
Pagi ini, Fatin bangun lebih cepat dari biasanya. Ia langsung membereskan kamar barunya lalu bergegas membersihkan diri. Kemudian turun kebawah untuk menyiapkan sarapan bagi keluarga barunya. Fatin melakukan itu semua denga senyuman manis yang selalu mengembang diwajahnya.
"Bi, Fatin bantuin ya" ucap fatin ramah pada Bi Ina
"eh non, gak usah. Ini udah tugas bibi kok" tolak nya halus
Fatin tersenyum lalu memegang tangan Bi Ina.
"Gapapa kok bi. Fatin udah biasa, jadi boleh yaa" rayu Fatin seraya menampilkan ekspresi imutnya. Bi Ina tersenyum melihat tingkah Fatin.
" Yaudah boleh. Tapi gak boleh capek capek ya non" ucap Bi Ina
Fatin dengan semangat menganggukkan kepala dan tersenyum. Dengan cekatan, Fatin mulai berkutat dan beradaptasi dengan dapur barunya.
Bi Ina terkagum kagum melihat kelihaian nonanya itu.
"Wahh, keren banget non masakannya. Pasti enak" ucap Bi Inah
Fatin tersenyum malu. " Bibi bisa aja. Kalo dirumah Fatin dulu, semua pekerjaan rumah, Fatin yang kerjain Bi. Jadi sekarang Fatin udah biasa" ucapnya
***
Meja Makan
Semua anggota keluarga Rio sudah berkumpul dimeja makan. Diwajah mereka, terlihat jelas raut kebahagiaan. Karena, ini pertama kalinya bagi mereka untuk memulsi hari dengan keluarga yang lengkap. Kedatangan Fatin, merupakan sebuah anugrah terindah bagi mereka. Mereka masih ingin membahagiakannya, menggantikan seluruh penderitaanya selama ini.
"Fatin, panggil kakak kamu dulu ya" ucap Cindy
"Iya ma" jawab Fatin, dan bergegas naik ke atas untuk memanggil Reza.
tok
tok
tok
"Kakk,, ayo makannnnnnn" teriak Fatin
"Kakkkaaaaaaakkkkkkkk" lanjutnya
Ceklek
Saat pintu terpampanglah wajah Reza
" Fatinnn, gausah teriak juga kakak denger" cibir Reza
Fatin terkekeh kecil. " hihihi, iya maaf kak. Disuruh turun sama mama kak, sarapan" ucapnya
Reza mengangguk " Ayo " ucap Reza seraya menggandeng tangan Fatin
"Kak Reza romantis hahahaha" ucap Fatin tertawa
Reza menggeleng pelan lalu tersenyum " masih kecil kok udah mikir romantis romantisan" ucap Reza
Mendengar ucapan Reza, Fatin langsung melepaskan tangannya dan melipatnya di dada.
"Fatin udah gede. Kenapa sih kakak selalu bilang Fatin anak kecil" Ucap Fatin kesal
Reza tersenyum simpul. Bahagia, ya. Ternyata begini rasanya. Wajah imut ini, ekspresi ini, sudah ia lewatkan 16 Tahun lamanya.
Reza mengacak acak rambut Fatin.
"Ih ih ih. Marah ihh, anak kecil ambekan niyeee" ledek Reza
"Kak Rezaaaaaa. Fatin marah ih sama kakak" ucap Fatin seraya mempercepat langkahnya meninggalkan Reza
Sesampainya dimeja makan. Rio dan cindy menatap heran kearah Putra putrinya. Sebelumnya, mereka mendengar teriakan Fatin, lalu tawa Reza. Entah apa yang terjadi beberapa saat yang lalu. Tapi, saat ini wajah putri kecil mereka sangat masam.
"Sayang kamu kenapa" tanya cindy
"Anak kecil marah ma" ucap Reza yang langsung diberi pelototan tajam dari Fatin
"Anak kecil siapa Reza" tanya Rio
Reza menunjuk menggunakan bibirnya
"Mamaaaaa, Kak Reza ngeselinnnnn" Rengek Fatin manja, kemudian memonyongkan bibirnya
"Mimiiii,, kik Rizi Ngisiliinnnnn" ledek Reza lalu terkekeh
Rio terkekeh kecil. Dia sempat berpikir bahwa putranya sudah melupakan sosok gadis kecilnya. Ternyata, rasa sayangnya justru semakin besar.
"Reza. kamu gak boleh gitu sama adik kamu. Dia udah besar lo" Ucap Rio
__ADS_1
"Tuuuuu, dengeriinnn" ucap Fatin
"Badan doang gede, tapi ke..." ucap Reza yang terpotong
"Mau Fatin cincang yaa" Ucap Fatin sambil memegang sebuah pisau buah
"Sayang, jangan main pisau. Nanti luka" ucap Cindy
Cindy menatap putranya tajam.
"Reza. minta maaf" lanjutnya
Reza memutar bola matanya malas. Tak berniat meminta maaf, justru ia malah menyendokkan makanan kepiringnya.
Rio dan Cindy menggelengkan kepalanya.
"Kak Reza gak pernah sekolah ya" sinis Fatin
"Enak aja. Justru kakak yang paling banyak sekolahnya. Nah kamu, anak kecil" cibir Reza sambil tetap melahap makanannya
"Buktinya, minta maaf aja gak bisa. ckckck" sinis Fatin
"Auu aah" ucap Reza singkat
"Sudah sudah. Ayo kita makan, keburu dihabisin Reza" ucapRio
Uhuk uhuk
"Papa enak aja kalo ngomong. Emang perut Reza apaan" ucap Reza
"Karet"ketus Fatin
Cindy msnggelengkan kepalanya. Perdebatan ini masih terus berlanjut rupanya. Dengan cepat cindy menyendokkan makanan kepiring Fatin lalu menyuapinya.
"Aaa" ucap cindy
Dengan cepat Fatin membuka mulutnya. Fatin mengunyah makanannya sambil terus menatap tajam Reza.
"Enak kan. Masakan Bi Ina itu selalu enak. Tapi , kayaknya hari ini spesial, makanya makin enak" Ucap Reza
"Ya enaklah. Fatin yang masak" ledek Fatin sambil tersenyum sinis
uhuk uhuk
Tersedak lagi. Reza memukul pelan dadanya lalu meneguk air.
"Reza, Fatin. Makan yang tenang" ucap Rio dingin.
Fatin dan Reza langsung menghentikan perdebatan yang masih tertunda itu. Mereka melanjutkan sarapan dengan santai.
****
"alhamdulillah kenyang. Enak banget sih sarapannya." ucap Reza
"Makasih ya Fatin kecil buat sarapannya. Sering sering ya" Lanjutnya
"Sama sama kak Rizi" ucap Fatin
"Reza" Ketus Reza
"nyenyenyenye" Ledek Fatin
Reza memutar bola matanya malas. Sungguh menguras tenaga jika akan berdebat lagi dengan Fatin.
Cindy dan Rio tersenyum melihat keakraban kakak adik ini. Rasa sayang mereka nyata, meskipun tak nampak.
"Sudah sudah, kalian ini. Oiya Fatin, kamu hari ini libur dulu ya. Papa sudah izin kok sama guru kamu " ucap Rio
"Iya Pa. makasih" ucap Fatin seraya tersenyum manis
"Sok manis" cibir Reza
"Rezaaa" ucap cindy dingin
"huuuuu" ledek Fatin
Reza menatap sinis kearah Fatin. Dan dibalas dengan tatapan tajam Fatin. Mereka terus beradu tatapan , rupanya mereka sedang perang dingin.
"Kalian ini. Baru beberapa hari sudah seperti kucing dan tikus" kekeh Rio
" Reza, berkedip.hihihi" ucap cindy terkekeh pelan
Namun, mereka berdua tak merespon ucapan para tetua. Mereka terus beradu tatapan mata. Perdebatan kali ini terlihat lebih mencekam dari biasanya.
__ADS_1
***
Cuaca hari ini sangat cerah. Sangat cocok untuk bersantai. Fatin tengah duduk disebuah ayunan gantung ditaman rumah. Angin yang berhembus halus, sangat menyejukkan baginya. Fatin terlihat sangat menikmatinys, matanya terpejam sambil terus mengayunkan ayunannya.
Tibat tiba dari arah belakang. Reza tengah mengendap endap menuju kearah Fatin
Duuaarrr
Teriak Reza tepat dibelakang Fatin. Fatin terkejut dan hampir terjungkal, jika tidak dicegah oleh tangan Reza
"Hwwaaaa, " teriak Fatin
"Kakaaaakkkkkkkk.. Awas yaaaa" teriak Fatin
Reza berlari mengelilingi taman. Fatin terus mengejarnya dari belakang sambil mengomelinya. Reza terus berlari dan tertawa keras.
"Kaakkkk. kalo dapet, Fatin hajar pokoknya" teriak Fatin sambil terus berlari
" Coba aja kalo dapet" balas Reza
"Kak Rezaaa. Berhentiii gakkkk" teriak Fatin
"Enggakkk mauuu. weekkk" teriak Reza sambil menjulurkan lidahnya.
Fatin berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya. Berlari beberapa putaran ditaman sungguh menguras tenaga.
"Haahahaha..capek ya" ledek Reza
"Kak reza ngeselin" ketus Fatin
"Mamaaaaaaaaaaaa" teriak Fatin
Reza menutup telinganya mendengar teriakan Menggelegar Fatin.
Dari arah pintu, terlihat cindy berlari kecil menuju kearah Fatin lalu memeluknya.
"Fatin, kamu kenapa sayang. Mana yang sakit" ucap cindy
Fatin hanya memegang dadanya. Sontak cindy semakin panik dibuatnya
"Papaaaaaaaaa" teriak cindy
Reza memutar bola matanya. Ibu dan anak ini tidak jauh beda. Sama sama memiliki suara yang menggelegar
"Mama. Fatin kenapa" ucap Rio
"Mama papa kenapa. Fatin ngos ngosan aja" ucap Fatin
Rio dan cindy membulatkan matanya
"Ya ampun sayang. kamu bikin kita khawatir tau gak" ucap cindy
"Kamu habis ngapain sih kok ngos ngosan" tanya Rio
" Tuh, kak reza bikin ulah lagi" ucap Fatin
"Reza. Sini kamu" ucap Cindy
Reza berjalan mendekat kearah mamanya.
"Anak nakkaaalll" ucap cindy gemas , lalu menjewer telinganya
"Aawwwm. ma, udah ma , udah. Sakit" rengek Reza
"Hahhaah yang keras ma. Biar tau rasa" ledek Fatin
"Terusin ma. Terusin" ucap Rio
Reza meringis sakit, ini adalah sebuah KDRT. Semua orang dengan tega menganiaya nya.
"Maa, Reza terdzolimi" ucap Reza
" makanya kamu tuh jangan usil sama adik kamu" ucap Cindy
Reza menatap tajam kearah Fatin. Fatin membalasnya tak kalah tajam.
Rio dan cindy merasakan kebahagiaan yang semakin berdatangan pada keluarga mereka. Momen momen inilah yang sudah mereka lewatkan cukup lama.
Mereka tidak bisa melihat tumbuh kembang putri kecilnya. Tapi, mereka sangat bahagia. Karena saat ini putri kecil mereka telah kembali dan akan terus bersama dengan mereka.
Bersambung...
***Sorry ya readers. Baru up lagi.
__ADS_1
Gimana nih nuansa tahun baru kemarin. Meriah gak.
Happy New Years ya readers semua***.