
🌺🌺🌺
"Fatin berangkat Ya Bunda." ucapnya seraya menyalimi tangan Cindy dan Rio
Cindy mengangguk dan tersenyum.
"Hati hati ya sayang. Belajar yang pinter. Muach" ucap Cindy lalu beralih mencium seluruh wajah Fatin.
Reza tersenyum sinis.
"Bunda udah kayak mau ditinggal perang aja" ucap Reza sewot
Fatin dan Cindy menatapnya tajam.
"Iri.. Bilang Bang" balas Cindy sewot
Reza memutar bola matanya malas. Rio tertawa kecil melihat perdebatan putra putrinya .
"Sudah sudah. Ayo Reza, anterin adiknya. Udah telat Loh" ucap Rio
"Tau nih. Lelet banget" ucap Fatin sinis
Reza menatapnya tajam.
"Ckckck. Bukannya kamu sama Bunda yang bikin lama. Perpisahan aja kayak orang mau perang" balas Reza
Fatin menirukan gaya bicara Reza tanpa suara. Namun dengan bibir yang di buat buat mengejek. Reza memberikan tatapan membunuhnya.
"Assalamualaikum Bunda, Papa. Muaachh" ucap Fatin lalu berlari ke arah mobil.
"Awas aja kamu" ucap Reza lirih. Namun masih bisa di dengar oleh Cindy.
"Kamu berani macem macem Bang sama Adek. Bunda coret dari KK" ucap Cindy ketus
Rio terkekeh melihat wajah tercengang Reza. Tanpa basa basi, Reza berlari menyusul Fatin ke mobilnya.
🌺🌺🌺
Kantin
"Fa, Arkhan gak bareng kamu" tanya Hening
Fatin menggeleng pelan.
"Emang kenapa. Kok tumben nyariin Arkhan" tanya Fatin
"Dia bukan nyariin Arkhan. Tapi nyariin temennya Arkhan" ucap Wira
Hening melirik tajam ke arah Wira. Fatin mengangguk paham.
Fatin mengambil ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan.
To Arkhan
Ar. Lagi dimana
To Fatin
Otw kantin. kamu
To Arkhan
Kantin. Kamu ngajak Arsen kan
Arkhan mengernyitkan dahinya saat membaca balasan dari Fatin. Arkhan menatap Arsen dengan tatapan menyelidik.
"Ngapa Lo Ar. Serem bener matanya" ucap Rico
Arsen membalas tatapan Arkhan heran.
Arkhan tak menghiraukan mereka. Dia kembali melanjutkan perjalanannya.
To Fatin
Kamu sebelah mana
To Arkhan
Tempat biasa
__ADS_1
Beberapa saat setelah pesan itu terbaca. Arkhan, Rico, Hans, dan Arsen sampai di meja Fatin.
Seperti biasa, mereka akan kembali mengambil posisi berpasangan.
"Kamu belum pesen" tanya Arkhan
Fatin menggeleng dan mengangguk. Arkhan menatapnya datar.
"Udah pesen minum. Belum pesen makan" ucap Fatin seraya tersenyum jahil
"Ric. Pesen" ucap Arkhan datar
Rico menghembuskan nafasnya kasar. Selalu menjadi tugasnya, apabila memesan makanan. Dengan kasar Rico mengapit leher Wira untuk mengajaknya berdiri.
"Woy santai dong. Mau bunuh gua Lu ya" ucap Wira seraya melepaskan tangan Rico
"udah ayo buruan. Gak usah banyak mulut lo" ketus Rico
Setelah pesanan mereka datang. Mereka semua menikmatinya dengan tenang. Sesekali Arkhan dan Arsen memberikan perlakuan romantis kepada wanita mereka masing masing. Seperi biasa, Rico, Wira, dan Hans akan selalu menjadi penonton setia drama Live Streaming itu. Hati mereka seolah sudah kebal dengan adegan adegan romantis dari drama dihadapan mereka itu.
" Oiya Ar. Besok jadi kan lu tandingnya " tanya Wira
"Jadi " ucap Arkhan singkat. Wira mengangguk pelan
"Lawan kalian siapa" tanya Hening kepada Arsen
"SMA CAKRAWALA." jawab Arsen
Hening terdiam mendengarnya. Hening merubah raut wajahnya masam. Pasalnya, SMA CAKRAWALA terkenal jago basket dan tentunya gadis gadis disana sangat cantik cantik dan menawan. Hening tak dapat membayangkan apa jadinya nanti, jika Arsen tergoda dengan gadis gadis itu.
Arsen yang melihat raut wajah Hening, merasa heran.
"Kamu kenapa" tanyanya
"A e lah. Gak peka banget lu Sen. Cemburu tuh dia. Secara, cewek cewek Cakrawala kan bohay bohay, cantik cantik lagi." ucap Arkhan mengompori Hening
"Oh. Ya baguslah. Biar srmangat Babang sen sen nya" goda Rico
Hening merasakan gemuruh emosinya memuncak. Jika di ibaratkan, kepalanya sudah mengeluarkan asap.
Fatin yang baru mengetahui fakta dari SMA CAKRAWALA sedikit tercengang.
🌺🌺🌺
Keesokan harinya, Seluruh siswa siswi SMA NUSA BANGSA sedang menuju ke arah lapangan basket. Mereka mulai memenuhi kursi kursi disana. Di bagian seberang, siswa siswi dari SMA CAKRAWALA, perlahan menempati tempat mereka. Bisa dilihat, rata rata gadis gadis SMA lawan itu memiliki paras yang cantik dan body yang sexy. Pakaian minim mereka semakin membuat setiap lekuk tubuhnya tercetak dengan jelas. Beberapa Cowok cowok SMA NUSA BANGSA sesekali meneriaki dan menggoda gadis gadis dari SMA lawan mereka itu.
Fatin Dkk beserta Arkhan Dkk berjalan beriringan menuju lapangan basket. Banyak pasang mata yang menyoraki nama nama pria yang berjalan bersama Fatin dan Hening.
"*Arkhann. Semangat sayang" teriak salah satu cewek dari SMA Cakra
"Wiraaa"
"Babang Arsen. I love you*"
Begitulah teriakan dari gadis gadis disana. Hening dan Fatin merasakan suhu panas mulai melanda mereka. Ingin rasanya mereka mengumpati gadis gadis penggoda itu. Tapi apalah daya, mereka tak ingin mempermalukan diri sendiri.
Seluruh pemain telah mengambil tempat masing masing. Wasit mulai melempar koin ke udara. Pemenang diraih oleh SMA CAKRAWLA. Mereka berkesempatan untuk mengambil alih bola pertama.
Babak pertama telah berlangsung. SMA CAKRAWALA memainkan taktik mereka dengan baik. Beberapa saat kemudian, mereka berhasil memasukkan bola ke ring lawan. Poin sementara 1-0.
Sorakan demi sorakan kembali menggema saat SMA CAKRAWALA berhasil memberi poin untuk tim mereka. Sorakan semangat dari SMA NUSA BANGSA bersaut sautan dengan SMA lawan.
Arkhan berhasil merebut bola dari tim lawan. Dengan taktik cerdas dan gaya santainya, Arkhan berhasil memasukkan bola ke ring lawan. Sorakan kembali terdenga, terutama dari para gadis gadis disana.
"Arkhan semangat. Wira semangat" Teriak Fatin
"Arsen. Semangat" teriak Hening
Arkhan dan Arsen tersenyum sebentar kearah mereka berdua.
Babak demi babak telah berlalu. Permainan sengit telah berlalu. Tim Arkhan berhasil memenangkan permainan persahabatan kali ini.
Arkhan dan beberapa tim nya menghampiri Fatin dan Hening. Fatin dan Hening sudah menunggu mereka dengan minuman segar di tangan masing masing.
"Nih minum dulu" ucap Fatin seraya menyodorkan minuman itu
Arkhan tersenyum saat menerimanya. Perlahan, Arkhan mulai memeguknya.
Hening dengan malu malu melakukan hal yang sama kepada Arsen.
__ADS_1
Arsen menerima minuman dari Hening dengan tersenyum manis.
"Keren banget kalian tadi" ucap Hening
"Yaiyalah. Gue gituloh" ucap Wira sombong
Hening menatap Sinis Wira
"Lo tuh gak guna ada disana Wir. Ngerusak pemandangan aja" ketus Hening
" Enak aja . Lo gak liat tadi, gue berhasil ngambil poin juga. Buta ya lo" ucap Wira tak kalah ketus
"ckckck. Satu aja bangga" cibir Hening
Wira menatap tajam ke arah Hening.
Tiba tiba, seorang gadis datang menghampiri Arkhan dan memeluknya.
Deg. Siapa dia. Batin Fatin
"Arkhan. Aku kangen" ucap gadis itu
Arkhan masih diam tak bergeming. Keterkejutan Arkhan masih berlanjut.
Aristia. Dia kembali. Batin Arkhan
Perlahan Arkhan mulai melepaskan pelukan itu.
"Arkhan. Kangen" ucap Gadis itu seraya bergelayutan di lengan Arkhan.
Fatin yang melihat adegan itu. Langsung berdiri meninggalkan mereka semua. Hening menatap tajam ke arah gadis itu.
Arkhan mencoba mengejar Fatin namun dicegah oleh Aristia.
" Tia. Lepas" ucap Arkhan dingin
"Kamu mau kemana sih. Kita kan baru ketemu lagi" ucap Aristia manja
"Eh lu ulat bulu. Ngapain lo muncul lagi disini. Udah bosen lu sama selingkuhan lo Ha" ketus Rico
"Apaan sih. Berisik" ketus Aristia
"Arkhan. Kamu pasti capek kan. Kita istirahat dulu yuk." ajak Aristia
Namun Arkhan tak bergeming. Arkhan menghempaskan tangan Aristia dari lengannya.
"Arkhan. Sakit tauk" rengek manja Aristia
"Lebay banget sih lo. Gatau malu banget" ketus Hening
"Eh diem lo." ucap Aristia dengan menunjuk wajah Hening.
Arsen langsung menggenggam keras tangan aristia.
"Turunin tangan kotor lo. " Ucap Arsen dingin
Aristia menghempaskan kasar tangan Arsen.
Arkhan memilih meninggalkan mereka semua. Hatinya seakan kembali bergemuruh melihat sosok yang menjadi cinta pertamanya itu. Arkhan seolah merasa goyah dengan perasaannya.
"Arkhan. Mau kemana sih. Tungguin Ar" teriak Aristia mencoba mengejar Arkhan. Namun dengan cepat Rico mencegahnya.
" Eh Tia. Mending lo pulang sana. Ngerusak suasana banget lo tuh disini" ketus Rico
"Awas lo. Gue bakal bales" ucap Aristia seraya meninggalkan mereka semua.
"Ric. Dia siapa sih" tanya Wira
"Cinta pertama Arkhan. Penghianat Arkhan. Dia itu cewek yang jadi penyebab Arkhan berubah." ucap.Rico datar.
🌺🌺🌺
" Dia siapa sih. Apa dia pacar Arkhan, tapi gak mungkin kan" Gumam Fatin
Fatin kembali mencuci mukanya dan berbicara dengan cermin. Kekesalannya seolah semakin bertmabah saat melihat seorang gadis datang memeluk Arkhan.
Arkhan juga tak menolak pelukan itu. Sebuah tanda tanya besar bersarang di pikiran Fatin.
Bersambung...
__ADS_1
Sorry ya readers. Up nya telat terus. Mohon dimaklumi yaa. Lagi ngurusin urusan sekolah juga nih.