
FLASHBACK
POV ARKHAN
Siang hari yang terik, seorang pria muda sedang terbaring lemas dipinggir jalan. Dengan Bercak bercak darah yang sudah sedikit mengering di beberapa bagian tubùhnya. Pria itu merupakan korban tabrak lari. Memang tidak terlalu parah, namun karena tubuhnya yang kurang Fit membuatnya menjadi lemas. Dia berharap ada seseorang yang datang menolongnya. Namun, karena jalanan itu jarang dilewati oleh masyarakat tidak ada seorang pun yang mengetahui bahwa ada korban tabrak lari disana.
Tiba tiba seorang gadis yang sedang berjalan kali dengan menenteng tas belanjaan bulanan melintas di jalanan itu. Dia sontak terkejut, beberapa meter dari tempatnya saat ini ada seorang pria yang sedang terkulai lemas. Kendaraan yang ditumpanginya ambruk tak jauh dari tempatnya. Gadis itu mempercepat jalannya menuju orang itu.
"Ya Allah, Mas..mas bangun mas.."Ucap gadis itu saat mencoba menyadarkan pria itu.
Merasa mendengar sebuah suara, pria itu perlahan membuka matanya. Dia tersenyum kecil saat melihat sosok gadis cantik sedang berada dihadapannya.
"Apakah ini malaikat maut yang akan menjemputku.?Mengapa cantik sekali"Batin pria itu
"Apa aku sudah mati" ucap pria itu sembari tersenyum
"Hey, mengapa kau tersenyum. Kamu masih hidup. Jangan kamu pikir aku ini malaikat maut yang akan menjemputmu"Ujar gadis itu kesal
"Bangunlah, luka kecil seperti ini saja membuatmu tak berdaya seperti jatuh dari gedung seribu tingkat"ucap Gadis itu
Perlahan tangan gadis itu terulur membantu pria itu bangun.
"Biar kubantu membersihkan lukamu ya" ucap gadis itu
"Aku kebetulan tadi mampir untuk membeli beberapa obat obatan." Ucap Gadis itu
"Aku tidak bertanya"Jawab pria itu
Gadis itu memonyongkan bibirnya. Sebenarnya Ia merasa kesal. Tapi karena mengesampingkan egonya, Dia tetap menolong pria itu.
"Sudahlah, tutup mulutmu. Jangan membuatku kesal"Ketus Gadis itu.
Perlahan Gadis itu mulai menuangkan alkohol ke kapas yang ada ditangannya dan membersihkan luka pria itu. Gadis itu melakukannya dengan telaten. Tak ada satupun luka yang terlewatkan olehnya. Pria itu tersenyum simpul melihat keseriusan gadis yang sedang mengobati lukanya itu.
"Oke, kita finishing ya" ucap gadis itu saat mengeluarkan beberapa handsplast dari tas belanjaanya
"oke siap" ucap gadis itu
__ADS_1
Pria itu hanya terdiam memandang wajah gadis itu.
"Apakah kau ak berniat mengucapkan terima kasih padaku karna telah menolongmu" Tutur gadis itu
"Siapa namamu" ucap pria itu singkat
Gadis itu membulatkan matanya.
"Apa maksudmu. Hemm, namaku Fatin. Siapa namamu". Ucap Fatin
Namun pria itu hanya diam membisu. Fatin semakin kesal melihat tingkah pria menyebalkan dihadapannya itu.
"Baiklah karna kau terlihat baik baik saja. Aku permisi dulu. Sampai jumpa" ucapnya lalu berdiri dan perlahan melangkahkan kalinya
Pria itu memandang punggung Fatin yang perlahan mulai memghilang dari pandangannya.
"Terimakasih fatin.Kita akan bertemu lagi" gumam Pria itu
****
Saat ini Arkhan sedang berjalan jalan disekitar taman dekat kompleks tempat tinggalnya. Tiba tiba diat melihat seorang nenek nenek yang sedang berusaha menyebrangi jalanan yang terlihat ramai. Tetapi, beberapa saat kemudian seorang gadis menghampiri nenek tua itu dan membantunya menyebrangi jalan. Awalnya wajah gadis itu tak terlihat. Namun saat sampai di seberang jalan yang tak jauh dari tempat Arkhan berdiri, wajah gadis itu mulai terlihat jelas.
Gadis itu. Bukankah dia adalah gadis yang menolongku waktu itu. Ya, dia Fatin gadis penolongku.Ternyata selain cantik dia memiliki hati yang tulus. Sepertinya kita berjodoh, karena kita ternyata bertemu lagi. Batin Arkhan*
Arkhan terus memperhatikan gerak gerik Fatin. Arkhan tersenyum saat melihat Fatin tersenyum. Menurutnya senyum itu sangat manis dan sayang diperlihatkan pada semua orang.
Arkhan mulai berangan angan tentang Fatin. Hingga tanpa sadar Fatin ternyata sudah pergi dari sana.
Saat melihat Gadis itu menghilang, Arkhan memutuskan untuk kembali kerumah.
Didalam kamarnya, Arkhan terus berguling guling sambil mengingat awal pertemuan nya dengan Fatin. Gadis cantik dan baik hati yang mampu mencuri perhatian seorang Arkhan. Padahal Arkhan terkenal dengan sosok yang dingin dan cuek terhadap wanita.
Arkhan mulai memejamkan matanya dan membayangkan senyuman manis Fatin menghiasi mimpi indahnya nanti. Hingga lama kelamaan Arkhan mulai terbuai dalam tidur nyenyaknya.
****
Pagi pagi sekali Arkhan sudah bersiap siap untuk pergi ke sekolah. Karna ini adalah hari pertamanya di sekolah baru dengan julukan baru. Arkhan berangkat diantarkan oleh supir Ayahnya. Sesampainya Disekolah SMA NUSA BANGSA Arkhan bergegas masuk kedalam.
__ADS_1
Karena saat ini mereka berada dalam suasana Orientasi Siswa Baru. Tentu saja pakaian yang digunakan oleh anak anak baru itu terlihat norak. Terkecuali para pria, mereka hanya diminta menggunakan setelan baju hitam putih dan kacamata hitam. Entah apa maksud nya, tapi itu membuat Arkhan PD dengan penampilannya.
Saat sedang mendengarkan ceramah dari senior mereka. Tiba tiba ada tiga orang calon siswa baru yang dipanggil kedepan. Awalnya Arkhan tidak memperhatikan itu, tapi saat seseorang memperkenalkan dirinya sontak Arkhan langsung menatap kedepan. Dan ya, itu Fatin. Gadis penghuni baru di hatinya.
Arkhan tersenyum penuh arti, karena ini adalah ketiga kalinya pertemuan mereka. Arkhan semakin yakin untuk mendekati gadis itu.
Fatin beserta dua orang yang lain diminta untuk mempraktekkan 10 jenis ketawa dan ekspresi nya. Arkhan terkekeh kecil mendengar jawaban polos dari Fatin. Saat melihat Fatin yang mulai mempraktekkan sepuluh jenis ketawa membuat Arkhan semakin terkekeh dibuatnya. Entah mengapa melihat tingkah Fatin seperti itu membuatnya terlihat lucu dan menggemaskan.
Tidak sampai disitu pertemuan antara Arkhan dan Fatin. Karena ternyata mereka juga ditempatkan di satu kelas yang sama. Arkhan tentu merasa bahagia, karena dia akan semakin dekat dengan Fatin.
Namun kedekatan Fatin dengan seorang pria membuat Arkhan sedikit merasa cemburu. Karena baginya , hanya Dia yang boleh berada didekat Fatin dan tertawa bersamanya.
Hari hari yang dijalani Arkhan semakin berwarna. Karna kehadiran Fatin disisinya. Mungkin Fatin melupakan tidak mengingat Arkhan, karena penampilannya waktu itu dengan sekarang sangat berbeda 180°. Jelas saja Fatin tak mengenali wajah Arkhan. Tapi tidak bagi Arkhan. Tentu dia sangat mengingat jelas wajah gadis cantik dan baik hati yang telah menolongnya beberapa waktu lalu.
POV FATIN
Dibawah terik matahari, aku terus berjalan menyusuri jalanan sepi. Sebenarnya aku sedikit ciut saat melewati daerah ini, karena jalanan ini cukup sepi dan jarang dilewati oleh masyarakat. Tapi karena aku harus cepat sampai kerumah, dengan terpaksa aku harus melewati jalan ini.
Beberapa meter didepan aku melihat sebuah pemandangan mengejutkan. Ada seorang pemuda yang sedang terbaring dengan sebuah motor yang juga ambruk tak jauh dari tempatnya. Aku menduga itu adalah korban tabrak lari. Akupun mempercepat langkahku. Aku terkejut melihat keadaan pria itu. Lukanya terbilang biasa saja, namun mengapa dia sampai lemas begini.
Tanpa pikir panjang aku langsung mencoba menyadarkan pria itu. Untungnya dia perlahan membuka matanya. Hatiku sedikit lega karena ternyata dia masih hidup. Aku memandangi wajah pria itu. Sangat tampan dan mulus, alisnya yang tebal, bibirnya yang seksi. Aahh aku benci pikiranku.
Aku tertegun saat dia mengucapkan bahwa aku adalah malaikat pencabut nyawa. Aku sempat kesal dibuatnya, tapi karena rasa simpatik aku tetap menolongnya.
Tanpa pikir panjang aku mulai membantunya bangun. Aku dengan telaten mengobati lukanya. Jantungku berdegup kencang saat wajahku hanya berjarak beberapa centi dengan wajahnya. Untuk menghilangkan kegugupanku aku terus mempercepat mengobati lukanya. Tapi sialnya pria itu justru terus menatap wajahku. Aku semakin salah tingkah dibuatnya. Debaran jantungku semakin tidak terkontrol.
Saat lukanya sudah selesai kubersihkan, bukannya dia mengucapkan terima kasih justru malah menanyakan namaku. Aku sempat kesal namun dengan senang hati menyebutkan namaku. Sesaat aku terbuai dengan tatapan matanya yang tajam, mata indah, bulu mata lentik, sungguh membuatku tak berdaya. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi setelah kurasa dia mulai baik baik saja. Aku perlahan membalikkan tubuhku dan mulai tersenyum sambil memegangi dadaku yang berdebar sangat kencang.
Aahh pria itu. sungguh tampan, wajahnya membuatku jatuh hati. Aku berjanji, jika kita diperemukan kembali aku dengan senang hati menyambutmu dihatiku. Gumam Fatin dalam hati
Tak disangka, setelah beberapa waktu dari kejadian itu. Ternyata mereka kembali diperemukan disekolah dan kelas yang sama. Itu membuat Fatin semakin yakin untuk memantapkan hatinya. Fatin sudah mencintai pria itu sejak awal pertemuan mereka.
Setiap hari, Fatin selalu mencuri curi pandang ke arah pria tampan yang diketahuinya bernama Ibadilla Al Arkhan. Nama yang sesuai dengan wajah tampannya.
FlashBack off
*Bersambung....
__ADS_1
Sekian dulu ya readers, otak Author lagi beku😆gak bisa mikir*...