
Reza tampak gagah dengan setelan tuxedo berwarna crem yang melekat pas ditubuh tegapnya. Ara juga tampil cantik dengan balutan dres selutut berwarna senada. Mereka sudah sangat lama menunggu Ayla yang tak kunjung keluar dari ruang ganti.
"Ayah, Bunda kok lama banget ya"
"Bentar lagi ya sayang" Ara mengangguk sekilas
Tak lama kemudian, horden ruang ganti perlahan terbuka dan keluarlah sesosok bidadari cantik dengan gaun berwarna crem. Tampilan cukup simple namun mewah dan elegant. Mereka akan mengenenakan pakaian ini saat acara resepsi nanti. Sedangkan untuk Akadnya mereka menggunkan tema putih-putih.
"Woooaahhh, Bunda cantik banget deh. Kaya bidadari" celetuk Ara, dalam diamnya Reza membenarkan ucapan putrinya. Meskipun tanpa balutan make-up dan riasan rambut yang sedemikian rupa. Aura kecantikan tetap terpancar dari wajah Ayla.
Reza masih belum mengalihkan pandangannya yang terpaku pada satu titik. Bibir itu, bibir mungil berwarna peach, bentuk serta warnanya sangatmenggugah selera. Reza meneguk salivanya kasar.
Ayla melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Reza . Tapi Reza seolah terpaku pada sesuatu hingga tak menyadarinya."Hellow, Kak, kok diem aja sih dari tadi. Hayo lagi mikirin apa?"
"Ehh, ahh enggak. Gak lagi mikirin apa-apa kok" ucapnya seraya menampilkan senyum mempesonanya. Mereka tampil serasi hingga membuat siapapun yang melihat akan berdecak iri dan kagum.
"Mbak bisa minta tolong fotoin" ucap Reza
"Bisa Mas, dengan senang hati" ucap pagawai butik
*Cekrek
Cekre*
Beberapa kali mereka melakukan gaya pemotretan layaknya pasangan suami istri sungguhan. Reza melihat-lihat hasil potretan pegawai tersebut. Reza pun dengan senang hati memberikan tips padanga
"Ayah kita ke Resto yuk. Ara laper, Ara juga pengen ketemu sama Kak Selfi"
"Uhh anak Ayah laper, yaudah kita ganti baju dulu ya" dengan anggukan patuh Ara mulai mengikuti Bundanya untuk berganti pakaian.
Beberapa saat kemudian, Reza sudah menggandeng tangan anak dan calon istrinya memasuki Restoran utama. Mereka memilih duduk didekat jendela agar bisa melihat pemandangan diluar.
Seorang waiters menghampiri meja mereka. "Menu biasanya pak?" tanyanya, Reza mengangguk pelan sambil tersenyum
"Baik, silahkan ditunggu Pak, Bu, saya permisi dulu"
"Ayah, itu Kak Selfi" tunjuknya pada seorang gadis yang sedang mondar-mandir membawa buku menu. Reza dan Ayla sudah paham dengan apa yang akan dilakukan oleh putri mereka.
"Kak, siniii" teriak Ara sambil melambai-lambaikan tangannya. Selfi yang merasa dipanggil langsung menghampiri Ara.
"Hai gembul, udah lama ya, selamat siang Pak, Bu" sapanya
"Belum kok, Kakak udah makan?" Selfi menggeleng pelan
"Nanti selesai kerja Kakak makan kok" ucapnya dengan tersenyum lebar
__ADS_1
"Kakak makan bareng Ara aja, boleh 'kan Yah" tanyanya
"Boleh sayang" jawabnya sambil mengelus pucuk kepala putrinya
"Yeyy, yuk Kak duduk sini" Ara tampang bersemangat sekali
Selfi mula-mula sedikit canggung, tapi lama-kelamaan mulai terbiasa. Setiap Reza datang bersama anak dan istrinya pasti mereka selalu mengajaknya makan bersama. Selfi sangat salut dengan kemurahatian keluarga kecil dan bahagia itu.
Sementara itu dirumahnya, Fatin masih sibuk membereskan buku-bukunya lama miliknya bersama sang Ibu. Buku-buku tidak dibuang olehnya, tapi disumbangkan ke panti asuhan.
"Kurang gak ya, Bun?" tanyanya
"Emm, kayaknya kurang deh dek. Kamu beli lagi aja beberapa buat tambahan" Fatin mengangguk setuju
Setelah memasukkan sebuah kardus besar yang berisi buku-buku. Fatin langsung bergegas ke toko buku untuk mencari tambahan. Ditengah perjalanan, Fatin menghubungi sahabat-sahabatnya untuk ikut serta. Karena ini sudah menjadi kegiatan tahunan mereka. Mereka akan bertemu ditoko buku yang sama.
Fatin sangat bahagia dan bersyukur memiliki sahabat seperti mereka semua. Karena mereka memiliki tingkat kepedulian sosial yang tinggi.
Ternyata disana sudah ada Rico, Hans dan Arkhan. Fatin memarkirkan mobilnya disamping mereka.
"Udah dari tadi?" tanyanya
"Belum kok, punya kita ada dibagasi. Gak banyak si cuma 2 kardus doang" ucap Arkhan
"Lumayan, gue malah cuma sekardus, itu juga gak full. Makanya gue ngajak kalian buat beli lagi" mereka mengangguk paham
Tin*
Arsen dan Hening tiba dengan motor sport miliknya.
"Wuuihhh, lama bener. Ngapain aja lo dijalan" telisik Rico
"Kepo" sahut Arsen
"Wira belum dateng?" tanya Hening
Mereka menggeleng kompak. Beberapa saat kemudian, sebuah mobil Mercy terparkir didekat mereka.
"Panjang umur, baru diomongin langsung dateng" celetuk Hans
Tapi tiba-tiba mata mereka langsung melotot saat melihat Wira membuka pintu sebelah kanan dan keluarlah seorang gadis imut dari dalam mobil. Mereka semakin terbelalak saat melihat gadis itu!
"Oh no, oh no, oh no no no no. Rico kalah jauhh" celetuk Hans sambil menyanyikan lagu trend tiktok itu.
Rico hanya tersenyum sinis. "Telat banget, gue udah tahu kali kalo gue kalah. Lagipun, gue juga udah punya pawang hati"
__ADS_1
"Oh ya" ucap mereka bersamaan. Rico hanya menggedikkan bahunya acuh, Dia yakin jika teman-temannya tidak akan percaya dengan ucapanya barusan.
"Hai, sorry telat. Gapapa 'kan gue bawa Ai" ucap Wira
"Huuhhh, sampek segala udah pake panggilan sayang" goda Hening
"Ai gak usah canggung gitu, santai aja." celetuk Fatin sambil terkekeh geli
"Hehehe, iya Kak. Ai takut aja kalo kalian gak nyaman sama keberadaan Ai" ucapnya
"Ah mana mungkin, kita suka kok sama kamu" sambung Hening dan dibenarkan oleh mereka semua. Audrey merasa lega karena mereka sangat menerima dirinya.
"Langsung aja yuk" ajak Fatin.
Mereka mulai memasuki toko buku dan berpencar. Tentu saja dengan pasangan masing-masing, kecuali trikora jomblo itu.
Butuh waktu sekitar 1jam lebih untuk mereka mencari buku-buku untuk anak-anak panti.
"Kak , Ai mau donasi juga boleh 'kan?"
"Boleh dong, boleh banget. Makasih ya Ai udah mau berbagi, semoga rezeki Ai dan keluarga selalu lancar. Aamiin" ucap Fatin
"Aamiin" jawab mereka kompak
Selesai mengemas buku-buku itu ke dalam kardus, mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Panti Asuhan Kasih Ibu.
Kedatangan mereka disambut bahagia oleh anak-anak dan penjaga panti. Fatin dan teman-temannya langsung menyapa mereka semua. Mereka mulai mengeluarkan kardus-kardus dari bagasi dan mulai membagikan buku-buku kepada anak-anak Panti. Mereka tampak bahagia dengan buku-buku itu. Karena meskipun mereka tidak bisa bersekolah, mereka masih bisa menerima ilmu pengetahuan lewat buku-buku yang didonasikan oleh Fatin dan lainnya. Setelah menerima buku, ternyata mereka juga masih diberi hadiah mainan dan beberapa makanan ringan.
Fatin dan yang lainnya tampak bahagia melihat senyum ceria dari anak-anak itu. Sebelum berpamitan kepada penjaga panti, Fatin juga menyerahkan donasi dana yang didapatkan dari keluarga dan sahabat-sahabatnya.
"Ibu, ini ada sedikit rezeki dari kami semua dan keluarga. Semoga bisa bermanfaat bagi anak-anak semua"
"Terima kasih ya, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Semoga rezekinya semakin diperluas, aamiin yaa rabbal 'alaamiin"
"Aamiin" jawab mereka kompak
"Kami permisi ya Bu, assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Adek-adek, kakak-kakak pulang dulu ya. Jangan lupa belajar yang rajin dan jangan tinggalin sholat ya"
"Iya Kakk" sahut mereka
Fatin dan yang lainnya mulai mengendarai kendaraan masing-masing. Dari kaca spion mereka bisa melihat anak-anak dan penjaga panti yang terus melambaikan angan kepada mereka dengan senyum lebarnya.
__ADS_1
Bersambung..