
Hari ini adalah hari terakhir proses ujian semester genap di laksanakan. Rasa lega mulai di rasakan oleh siswa/siswi SMA NUSA BANGSA. Karena, satu-persatu beban pikiran mereka mulai berkurang. Karena ini adalah hari terakhir ujian, merekapun di pulangkan lebih awal setelah di berikan pengumuman tentang libur semester. Waktu liburan mereka yaitu satu bulan penuh. Lebih dari cukup tentunya untuk liburan akhir semester ini.
"Wir, nebeng ya.." ucap Fatin sambil mengedipkan sebelah matanya
"Siap nyonya Bos" Sahut Wira sambil mengacungkan jempolnya.
Saat ini di dalam kelas hanya ada Arkhan beserta tiga temannya dan Fatin beserta dua temannya.
"Woy, kalian nggak ada niatan mau liburan gitu" tanya Wira kepada Arkhan dan teman-temannya
Tak ada jawaban dari mereka semua.
"Yakin pada gak mau" tanya Wira sekali lagi
Tapi mereka hanya diam membisu. Entah karena apa sebabnya.
"Udahlah Wir, ngapain di paksa sih. Kalo mereka mau ya biarin liburan sendiri. Yuk balik, capek gue" sambung Fatin dan di beri anggukan setuju oleh Hening
"Ya niat gue kan baik. Tapi kalo mereka nolak ya udah, terserah" sahut Wira sembari menyambar tas ranselnya
"Ayo pulang" ajak Wira
"Gassss keeuunn Bang" ucap Fatin dan Hening bersamaan
"Duluan woy.." teriak Wira kemudian berlalu bersama Fatin dan Hening
Arkhan dan teman-temannya masih terdiam membisu memandang kepergian Fatin dan teman-temannya.
"Sen, ngapa lu diem aja tadi" tanya Rico
"Nggak tahu, gue shock singkat waktu denger Wira ngomong sama kita. Gue pikir mereka marah sama kita-kita" jawab Arsen
"Lah, kita sama bro. Gue juga kaget banget sampek gak bisa berkata-kata" sambung Hans
"Padahal gue pengen banget jawab mau. Tapi gue liat kalian cuma diem. Gue pikir kalian gak suka sama ajakan Wira" ucap Rico
"Gue juga pengen nerima tadi. Tapi gak tahu kenapa, ni mulut gue berat banget mau ngomong" ucap Hans sambil menepuk-nepuk pelan mulutnya
"Ngomong-ngomong, mereka mau liburan kemana ya. Kalo ke Bali, wahh rugi besar kita bro" lanjut Hans
"Gilaa,, bisa mati berdiri gue kalo mereka beneran ke Bali" ucap Rico tak terima
"Ar, lo kok diem aja sih" ucap Hans sambil menatap Arkhan
"Biarin aja, palingan juga dia udah ada rencana liburan sama kekasih pujaannya" sahut Arsen ketus
Arkhan sama sekali tak bergeming.
Ya, semejak Arkhan memilih melupakan Fatin dan kembali bersama Aristia. Hubungan persahabatan mereka sedikit ada kerenggangan. Arsen menjadi sosok yang sangat menentang hubungan Arkhan dan Aristia. Karena menurut Arsen, Arkhan terlalu bodoh dan mudah di perdayai oleh Aristia.
"Gue duluan.." ucap Arsen kemudian berdiri dan memilih berlalu meninggalkan teman-temannya
"Gue mau nyusul bebeb Fatin. Gue mau liburan bareng, lumayan kan. Siapa tahu gratis" ucap Rico kemudian berjalan mengikuti Arsen
"Gue ikut woy, enak banget lo dapet yang gratisan sendiri. Woy tungguin gue Ric" teriak Hans lalu memilih berlari mengejar Rico dan Arsen
Arkhan hanya menatap datar kepergian teman-temannya. Pikirannya tidak tertuju ke arah sana, Arkhan masih memikirkan hubungannya dengan Aristia. Gadis itu kini sedikit berubah, sangat sulit untuk di temui.
\=\=\=\=
Fatin dan teman-temannya sudah sampai di tempat parkir. Saat akan memasuki mobil Wira, tiba-tiba mereka mendengar sebuah teriakan dari arah koridor sekolah.
"Wiraaaa berhenti wooyyy" teriak Rico
"Woyy Ric,, tungguin gue. Gue ikut.." teriak Hans
Hanya Arsen yang tidak ingin membuang-buang tenaganya untuk berlari dan berteriak. Karena sudah di wakilkan oleh teman-temannya.
"Buset, jalan lu udah kek chitah aja. Cepet banget" ucap Rico dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan
"Kenapa sih Ric teriak-teriak gak jelas gitu" ucap Hening
"Gue ikut dong" ucap Rico
Fatin dan teman-temannya mengernyit heran. Ikut? ikut kemana?. Pikir mereka
"Ikut kemana, bukannya lo balik bawa motor" ucap Wira
Rico menghembuskan nafasnya pelan.
"Gue mau ikut liburan maksudnya" ucap Rico
"Gaya lu, tadi gak sok-sokan nolak. Udah telat, gak bisa lagi. Salah lo sendiri tadi di tanya diem aja" sahut Hening
"Bener banget, tadikan lo diem-diem bae tuh pas di tanyain." ketus Fatin
__ADS_1
"Ya sorry lah, gue tuh shock tadi waktu denger kalian ngajak liburan bareng" ucap Rico
"Alesan doang. Udah yuk balik, biarin aja mereka. Mana level sih mereka liburan sama kita" ucap Fatin dingin
"Fa, lo masih marah sama gue. Salah gue apa sih Fa, kenapa Arkhan yang bikin masalah harus gue juga sih yang kena batunya" ucap Rico memelas
"Karena lo temennya!" ketus Fatin
"Udah-udah, kita biarin aja deh mereka ikut Fa. Lo tenang aja, kalo ada yang bikin mood lo hancur disana tunggalin aja gak usah di bawa pulang" ucap Hening
"Fa, kitakan mau liburan. Jadi buang dulu deh emosi lo yang terpendam itu. Lu kan udah move on, jadi biarin ajalah" ucap Wira mencoba membujuk Fatin
Akhirnya Fatin mengangguk setuju.
"Ya udah deh terserah kalian aja" ucap Fatin pasrah
"Seriusan Fa, oh my god thanks banget Fatin" ucap Rico ingin memeluk Fatin namun langsung di hadang oleh Wira
"Mau ngapain lo?" tanya Wira ketus
"Hehehe sorry bro" ucap Rico sambil nyengir gak jelas
Hans yang sedari tadi hanya diam membisu akhirnya angkat bicara juga.
"Gue,,, gue boleh ikut gak" ucapnya ragu-ragu
"Boleh kok Hans" balas Fatin seraya tersenyum manis. "Lo kalo mau ikut juga gak" tanya Fatin kepada Arsen
Arsen memandang Hening sebentar, Hening terswnyum tipis padanya.
"Oke gue ikut" jawab Arsen
"Oke, jadi kita semua berenam ya. Udah fix kan" tanya Wira
Mereka hanya menganggukkan kepala
"Jadi, soal tiket sama tempat tinggal, itu urusan gue. Masing-masing persiapin diri sama barang bawaan aja. " lanjut Wira
"Tiket? emang kita mau liburan kemana" tanya Hans
"Bali.." jawab Hening dan Fatin bersamaan
Rico, Hans dan Arsen sontak membulatkan matanya terkejut.
"Serius lo,,, " ucap Rico
Rico menggeleng keras.
"Ikut dong, gue belum pernah ke Bali asal lo tahu" ucap Rico
"Tapi, lo serius Wir mau nraktir kita" tanya Hans
"Menurut lo, gak usah pikirin itu. Mending lo siap-siap. Lusa kita berangkat" ucap Wira
"Siap bos" jawab Rico dan Hans serentak
"Gue balik dulu, kita ketemu di Bandara lusa" ucap Wira kemudian masuk ke dalam mobilnya dan di ikuti oleh Fatin dan Hening
"Hati-hati bro" teriak Rico
Wira mengacungkan jempolnya dari luar jendela mobil. Perlahan mobil Wira melesat jauh meninggalkan Rico dan teman-temannya.
"Gue juga balik. Ayo Hans" ucap Rico
"Gue juga mau balik kali" sahut Arsen
\=\=\=\=
Seperti biasa, Wira akan mengantar Fatin terlebih dahulu kemudian mengantar Hening.
"Thanks Wir. Gak mampir dulu" ucap Fatin
"Lain kali deh, gue lanjut ya"
"Oke, hati-hati ya" ucap Fatin sambil melambai-lambaikan tangannya
Setelah mobil Wira keluar dari halaman rumah. Fatin langsung masuk ke dalam rumahnya
"Assalamualikum, Bunda. Fatin pulang " teriak Fatin sambil mencari keberadaan Cindy.
"Waalaikumsalam, eh Si Eneng udah pulang. Mau Bibi buatin minum" ucap Bi Ina
"Boleh Bi, Bunda mana " ucap Fatin
"Ada Neng di kamar. Nah itu Nyonya, Bibi permisi dulu Neng" ucap Bi Ina kemudian kembali ke dapur
__ADS_1
Cindy menghampiri putri cantiknya yang sedang duduk manis di sofa.
"Halo sayang, gimana ujiannya. Lancar?" tanya Cindy sembari mengusap rambut putrinya
"Lancar kok Bunda. Kita di kasih waktu sebulan buat liburan akhir semester" ucap Fatin seraya bersandar di dada Cindy
"Ada rencana liburan gak sama temen-temen kamu" tanya Cindy
"Ada Bun, kita mau ke Bali. Boleh gak" ucap Fatin
"Bunda sih boleh-boleh aja. Tapi nanti kamu tanya juga sama Papa dan Abang kamu" ucap Cindy
"Iya Bun"
Dari arah dapur terlihat Bi Ina muncul dan membawa nampan.
"Ini Neng minumannya" ucap Bi Ina
"Makasih Bi" ucap Fatin seraya tersenyum manis
"Iya Neng, Bibi permisi dulu" ucap Bi Ina kemudian kembali ke belakang
Fatin kembali tersenyum dan mengangguk
"Kalo Bunda boleh tahu, kalian cuma pergi bertiga aja" tanya Cindy
Fatin menggeleng pelan
"Enggak Bun, berenam. Sama Rico, Hans dan Arsen" ucap Fatin
"Kok Bunda baru denger nama mereka" ucap Cindy
"Iya Bun, mereka itu sahabat Arkhan, temen sekelas Fatin juga" sahut Fatin
Cindy mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.
"Ya udah, mending kamu bersih-bersih terus istirahat. Udah makan kan" ucap Cindy
"Udah kok Bun. Ya udah, Fatin naik dulu Bun" ucap Fatin kemudian mengecup kedua pipi Cindy
\=\=\=\=
Setelah selesai membersihkan diri, Fatin membaringkan tubuhnya di kasur kesayangannya. Fatin berbaring menatap langit-langit kamarnya, perlahan-lahan Fatin mulai memejamkan matanya.
"Assalamualaikum" ucap Reza dan Rio
"Waalaikumsalam, Papa udah pulang" ucap Cindy sambil mencium punggung tangan suaminya dan mengambil alih tas kerjanya.
"Reza juga pulang loh Bun" ucapnya sambil cemberut
Cindy tersenyum geli melihat putranya yang merasa di acuhkan. Reza mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Cindy.
"Ayo duduk dulu" ucap Cindy
Reza dan Rio mengangguk pelan.
"Papa mau minum apa" tanya Cindy
"Yang dingin-dingin aja Bun" ucap Rio
"Reza samain aja Bun" sambung Reza
"Tunggu bentar ya" ucap Cindy, saat akan berdiri menuju ke dapur. Tangan Cindy di cekal oleh Rio
"Bunda disini aja temenin Papa. Biar Bibi yang ambilin" ucap Rio
Cindy melemparkan senyum manisnya kepada sang Suami. Cindy kembali duduk di samping suaminya
"Bi, tolong bawain jus mangga dua" ucap Reza saat melihat Bi Ina
"Siap Den" teriak Bi Ina
Beberapa saat kemudian Bi Ina telah tiba dengan nampan berisi jus mangganya. Setelah meletakkan di hadapan Reza dan Rio, Bi Ina pamit undur diri.
Reza dan Rio meminum jus mereka.
"Seger banget. Fatin udah pulang belum Bun" tanya Reza
"Udah, lagi istirahat di kamarnya"
"Reza juga masuk dulu Bun, mau istirahat" ucapnya kemudian berlalu menuju ke kamarnya
"Bun, masuk yuk. Pijitin Papa" ucap Rio sambil mengedipkan sebelah matanya
"Papa ih, genit deh." ucap Cindy sambil mencubit lengan suaminya
__ADS_1
Bersambung...
*Hai hai readers, sorry ya author jarang up. Apalagi besok Author udah mulai fokus ujian praktek. Doain biar lulus dengan nilai yang memuaskan ya readers semua*