Fatin. Okeeh, dengan hati yang lapang hambs siap paduka" Ucap Rico lalu membungkukkan badannya


Arkhan terkekeh sinis "Maksud gue, Lo yang pergi beliin minuman terus bawa ke sini. Ntar gue yang ngadih buat Fatin" ucap Arkhan santai, Rico memelototkan matanya


Lantas Hans tertawa geli melihat ekspresi cengo Rico


"Makanya, jadi orang jangan sok kecakepan Lo" Ucap Hans tertawa geli


"Mati aja lo pada" Ketus Rico lalu beranjak pergi


****


"Nih, gue beli 7 . Kembaliannya masuk kantong ." ucap Rico lalu meletakkan botol minuman dihadapan Arkhan


"Banyak bener" ucap Hans


"Emang lo pada kagak haus. Kalo gak mau yaudah buat gue aja. Rezeki anak soleh" Ucap Rico santai


Dengan cepat Hans dan Arsen mengambil bagian mereka. Dalam sekali sekali tegukan air milik Hans habis tak tersisa. Rico tertawa sinis


"Katanya gak mau. Tapi minum cem orang yang puasa sebulan" cibir Rico


"Kata siapa. Jan ngadi ngadi lu" ucap Hans

__ADS_1


"Ar, buruan bawain. Ambil tiga, buat Fatin, Wira sama Hening" Ucap Hans


"Buat ning biar gue yang bawa" ucap Arsen tiba tiba


Hans dan Rico tertawa geli


"Gue kira lu gak peduli. Ternyata diam diam menghanyutkan babang Arsen" ucap Rico terkekeh geli. Arsen memutar bola matanya malas


Arkhan hanya mengambil 2 botol minuman dan berjalan menuju ke arah Fatin dan diikuti oleh Arsen


"Nih buat panas banget ya. Nih minum dulu" Ucap Arkhan tiba tiba yang langsung mendudukkan bokongnya disamping Fatin. Fatin sontak terkejut, lalu tersenyum manis kearah Arkhan.


"Makasih Arkhan," ucapnya


"Buat gue mana" tanya Wira


Namun, Arkhan hanya menggedikkan bahunya


"Wah gak adil lo" kesal Wira


"Sini aku bukain" ucap Arkhan lalu mengambil alih botol ditangan Fatin


"Nih"lanjutnya


Fatin tersenyum manis melihat Arkhan yang sangat perhatian padanya. Perlahan Fatin mulai meneguk minumna itu.


"Aahh, seger" ucapnya sambil melirik ke arah Wira


"Aahhh, bodo ah. Woy Ric bawain buat gue dong" Teriak Wira


"Ambil sendiri" Sahut Rico yang dibalas dengan teriakan


Wira langsung berdiri dan berlari kearah Rico dan Hans


"Ning, ini buat kamu" ucap Arsen


"Aaa Arsennn,, thank youuuuu" ucap Hening lalu mengambil botol dari tangan Arsen dan mulai meneguknya


Arsen tertawa geli melihat tingkah polos Hening. Entah apa yang merasuki Arsen. Tiba tiba tangannya terulur untuk mengusap rambut Hening.


Hening yang merasakan tangan Arsen mengusap lembut Rambutnya mendapatkan serangan kuat di dadanya. Jantungnya berdetak tak karuan. Hening tertunduk, ia merasakan pipinya bersemu. Arsen terkekeh geli melihat tingkah menggemaskan Hening


Dihadapan mereka Fatin dan Arkhan hanya duduk manis. Namun, tidak dengan jantung mereka yang terus berdebar.


"Giliran kamu masih lama ya" tanya Arkhan memecah keheningan diantara mereka


Fatin mengangguk pelan " urutan terakhir" ucapnya


"gak beda jauh, selisih satu angka sama aku" ucap Arkhan


"Aku temenin ya " lanjutnya


"Makasih" ucap Fatin malu malu


Arkhan terkekeh gemas. Perlahan tangannya mengulur untuk memindahnkan rambut Fatin yang sedikit menutupi sedikit wajahnya.


Arkhannnnnn,sossweeetttttt. jerit fatin dalam hati


"Gak usah merah gitu" ucap Arkhan terkekeh geli. Sontak Fatin menutupi wajahnya dengan dua telapak tangannya


"Kamu imut banget sih" ucap Arkhan sambil mencubit gemas pipi Fatin


"Ih Arkhan sakiitt" rengek manja Fatin. Arkhan terkekeh pelan


"Makanya kalo punya muka jangan imut imut gini. Kan jadi gemes" ucap Arkhan lalu mengusap pelan pipi Fatin yang dicubitnya. Wajah Fatin semakin bersemu dibuatnya.


****


Ujian Praktek Lapangan telah berakhir. Seluruh siswa sudah kembali ke kelas untuk mengikuti kelas selanjutnya.


.....

__ADS_1


Arsen dkk dan Fatin dkk saat ini sedang menikmati makan siang dikantin. Seperti biasa, mereka akan selalu duduk berpasangan.


"Gak kerasa ya kita udah mau kelas 3 aja" Ucap Rico


"Yoi, makanya kita nikmatin masa masa sekarang tanpa beban" ucap Wira


"Kira kira kita masih sekelas gak ya. Gue gak rela banget harus pisah sama kalian" ucap Rico dengan ekspresi sedihnya


"Muka lo udah jelek. Gausah lo bikin jelek lagi" Ketus Hans


Sontak mereka semua tertawa mendengar penuturan Hans.


Tak berapa lama pesanan mereka datang.


"Skuuyy makannn" ucap Rico semangat


"Makan mulu pikiranlo" ketus Hans


"Bodo amat. Saipudin aja pinter" ucap Rico dan mulai melahap makanan miliknya


Mereka menikmati makan siang itu dengan khitmad


"Belepotan banget sih kalo makan. Pelan pelan aja" ucap Arkhan lalu mengambil tisu dan mengusap bibir Fatin


"Kalo mau romantisan liat sitkon bro. Bikin gak nafsu aja" Ketus Rico namun tetap melanjutkan makannya


"Yaudah sini buat gue. Katanya gak nafsu" Ucap Wira dan mulai menarik mangkok milik Rico


"Enak aja, punya gue nih" Ketus Rico lalu mengambil kembali mangkok baksonya


Mereka menggeleng kepala melihat perdebatan Wira dan Rico yang tiada henti.


Arsen melihat Hening yang seperti tak semangat memakan makanannya sontak bertanya


"Kok berenti, gak enak ya" Ucap Arsen


Hening menggeleng pelan. "Enak kok" ucapnya


"Kok gak dimakan, " ucap Arsen. Hening hanya terdiam. Nafsu makan nya menghilang setelah melihat keuwuan pasangan yang ada dihadapannya


Tiba tiba Arsen menarik mangkok milik Hening.


"Aku suapin ya" ucap Arsen sambil menyendokkan siomay milik Hening


Hening tersenyum dan mulai melahap suapan dari Arsen. Sebenarnya Hening malu melakukannya, tapi rezeki gak boleh ditolak kan.


"Jadi ceritanya nih, lu ngode Arsen Ning. Wah untung Babang Arsen peka. Kalo gak, mati kelaperan lu" Ledek Hans


Wajah Hening memerah mendengar ucapan Hans, tapi tidak salah juga tidak benar ucapan Hans.


"Ini lagi satu, apes banget sih gue. Selalu ngeliat keuwuan mereka disemua tempat" Kesal Rico


"Lo pengen juga. Wir, suapin" ucap Hans santai


" Dih ogah" ketus Wira


"Lu kira gue mau. sorry aja ya" jawab Rico tak kalah ketus


Fatin tersenyum geli melihat perdebatan mereka bertiga


"kamu mau aku suapin juga" ucap Arkhan berbisik ditelinga Fatin


Fatin bergidik geli" eh eh gak usah . Aku makan sendiri aja" ucap Fatin malu malu


Arkhan tersenyum kecil


Mereka menikmati makan siang itu dengan suasana yang uuwwu bagi Fatin, Arkhan, Hening dan Arsen. Tapi nasib sial bagi Wira, Rico dan Hans. Karena hanya mereka bertiga yang tak memiliki pasangan.


****


*Bersambung....

__ADS_1


Rada gaje ya ceritanya. sorry beut ya readers*


__ADS_2