
πΉπΉπΉ
Reza menggandeng tangan Fatin menuju me tempat acara berlangsung. Banyak pasang mata yang memandang kagum ke arah mereka berdua. Tak sedikit yang mengira bahwa Reza dan Fatin adalah sepasang kekasih.
Reza membawa Fatin menuju ke taman dekat kolam renang. Disana, beberapa teman temannya sudah berkumpul. Termasuk sang pemilik acara.
Mata Fatin seketika berbinar binar, melihat puluhan pria tampan di hadapannya. Rasanya, ingin sekali dia berteriak gembira, memeluk mereka satu persatu. Mungkin, ini bisa jadi liburan ke korea ala Indonesia. Karena , wajah wajah dari teman teman Reza tak kalah tampan dengan idol serta aktor aktor korea.
"Hallo brothers, sorry nih telat" ucap Reza menyapa temannya
Fatin sontak membulatkan matanya melihat orang yang di sapa oleh Reza. Sosok yang sempat menjadi bulan bulanan mimpi indahnya. Sosok malaikat tampan dan baik hati yang pernah di jumpainya.
"Hai. No problem. Santay man," ucap Pria itu seraya tersenyum
Fatin semakin terperangah melihat senyuman dari wajah tampah itu. Pria itu tersenyum simpul melihat kekaguman Fatin padanya.
Reza yang melihat Fatin melongo, seketika tersenyum kikuk kemudian menyenggol lengannya.
"Dek, biasa aja dong liatnya. Gak usah mangap gede gede juga kali" ucap Reza lirih
Fatin tersenyum malu dan memilih menundukkan wajahnya. Sosok dihadapannya kini adalah sosok yang paling tampan yang pernah di temuinya. Balutan kaos hitam dan jas berwarna navy yang melekat ditubuh atletisnya, membuatnya semakin tampan mempesona.
"oiya brother. Gue lupa, nih kenalin adik gue yang paling cantik sejagad raya" ucap Reza
"Lumayan cantik" ucap Farel
Wajah Fatin sontak semakin bersemu merah. Fatin tersenyum malu mendengar pujian dari pria tampan itu.
"Dek. Ayo kenalan, kesempatan langka nih bisa kenalan sama ni anak " ucap Reza
Fatin tersenyum dan mengangguk samar. Dengan malu malu Fatin mengulurkan tangannya pada pria itu. Pria itu tersenyum manis padanya dan membalas uluran tangan Fatin.
Deg. Ya Allah, ini tangan atau salju. Lembut bangettttttt. Batin Fatin
Sepersekian detik Fatin menikmati kelembutan tangan dan wajah tampan itu dari dekat.
"Namanya siapa " ucapnya lembut
Fatin menjawab dengan malu malu
"Fatin Kak. Kalo kakak namanya siapa" ucap Fatin
"Panggil aja Kak Farel" ucap Farel seraya menampilkan senyum manisnya, yang bisa membuat hati para kaum hawa meleleh.
Fatin mengangguk dan tersenyum.
" Kalo panggil Abang boleh? Biar lebih akrab" ucap Fatin sok iyesπ
"Apaan sih dek , malu maluin aja. Gausah di dengerin Rel. Suka gesrek ni anak" ucap Reza sinis
Fatin yang mendengar ucapan Reza langsung memanyunkan bibirnya tak suka. Fatin menatap Reza sinis.
"Abang diem deh. Fatin kan nanya sama kak Farel. Wleekk" Ketus Fatin kemudian menjulurkan lidahnya
Farel terkekeh kecil melihat perdebatan kakak adik di hadapannya ini.
"Udah lah bro. Kasian adik loe. " ucap Farel kemudian menepuk nepuk pundak Reza
Farel kemudian mendekat ke arah Fatin. Fatin tersenyum malu dibuatnya.
Tiba tiba, jantung fatin berdebar kencang seolah ingin beralari kencang dan beterbangan di angkasa. Saat tangan Lembut Farel mengusap lembut kepalanya.
"Fatin boleh kok panggil Abang " ucap Farel seraya tersenyum manis
Ucapan Farel seketika membuat Fatin bersorak bahagia di dalam hatinya.
Enatah karena terlalu bahagia atau refleks. Fatin tiba tiba memeluk Farel. Farel dan Reza sedikit terkejut, namun kemudian Farel membalas pelukan Fatin.
"Makasih Abang Ganteng. Hehehh sorry ya Bang, Refleks tadi" ucap Fatin bahagia kemudian melepaskan pelukannya.
Reza menggeleng pelan melihat tingkah adiknya.
"Main nyosor aja" cibir Reza
__ADS_1
"Biarin." ketus Fatin
Beberapa saat kemudian, acara dimulai. Seluruh tamu mendekat ke tempat yang sudah di sediakan.
Ayah dari Farel yang merupakan seorang pebisnis besar di bidang perhotelan. Memberikan sedikit sambutannya dan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang berkenan hadir di acara putra tunggalnya.
Farel baru saja menyelesaikan pendidikan hukumnya di negara tetangga, singapura. Kemudian memutuskan untuk menjadi seorang polisi. Awalnya Farel ditugaskan di Ibukota J. Kemudian di pindahkan di kota kelahirannya di kota B.
Acara ini, sebagai tanda kesuksesan Farel dalam merintis karirnya sebagai seorang polisi.
Setelah acara selesai, satu persatu para tamu undangan perlahan meninggalkan kediaman Farel. Hanya tersisa Farel dan sahabat sahabatnya.
Mereka menikmati privat party di rumah Farel.
Mereka bertukar cerita, bercanda ria, sekaligus mengulang masa masa indah mereka dulu.
"Hahahaha, gue gak nyangka bro. Sekarang loe udah jadi abdi negara. Padahal dulunya, loe tuh udah kek pemberontak tahu gak." Ucap Randy
"Bener banget tuh. Gue juga gak nyangka banget, waktu pertama denger ni brandalan masuk kepolisian. Tapi gue salut sama loe brother." ucap Reza bangga
Farel tersenyum bahagia bisa kembali berkumpul dengan sahabat sahabat nya.
"Oiya, adek Fatin yang cantik. Udah punya pacar belum" ucap Evan
"Belum. Emang Kakak mau ngajakin Fatin ngedate. Sorry kak, lawan Abang Reza dulu" Canda Fatin
Evan menatap Reza, Reza meliriknya dengan tatapan tajam
"Gak jadi deh" ucap Evab pasrah
Mereka sontak tertawa mendengar keputus asaan Evan.
"Oiya Bro. Mana, katanya loe mau ngenalin sepupu lo sama gue" ucap Evan
"Dia belum balik. Lagi main sama temennya " ucap Farel
Evan mengangguk paham
Saat sedang asik bercanda bersama teman temannya. Tiba tiba seorang gadis cantik datang menghampiri mereka semua.
Mereka yang berada disana langsung membalikkan badan dan menatap ke arah gadis itu.
"Wooaahhh. Cantik bener bro, body nya aduhai bangett" ucap Evan
"ckckck. Awas loe macem macem" ucap Farel seraya memperlihatkan kepalan tangannya yang membuat evan bergidik ngeri.
"santai man. Gue cuma mau kenalan doang, tapi kalo dia yang tertarik sama gue. Jangan salahin gue ok." ucap Evan
Aristia memilih duduk di samping Fatin.
"Hai semua, kenalin aku Aristia. Sepupu Kak Farel" ucapnya semanis mungkin
Fatin memandang malas ke arah gadis di sampingnya.
Ooh, jadi dia sepupu Bang Farel. Ah bodo amat. Tapi moodku ancur banget ngeliat mukanya yang udah cem adonan roti. Batin Fatin mengejek
Aristia melirik sinis ke arah gadis di sampingnya.
"Hai, kamu Fatin kan. " ucap Aristia
Fatin tersenyum paksa.
"Iya" jawabnya singkat.
"Lo kenal sama Kak Farel. Atau cuma sok kenal" Sinis Aristia
Fatin hanya memasang wajah datarnya. Tak berniat menjawab ucapan Aristia
Reza yang mendengar ucapan Aristia merasa kesal.
"Rel. Ajarin ngomong yang bener sama tamu" ucap Reza dingin
Farel yang mengerti maksud Reza langsung mengangguk pelan.
"Aris. Kamu yang sopan kalo ngomong. Dia adik temen abang" ucap Farel datar
__ADS_1
"Ohh. Kirain simpenan om om" ucap Aristia seraya tertawa sinis
Fatin mengepalkan tangannya mendengar ucapan Aristia.
"Eh. Mulut loe tu tolong di jaga. Untung cewek, kalo cowok udah gue hajar loe" ucap Reza emosi
Fatin memegang tangan Reza dan menggeleng.
"Aris. Kamu kenapa sih" ucap Farel kesal
Farel menatap Fatin dengan perasaan bersalah.
"Rel,Van, guys. Gue balik dulu. Duluan" ucap Reza kemudian menarik tangan Fatin
Aristia tertawa sinis melihat kepergian Fatin.
"Kak. Ngapain sih kakak ngundang dia. Fatin itu cewek gak bener tau gak" ucap Aristia
Farel menggeram kesal melihat tingkah adik sepupunya ini.
"Rel. Gue gak jadi ngajak sepupu lo kenalan. Jijik gue" ucap Evan Sinis
"Apaan sih loe. Gue juga ogah kali kenalan sama modelan loe gini" ketus Aristia
Mereka yang ada di sana dibuat geram oleh tingkah Aristia.
"Rel. Gue balik, gak tahan banget disini" ucap Evan kemudian meninggalakan tempat duduknya
"Kita juga Rel. Sorry" ucap Mereka semua
Farel menatap kepergian teman temannya.
"Aris. Kamu kenapa sih. Dateng dateng ngerusak suasana aja. Pulang sana" Ucap Farel dingin
Aristia menggeram kesal. Dia mengambil tasnya lalu meninggalkan Farel.
πππ
Di dalam kamar, Fatin masih berada di pelukan Reza.
"Udah dong Faa. Kamu tenang aja, suatu saat nanti dia juga bakal nyesel udah milih cewek gajelas itu" ucap Reza mencoba menenangkan Adiknya
"Hiks. hiks. Tapi Bang, Dia masih suka deketin Fatin. Fatin juga gak bisa nolak kalo di deketin." ucap Fatin
Reza melepaskan pelukannya dan menatap Fatin serius.
"Fa. Liat abang. Inget, mulai dari sekarang kamu harus bisa jauh jauh dari Cowok brengsek itu. Dia itu gak baik buat kamu, buktinya dia lebih milih cewek itu kan. Dari awal ketemu aja, abang udah bisa nebak. Kalo tuh cewek , cewek gak bener. Jadi, kamu harus bisa buktiin ke Arkhan. Kalo kamu lebih baik dari dia, dan kamu bisa dapetin yang lebih baik dari Dia. Oke" Tegas Reza
Fatin menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Reza.
"Udah. Sekarang kamu istirahat. Besok sekolah kan" ucap Reza
"Iyaa" ucap Fatin
Reza kemudian membaringakan Fatin dan menyelimutinya. Reza mencium kening Fatin sebelum keluar dari kamar.
"Good night tuan putri" ucap Reza
"Abang jangan lupa tutup pintu" ucap Fatin lirih
Reza mengangguk pelan. Kemudian berbalik melangkah keluar.
.
.
.
Sesampainya di kamarnya, Reza membaringkan tubuhnya menatap ke arah langit langit.
"Brengsek. Lo liat aja, gue bakal bikin kalian nyesel karena udah nyakitin adek gue. " gumam Reza
Bersambung...
Huuhhh. Baru up lagi nih. Semoga suka ya readers sama part ini.
__ADS_1