
Untuk pertama kali didalam hidupnya, Fatin berangkat sekolah bersama dengan Adiknya, siapa lagi kalau bukan Mawar. Disepanjang perjalanan hanya ada keheningan diantara mereka berdua. Fatin terus fokus ke jalanan tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Beberapa saat kemudian mereka sudah tiba di parkiran SMA NUSA BANGSA.
Mawar berjalan dengan lenggak-lenggok. Fatin sendiri hanya menggelengkan kepala melihat tingkah bocah itu. Pasalnya, Fatin sudah memperingatkannya untuk tidak menggunakan seragam yang terlalu kecil dan ketat seperti itu. Karena ini hanya akan mengundang masalah dengan anak-anak OSIS terutama Seksi Kedisiplinan. Tapi nyatanya peringatan Fatin tak dihiraukan olehnya.
Fatin membawanya menuju ke ruangan kepala sekolah. Setelah selesai berbincang-bincang dengan kepala sekolah, Fatin langsung mengantarnya ke depan kelas 10 (MIPA2).
"Kakak tinggal dulu ya, kamu belajar baik-baik didalem" ucapnya sambil mengusap lembut pucuk kepala Adiknya. Mawar hanya mengangguk samar. Fatin tersenyum lembut kemudian berbalik meninggalkan Mawar sendirian.
Bersamaan dengan perginya Fatin, seorang guru yang rupanya Wali kelas disana menghampiri Mawar dan mengajaknya masuk.
" Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh dan selamat siang anak-anak" sapa Bu Fatma, guru yang anggun dan bijaksana. Parasnya yang cantik, serta budi pekerti dan akhlaknya yang terpuji menambah kesan istimewa untuk beliau. Bu Fatma merupakan satu-satunya guru yang berpakaian syar-i dan masih setia tanpa pasangan. Bukan berarti tak laku, Bu Fatma justru menjadi idola para siswanya.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang juga Bu" sahut mereka serempak
"Hari ini Ibu membawa seorang teman baru untuk kalian. Dia adalah siswi pindahan dari SMA ALEXANDER. Ayo, silahkan perkenalkan diri kamu" ujarnya
"Hai, kenalin nama Gue Mawar Sofia. Panggil aja Mawar, nice too meet you guys"
"Hai Mawar, nice too meet you too" sahut mereka
Bu Fatma tersenyum lebar melihat keramahan siswa-siswinya.
"Mawar kamu boleh duduk dimana aja, silahkan" Mawar mengangguk lalu mulai mencari tempat yang pas untunknya. Setelah mencari-cari, Mawar menjatuhkan pilihannya pada tiga orang gadis yang sedang melambaikan tangan padanya.
"Hai, nama gue Frisly, ini Nadia dan yang pake kacamata itu Audrey" sapanya
"Hai, gue Mawar"
Mereka berbincang-bincang sebentar untuk mengakrabkan diri. Sampai perhatian mereka kembali teralihkan pada pelajaran yang sudah dimulai dan perbincangan mereka terhenti.
Bel istirahat sudah berkumandang, berbondong-bondong mereka keluar dari kandang untuk mencari makan.
"Mawar, kantin kuy" ajak Frisly
"Ayo" sahutnya, mereka berjalan bergandengan bagaikan kerangka tubuh. Jika dilihat-lihat, rupanya mereka memiliki style yang sama. Hanya Audrey yang tampak berbeda dan lebih terlihat polos dan kalem.
Kantin terlihat begitu ramai, hingga tak satupun meja yang tersisa untuk mereka. Pandangan mereka menelisik ke segala arah, hingga perhatian Frisly jatuh pada satu sudut. Disana ada dua cewek dan beberapa cowok yang duduk, dan kelihatannya masih ada beberapa tempat yang kosong.
"Kita kesana" seru Frisly dan tanpa aba-aba langsung menghampiri gerombolan itu.
"Hai Kak, boleh gabung gak. Kita gak dapet meja nih" seru Frisly dengan nada centilnya
Mereka yang sedang asik-asiknya bercanda langsung terdiam ketika mendengar sebuah suara. Perhatian mereka langsung teralihkan pada empat orang cewek yang sedang berdiri dihadapan mereka.
"Cari tempat lain aja" jawab Hening sedikit ketus
"Eh gak usah, sini-sini duduk aja gabung sama kita" seru Rico yang mulai ganjen. Senyum mereka langsung merekah saat mendengar ajakan Rico. Tanpa basa-basi mereka langsung mengisi tempat-tempat yang kosong. Nadia dan Mawar memilih duduk disamping Hans dan Rico, Audrey duduk disamping Fatin dan Frisly duduk disamping Arsen. Hening langsung memberikan tatapan tajamnya seolah akan memangsa hidup-hidup Frisly.
Sementara itu, Mawar yang menyadari keberadaan Fatin bertingkah seolah-olah mereka tak saling kenal. Fatin juga tak terlalu mempedulikan itu. Mereka kembali melanjutkan acara makan-makannya dengan sesekali bercanda.
__ADS_1
"Kak, Kak Arsen ganteng banget deh" puji Frisly, Hening hanya terdiam sambil memantau. Sementara si Empu yang dipuji juga hanya terdiam membisu tak menghiraukan suara yang terus menggema ditelinganya.
Hening mencoba tenang mendengarkan ocehan ABG ganjen itu pada kekasihnya. Untung dia memilih kekasih yang es kutub seperti Arsen, jadi tidak perlu takut jika Arsen akan menanggapi kecentilan Adik kelas seperti Frisly itu.
Mereka tetap saja bercanda seperti biasa, dan tidak menghiraukan keberadaan para Adik kelas itu. Hanya saja, Rico mulai menunjukkan sisi buayanya dan sering menggoda mereka. Karena Rico memiliki wajah yang cukup tampan, jadi sangat tidak mungkin jika mereka tidak terpesona olehnya.
"Audrey, kamu makin cantik aja kalo lagi senyum. Hati Abang jadi berdebar-debar" godanya, semburat merah seketika memenuhi wajah Cantik dan imut Audrey. Salah tingkah? tentu saja jangan ditanya lagi.
Audrey hanya mampu menundukkan wajahnya yang mulai memanas itu.
"m..makasih Kak Rico" Rico semakin gemas melihat tingkah malu-malu Audrey. Fatin hanya menggeleng pelan seraya tersenyum melihat kelakuan Rico.
"Tuh 'kan, jangan ngegemesi gitu dong drey. Kakak jadi gak tahan nih" dengan sigap Audrey langsung mendongakkan kepalanya.
"Kakak mau kebelet, jangan ditahan-tahan Kak, bahaya" seketika itu ucapan polos yang meluncur dari lisannya.
"Eh bukan, maksud Kakak. Kakak tuh jadi gak tahan pengen bawa kamu ke pelaminan. hehehe"
Tiba-tiba sorak sorai dimeja itu langsung terdengar.
"Receh luu" ucap Hans
"Lebayyyyyy,,alaayyyyy,,jijaayyyy" ucap Hening dengan ekspresi geli
"Bilang aja kalo iri, Arsen mana pernah gombalin lo. Manusia es bonus patung berjalan gitu." cibir Rico
"Aku sih No," sahut Wira datar
"Ehh tunggu bentar, lo si anak baru itu kan?" tanya Hening kepada Mawar
"Iya, kenapa?" jawabnya santai
"Besok gue gak mau liat pakaian bayi lo dipake lagi. Segala baju bayi dipake-pake. Gapunya duit lo buat beli, bilang biar gue beliin"
"Masalah? lagian gue nyaman-nyaman aja tuh. Hak lo apa emang ngelarang gue" balas Mawar dengan angkuh
"Asal lo tahu ya, disini tuh gak ada yang model seragamnya kaya punya lo. Malu dikit dong, atau...lo emang gak diciptain urat malu. ckckck, pantesan aja" ucap Hening sambil tersenyum sinis. Dibawah sana Mawar terlihat mengepalkan tangannya menahan emosi.
Main-main lo sama gue, liat aja nanti. Tunggu pemabalasan gue. Batinnya
Dari kejauhan Hening melihat sesuatu, seringai jahat seketika terbit dibibirnya. Sebuah rencana licik langsung terlintas diotak kecilnya itu.
Dan benar saja dugaannya, seseorang itu pasti akan melintasi mereka. Dengan isengnya Hening menjulurkan kakinya. Dan tiba-tiba...
Brruukkk
"Awwhhh..panass... tolongg.. pannaasss" pekik gadis itu. Perhatian seisi kantin langsung teralihkan pada Prety yang sekujur tubuhnya ketumpahan kuah bakso. Mereka hanya menertawakan dirinya tanpa berniat membantu.
"Uuuhhh..panas yaa. Kaciiaann" ledek Hening, gelak tawa kembali terjadi di meja mereka. Tak satupun dari mereka ingin membantu si gadis pembuat onar itu.
__ADS_1
"B*ngs*t, pasti lo sengaja kan bikin gue jatuh. Dasar b*tch" geram Prety dengan satu tangannya yang sudah melayang di udara dan bersiap untuk menampar pipi Hening. Namun, buummm... tangannya langsung di cekal oleh sebuah tangan kekar.
"Awwhhh akkhhk. Lepasin tangan gue, sakit" ringisnya
"Sekali aja tangan kotor lo nyentuh kulit pacar gue. Selamanya lo gak akan lagi punya tangan" ucap Arsen dengan tatapan mata yang tajam dan menghunus sampai kejantung
"Iii..iiyaa, to..long lepasin tangan gue." ucapnya terbata-bata dengan nada yang terlihat gemetar.
Dengan kasar Arsen menghempaskan tangan Prety. Tiba-tiba Hening sudah mendekatkan wajahnya ditelinga Prety.
"Let's star the game baby. Masih ada pembalasan selanjutnya" ucap Hening berbisik dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya.
Prety sempat terpaku sebentar.
Jadi dia udah tahu kalo gue yang dorong jal*ng itu. Batinnya gemetar
Dengan tergesa-gesa sambil menutupi wajahnya karena malu. Prety berlari meninggalkan area kantin.
"Hahahahaha, dasar nyali kerupuk. Baru gitu udah ciuttt" cibir Hening
"Gimana gak ciut, muka lo aja kek kunti gitu" ledek Wira sambil tertawa terbahak-bahak.
*deg
deg
deg*
*Lho, kok jantung aku jadi degdegan gini sih liat Kak Wira ketawa. Apa aku sakit jantung? ih amit-amit deh. Aduh jantung, udah dongg jangan gini. Batin Audrey
Fatin yang melihat Audrey memegang dadanya langsung panik*.
"Hey,kamu kenapa? kamu sakit? aku anter ke uks ya" ucap Fatin panik
"Eh enggak Kak aku gapapa"
"Terus kenapa kok megangin itu"
"eh mm ii..ini gak tahu kenapa. Kok tiba-tiba aku deg-degan liat Kak Wira ketawa" ucapnya dengan polos
"Hahahaha, kalah telak lo Ric.Emang pesona sahabat gue tiada tanding. Wira belum bergerak aja lo udah kalah jauh. The End" ucap Hening sambil menyilangkan tangannya di depan Rico
"Jahat lo Wir" gerutu Rico kesal
Sementara itu, Wira masih terpaku dengan pernyataan Audrey. Karena dia juga merasakan hal yang sama ketika melihat tingkah malu-malu dan tawa renyah Audrey.
Bersambung....
Wah wah wahh... sepertinya babang rich akan segera memiliki kekasih nih guysss.....ππππkira-kira siapa ya yang bisa meluluhkan hati Audrey. The Rich Wira atau The Playboy Handsome Rico nih.
__ADS_1