Anak Titipan

Anak Titipan
Lembaran Baru


__ADS_3

Fatin bangun pagi pagi sekali, dia berniat dalam hati untuk membuat lembaran baru di hidupnya sekarang. Dia bertekad untuk menunjukkan kepada orang orang yang telah menyakitinya, seberapa dia mampu hidup bahagia tanpa mereka.


Fatin memandangi penampilannya dengan seragam putih abu abu di depan cermin besar. Dia memoleskan liptint berwarna peach ke bibir mungilnya. Rambutnya dibiarkna tergerai, rambut tebal dan hitam dengan aroma khas stroberry menambah kesan cantik dan elegan. Fatin mengambil tas ranselnya lalu berjalan turun ke bawah.


Disapanya kedua orangtuanya serta Reza.


"Morning family" sapa Fatin lalu mulai mendudukkan bokongnya di kursi sebelah Reza.


"Wihh, ceria banget hari ini. Perasaan kemaren kusut bener" ucap Reza


"Iyadongg. Hari special harus semangat" ucap Fatin bangga


Fatin mulai mengoleskan selai Nutela ke atas roti balok nya, dia membuatnya menjadi 6 tumpukan.


"Busedd...banyak bener" cibir Reza


"Iri.. bilang bang" ucap Fatin santai


"Muat ya dek masukin di mulut kamu" tanya Papa Rio


"Muat lah Pa. Papa mau liat,,, nih.." ucapnya sambil membuka mulutnya lebar lebar lalu menggigit roti selai miliknya.


"Uhh..anak siapa sih makan jadi belepotan gini " ledek Reza


sembari mengusap pinggiran bibir Fatin yang terkena Selai coklat


"Ihh abang sosweet" ucap Fatin malu malu


"Sosweet pala Lo" sarkas Reza sambil menonyor kepala Fatin, alhasil Fatin menebikkan bibirnya tak suka


"Reza. Gaboleh ngomong kasar ah" seru Bunda


"Sikat dia Bun. Hajar dia..." ucap Fatin


"Udah udah,, kalian ini kalo ketemu berantem terus. Nanti kalo pisah kangen kangenan." Ujar Papa


"Idih,, stroberry pak mamat. Sorry bodo amad" sinis Reza


"Hello, Bunda makan pare. I don Careeeee yaaa" celetuk Fatin tak terima


Bunda Dan Papa tersenyum melihat perdebatan kecil yang sepertinya sudah menjadi tradisi dimeja makan semenjak kembalinya Fatin.


"Bener nih gak kangen Fatin. Nanti kalo gue kuliah jauh ke Jerman, Lo yakin gak kangen" ucap Fatin dengan seringai jahilnya.


Dia sangat paham tentang Reza. Reza tak akan pernah membiarkannya berada jauh dari jangkauannya.


Reza menatap kedepan dengan tatapan datar.


"Bunda, Papa dengerin Reza. Reza gak mau tahu, kalo Fatin udah lulus. Dia gak boleh kuliah selain di Kota ini." ucap Reza dingin


"Lho kenapa? adik kamu juga kan punya cita cita Za" ucap Bunda lembut


"Kalo Reza bilang enggak ya enggak Bunda." ucapnya dengan guratan raut wajah marah


Fatin yang melihat kondisi mulai menegang, mencoba mencairkannya.


"Abang katanya gabakal kangen sama Fatin" goda Fatin


"Abang gak bakal kangen sama kamu. Karna kamu gak bakal ninggalin abang" ucap Reza dengan tatapan sendunya


"Uwwuuu,, abang sosweetttt" seru Fatin bahagia


"Kamu inget ya. Abang gak bakal izinin kamu jauh jauh dari Abang. Abang gak mau, harus pisah lagi kayak dulu. Abang kangen sama kamu, tapi abang gak bisa ngapa ngapain. Jadi abang mohon, kamu jangan pernah sedikit pun berniat ninggalin kita semua" ucap Reza sendu


Fatin berkaca kaca mendengar penuturan Reza. Fatin tersenyum bahagia lalu berhambur memeluk Reza. Reza membalasnya dengan penuh kasih sayang


"Sayang abang" ucap Fatin


"Abang juga " balas Reza


Rio menatap kedua putra putrinya dengan tatapan sendu dan bahagia.


"Maafin Papa" lirih Rio


Mereka sontak melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Rio.


"Papa kenapa?" tanya Fatin tak mengerti


Cindy mengerti kemana arah perbincangan ini. Dia mencoba menenangkan suaminya dengan menggenggam erat tangannya.


"Maafin papa yang udah tega misahin kalian berdua. Papa salah besar sama kalian" ucap Rio sendu


"Papa gak salah apa apa. Papa itu udah terbaik bangettt. Dua jempol deh buat papa. Eh 4, sama jempol abang" ucap Fatin dengan senyuman indahnya


"Makasih ya sayang. Kalian juga terbaik banget buat Papa Sama Bunda. 8 jempol deh buat kalian berdua" ucap Papa

__ADS_1


"8, jempol siapa aja Pa" tanya Bunda


"Jempol kaki" jawab Papa


Mereka sontak tertawa mendengar jawaban Papa.


"Oh iya, nanti malam kalian harus siap siap. Papa punya kejutan special" ucap Papa


" Dalam rangka" tanya Reza


"Adadeh" ucap Papa


"Papa main secret secret ya sekarang" sinis Fatin


"Udah buruan jalan. Nanti telat Lho" sangga Bunda


"Bunda belain Papa?" tanya Fatin


"Iyadong. Kan suami Bunda" ledek Cindy yang membuat Fatin mengerucutkan bibirnya


Setelah menyelesaikan sarapannya. Fatin dan Reza berpamitan kepada kedua orangtua nya. Perlahan mobil yang dikendarai Reza mulai menghilang dari halaman rumah Rio.


"Papa juga brangkat ya Bunda" ucap Rio kemudian mencium kening dan pucuk kepala sang istri


"Hati hati ya Pa" ucap Cindy lalu mencium punggung tangan suaminya


Rio tersenyum dan mengangguk.


"Assalamualikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah kepergian suami dan anak anaknya. Cindy kembali ke dalam rumah. Cindy mengambil ponselnya lalu menghubungi salah satu pegawainya.


"Halo. assalamualaikum. Gimana persiapannya Yu."


.....


"Alhamdulillah. Semoga acara berjalan lancar. Semangat ya , titip salam buat yang lain"


....


"Iya Yu. Saya tutup ya, assalamualikum"


❤❤❤


"Eh Pelakor. Kasian banget ya idup Lo. Cuma dimainin doang sama Arkhan. Makanya, jadi cewek jangan sok kegatelan deh Lo." ucap Prety


Fatin memilih diam seolah tak mendengar ucapan Prety .


"Dih sok budek. Budek beneran baru nyahok Lo" cibir Fadilla


Lagi lagi Fatin tak menggubris mereka berdua. Dia terus menyibukkan dirinya membalas pesan dengan dua sahabatnya.


Karena merasa tak ditanggapi, mereka berdua pun beranjak pergi.


Setelah kepergian dua ulat bulu itu Fatin mengeluarkan segala umpatannya.


"Baco* banget sih jadi perempuan. Lu pikir Si brengsek itu laki orang. Enak aja bilang gue pelakor. Bodo amad lah kalo gue pelakor. Yang penting gue cantik" oceh Fatin pada diri sendiri. Fatin terus mengomel pada diri sendiri, tanpa disadarinya Didepan pintu, ada dua sosok yang tengah memperhatikan tingkah aneh Fatin.


"Wira. Temen lo Tuh" ucap Hening


"Sorry. bukan temen gue" ucap Wira


Mereka pun berjalan menghampiri Fatin.


"Baru dateng Lo berdua" ketus Fatin


"Dih, siape Lo" ucap Wira


"Nyari mati Lo" ucap Fatin dengan tatapan tajamnya


"Hajar Fa" ledek Hening


"Sorry Fa sorry" ucap Wira sambil nyengir kuda


"Dih, kita kenal" balas Fatin cuek


Hening terkekeh geli mendengar jawaban Fatin.


"Mampus Lo" ledek nya Pada Wira


"Diem Lo Maemun" ketus Wira


Wira memandang ke arah Fatin lalu menangkupkan telapak tangannya didada.

__ADS_1


"Maapin Aa dong Neng. Canda doang tadi" ucap Wira


"Boong Fa. Tadi dia bilang Lo bukan temennya" adu Hening yang langsung diberikan tatapan elang oleh Wira


"Mulut lo ya. lemes bener" kesal Wira


"ohh jadi gitu. Okedeh, Lo juga bukan temen gue" ucap Fatin cuek


"Yah yahhh Fa . Jangan gitu dong, gue becanda doang Fa. Ah Elu main masukin hati aja" tutur Wira


"Bodo'" jawab Fatin cuek


"A elah ning. Bantuin ngapa, tega Lo sama gue" ucap Wira


"Sorry. Lo siapa" ucap Hening sambil menyibakkan rambutnya ke belakang


Wira pun merasa geram melihat tingkah sahabatnya itu.


"Lo mau jadi temen gue lagi" tanya Fatin


"iya lah" jawab Wira cepat


"Ada.." ucap Fatin


"syarat apapun gue lakuin" jawab Wira cepat


"Lo harus traktir kita berdua selama seminggu" ucap Hening


"Apa sih. Gue gak minta syarat Lo" sarkas Wira


"Tapi syarat gue sama kayak Hening


Wira terdiam seribu bahasa. Sementara Hening tersenyum dengan seringai jahilnya.


"Mau gak" tanya Hening


"3 hari" ucap Wira sambil mengangkat 3 jarinya


Fatin dan Hening menggeleng bersama.


"Big No. 1 minggu, yes or yes" ucap Fatin


"Yes" jawab Wira lemas


"Oke. Selamat kepada saudara Wira, anda diterima sebagai kawan kita lagi" ucap Hening


Wira menarik nafasnya dalam dalam. Apa boleh buat, dia harus menyetujui tawaran itu dengan berat hati.


"Bentar lagi ujian semester nih. Deg degan banget gue" ucap Wira


"Lah ngapa?" tanya Hening


"Kan kelas kita bakal di Random lagi nyai. Kalo kita gak sekelas lagi gimana" ucap Wira


"Bener juga Lo. Tapi semoga jangan deh, gue gak srek banget kalo kita pisah kelas" sambung Fatin


"Semoga aja kita masih dikelas yang sama" ucap Hening


"Aamiin" jawab mereka bersamaan


"2 minggu lagi. Kita harus belajar bener bener nih biar naik kelas" ucap Wira


"Sebener apapun lo belajar. Kalo otak lo mentok di onoh ya tetep aja saepul" ucap Hening


"A elah. gaasik Lo. Setidaknya kan kita usaha. Ya gak Fa" ucap Wira


Fatin hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.


Lama mereka berbincang, tanpa terasa kelas sudah penuh.


Teetttt teettt teettt


Bel tanda masuk dan akan dimulainya proses belajar mengajar telah dimulai. Mereka mulai memposisikan duduk mereka dengan rapi, sebelum guru memasuki kelas.


Bersambung....


**Hai hai hai


readers ku semua . Sorry ya udah jarang banget up hari ini


mohon maaf ya readers


semoga kalian masih tetep suka ya sama novel ku.


oiya. aku punya novel baru. jangan lupa mampir ya readers.

__ADS_1


judulnya : Saatnya Katakan Cinta**


__ADS_2