
Sesampainya dikamar. Fatin langsung berganti pakaian lalu membersihkan diri. Kemudian Fatin merebahkan dirinya dikasur QueenSize nya.
Fatin mengambil ponselnya yang ada dinakas. Lalu menghubungi Orang tuanya.
Beberapa detik menunggu, akhirnya panggilan terjawab dari seberang sana.
"Hallo assalamualikum Bunda"
.....
"Bunda, nanti Fatin sama temen temen mau ke Resto."
"Iya Bunda. Nanti makan di Resto aja."
.....
"Oke. Assalamualaikum Bunda. Muuaacchh".
Setelah memutuskan sambungan teleponnya. Fatin memejamkan matanya sebentar.
Tak terasa, Fatin justru tertidur selama satu jam lamanya. Hingga suara ketukan pintu yang berulang-ulang membuat Fatin akhirnya terbangun dari tidurnya. Fatin berjalan menuju ke arah pintu kamar dan membukanya.
"Ada apa Bi?" tanya Fatin
"Itu Neng, dibawah ada temen-temen Eneng yang udah nunggu dari tadi" ucap Bi Ina
Fatin membulatkan matanya terkejut. Fatin baru menyadari jika Dia memiliki janji dengan teman-temannya untuk mengunjungi restauratnya.
"Astaga Bibi. Fatin lupa, bilangin mereka tunggu sebentar ya,Bi. Fatin mau siap-siap dulu" ucap Fatin
Bi Inapun mengangguk patuh. Beliau bergegas turun kebawah untuk menemui teman-teman Fatin. Fatin juga langsung menutup pintunya dan bersiap siap untuk menemui teman-temannya di bawah.
"Ditunggu sebentar ya Mbak Hening dan Mas Wira. Neng Fatin lagi siap siap" ucap Bi Ina
"Iya Bi" jawab mereka bersamaan
"Mau minum apa Mas dan Mbaknya. Biar Bibi bawakan" ucap Bi Ina
"Yang dingin dingin aja Bi, boleh apa aja" jawab Wira
Bi Inapun mengangguk paham dan segera menuju ke arah dapur. Beberapa saat kemudian, Bi Ina datang lagi dengan membawa nampan yang berisi sepiring kue dan dua gelas minuman dingin.
"Silahkan diminum" ucap Bi Ina
"Makasih Bi" ucap Hening seraya tersenyum kecil
Bi Ina mengangguk pelan lalu permisi untuk kembali ke dapur.
Beberapa saat menunggu, akhirnya Fatin turun juga dengan setelan santainya namun masih terlihat sopan. Fatin langsung duduk bergabung bersama teman-temannya.
"Sorry ya, udah nunggu lama. Gue ketiduran tadi" ucap Fatin sambil tersenyum kecil
"Ya udah gak papa. Kita jalan sekarang aja" ucap Wira
Fatin dan Hening mengangguk setuju. Setelah berpamitan kepada Bi Ina, Fatin dan teman-temannya bergegas menuju ke Restaurant milik Fatin. Setelah menempuh waktu 45 menit. Akhirnya, mobil yang dikendarai oleh Fatin dan teman-temannya sampai didepan Restaurant.
"Si Bos jalan duluan" ucap Hening mempersilahkan
__ADS_1
Fatin hanya mengangguk pelan lalu berjalan di depan Wira dan Hening. Fatin mulai memasuki area lantai satu Restauran itu. Suasananya tampak ramai, Fatin melihat seluruh pegaiwainya bekerja dengan baik. Salah satu pelayan yang menyadari kedatangan Fatin langsung bergegas menemui Manager restaurant itu.
Manager restaurant yang melihat Fatin sedang berkeliling-keliling langsung datang menghampirinya.
"Permisi Bu, maaf saya terlambat menyambut kedatangan Anda." ucap Manager itu
"Iya tidak apa-apa. Kalau saya boleh tahu, apakah Bapak Manager disini" tanya Fatin
"Iya Bu, Saya Manager disini.Perkenalkan nama saya Ronald, kalau Ibu mau melihat-lihat sebentar. Mari saya antar" ucap Manager mempersilahkan.
Fatin hanya mengangguk singkat seraya menampilkan senyum manisnya.
Ronald itu membawa Fatin melihat lihat keadaan sekitar restaurant itu. Setelah puas berkeliling-keliling, Fatin memutuskan untuk menuju ke area lantai satu. Ronald dengan senang hati membawa Fatin ke meja yang telah disediakan.
"Silahkan duduk Bu, Saya akan panggilkan waiters untuk mencatat pesanan Ibu" ucap Ronald
"Silva" panggil Manager itu
"Ada yang bisa saya bantu Pak" tanya Silva
"Kamu tolong layani Ibu Fatin. Kamu tahu kan, Beliau adalah pemilik baru dari Restaurant ini" ucap Ronald
Silvapun mengangguk paham.
"Kalau begitu saya permisi dulu Bu" ucap Ronald
"Iya, terima kasih sudah menemani saya melihat-lihat tadi" ucap Fatin ramah
"Sama-sama Bu" ucap Ronald kemudian menunduk sopan sebelum meninggalkan meja tempat Fatin
"Ibu mau pesan apa" tanya Silva sopan
Wira dan Hening hanya melongo mendengar ucapan Fatin.
"Baik Bu, mohon tunggu sebentar. Saya permisi" ucap Silva sopan
Fatin hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan kepalanya.
"Buset Fa, lo laper atau apa. Banyak banget pesennya" ucap Hening
Fatin hanya menyengir kuda mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Hening.
"Gue laper banget belum makan nasi seharian ini" jawab Fatin. "L11agian kan ada kalian berdua buat bantu ngabisin makanannya" lanjut Fatin sambil terkekeh pelan
"Santai Fa, Gue siap kok buat bantuin Lo. Bila perlu Gue bungkus bawa pulang" saut Wira
"Suka-suka kalian berdua deh" ucap Hening pasrah
Beberapa saat kemudian, meja yang ditempati oleh Fatin dan teman-temannya sudah di penuhi oleh berbagai jenis makanan yang lezat. Tanpa menunggu lagi mereka mulai melahap satu-persatu makanan yang ada disana sampai habis.
"Alhamdulillah, Baim kenyang ya Allah" seru Wira sambil menyenderkan badannya dikursi.
"Habiskan makanannya Ning. Lo sih gak percaya kalo kita lagi laper parah" ucap Fatin
Hening tersenyum kecil seraya mengangguk singkat.
"Gue gak nyangka kalo gue bisa ngabisin ini semua. Abisnya enak enak banget sih makanan disini, kan sayang kalo sisa" ucap Hening sambil nyengir kuda
__ADS_1
"Gue udah kenyang nih. Cabut yuk" ucap Wira
"Ayo, gue juga udah capek banget habis keliling-keliling tadi" saut Fatin
"Eh tunggu dulu, terus ini siapa yang mau bayar" tanya Hening
Wira dan Fatin melongo tak percaya mendengar pertanyaan Hening.
"Lo lupa ya, inikan punya Fatin. Jadi ngapain harus bayar" ucap Wira
"Ada-ada aja Lo Ning" ucap Fatin sambil tersenyum geli
Sebelum kembali ke rumah, Fatin meminta Silva untuk memanggilkan Manager Ronald.
"Pak Ronald, saya ingin berterimakasih kepada Anda. Karena Anda telah mengelola reataurant ini dengan baik. Satu pesan saya, layani para tamu dengan baik. Jangan pernah memandang siapa mereka, dan jangan lalai dengan kehigienisan makanan dan tempat tempat sekitar. Karena itu akan menjadi poin penting bagi orang yang memandang." ucap Fatin
"Baik Bu, saya akan selalu mengingat pesan Ibu." ucap Ronald sopan
"Baikhlah kalau begitu. Saya permisi dulu" ucap Fatin
"Mari saya antar Bu" ucap Ronald
"Oh tidak perlu Pak Ronald, terimakasih. Saya akan pergi sendiri, Anda bisa kembali melanjutkan aktivitas yang tertunda tadi" tolak Fatin ramah
Manager Ronald hanya mengangguk patuh. Setelah Fatin dan teman-temannya menghilang dari balik pintu. Ronald bergegas kembali ke ruangannya.
Diperjalanan pulang, tidak ada perbincangan sedikitpun di antara mereka bertiga. Wira yang sibuk menyetir, sedangkan Fatin dan Hening hanya duduk sambil memejamkan mata. Mungkin karena kelelahan seharian melakukan aktivitas yang panjang. Di tambah lagi dengan kondisi perut mereka yang kenyang, membuat mereka tidak ingin melakukan apa apa lagi.
Wira memutuskan untuk mengantar Fatin terlebih dahulu. Setelah itu, mobil Wira kembali melesat menuju ke arah rumah Hening. Setelah mengantarkan kedua sahabatnya dengan selamat. Wira memutuskan untuk langsung kembali ke rumahnya untuk beristirahat. Sesampainya dirumah, Wira langsung meminta Satpam dirumahnya untuk memarkirkan mobilnya. Wira langsung bergegas masuk kedalam rumahnya dan kemudian menaiki tangga menuju kamarnya. Tanpa basa-basi Wira langsung merebahkan tubuhnya dikasur kesayangannya. Rasa letih yang dirasakan olehnya, membuatnya langsung terlelap ke dalam dunia bawah sadarnya.
Hari berganti malam, tapi Fatin belum juga bangun dari tidurnya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 19:30 saatnya untuk makan malam.
Di meja makan sudah ada Cindy, Rio dan Reza. Mereka masih menunggu Fatin untuk makan malam bersama. Tapi sepertinya tak ada tanda-tanda bahwa Fatin akan turun untuk makan malam bersama.
"Reza, coba kamu panggil Adik kamu. Sepertinya dia ketiduran" perintah Rio
"Iya Pa" jawab Reza, kemudian langsung berdiri dan beranjak menuju ke kamar Fatin.
Di ketuknya pintu kamar Fatin berulang-ulang. Namun tidak ada jawaban dari dalam. Rezapun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Fatin. Untungnya, Fatin tidak mengunci pintu kamarnya.
"Ah, kenapa gak dari tadi aja Gue masuk ke dalam. Gak usah capek-capek buat ngetuk pintu" gumam Reza
Saat Reza memasuki kamar Fatin, ternyata benar dugaan Papanya. Fatin masih terlelap di dalam tidur nyenyaknya. Reza menuju kesamping ranjang Fatin dan mengguncangkan tubuhnya perlahan untuk membangunkan Fatin.
"Fatin, bangun Fa. Kita makan malam dulu, nanti baru tidur lagi" ucap Reza seraya menggoncangkan tubuh Fatin
Fatin melenguh sebentar kemudian mengerjapkan matanya perlahan.
"Abang, udah jam berapa sekarang" tanya Fatin sambil mengucek-ngucek kedua matanya
"Udah waktunya makan malam Fa. Buruan cuci muka dulu terus kita turun" ucap Reza
Fatinpun mengangguk patuh. Fatin bergegas turun dari tempat tidurnya dan menunj ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian Fatin keluar dengan keadaan yang sedikit fresh, tidak sekusut tadi.
"Ayo" ajak Reza sambil menarik tangan Fatin. Fatin terus mengikuti langkah Reza sampai di meja makan.
Setelah kedatangan Fatin dan Reza, mereka langsung melaksanakan kegiatan makan malam. Suasana di meja makan tampak sunyi, tidak ada yang membuka suara sedikitpun. Setelah selesai makan malam, Fatin berpamitan kepada kedua orang tuanya dan Reza untuk kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like, komen dan vote karya Aku ya Readers.