
Setelah menjalani istirahat penuh selama satu hari. Saat ini adalah waktunya untuk Arkhan dan Fatin melaksanakan perlombaan.
Sebuah mobil jemputan, telah menunggu mereka di loby hotel. Arkhan, Fatin dan Bu Titin berjalan menuju ke arah mobil.
Mereka menempuh waktu 30 menit untuk sampai di gedung tempat pelaksanaan acara tersebut.
Mereka disambut oleh para staf gedung tersebut. Karena ini adalah Olimpiade tingkat Nasional, beberapa pejabat tinggi dan pengusaha pengusaha besar ikut menghadiri acara tersebut.
Disebuah ruangan yang luas, puluhan jejeran kursi telah diisi oleh para siswa berpestasi yang mewakili sekolah masing masing.
Setelah memdengarkan sambutan dari ketua Pelaksana dan penanggung jawab. Seluruh peserta di giring ke sebuah ruanagan yang akan menjadi tempat perlombaan.
Setiap sekolah diwakili oleh dua orang. Terdapat tiga sesi perlombaan. Ketegangan sangat terasa disetiap sesinya. Di sesi pertama Fatin dan Arkhan berada dinomor urut ke tiga dengan jumlah nilai 1740, nomor urut kedua diisi diraih oleh SMA Alexander Jaksel, Dan di nomor urut pertama diraih oleh SMA PELITA HARAPAN. Di sesi pertama, beberapa sekolah tersingkirkan. Hanya tersisa 6 dari 12 sekolah yang mengikuti lomba.
Di sesi kedua, ketegangan semakin melanda seluruh peserta. Disesi ini, soal soal yang diberikan memuat beberapa bahasa, yaitu indonesia, inggris, dan Jerman.
Fatin semakin gugup saat Soal mulai dibacakan. Arkhan terus menggenggam tangan Fatin untuk memberikan semangat. Jumlah soal disesi kedua adalah 15 soal. Fatin dan Arkhan berhasil menjawab 90%.
Tiga sekolah yang berada diurutan 4,5 dan 6 harus terelimimasi. Yang tersisa hanya tiga sekolah yang sama sama memiliki perwakilan yang tak bisa diragukan. Posisi akhir sesi kedua berpindah. SMA ALEXANDER JAKSEL berada diurutan 1 dengan jumlah nilai 1450, SMA PELITA HARAPAN urutan 2dengan jumlah nilai 1430 dan SMA NUSA BANGSA urutan ke 3 dengan jumlah nilai 1425.
Sebelum memasuki Babak Final. Seluruh peserta diberikan waktu 30 menit untuk istirahat. Arkhan dan Fatin turun dari panggung dan menghampiri Bu Titin.
Bu Titin tersenyum dan memeluk dua siswa siswi nya itu.
"Ibu bangga sama kalian. Kalian harus semangat, jangan terlalu dipaksakan. Meskipun kalian keluar dengan juara 3. Tapi kami semua tetap bangga sama kalian berdua. Karena kalian berhasil mengalahkan sekolah sekolah lain.
Fatin dan Arkhan mengangguk dan tersenyum.
"Arkhan, aku takut kita gagal dapet juara 1" bisik Fatin
"Tenang aja. Kamu denger kan yang diucapin sama Bu titin tadi. Kita harus semangat, jangan pesimis" bisik Arkhan
Fatin mengangguk samar. Arkhan yang melihat kegelisahan diraut wajah Fatin. Perlahan menggenggam tangannya untuk menyalurkan semangat. Fatin tak menolak genggaman Arkhan.
Waktu istirahat telah usai, saatnya seluruh peserta kembali ke atas podium untuk melaksanakan Babak Final. Babak yang sangat menegangkan bagi seluruh peserta tidak terkecuali para penonton. Mereka juga ikut merasakan ketegangan itu.
Bu Titin memberikan semangat kepada dua siswanya.
**
Ditempat lain, Di SMA NUSA BANGSA, seluruh warga sskolah dikumpulkan di Aula sekolah untuk memyaksikan Babak Final perjuangan dari Arkhan dan Fatin. Mereka menyaksikan ketegangan disana melalui Video Call yang disambungkan ke proyektor.
**
Arkhan dan Fatin saling memandang dan memberikan semangat. Tangan mereka bertumpukan di atas tombol alarm.
Dibabak Final, hanya akan ada 5 soal yang dibacakan. Mereka harus mejawab dengan tepat tanpa kurang sedikit pun. Jawaban yang tepat akan mendapatkan 100 poin. Jika jawaban salah atau meleset, poin dikurangi 200. Setelah selesai membacakan peraturan peserta, pembaca soal mulai membacakan soal pertama.
Saat soal pertama mulai dibacakan, Fatin merasakan degupan jangtungnya. Arkhan menggenggam tangan erat tangan Fatin yang berada di atas tombol alarm.
__ADS_1
Di Aula SMA NUSA BANGSA, orang orang yang berada disana juga merasakan ketegangan saat soal pertama mulai dibacakan.
Soal pertama dibacakan.....
teetttt
Bel dari SMA PELITA HARAPAN berbunyi. Mereka berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat dan mendapatkan poin 100. Suara tepuk tangan penonton meramaikan suasana ruangan itu.
Soal kedua dibacakan......
teettt
Bel dari SMA PELITA HARAPAN kembali berbunyi. Mereka menjawab dengan tepat dan mendapatkan poin 100. Suara tepuk tangan penonton kembali terdengar
Total poin sementara adalah
SMA NUSA BANGSA 0
SMA PELITA HARAPAN 200
SMA ALEXANDER JAKSEL 0
Soal ketiga mulai dibacakan....
Tettt
Bel dari SMA NUSA BANGSA berbunyi. Arkhan menjawab pertanyaan itu dengan tepat. Mereka mendapatkan poin 100.
Arkhan memandang Fatin lekat lekat dan tersenyum. Fatin menganggukkan kepala
Soal ke empat mulai dibacakan...
Tettt
Bel dari SMA ALEXANDEE JAKSEL berbunyi. Mereka menjawab dengan tepat dan mendapatkan poin 100.
Saat ini adalah saat saat yang sangat menegangkan. Karena jika SMA PELITA HARAPAN berhasil menjawab dengan benar, maka mereka akan keluar sebagai juara 1. Jika SMA NUSA BANGSA berhasil menjawab dengan tepat, maka kedudukan mereka seri dengan SMA PELITA HARAPAN.
Soal Terakhir mulai dibacakan...
*Tetttt
Tettt*
Bel dari SMA NUSA BANGSA dan SMA PELITA HARAPAN BERBUNYI BERSAMAAN.
Setelah berdiskusi dengan para juri. Pembawa acara mempersilahkan untuk SMA PELITA HARAPAN menjawab lebih dulu.
Di Aula SMA NUSA BANGSA, semua orang berdoa agar jawaban dari SMA PELITA HARAPAN meleset. Kesunyian melanda ruangan aula itu.
__ADS_1
Fatin merasakan jantungnya berdegup kencang. Ini adalah detik detik kekalahan yang mungkin terjadi
Saat SMA PELITA HARAPAN menjawab, ternyata jawaban mereka meleset.
Suara riuh piruh tepuk tangan dan teriakan bahagia terdengar di Aula SMA NUSA BANGSA.
Saatnya kesempatan menjawab diserahkan kepada SMA NUSA BANGSA. Arkhan dan Fatin mendiskusikan jawaban mereka. Saat mendengarkan jawaban dari Arkhan dan Fatin, para juri terdiam sejenak.
Arkhan dan Fatin saling menggenggam tangan. Ketegangan yang sama terjadi di sekolah Fatin.
Selamat, SMA NUSA BANGASA mendapatkan 100 poin.Suara pembawa acara
Fatin bersorak bahagia mendengar jawaban mereka tepat. Seluruh siswa dan guru yang menyaksikan acara itu lewat proyektor ikut bersorak bahagia.
Tapi ketegangan tidak berhenti sampai disitu. Karena saat ini, kedudukan antara SMA NUSA BANGSA dan SMA PELITA HARAPAN seri.
Mereka mendapatkan soal tambahan untuk menentukan pemenang dari perlombaan tersebut.
Fatin meremas kuat tangan Arkhan. Tangannya bergetar, keringat bercucuran didahi Fatin. Arkhan mengusap pelan tangan Fatin.
"Santai aja. Jangan tegang" ucap Arkhan mencoba menenangkan Fatin.
Fatin mengangguk pelan.
Pembawa acara mulai membacakan soal rebutan untuk kedua tim. Setelah selesai membaca soal, masing masing tim belum ada yang membunyikan belnya. Mereka masih terus berdiskusi mencari jawaban yang tepat untuk menjawab soal itu.
Fatin dan Arkhan telah selesai mengerjakan soal itu. Sebelum menjawabnya, mereka meneliti kembali jawaban itu.
Setelah yakin Arkhan dan Fatin menekan tombol bel mereka bersamaan.
teetttttt
Fatin mulai membacakan jawaban milik timnya. Para juri mulai mendiskusikan jawaban Fatin.
Di Aula SMA NUSA BANGSA, keluarga Fatin yang baru datang ikut merasakan ketegangan detik detik kemenangan anak mereka. Mereka berdoa dalam hati.
Cukup lama para juri mendiskusikan jawaban itu. Sebelum akhirnya mike pembawa acara mengeluarkan suara.
*Selamat kepada SMA NUSA BANGSA. JAWABAN KALIAN BENARRRRRR...
Suara ramai tepuk tangan dan sorak gembira memenuhi ruangan itu. Ditempat lain, keluarga Fatin dan Arkhan beserta teman teman dan guru guru SMA NUSA BANGSA. Mereka ikut bersorak gembira atas kemenangan yang berhasil diraih oleh Fatin dan Arkhan*.
Fatin dan Arkhan tersenyum bahagia. Akhirnya, perjuangan mereka tak sia sia.
Setelah memberikan selamat kepada sesama tim lawan. Fatin dan Arkhan menyampaikan kesan dan pesan mereka.
Cindy yang menyaksikan keberhasilan putrinya, tersenyum bahagia sekaligus haru. Tangis bahagianya tak mampu dibendung lagi. Reza memeluk erat bundanya.
Hening dan Arkhan tertawa, tersenyum, menangus, dan berpelukan bersama. Mereka bangga terhadap Fatin.
__ADS_1
****
Bersambung....