Anak Titipan

Anak Titipan
High Hope


__ADS_3

🐺🐺🐺


Karena pusing mendengar ocehan sahabat sahabatnya yang sedikit gesrek. Akhirnya Fatin memutuskan untuk pergi mencari angin segar. Dimeja lain, sesorang sedang memperhatikan gerak gerik Fatin dari awal masuk sampai kini dia beranjak pergi. Orang itu pun mengikuti kemana lagkah kaki Fatin menuju.


Ternyata Fatin memilih pergi ke RoofTop Sekolah. Fatin menyapu pandangannyake segala penjuru. Entah apa yang membuatnya datang ke tempat ini. Tempat awal mula terjalin hubungannya dengan Arkhan. Ah, Ya, Arkhan, pria yang mampu memikat hati seorang Fatin. Pria yang telah mengambil posisi tetap di hatinya. Fiuuhh, Hembusan nafas pasrah dari Fatin.


"Andai, gue gak jatuh hati sama Lo. Pasti gue gak bakal jatuh sedalam ini." gumam Fatin


Fatin memukul mukul kepalanya dengan tangannya.


"Bego! Bego! Bego!. Bego banget sih Lo jadi cewek, harusnya tuh Lo tahu, Lo peka. Kalo ternyata Arkhan tuh gasuka sama Lo. Lo tuh terlalu polos buat nerima semua perilaku baik Arkhan sama Lo. Lo tuh jadi cewek baperan banget tahu gak" kesal Fatin pada dirinya sendiri


"Aaaaaaaaaa. Sekarang lo liat, Lo liat Fatin. Lo tuh gak berarti lagi buat Dia. Lo tuh udah hilang ditelan ombak di hatinya. Apa Lo tahu, Lo tuh gak pernah ada di hatinya Fa, Gak pernah! gak pernah adaa" teriak Fatin Frustasi


Fatin mulai berteriak sekencang kencangnya. Kemudian tertawa miris, hingga akhirnya air matanya pun menetes dipipinya.


"Hiks..hikss. Kenapa Ya Tuhan? Kenapa!? Kenapa gue harus jatuh ke jurang yang dalam, setelah gue masih menikmati indahnya terbang di kayangan. Apa gue gak pantes buat bahagia? Hiks..Hiks... Sakit!!! Sakitt banget rasanya Tuhannnn" Tangis pilu Fatin meratapi keadaannya.


"Aarrkkhhaannnnn. Lo Brengsek Ar, Lo Sialan, Brengsekkkkk" umpat Fatin sekuat kuatnya. Dia tidak perduli jika ada orang lain yang mendengarkan segala keluh kesahnya saat ini.


Tanpa Fatin sadari, ternyata Arkhan sudah berdiri tak jauh dari posisinya saat ini. Menyaksikan semua yang dilakukan olehnya. Arkhan berdiri termangu melihat Fatin yang jatuh terduduk dengan tangisan pilunya.


Perlahan Arkhan berjalan menghampirinya dan jongkok di hadapan Fatin.


"Hiks..hikss. Sakit Ya Tuhan.. Sakit banget rasanya..."


Hatinya sedikit mencelos melihat kepiluan Fatin. Rasanya seperti ada ribuan belati tajam yang menghujam ke arah dadanya.


Arkhan mengulurkan kedua tangannya dan mulai membawa Fatin kedalam pelukannya.


"Gue minta maaf. Gue tahu Fa, Gue salah. Gue egois, gue brengsek. Gue udah nyakitin lo sejauh ini." ungkap Arkha


Fatin sangat terkejut, ternyata ada orang lain selain dirinya disini. Apalagi orang itu adalah Arkhan.


Apa dia denger semua. Pikir Fatin


Fatin masih terdiam tak berniat membalas pelukan Arkhan.


Arkhan melepaskan pelukannya dan menangkupkan wajah Fatin dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Pandangan mereka sejenak saling bertemu, sebelum akhirnya Fatin memalingkan wajahnya dari pandangan Arkhan.


Arkhan menarik kembali wajah Fatin.


"Tatap aku Fa, tatap aku. Ada aku disini, kamu bebas mau ngungkapin semua unek unek kamu ke aku sekarang. Pukul aku Fa, pukul. Kalo itu bisa bikin kamu lebih tenang." ungkap Arkhan


Fatin hanya terdiam mendengar ucapan Arkhan, perlahan tapi pasti air matanya kembali menetes membasahi kedua pipinya.


Arkhan mengusap lembut air mata Fatin yang masih metes. Kemudian di peluknya lagi Fatin dengan erat. Fatin hanya terdiam kaku dengan rintihan pilunya yang masih terdengar. Getaran pilu dari tubuh Fatin dapat dirasaka oleh Arkhan.


Arkhan semakin mengeratkan pelukannya.


"Maafin aku Fa. Maafin aku, aku tahu aku udah salah besar sama kamu."


"Hiks..hikss. kamu jahat Ar! Jahat! " ucap Fatin sambil memukul mukul dada Arkhan.


"Pukul aku Fa, Pukul! Pukul aku, kalo itu bisa bikin kamu maafin aku"


"Hiks..hikss. Aku sayang kamu Ar, tapi kenapa? kenapa kamu tega nyakitin aku? kenapa Arkhan? KENAPAA!!!??" Teriak Fatin histeris


Tangisan Pilu Fatin membuat Arkhan ikut merasakan sakit didadanya. Tapi, apakah sesakit yang dirasakan oleh Fatin


"Aku sayang sama Kamu Fa. Kamu juga tahu itu, bukan?"


Arkhan melepaskan pelukannya, ditatapnya lekat lekat wajah Fatin.


Arkhan mengulurkan tangannya dan mengusap lembut pipi Fatin yang basah


"Aku sayang sama kamu Fa, aku sayang sama kamu. Tapi, aku juga gak bisa bohongin perasaan aku. Aku gak mau nyakitin kamu lebih jauh lagi Fa. Maaf, maafin aku yang udah nyakitin kamu selama ini. Aku bakal ngelakuin apa aja buat kamu, selagi itu bisa menebus semua rasa sakit hati kamu"


Fatin menatap serius wajah Arkhan. Dia melihat ada gurat kesedihan disana.


Fatin meraih kedua tangan Arkhan dan digenggamnya.


"Aku sayang sama kamu, kamu juga sayang kan sama aku. Jadi, kenapa kita gak bisa bersama"


"Maafin aku Fa, aku emang sayang sama kamu. Tapi, aku gak cinta sama kamu"


Deg.

__ADS_1


" kenapa, kenapa kamu gak bisa cinta sama aku. Aku bakal lakuin apa aja yang bisa bikin kamu cinta sama aku Ar"


"Maaf Fa. Aku gak bisa"


"Kenapa, apa bedanya aku sama dia Ar. Apa lebih nya dia daripada aku? Dimana letak kekurangan aku Ar?"


"Hei, hei liat aku. Kamu itu gak ada kurang apapun dimataku. Kamu itu sempurna, jangan pernah bandingin diri kamu sama orang lain."


"Apa kamu gak bisa ninggalin dia untuk belajar mencintai aku. Aku yakin, kamu pasti bisa jatuh cinta sama aku"


"Fatin. Dengerin aku, Cinta itu bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Kita gak tahu, cinta kita akan berlabuh untuk siapa. Aku sayang sama kamu, tapi aku Cinta sama Dia. Aku egois, aku tahu itu"


Fatin menghempaskan tangan Arkhan dari genggamannya.


"Kamu bisa mencintai Dia!. Kenapa kamu gak bisa mencoba mencintai aku. Cinta itu bisa timbul dari kebiasaan. Apa selama kebersamaan kita, kamu gak permah mencoba belajar mencintai aku."


"Aku gak bisa jelasin sama kamu Fa. Yang perlu kamu tahu, aku itu sayang sama kamu. Aku gak pengen kamu tersakiti lebih dalam lagi kalo masih berharap sama aku. Karna aku gak bisa ninggalin dia. Dia sakit Fa, dia butuh aku disisinya. Aku pengen dia sembuh, aku akan mencintai dia sampai kapan pun"


Mendengar ucapan Arkhan. Membuat Fatin mengepalkan kuat tangannya. Hatinya berdenyut hebat, rasa sakit yang dirasakannya bertambah beribu ribu kali lipat jumlahnya. Fatin tersenyum miris.


"Apa aku juga harus sakit parah, supaya kamu mau mencintai aku" ucapnya seraya tersenyum devil


"Tapi sayang. Aku gak sebodoh itu untuk meraih cinta kamu."


Arkhan terdiam memandangi wajah Fatin. Ada sedikit rasa bersalah di hatinya ketika mengucapkan kata kata itu. Tapi Arkhan tidak bisa berbuat apa apa. Bukan salahnya bukan, jika Cintanya hanya untuk Kekasihnya sekaligus cinta pertamanya.


"Aku emang bego! bego!. Aku selalu mikir kamu Cinta sama aku. Tapi apa, nyatanya kamu gapernah nganggeo aku ada. Aku bagaikan pemain figura buat kamu, disaat tokoh utama sedang sibuk."


"Fa..."


"Stop. Kamu gaperlu ngomong apa apa lagi. Semangat, buat perjuangin cinta pertama kamu. Semoga kamu gak salah pilih suatu saat nanti. Tapi, satu yang perlu kamu tahu dan ingat. Disini, masih tersimpan nama kamu. Dan mulai detik ini juga. Aku akan melupakan semua tentang kamu, menghapus nama kamu dari hatiku."


*Deg.


Kenapa? kenapa sakit sekali saat Fatin ngomong gini. Harusnya gue seneng, karena gue gak akan nyakitin dia lagi. Pikir Arkhan*


"Dan ini, gue balikin gelang yang pernah lo kasih. Makasih buat semuanya"


Ucap.Fatin lalu beranjak meninggalkan Arkhan yang duduk termangu.

__ADS_1


Arkhan diam membisu, mematap nanar kepergian Fatin. Rasanya, Fatin telah pergi jauh darinya. Arkhan menggenggam kuat gelang ditangannya.


Bersambung....


__ADS_2