Anak Titipan

Anak Titipan
chapter 05 Cinta Bersemi


__ADS_3

Skip Di Kelas


Mereka bertiga berjalan memasuki ruang kelas. Fatin berjalan dengan tertatih tatih di bopong oleh Wira dan Hening. Sesampainya di kelas, Arkhan yang melihat Fatin mulai memasuki kelas dengan gerakan cepat berjalan menuju Fatin dan mengambil alih dari Wira dan Hening untuk membawa Fatin duduk di tempatnya.


Fatin yang melihat Arkhan mulai datang menghampirinya dan membantunya untuk duduk di tempatnya, merasakan bagai berjuta kupu kupu sedang beterbangan di hatinya. Wajahnya bersemu merah menambah rona kecantikannya. Diam diam Fatin tersenyum kecil mendapatkan perhatian dari Arkhan.


" Pelan pelan aja Fatin" ucap Arkhan sambil mendudukan fatin dengan perlahan lahan.


" Makasih ya Ar, aku gatau lagi gimana caranya buat bales kebaikan kamu" Ucap Fatin sambil mengulum senyumnya


Arkhan hanya tersenyum kecil dan mengusap lembut kepala Fatin. Wajah Fatin semakin bersemu merah menerima perlakuan manis Arkhan.


Disisi lain Prety yang melihat pemandangan memuakkan itu diam diam mengepalkan tangannya menahan emosi yang semakin menggebu. Kebenciannya terhadap Fatin semakin mendarah daging. Prety merasa Fatin telah merebut Arkhan dari pelukannya. Karena dia dan Arkhan sudah berteman sejak kecil. Dulu Arkhan selalu memperhatikan Prety dalam segala hal. Apapun akan Arkhan lakukan untuk prety. Tapi, semenjak Fatin muncul ke dalam kehidupan mereka, Arkhan mulai berubah. Arkhan selalu mengabaikan Prety dan lebih memilih memperhatikan Fatin Sigadis Sok polos itu. Terlebih lagi saat Arkhan yang selalu memberikan perlakuan manis kepada Fatin. Itu membuat emosi Prety semakin membara.


" Beb, Lo liat deh Si sok polos itu, pinter banget cari perhatian Arkhan" ujar Fadila memprovokasi Prety


Prety mengepalkan tangannya " Kita liat aja, Apa yang bakal gue lakuin ke Dia. Berani beraninya dia ngerebut Milik Gue" Ucap Prety dengan menahan gairah emosinya


Hening dan Wira mengulas senyum mereka saat melihat perhatian Arkhan kepada sahabat mereka itu.


"Makasih ya Ar udah Bantuin sahabat kita" Ucap Hening


"Iya Ar, thanks banget ya lo udah bantuin Fatin tadi" Lanjut Wira


Arkhan memberikan senyum manis untuk dua sahabat gadis pujaannya ini. " Santai aja, gue ikhlas kok bantuin Fatin" ucap Arkhan sambil memandang Fatin dengan tatapan penuh cinta


Saat mereka semua sudah duduk ditempat masing masing, seorang Guru masuk ke kelas mereka untuk memberikan pelajaran hari ini.


Teeetttt,,,


Tanda berakhirnya kegiatan belajar mengajar hari ini telah selesai. Seluruh Siswa siswa berjalan dengan teratur meninggalkan kelas mereka. Kecuali Fatin, Wira ,Hening , Prety dan Fadila.


" Fatin kamu tunggu bentar yaa,, aku mau balikin buku dulu ke perpus. Wira lo jagain Fatin yaa ,,tungguin gue disini jangan ditinggal . Awas loo" Ucap Hening kepada Fatin dan Wira. Fatin menganggukkan kepala tanda setuju


Wira memutar bola matanya malas, melihat sahabatnya ini yang selalu melontarkan nada ancaman untuknya.


Tiba tiba Wira merasakan sesuatu memaksa untuk keluar dari dalam tubuhnya. "Fatin, aku tinggal ke toilet sebentar gapapa yaa, Aku kebelet banget nih Tin, sumpaah(mengankat 2 jarinya dengan wajah memelas)" ucap Wira


Fatin hanya geleng geleng melihat tingkah laku Wira "Iya iya gapapa kok. Kamu hati hati ya" Ucap Fatin


Karna sudah tidak tahan, Wira langsung berlari tanpa mendengarkan ucapan Fatin.


Tinggalah dikelas hanya tersisa Fatin , Prety dan Fadila. Prety yang melihat keadaan sudah aman tidak menyia nyiakan kesempatannya untuk menghampiri Fatin.


Braakkk


Gebrakan meja yang dilakukan oleh Prety memecah lamunan Fatin.


" Heh, lo kasih apa sih buat Arkhan. Sampek dia mau mau aja bantuin cewek munafik kek Lo" Sarkas Prety


Fatin mendang wajah prety dengan tatapan bingung.


" Maksud kamu apa , aku gak ngelakuin apa apa kok ke Arkhan" Ucap Fatin


"Gak usah sok polos deh lo! Pasti lo yang duluan godain Arkhan kan. Makanya sekarang dia deket sama lo. Dasar Bitc*" Ketus Fadila


Fatin terdiam menahan rasa sakit didadanya sambil meremas ujung roknya .

__ADS_1


Tiba tiba Prety langsung menarik rambut Fatin dengan kerasnya. Fadilla dengan sigap langsung menyiram wajah Fatin dengan botol air yang ada di tangannya.


Fatin meringis kesakitan mendapat perlakuan kejam dari Prety dan Fadilla. " Lepasin aku, Sa sakit prety ,saaakiitt. Hiks hiks" Ucap Fatin


Prety semakin mengencangkan pegangannya pada rambut panjang Fatin. "Ini tu belum sebanding sama rasa sakit gue yang ngeliat Arkhan selalu perhatian sama lo tau gak!" Ucap Prety dengan nada tinggi


"Gak usah sok nangis lo! lo tuh munafik tau gak!" Sinis Fadilla


Dengan kasar Prety langsung menghempaskan Fatin hingga jatuh tersungkur ke Lantai dan kepala sempat membentur Lantai yang keras. Luka dilutut Fatin yang belum sempat kering kembali mengeluarkan darah segar.


Fatin meringis kesakitan memegangi lututnya" Tolonggg hiks hiks hiks,,tolong aku Dila ,Prety. Saakitt ,,hiks hiks" Ucap Fatin


Tetapi mereka hanya tertawa melihat pemandangan langka di depannya ini.


Tiba tiba dari balik pintu terdengar suara melengking


"Faaatiiiinnnnn"Teriak Wira dan Hening bersamaan


Fadilla dan Prety sempat terkejut melihat kedatangan dua sahabat Fatin. Mimik wajah mereka sempet berubah ketakutan , tetapi langsung berganti dengan tatapan sinis melihat pemandangan menyedihkan dihapannya saat ini.


" Hiks hiks tolongin aku Wir, Ning. Kakiku sakit banget. Hiks hiks" Ucap Fatin


" Ya ampun Fatin maafin aku yaa, gara gara aku ninggalin kamu jadinya kamu kayak gini" Ucap Hening merasa bersalah


"Ning maafin gue juga" Lanjut Wira


Namun Fatin tidak menghiraukan ucapan kedua sahabatnya. Fatin merasakan kepalanya terasa sakit an berkunang kunang akibat benturan di kepalanya.


Saat Wira dan hening membantu Fatin berdiri tiba tiba Fatin langsung jatuh Pingsan. Wira dan Hening langsung terkejut melihat keadaan sahabatnya saat ini.


"Fatin ,tin, fatinn bangun Fatin. hiks hiks, Fatin bangun" Ucap Hening dengan menepuk pelan pipi Fatin


"Puas loo udah bikin Fatin kayak gini. Mau lo Berdua itu apasih Haa?!!" Teriak Hening kepada Fadilla dan Prety


Prety memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari Hening. "Enggak, gue belum puas sebelum sahabat munafik lo yang satu ini Mati" Ketus Prety dengan menekankan kata Mati.


"Kalo sampek terjadi sesuatu sama sahabat gue. Lo berdua habis di tangan Gue!" Ucap Hening sambil meninggalkan mereka berdua


"Ayo wir Kita bawa Fatin ke Rumah Sakit aja" Ajak Hening


Wira menganggukkan kepalanya.


Wira menggendong Fatin ala bridal style menuju ke gerbang sekolah mereka mungunggu taksi online.


Arkhan yang baru keluar dari Ruang Guru terkejut melihat Fatin yang berada di gendongan Wira. Arkhan langsung berlari mengejar Wira dan Hening.


"Wira, tunggu wir. " Teriak Arkhan


Wira dan Hening yang mendengar teriakan Arkhan menghentikan sebentar langkah mereka dan menoleh ke arah suara.


"Huhhh,, Fatin kenapa Wir? Kok bisa pingsan" Tanya Arkhan


"Gatau Ar, tadi gue tinggalin Fatin di kelas. Terus pas gue balik dia lagi nangis nangis dilantai. Dan disitu ada Prety sama Fadilla. Gue gatau Ar apa yang mereka lakuin ke sahabat gue" Ucap Hening dengan tersedu sedu


Arkhan yang mendengarkan penjelasan hening mengepalkan tangannya menahan emosi, meliha gadus pujaannya di bully oleh sahabat kecilnya.


"Sialan mereka berdua! Yaudah ayo bawa ke mobil gue aja. Kita ke rumah sakit. Buruan" Ucap Arkhan

__ADS_1


Diperjalanan Arkhan tidak fokus menyetir, Dia terus memandang ke arah spion melihat keadaan Fatin yang mengenaskan. Wajah pucat dengan beberapa bercak darah di Roknya.


Sesampainya mereka di rumah sakit , Para perawat langsung membawa Fatin ke ruang Rawat. Mereka menunggu diluar dengan harap harap cemas.


Mereka terdiam dengan pikiran masing masing


*Fatin maafin gue, gue gak bisa jagain elo . Batin Hening


Fatin, lo harus sembuh. Lo gak boleh kenapa kenapa, lo itu sahabat terbaik gue Fatin. Batin Wira


Fatin Lo gak papa kan. Lo harus sembuh, Lo harus kuat menjalani hidup. Gue tau lo itu gadis tangguh. Lo gak boleh kenapa kenapa Fatin. Batin Arkhan


Tiba tiba dokter keluar dari ruang rawat dan menanyakan keluarga dari pasien*.


" Keluarga Pasien?" Tanya dokter


"Saya Dokter" Ucap Wira, Hening dan Arkhan bersamaan.


Dokter sempat kebingungan, namun sesaat kemudian dokter mengatakan bahwa keadaan Fatin baik baik saja. Benturan dikepalanya tidak begitu keras, Fatin pingsang karena shock dengan keadaannya. Jadi Fatin tidak perlu dirawat intensif. Dokter hanya memberikan beberapa resep obat untuk ditebus.


"Apakah pasien sudah boleh dijenguk Dok? "Tanya Hening


Dokter hanya menganggukkan kepalanya. Mereka bertiga memasuki ruang rawat Fatin dan melihat kedaan Fatin yang masih meemjamkan matanya. Tapi mereka merasa lega karena tidak terjadi apa apa dengan gadis itu.


Beberapa saat kemudian Fatin tersadar dari tidur singkatnya.


Fatin mengerjapkan matanya memandangu sekelilingnya yang terlihat asing. Dia melihat 3 orang yang dikenalnya sedang mengelilingi tempatnya


"Aku dimana?" Tanya fatin


"Kamu dirumah sakit Fatin" Jawab Wira


" Kok bisa gini sih Fatin. Apa yang mereka lakuin ke Elo sampek jadi kayak gini? " Tanya Hening


" Gue gak papa kok . Kalian tenang aja ya" jawab Fatin


Hening merasa dongkol dengan jawaban sahabatnya ini yang selalu tidak ingin membeberkan masalahnya di depan orang asing.


"Yaudah yang penting lo udah sadar sekarang. Lo masih kuat bangun kan?" Tanya Hening


Fatin menganggukkan kepalanya


"Yaudah ayok kita pulang, Gue gendong ya " Tawar Arkhan untuk Fatin.


Deg


Fatin merasakan jantungnya berdetak lebih cepat . Wajahnya bersemu merah.


Kemudian Fatin menganggukkan kepalanya menerima tawaran dari Arkhan. Dengan sigap Arkhan langsung menggendong Fatin Ala BrialStyle.


Deg deg deg,,


Arkhan merasakan jantungnya berdebar lebih kencang saat matanya bertatapn dengan Fatin.


*Ya allah semoga Fatin tidak merasakn detak jantungku. Batin Arkhan


bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya Readers. Vote ceritaku supaya aku makin semangat bikin ceritanya*.


__ADS_2