
🌺🌺🌺
Matahari mulai membenamkan dirinya perlahan lahan. Cahaya terangnya perlahan menghilang dan tergantikan oleh cahaya bulan yang temaram.
Arkhan duduk ditepi sebuah danau yang indah. Danau yang menjadi saksi bisu kisah cinta pertamanya dulu. Arkhan memejamkan matanya, mengulang kembali memori memori kisah cintanya dulu.
"Aku tahu. Kamu pasti gak bisa melupakan kisah kita." ucap Seseorang
Arkhan menoleh ke arah suara itu. Seseorang itu melemparkan senyum manis padanya.
"Apa yang kamu lakuin disini" tanya Arkhan
Dia kembali tersenyum, perlahan mulai mendekat dan duduk disamping Arkhan.
Gadis itu meraih tangan Arkhan dan di genggamnya.
"Ar. Aku tahu, kamu masih cinta sama aku. Kamu gak busa lupain kenangan kenangan indah kita. Aku juga gitu Ar. Aku masih cinta sama kamu" Ucap Aristia
Arkhan tertegun mendengar ucapannya. Seberkas kenangan kenangan indah mereka kembali berputar di ingatannya.
Aristia menggenggam tangan Arkhan dan membawanya ke dadanya.
"Kamu bisa rasain kan. Debaran ini, debaran cinta setiap kamu ada di dekat aku kan. Aku juga masih bisa merasakan debaran cinta yang sama. Aku mohon, kamu lupain semua kenangan buruk perpisahan kita. Kamu mau maafin aku kan. Kita mulai lagi dari awal." Tutur Aristia
Arkhan ambigu. Dia masih bingung dengan perasaannya kini. Apakah yang di ucapkan Aristia benar adanya. Rasa ini, rasa cinta ini masih tetap tersimpan dihatinya.
Tapi, debaran ini juga yang dirasakannya saat bersama Fatin. Apakah itu juga cinta. Jika benar, siapa yang sebenarnya di cintainya. Arkhan tak mampu jika harus memilih. Dia tak ingin melepaskan salah satu antara mereka berdua.
"Apa benar ini cinta. " ucap Arkhan seraya memegang dadanya
Aristia tersenyum dan mengangguk.
Aristia meletakkan tangannya di dada Arkhan.
"Cinta. Cinta ini, hanya untuk aku. Gak ada orang lain yang bisa meraih cintamu selain aku" ucap Aristia
Arkhan menatapnya sendu. Mereka saling melemparkan tatapan yang sulit di artikan.
Arkhan tersenyum dan mengangguk pelan. Arkhan meraih Aristia kedalam pelukannya.
Aristia tersenyum manis. Di dalam hatinya , Aristia bersorak bahagia.
"Ar. Aku janji, setelah ini. Aku akan selalu ada buat kamu. Gak ada seorang pun yang mampu menempati posisi kamu dihati aku" ucap Aristia
"Tia, jika memang ini takdir kita. Aku gak akan menolak nya. " ucap Arkhan
Arkhan memeluknya dengan erat.
🌺🌺🌺
Sebuah mobil menghentikan lajunya, tepat didepan sebuah gerbang sekolah.
"Bang, duluan ya. Assalamualaikum" pamit Fatin seraya mencium punggung tangan Reza
Reza tersenyum mengangguk. "Waalaikumsalam. Hati hati ya dek" ucap Reza
Fatin turun dari mobil Arkhan. Saat beberapa langkah kedepan, Fatin berbalik arah dan berlari menghampiri mobil Reza. Reza mengernyitkan dahinya.
"Abang gak usah jemput ya nanti" ucap Fatin
"Oh. Abang kirain ada yang kelupaan. Emang mau bareng siapa" tanya Reza
"Sama temen temen Fatin. Kita mau ke toko buku juga. Boleh kan Bang" Ujar Fatin
"Iya boleh. Jangan malem malem ya pulangnya" ucap Reza
Fatin mengangguk dan tersenyum.
Tiba tiba, sebuah suara nyaring menggema tertangkap indra pendengarannya.
"Fatiiinnnnn" teriak seseorang
Fatin menghembuskan kasar nafasnya. Dia sangat mengenali suara itu. Namun dia bertingkah seolah tak mendengarnya.
Wira dan Hening mendekat ke arah Fatin.
__ADS_1
Plak
Hening memukul pelan punggung Fatin.
"Fa, kamu budek banget sih. " Kesal Hening
"Hehehe, sorry Ning. Tadi lagi ngobrol sama Bang Reza" ucap Fatin
"Bohong tuh Ning. Ngobrolnya aja udah selesai dari tadi kok" seru Reza
Fatin membelalakkan matanya dan menatap Reza sinis .
"Apaan sih Abang. Jangan didengerin ning. Udah yuk kita masuk aja" Alih Fatin
Wira terkekeh pelan. Padahal, dia sudah membayangkan suara nyaring yang menggema di seluruh penjuru. Karena kemarahan seorang Hening Palevhi.
🌺🌺🌺
"Fa, kamu tahu gak. Cewek gatel kemaren itu Ci..." ucap Wira namun langsung dibungkam oleh Hening, Hening menginjak kuat kaki Wira
"Aawwhh" ringis Wira
Hening memberikan tatapan tajam membunuhnya.
"Apaan sih Wir. Nanggung banget kalo ngomong" ucap Fatin
"Hehehe, gak ada apa apa kok Fa. Aku cuma kesel aja kalo inget kejadian kemarin" ucap Wira
"Kesel gimana. Harusnya kamu seneng dong. Sekolah kita menang loh. Meskipun pertandingan persahabatan, tapi kan tetep membanggakan" Elak Fatin
Wira dan Hening terdiam. Mereka menatap Fatin nanar.
Hening sangat yakin, saat ini. Fatin sedang memendam sebuah rasa sakit di hatinya.
Fatin melihat tatapan aneh dari para sahabatnya.
" hey. Gitu vanget liatin aku, udah yuk. Laper nih" ajak Fatin
"Skuy makan" teriak Wira
"Yuk Fa. Tinggalin aja dia. Lagi pusing tuh mikirin babang Arsen" ledek Wira dan langsung diberikan tatapan membunuh Hening
🌺🌺🌺
Kantin
Wira mengalihkan pansangannya kesegala arah. Pandangan matanya berhenti pada sebuah meja di pojok kanan akhir.
"Kita kesana" ucap Wira
Fatin dan Hening hanya diam dan terus mengikuti kemana langkah kaki Wira. Hingga sampailah mereka di tempat yang di tuju.
Arkhan, Rico, Hans dan Arsen sedang menikmati makanan mereka. Hanya Rico yang menyadari kedatangan Fatin dan sahabat sahabatnya.
"Eh bebeb Fatin. Sini sini, gabung. " ucap Rico
Arkhan yang mendengar nama Fatin langsung menghentikan makannya dan mengalihkan pandangannya menatap Fatin. Namun, Fatin mengalihkan pandangannya.
"Emang kesini buat gabung kali" sinis Wira
"Eh cebong alus. B***t beut sih lu. " Ketus Rico
Seluruh anggota yang ada di meja itu menghembuskan nafas kasar. Pasalnya, mereka sudah sangat hafal dengan situasi yang akan terjadi selanjutnya.
Seperti biasa, jika sedang bersama. Maka mereka akan duduk deng posisi berpasangan.
"Ric. Pesen" ucap Wira
"Buta ya lu. Lu gak liat, segini banyak kalo bukan pesenan gue siapa lagi" ketus Rico
"Gue tahu. Maksud gue, pesenin buat gue, Fatin sama Hening" Ucap Wira santai
Rico membelalakkan matanya.
"Bawa bawa nama Bebeb Fatin lagi" ketus Rico
__ADS_1
Wira terkekeh geli saat Rico berdiri memesankan makanan untuk mereka bertiga.
Beberapa saat kemudia, Rico datang dengan sebuah nampan berisi tiga mangkok siomay.
Mereka kembali menikmati makan siang dengan tenang. Sesekali, Arkhan melirik Fatin yang terus diam tak seperti biasanya.
Tiba tiba suara riuh dikantin mulai terdengar. Rupanya, seorang gadis cantik dan bertubuh sexy sedang berjalan santai menghampiri seseorang.
Orang orang yang ada di meja pojok kanan tak menghiraukannya. Hingga tiba tiba..
"Arkhan. Kamu disini, aku udah keliling keliling nyariin kamu. Tahu tahunya kamu disini" ucap Aristia
Semua orang yang ada disana sontak terkejut dan menghentikan aktivitas mereka.
Gadis itu perlahan duduk disamping Arkhan dengan jarak yang sangat dekat.
"Tia. kok kamu disini, inikan masih jam sekolah" ucap Arkhan Hangat
Semua yang ada disana tertegun mendengar ucapan Arkhan. Tak terkecuali Fatin, dia merasakan sekelebat rasa sakit menusuk relung hatinya yang paling dalam.
Aristia bergelayut manja di lengan Arkhan. Arkhan tersenyum kecil melihat tingkah manja gadisnya itu.
"Aku kangen sama kamu" ucap Aristia manja
Arkhan tersenyum manis seraya mengacak acak rambut Aristia.
"Ih Arkhan. Berantakan nih" ucap Aristia cemberut
"Iya iya maaf. Aku benerin deh ini" ucap Arkhan terkekeh kecil
Fatin tercengang melihat kemesraan dua insan manusia di sampingnya kini.
Jadi mereka udah pacaran ya. Huuhh,, tenang Fa. Tenang. Wajar aja kalo mereka pacaran, mereka cocok kok. Kamu gak usah ngerasa tersakiti. Kamu itu bukan siapa siapa buat Arkhan. Batin Fatin
Suasana sunyi, dingin dan mencekam melanda semua orang di meja itu. Kecuali dua insan manusia yang sedang menebar kemesraan mereka.
"Guys, kita cabut ya. Ada urusan nih. Yuk Fa, Ning" ucap Wira
Hening mengangguk dan perlahan meraih tangan Fatin.
Arkhan yang melihat Fatin meninggalkan mereka, merasa sedikit bersalah.
Arkhan diam tak bergeming melihat kepergian Fatin.
"Ar, gue duluan" ucap Arsen seraya meninggalkan meja itu.
"Gue juga Ar. Duluan ya Tia" ucap Hans datar
"Gue, gue abisin dulu lah makanan gue. Nanggung" ucap Rico
Arkhan hanya mengangguk melihat kepergian teman temannya.
"Arkhan. Aku laper" rengek Aristia
Arkhan tersenyum dan mengangguk
"Tunggu ya. Aku pesenin" ucap Arkhan
Beberapa saat kemudian, mereka berdua kembali menikmati makanan itu dengan tenang.
"Enak banget. Ternyata, kamu masih inget kesukaan aku" ucap Aristia tersenyum manis
Arkhan menatapnya dengan senyuman manis
Bersambung....
**Hai hai readers.
Baru UP lagi nih. Sorry ya readers buat sebelumnya. Soalnya beberapa hari ini aku lagi kegiatan di sekolah. Jadinya gak sempet up episod baru.
Masih semangat kan bacanya readers.
See you
Love you all**
__ADS_1