Anak Titipan

Anak Titipan
Kado Terindah


__ADS_3

Pagi ini, sinar mentari menyapa dengan cahayanya yang begitu indah. Seorang gadis sedang memperhatikan dirinyadidepan kaca. Tampilannya dengan seragam putih abu-abu yang melekat pas dipostur tubuhnya yang mungil, ditambah dengan rambut sebahunya yang digerai bebas membuat tampilannya lebih imut dan cantik.


Fatin menyisir rambutnya dengan jari. "Udah gini aja, masih imut kok gue" gumamnya sambil memperhatikan tampilanyamdi cermin. Setelah dirasa telah rapi, Fatin bergegas turun kebawah untuk sarapan bersama keluarganya.


Mereka sudah berkumpul di meja makan dan menikmati sarapan pagi. Selesai sarapan, Fatin langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya beserta Reza dan Ayla.


"Fatin berangkat ya, assalamu'alaikum" ucapnya pada mereka semua. Tidak seperti biasanya, Cindy akan selalu mengantarkan anak-anaknya sampai ke depan pintu. Kali ini Fatin dibiarkannya sendiri.


Sebuah mobil mini cooper berwarna merah terparkir rapi tepat didepan pintu rumahnya. Fatin mengernyitkan dahinya bingung.


"Mobil siapa nih, masak sih Abang beli mobil baru. Boros banget, ckckck" gumamnya, Fatin mengarahkan pandangannya kesegala arah.


"Pak Maman mana sih, kok gak ada" katanya


"Kok belum berangkat sih, lupa bawa kunci ya" ucap seseorang yang mengejutkan Fatin.


"Eh Papa, ngagetin aja. Pak Maman mana sih, Fatin udah mau telat lho Pa" ucapnya, Rio hanya menggedikkan bahunya cuek. Dirogohnya saku celananya sebelah kiri dan mengeluarkan sebuah kunci mobil.


"Nih pake, keburu telat" ucap Rio sambil menyodorkan sebuah kunci mobil. Fatin menerimanya dengan tatapan bingungnya, saat akan bertanya lagi ternyata Rio sudah melesat bersama dengan mobilnya.


Fatin masih menatap kunci mobil digenggamannya itu.


"Mobil siapa sih, kok dikasih ke aku" gumamnya, masih bergelut dengan pikirannya. Tiba-tiba dering ponselnya berbunyi, ternyata paggilan dari Wira.


Setelah menerima panggilan Wira, tanpa pikir panjang lagi, Fatin masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju ke sekolah.


:


:


:


Tatapan para siswa-siswi Nusa Bangsa tertuju pada sebuah mobil mini cooper berwarna merah yang bru saja memarkir diantara deretan kendaraan lain.


Mereka kembali berdecak kagum, saat seorang gadis yang terkenal akan kecantikan dan kecerdasannya melenggang santai dari mobil itu.


Fatin melewati tatapan-tatapan siswa-siswi disana dengan sesekali menjawab sapaan mereka. Fatin melangkahkan kakinya menuju ke kelas.


"Hai guys, dari tadi ya" sapanya kepada Wira dan Hening


"Yoi, bawa mobil siapa lo" tanya Wira, Fatin hanya menggedikkan bahunya cuek.


"Gue cuma disuruh bawa aja sama Papa" jawabnya, mereka hanya ber-oh ria. Perbincangan mereka terhenti ketika seorang guru memasuki ruang kelas. Wira yang notabenenya anak kelas tetangga langsung permisi kembali ke kelasnya.


Wajah-wajah serius mengisi suasana kelas XII MIPA 2. Pelajaran yang sangat menguras tenaga mereka, apalagi kalau bukan matematika.


Satu jam sudah terlewati, masa-masa tenggang juga telah berlalu. Seperti pada umumnya, saat jam istirahat para siswa akan menuju ke Kantin bain untuk makan minum atau hanya sekedar nongkrong biasa.


"Gak lama lagi kita pisah nih guys" seru Wira sambil menyeruput minumannya.


"Gue gak mau pisah" sahut Hening


"Gue juga" sambung Fatin,


"Lu pada alay banget sih, setiap da pertemuan pasti ada perpisahan. Jadi santai aja kali," ucap Wira

__ADS_1


"Emang lo gak bakal kangen sama persahabatan kita." tanya Hening, Fatin mengangguk setuju


"Ya kangen, tapi kan kita juga punya tujuan masa depan yang harus diraih. Sejauh apapun kita pergi, kalo ditakdirkan bersama, kita akan tetep kaya gini kok" ucapnya


"Ceileh,.Bang bro mulai mengeluarkan quotesnya guys" ucap Rico yang tiba-tiba sudah nimbrung, dan disusul oleh Arsen dan Hans.


"Bused, udah kaya jailangkung aja lo Ric. Datang tak undang pulang dibiarkan" celetuk Fatin


"Ih si bebeb suka bener kalo ngomong" sahut Hans


"Bebeb apaan, di hajar Arkhan baru tahu rasa Lo" ucap Wira


"Eh iya, Arkhan mana?. Kok gak bareng" tanya Fatin


"Lagi dipanggil Bu Titin" jawab Rico


"Sen, pacaran mulu. Pesen sono" celetuk Hans,


"Ogah, Lo aja sono" balas Arsen cuek


"Rese' banget sih. Pesen apaan aja nih" tanya Hans


"Biasalah" jawab Rico, Hans mengangguk kecil lalu bergegas menuju ke Ibu Kantin.


"Eh Wir, kapan-kapan kita main ke rumah lo dong. Main PS gitu" ucap Rico


"Boleh, kapan?" tanyanya


"Kapan Sen, mau ikut gak?" tanya Rico kepada Arsen


"Oke" jawabnya cuek


Fatin menatap Hening sebentar, Hening hanya menggedikkan bahunya


"Okedeh" balas Fatin


"Oke, ntar gue hidangin jamuan istimewa buat lo pada" ucap Wira


"Wih-wih, jamuan apaan nih. Gue diajak gak" celetuk Hans yang tiba-tiba sudah ada di depan mereka.


"Nih pesenan lo lo pada" ucapnya sambil menyodorkan sebuah nampan.


"Thanks brother" ucap Arsen


"Hem" dehem Hans


"Btw, pada bahas apaan sih tadi" tanyanya


"Weekend mau pada kerumah main ps. Lu join gak" ucap Wira


"Wooaahh, so pasti join dong" balasnya


"Oke"


"Eh bentar-bentar, Abang gue nelpon" sergah Fatin. Mereka langsung kicep seketika saat Fatin menerima panggilan.

__ADS_1


"Udahan Fa" tanya Hening saat Fatin meletakkan ponselnya diatas meja. Fatin mengangguk singkat


"Arkhan mau nyusul nih " ucap Hans


"Ya udah nyusul aja, ngapain pake laporan segala" celetuk Wira


"Ya kan gue ngasih tahu lo pada. Sensi banget si Wir, lagi dapet Lo" ucap Hans


"Iya gue lagi dapet, kenapa? Lo mau beliin kiranti sama pembal*t buat gue" balasnya sinis


Hans memutar bola matanya malas.


"Jyjyk gue anj*r" balas Hans


"Eh, ntar malem ke rumah. Disuruh Bunda" seru Fatin


"Ngapain? ada konsumsi gak?" tanya Hans


"Adalah bangk* , yakali ngundang kita gak dikasih makan" sahut Wira


"Ada acara ya?" tanya Hening


"Gak tahu, aku cuma dikasih tahu Bunda suruh ngundang kalian semua" ucap Fatin, Hening hanya ber-oh ria saja


"Hai, sorry telat gue" ucap Arkhan, yang tiba-tiba muncul dari arah belakang dan duduk disamping Fatin.


"Santai mamen" sahut Wira


"Abis ngapain" tanya Fatin, Arkhan menoleh padanya


"Ada urusan sama Bu Titin" jawabnya, Fatin hanya mengangguk singkat


"Pesen makan?" lanjutnya


"Gak deh, aku masih kenyang. Kamu udah makan kan" ucap Arkhan, Fatin kembali mengangguk singkat. Arkhan hanya tersenyum seraya mengusap lembut pucuk kepala Fatin


"Woy, kalo mau saling uwwu, liat sitkon" ucap Wira sinis


"Iri lo Wir, nyari pasangan sono" ledek Rico


"Lo juga pasti iri, secara Lo kan jomblo akut" ucap Wira sambil tersenyum mengejek


"Kayak lo gak jomblo akut aja" balasnya


"Setidaknya gue punya mereka berdua." tunjuknyakepada Hening dan Fatin " Nah, Lo "


Rico hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Wira. Kekehan teman-temannya seketika memenuhi Kantin.


:


:


:


Fatin tiba dirumahnya pukul 07 malam, sepulangnya dari sekolah. Fatin menyempatkan diri untuk mengontrol keadaan Restoran miliknya. Meskipun hanya sekedar mmeriksa data-data pengeluaran dan pemasukan serta menyapa para pelanggan. Ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama untuknya.

__ADS_1


Diusianya yang masih belia, Fatin mampu bersikap berwibawa dan adil didepan para pegawainya. Omset Restoranya bulan ini mengalami peningkatan pesat.


Bersambung....


__ADS_2