
Saat akan mendekat ke garis finish, sepeda yang di kayuh oleh Arsen langsung oleh karena Hening yang terus bergerak kesana kemari sambil terus berteriak histeris. Nass, sepedah mereka akhirny jatuh terpeleset dan perlombaan di menangkan oleh tim Arkhan dan Fatin.
Fatin langsung bersorak gembira, entah sadar atau tidak. Fatin refleks memeluk Arkhan sambil kegirangan. Arkhan nampak terkejut namun akhirnya larut dalam suasana bahagia.
"Yaaa, kita kalahh" ucap Hening sedih
"Tapi kamu tetep pemenang di hati aku" ucap Arsen sambil menaik turunkan alisnya
"Ih gombal" ucap Hening sambil tersenyum malu
"Kamu gapapa kan" tanya Arsen
"Iya gapapa"
Back to Fatin dan Arkhan. Fatin masih terus bersorak gembira sambil memeluk Arkhan. Hingga Fatin di sadarkan oleh teman-temannya atas tindakannya itu.
"Cie-cie udah main peluk-pelukan nih ceritanya" ledek Wira, sedangkan yang lainnya hanya tertawa melihat Fatin yang langsung melepas pelukannya dan tersipu malu.
"Sorry" cicit Fatin
Arkhan hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban.
"Jadi gimana nih, apa hukumannya buat tim yang kalah?" tanya Arkhan sambil menatap teman-temannya sinis
"Mentang-mentang menang, main hukum-hukum orang aja." sergah Rico
"Lo menang gara-gara Fatin ringan kali. Coba kalo berat kaya punya gue, pasti lo kalah" ucap Arsen yang pangsung mendapat pelototan tajam dari Hening
Hening melipat tangannya di dada dan menatap sinis Arsen.
"Oh jadi kamu ngatain aku penyebab kekalahan kita gitu? Kamu ngatain aku gendut, kamu mau bodyshaming sama aku" ucap Hening tak terima karena merasa dirinya di lecehkan
Arsen langsung kalang kabut melihat Hening yang merasa tersinggung dan terpancing emosinya. Arsen mencoba meraih tangan Hening, namun langsung di tepisnya dengan kasar.
"Gak usah sentuh aku. Aku gendut, aku beban buat kamu. Buktinya kamu kalah gara-gara aku" ucap Hening ketus
"Gak gitu sayang. Aku gak ada niatan ngomong kamu gendut kok. Beneran deh, percaya sama aku" bela Arsen sambil terus mencoba meraih tangan Hening, namun selalu di tepisnya.
"Terserah, aku marah sama kamu" ucap Hening kemudian memilih pergi meninggalkan mereka semua. Arsen berusaha mengejar Hening. Arkhan dan yang lainnya hanya terdiam melihat drama India live streaming di hadapan mereka saat ini.
"Bucin banget si Beruang kutub" ucap Hans
"Lo juga bakal gitu kalo udah jatuh cinta" balas Wira
Hans langsung bergidik ngeri.
__ADS_1
"Ogah banget gue ngemis-ngemis cinta kaya gitu. Kita tuh sebagai laki-laki harus berwibawa dan gak boleh lemah di mata wanita. Ngapain harus susah-susah ngejar betina yang semakin di kejar semakin menjauh" oceh Hans
"Jadi menurut loh, cewek itu lemah. Tahu apa lo soal cewek. Jangan mentang-mentang lo cowok bisa seenaknya aja sama kita. Eh asal lo tahu ya, gak ada tuh sejarahnya sel telur ngejar-ngejar sel sp*rm*. Yang ada sel sp*rm* yang kegatelan ngejar-ngejar sel telur" ucap Fatin kesal karena merasa tak terima sesama kaumnya di rendahnkan. Fatin langsung meninggalkan mereka semua tanpa sepatah katapun.
"Mulut loo Haannnsss, gue ulek lama-lama" ucap Wira gemas
Hans hanya menggaruk tengkuknya sambil nyengir.
"Kan gue gak niat nyinggung. Beneran deh" ucapnya
"Lo gak nyinggung, tapi dia tersinggung beg*. Lo tuh ya, kambing di pelihara biar gede, bukan beg* yang lo pelihara" sambung Rico
"Yuk masuk aja, nyusul mereka. Minta maaf lo Hans, kalo gak gue pulangin lo hari ini juga" ancam Wira
Hans langsung mengangguk patuh. Mereka kembali ke dalam villa. Sesampanya di dalam, ternyata sesi drama India masih berlangsung, tapi berganti gendre menjadi drama Korea. Mereka kemudian ikut bergabung, tapi tak ikut berkomentar.
"Maafin dong sayang, janji deh gak gitu lagi" ucap Arsen memohon sambil menggenggam erat tangan Hening.
Hening masih membisu dan terus memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Udah dong ngambeknya, jangan kaya anak kecil" ucap Arsen
Hening dengan kasar langsung menghempaskan tangan Arsen. Di tatapnya Arsen dengan tajam.
"Tadi kamu bodyshaming aku, sekarang kamu bilang aku kaya anak kecil. Inget ya, anak kecil gak pernah bohonh soal perasaannya" sarkas Hening
Arsen kembali meraih tangan Hening.
"Iyya maaf sayang, pukul aja deh aku. Nih pukul, biar kmau puas. Gak ngambek lagi" ucap Arsen mencoba merayunya
"Gak, aku gak mau nyakitin kamu" ucap Hening
"Tapi kamu marah gini aku udah termasuk sakit" lanjut Arsen
"Kamu minta maaf dulu, kamu dari tadi gak minta maaf sama aku" ucap Hening mulai luluh
Arsen menyugar rambutnya kesal. Lalu dari tadi yang di lakukannya apa kalau bukan minta maaf. Apakah kekasihnya ini sudah mulai amnesia.
Arsen mencoba menarik nafas dalam-dalam lalu di hembuskannya pelan.
"Sayang, aku minta maaf ya kalo kata-kata aku udah nyakitin kamu. Aku janji kok gak bakal gitu lagi, kalo aku nakal lagi jewer aja" ucap Arsen semanis mungkin sambil menggenggam tanga Hening dan mengecupnya singkat.
Heningpun akhirnya luluh juga, wajahnya langsung tersipu malu saat Arsen mengecup tangannya.
"Gimana saudara-saudara, apakah puas dengan tayangan kami barusan. Silahkan tonton adegan tadi di lain waktu. Sampai jumpa" ucap Rico seolah-olah dirinya adalah seorang pembawa acara
__ADS_1
●●●●●●
Cuaca malam ini sangat indah, kerlap-kerlip bintang di langit ikut menerangi suasana malam bersama dengan indahnya cahaya bulan. Udara yang sejuk namun tidak terlalu dingin, membuat siapapun betah berlama-lama di luar. Sekedar untuk menikmati indahnya malam.
Wira dan yang lainnya sedang berkumpul di ruang tamu. Mereka sedang mendiskusikan hukuman untuk tim yang kalah saat perlombaan sepeda tadi. Dan hasil akhirnya adalah, tim yang kalah harus bermain volli air di kolam berenang.
Mereka sudah siap di tepi kolam berenang untuk menjalankan hukumannya.
"Siap semua" ucap Fatin
"Siapp" jawab mereka pelan
"Ayo semangat dong, siaaapp gitu" ucap Fatin memberi contoh
"Siiaapp" jawab mereka serempak
"Nah, ayo turun dan ambil posisi" lanjut Fatin
Mereka mulai mengambil ancang-ancang untuk turun ke kolam renang. Satupun dari mereka belum ada yang berani menceburkan diri, mereka masih terus menjajal derajat suhu air dengan kaki mereka. Fatin dan Arkhan yang melihat teman-temannya enggan menceburkan diri, akhirnya terlintas sebuah ide cemerlang.
Arkhan dan Fatin mengambil posisi diantara teman-temannya. Setelah memberikan kodenya, mereka berdua sama-sama mendorong teman-temannya untuk masuk ke dalam kolam.
"Aaaa,,, Mamaaaaaaaa... Rico tenggelam Maaa, toloonggg" teriak Rico sambil terus timbul tenggelam.
Teman-temannya hanya membirkan saja, karena kolam itu tidaklah sedalam itu. Hanya sebatas dada orang dewasa.
"Lebay bangey sih Ric. Cetek gini aja teriak-teriak, Nyikap lo di rumah lagi minum kopi langsung tersedak tuh lo sebut-sebut" cibir Wira
Wira yang mulanya belum menyadari kedalaman kolam itu langsung menoleh ke arah sahabatnya. Dan benar saja, kolam itu tidaklah sedalam lautan. Wira langsung menapakkan kakinya di dasar kolam.
Di pandanya wajah teman-temannya dengan cengirannya.
"Ayo mulaii, keburu malem" titah Fatin
Setelah memposisikan diri, mereka bersiap-siap untuk bermain volli air.
Setelah mendengar aba-aba, permainan pun di mulai.
Fatin dan Arkhan sesekali tertawa keras saat melihat teman-temannya memukul bola dengan tangan yang gemetar. Karena tubuh mereka yang terendam air sebatas dada, di tambah dengan udara malam hari. Membuat mereka serasa berada di kutub utara.
Permainanpun berakhir dalam waktu 45 menit. Wira dan yang lainnya langsung naik ke atas dan mengeringkan tubuh mereka. Mereka berjalan dengan tubuh yang gemetaran karena kedinginan.
Mereka satu persatu mulai memasuki kamar masing-masing. Saat Fatin akan memasuki kamarnya, tiba-tiba Fatin merasakan tangannya di cekal oleh seseorang. Fatin lalu menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
"Jangan masuk dulu. Gue mau ngomong sesuatu sama lo" ucap orang itu
__ADS_1
Fatin hanya terdiam, dan mengikuti langakah kaki orang yang menggandeng tangannya.
Bersambung....