Anak Titipan

Anak Titipan
WEEKEND 3 (HURT)


__ADS_3

🌺🌺🌺


Fatin berpisah dengan Wira dan Hening. Fatin lebih memilih ke bagian boneka boneka. Entah mengapa, Fatin sangat ingin membeli boneka biru Stichky. Mungkin dia akan memulai mengoleksi boneka boneka berwarna biru.


Fatin mulai memilih milih boneka stichky yang disukainya. Fatin mengambil 3 boneka ukuran jumbo, 5 boneka ukuran sedang dan 10 boneka ukuran kecil.


Mumpung gratis kan. Batin Fatin


Fatin kebingungan saat akan membawa semua boneka itu ke kasir. Selain jumlahnya yang banyak, ukurannya juga lumayan.


"Kamu mau yang mana"


"menurut kamu mana yang bagus"


"semua bagus kok"


"ih kamu mah gitu"


"iya iya. yang ini gimana. suka gak?"


"aahh sosweet. makasih ya sayang"


"iya sama sama"


Samar samar Fatin mendengarkan percakapan itu. Suara itu, suara yang tak asing baginya.


Arkhan. Aristia. Mereka disini. Batin Fatin


Fatin mulai terpaku dalam pikirannya. Tiba tiba dia dikejutkan dengan kedatangan Arkhan dan Aristia dihadapannya.


"Lho Fatin. Lo disini juga" ucap Aristia


"eum. eh i..iya" ucap Fatin gugup


Arkhan hanya diam tak bergeming


"Sendiri aja" tanya Aristia


"menurut lo" ucap Fatin


Gue gaboleh keliatan lemah di depan mereka. Gue harus bisa buktiin ke mereka, kalo gue itu lebih segalanya. Batin Fatin


"Lo liat gak ini. (Mengangkat tanganya) gue dikasih cincin sama Arkhan" ucap Aristia


"Terus" tanya Fatin


"Ya ini tuh sebagai tanda kalo cuma gue yang ada di hati Arkhan" ucapnya seraya menggandeng lengan Arkhan


"Iyakan sayang" sambung Aristia


Arkhan tersenyum kecil dan mengangguk.


Fatin meremas kuat bagian bawah bajunya. Hatinya terasa perih melihat kemesraan Arkhan dan Aristia. Sekuat apapun dia melawan, rasa Cintanya pada Arkhan masih tetap bertahta dihatinya.


"Kenapa. Lo mau marah, silahkan aja. Mana sih temen temen lo yang sok pahlawan itu" ucap Aristia mencoba memancing emosi Fatin


"Ga ada yaa. Duh kasiannn, anak pungut sendirian yaaaahhh" ledek Aristia


Fatin mengepalkan tangannya.


"Gue bukan anak pungut" ketus Fatin


Aristia tertawa sinis memandang Fatin.


"Udah dehh, semua orang juga tahu. Lo itu cuma anak yang gak di harapkan. Makanya lo tuh di buang." cibir Aristia


Fatin merasakan gelora emosi di hatinya semakin membara. Dia mencoba sekuat tenaga menahan amarahnya saat ini.


"Kenapa. Bener kan yang gue omongin" ucap Aristia seraya tertawa sinis


Fatin tak mampu lagi membendung amarahnya.


Plakkk


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Aristia. Arkhan nampak terkejut melihat Fatin yang berani melayangkan tangannya pada orang lain.


"Fatinn. Lo apa apaan sih" ketus Arkhan


"*****. Lo nampar gue hahh" ucap Aristia emosi


"Udah, ngapain sih ngurusin dia. mending kita balik aja yuk." ucap Arkhan mencoba melerai pertengkaran


"Kamu belain dia" ketus Aristia


"Aku gak belain dia. Mending kita pulang, malu di liat orang" ucap Arkhan


"Dan Lo Fa. Gue kecewa sama lo. Lo bukan Fatin yang gue kenal dulu. Lo udah berubah" ucap Arkhan datar


Sekujur tubuh Fatin bergetar mendengar ucapan Arkhan.


"Ar. maafin aku. Aku gak sengaja" ucap Fatin


"Cukup Fa. Gue gak mau denger apapun lagi dari Lo. " ucap Arkhan


Fatin meremas kuat baju bawahnya. Sekuat tenaga dia mencoba membendung air matanya agar tak tumpah.

__ADS_1


"Sakit yaa" ucap Arkhan seraya mengusap lembut pipi Aristia


Fatin tersenyum miris melihat kemesraan dihadapannya.


Arkhan meraih Tangan Aristia dan digenggamnya.


Fatin menatap nanar kepergian Arkhan. Perlahan lahan , seiring menghilangnya punggung Arkhan dari pandangnnya. Air mata Fatin turun mengaliri pipinya.


Apa salah gue Ar. Apa salah gue sama lo. Sampek lo tega giniin gue. Lo kecewa sama gue. Tapi gue lebih kecewa sama lo. ucap Fatin lirih


Tringggg tringg


Dering handphone Fatin berbunyi. Fatin melihat nama Wira terpampang di layar ponselnya. Fatin menggeser ke tombol hijau.


"Halo"


"Halo. Lo dimana,? udah selesai belom"


"Bantuin gue. Gue gabisa bawa barang barang sendiri"


"e busett. Lu beli apaan Fa sampek sampek gabisa bawa"


"lu liat aja sendiri"


"Dimane lu"


"Toko boneka"


"hokeyy"


Tut tut tut


5 menit kemudian, Wira dan Hening sampai di tempat dimana Fatin berada dengan setumpuk boneka birunya.


Wira dan Hening terkejut bukan main melihat borongan Fatin.


"Buset dah. Mau bikin istana boneka lu yaa" ucap Wira


Fatin hanya tersenyum seraya menggaruk garuk belakang kepalanya


"Gimana bawanya ini" ucap Hening


"Kita bagi aja. Lo bawa yang jumbo, gue sedang . and hening bawa yang kecil kecil" ucap Fatin


Wira memutar bola matanya malas.


"Lu gila. Gue bawa 1 aja udah susah liat jalan. Ini di suruh bawa tiga. Balikin aja sono, ambil masing masing 1 aja. Ribet banget idup lo" ucap Wira kesal


Fatin mengerucutkan bibirnya tak suka


"Yaudah kalo gak mau bantuin. Pokoknya gue gamau balikin. Ini semuaaaaa, akuu punyaaaa" ucap Fatin sinis


⚘⚘⚘


Tin tin


Satpam yang sedang menikmati seruputan kopi hitamnya langsung berlari saat mendengar suara klakson mobil.


Dengan cepat, satpam itu menggeser pintu gerbang rumah Fatin.


Mobil Wira perlahan memasuki halaman rumah Fatin dan berhenti tepat 5 meter dari pintu utama.


"Turun lu pada" ucap Wira


"Iya iya. bawel banget sih" ketus Fatin


"Udah jan pada baco* klen" sergah Hening


Mereka bertiga mulai turun dari mobil Wira.


"Lah. ini mobil bang Reza. " ucap Wira


"Wahh iyaa, sialan ni orang. Main ninggalin aja" gerutu Hening


Fatin hanya diam memandangi mobil Reza yang terparkir manis di garasi.


Tapi di dalam hatinya. Fatin sedang menyumpah serapahi Reza dengan berbagai umpatan umpatan.


"Gimana bawanya nih" ucap Wira


"Bentar. Gue minta tolong orang dalem" ucap Fatin lalu berlari memasuki rumahnya


Sampai di ruang keluarga, ternyata kedua orang tua dan Abangnya sedang berkumpul.


Tanpa basa basi Fatin langsung menarik tangan mereka semua.


"Ehh ehh. ada apa sih Fatin" tanya Bunda


"Udah bunda buruan. Penting" ucap Fatin


"Pelan pelan dong Fa" ucap Reza


"Abang diem. Gosah banyak omong. Abang punya salah besar sama Fatin" ucap Fatin tegas


Fatin menggiring mereka bertiga ke dekat mobil Wira.

__ADS_1


"Ngapain parkir disini Wir. disono noh" ucap Reza seraya menunjuk tempat parkir


Fatin melepaskan genggaman tangannya dan beralih ke bagasi mobil Wira. Dibantu Hening, mereka membawa beberapa boneka biru Fatin dan menyerahnkannya pada Reza, Rio, dan Cindy.


"Bunda bawa ini, papa ini, dan ini buat abang" ucap Fatin


"Banyak banget. Punya lo ini, waahh kelewatan lo Fa. Habis duit gue nih" ucap Reza kesal


"kok banyak banget sih Fa" ucap Papa


"Iya nih. Buat apa sih sayang" ucap Bunda


"Udah. mending kalian bantuin bawa masuk ke kamar Fatin. Tanya jawab ntaran aja hoke" ucap Fatin


Akhirnya dengan susah payah, mereka mulai membawa masuk semua boneka biru milik Fatin. Sementara Reza, disepanjang jalan dia terus menggerutu kesal. Selain kesulitan membawa boneka boneka itu, Reza juga kesal karena uangnya justru dihabiskan untuk membeli barang barang yang sangat unfaedah menurutnya.


🍁🍁🍁


Setelah bersusah payah membawa boneka boneka milik Fatin. Mereka akhirnya bisa menghirup udara dengan baik. Tidak berata memang, tapi ukuran dan jumlahnya yang membuat mereka kesulitan bernafas.


"Huhh,,, jangan lagi lagi deh lo borong begituan Fa." ucap Hening


"Iya"


"Ganti duit gue" ucap Reza


"Hih, enak aja. Lo sendiri yang nawarin buat nraktir kita" ucap Fatin tak terima


"Tapi kan gak sebanyak itu" kesal Reza


"Itusih Derita Lo" ucap Fatin cuek


"Bundaaa" rengek Reza


"Reza. " tegur papa, Reza pun memandang sinis ke arah Fatin


"Hahhh. mampus kan lu" ledek Fatin


"abang Reza gak ikhlas dong nraktir kita " ucap Hening


"ya ikhlas kalo buat lu berdua. Tapi buat nih anak nih. Ngabis ngabisin duit aja" ucap Reza


"Abang perhitungan. Gak baik tauk" ucap Fatin


"Lah sih elu nya belanja kagak mikir dulu. Mending lu beli jajanan atau ba..." ucapan Reza terpotong


"Au ah gelap" ucap Fatin mencela omongan Reza


"Awas aja lu. " ancam Reza


"Bunda. Abang mau jahatin dedek" ucap Fatin manja yang dibuat buat


Wira, Reza dan Hening bergidik geli melihat tingkah Fatin.


"ieewwhhh.. jijik gue" ucap Hening dan Wira bersamaan


"Bodo" ucap Fatin cuek bebek


Reza yang merasa geram , mengambil bantal sofa dan melemparkannya ke wajah Fatin.


Plukk


"Abaangggg" teriak Fatin Melengking


Reza pun tertawa terbahak bahak kemudian berlari menjauhi Fatin. Dengan emosi yang berada di ubun ubun Fatin mengambil bantal Sofa dan dilemparkanya berkali kali ke arah Reza , namun selalu meleset.


Fatin semakin kesal karena lemparannya selalu salah sasaran. Fatin menjadi uring uringan sendiri. Mereka tertawa geli melihat tingkah Fatin yanh sedang uring uringan tak jelas.


Setelah puas menertawai Fatin. Reza menghampiri adiknya itu dan memeluknya.


"Udah dong jangan cemberut gitu. Maafin abang yaa" ucap Reza


"Abang jahat" kesal Fatin


"uucuu cuuu. Nanti abang beliin permen deh" goda Reza


"Abanggggggg" teriak Fatin kesall


Reza semakin terkekeh geli melihat adiknya yang makin ngambek.


Meskipun begitu, Fatin tetap membalas pelukan Reza.


" ihh peluk peluk" goda Reza


"Abang. Gak Fatin maafin"


"Hahahah. iya iya tuan putri" ucap Reza seraya mengacak acak rambut Fatin


"Ih abang. Berantakan" gerutu fatin


Mereka yang ada diruangan itu hanya tertawa geli melihat drama adik kakak ini.


Bersambung.....


**hai hai readers. sorry ya up nya lama. Sorry juga kalo rada gaje ceritanya

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTEEE VOTE VOTE**!!!!!


⚘⚘⚘


__ADS_2