Anak Titipan

Anak Titipan
~Datang Dan Pergi~


__ADS_3

***


Saat ini Edo beserta anak dan istrinya sedang sarapan bersama dirumah. Mereka makan dengan tenang, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu di meja makan.


Setelah selesai Edo dan istrinya mengantarkan putri putri mereka ke teras rumah. Sebelum mereka pergi, Edo memberikan beberapa pesan untuk kedua putrinya.


"Ingat, pulang sekolah jangan keluyuran. Harus langsung pulang" ucap Edo pada Mawar.


Mawar mengangguk pelan lalu mengulurkan tangannya untuk mencium tangan sang Papa dan Mamanya.


Kini giliran Fatin yang mengulurkan tangannya pada Sang Papa.


"Ingat Fatin. Kamu masih menjalani hukuman dari Papa. Jangan coba coba kamu langgar atau kamu akan merasakan akibatnya" Ucap Edo Dingin


Fatin mengangguk pelan. Kemudian Mawar dan Fatin masuk kedalam mobil. Perlahan mobil itu melaju meninggalkan kediaman Edo.


****


Sesampainya di sekolah Fatin langsung berjalan menuju kelasnya. Dikelas hanya ada beberapa siswa, sahabat sahabatnya juga belum memunculkan batang hidung mereka.


Fatin merasakan kegabutan yang haqiqi. Fatin hanya duduk termenung bergelud dengan pikirannya. Tiba tiba sebuah gebrakan mendarat dimeja Fatin. Sontak Fatin terkejut dan tersadar dari lamunannya.


Brraakk


" Udah seneng lo sekarang. Lo liat, sekarang Arkhan gak pernah perhatiin gue lagi. Asal lo tau, gue lebih dulu kenal Arkhan jaauuhh sebelum lo hadir. Dan asal lo tau juga, Gue!sama Arkhan itu idah dijodohin sejak dalam kandungan. Dan Lo!! orang asing, tiba tiba dateng ngambil Arkhan dari sisi gue. Lo kasih apa sih buat dia. Lo jual diri!" Ucap prety


Fatin tertegun mendengar ucapan prety yang begitu menohok dihatinya.


"Asal kamu tahu, Aku gak pernah ngambil Arkhan dari sisi kamu. Kita cuma berjalan sesuai alurnya. Kalo emang kalian udah dijodohin, kenapa gak nikah aja sekalian dari sekarang. Biar gak ada yang deket deket sama Arkhan kamu! " Ucap Fatin emosi.


Menurutnya , memang sekali kali gadis ini harus dibalas. Semakin di dibiarkan, semakin menjadi jadi ulahnya.


" Cih, emang kita bakal nikah. Asal lo tau, Lo itu cuma Hama buat Arkhan. Dia gak pernah bener bener tulus sama Lo. Karna apa? ya karna dia emang punya gue" Ucap Prety


"Lo tu harus nyadar posisi lo dimana. Apa Arkhan pernah memperjelas hubungan kalian. Jangan suka ngarep ketinggian deh lo jadi cewek. Ntar jatoh sakit. " Ucap Prety sinis


"Berapa durasi sih yang lo lakuin buat muasin Arkhan. Sampek sampek dia betah banget ada di samping j*l*ng kecil model lo gini." cibir Prety


"Berapa duit sih yang lo butuhin. Lo mau apa, baju, tas, sepatu, make up , atau apa. Sebutin aja. Gue tau kok, harga diri lo itu mudah dibeli dengan uang" Lanjut prety.


Fatin merasakan sakit yang teramat sangat dihatinya. Baru kali ini, seumur hidupnya, dia direndahkan serendah rendahnya hanya karena seorang pria. Fatin bahkan saat ini malu untuk mengangkat wajahnya. Setelah mendengar ucapan Prety.


Fatin mulai terisak kecil. Prety tersenyum sinis


" Mending lo jauhin Arkhan mulai dari sekarang. Lo gak mau kan kalo satu sekolah ini tahu, kalo lo itu cuma anak pungut" Ucap Prety berbisik ditelinga Fatin


*Deg.


Darimana dia tahu soal ini*.


Fatin sontak menengadahkan wajahnya saat mendengar ucapan Prety. Prety terkekeh sinis melihat ekspresi terkejut Fatin


"Kenapa? Lo kaget yaa" ucap Prety sinis


Saat akan melanjutkan ucapanNya, tiba tiba Wira dan Hening berlari kearah mereka berdua


"Fattiinnnnn" Ucap Wira dan Hening bersamaan


"Lo gak papa kan. Mana, mana, apa yang luka. Cepet tunjukin ke gue" Ucap Hening panik, sambil membalikkan tubuh Fatin


Prety tersenyum sinis. Tanpa memperdulikan mereka bertiga, Prety berbalik dan meninggalkan mereka.


"Woy, ngapain lu cabut. Takut lu" Teriak Wira saat melihat prety telah menjauh dari mereka


"Fatin kamu gak di apa apain kan sama dia" Tanya Wira khawatir


Fatin menggeleng pelan.


"Tapi kenapa kamu nangis. Dia ngomong apa sama kamu. Dia ngancem kamu. Ngomong aja, kita pasti bantu" Ucap Hening


"Enggak kok, aku gapapa. Kalian tenang aja" Lirih Fatin


Melihat tingkah Fatin, membuat mereka berdua menaruh rasa curiga yang besar. Apa yang dikatakan oleh pengganggu itu sampai sampai membuat sahabat mereka seperti ini.


***


"Fatin, kantin yuk" Ajak Wira


Fatin menggeleng "Aku lagi gak laper" Lirih Fatin yang hampir seperti sebuah gumaman


"Kenapa? Lagi gak mood ya" ucap Hening


Fatin mengangguk pelan. Mereka berdua menghembuskan nafas pelan.

__ADS_1


"Kalian duluan aja, gapapa kok" ucap Fatin


"Gak ah, ntar kamu digangguin lagi sama tu nenek sihir" tolak Wira. Hening menganggukkan kepala


"Gak bakal kok, tenang aja" ucap Fatin


"Yaudah deh, tapi kalo ada apa apa. Hubungin kita ya" Ucap Hening


Fatin mengangguk pelan dan tersenyum kecil. Wira dan Hening berlalu meninggalkan Fatin


....


"Lo ngerasa aneh gak sama si Fatin" tanya Wira


Hening mengangguk " iya. Gue jadi penasaran, apasih yang diomongin sama prety, sampek sampek Fatin jadi Badmood gitu"Ucapnya


...


"Arkhan, kantin yuk. Laperrr" ucap Prety manja


Namun Arkhan tak menghiraukannya. Arkhan terus memandang ke arah Fatin.


Arkhan yang melihat Fatin tak bersemangat. Berinisiatif untuk menghampirinya. Arkhan lalu mendudukan dirinya disamping Fatin yang sedang menunduk dimeja.


Prety yang melihat Arkhan menghampiri Fatin, mengepalkan tangannya.


"Fa, kamu sakit" Tanya Arkhan


Fatin melihat kearah Arkhan dan menggeleng pelan.


Ting. Notifikasi di ponsel Fatin berbunyi. Fatin mengambil ponselnya dan melihat siapa pengirim pesan itu.


Prety


Jangan lupain kata kata gue tadi!!!


Fatin terkejut melihat pesan itu. Dia menoleh sesaat kearah Arkhan, lalu beranjak pergi meninggalkannya.


Arkhan mengernyitkan dahinya. Tak biasanya Fatin menghindarinya seperti itu. pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.


***


Fatin sedang berdiri di depan gerbang sekolahnya. Menunggu mobil jemputan datang.


Tiba tiba sebuah motor sport berhenti dihadapannya. Fatin seolah tak melihat.


"Fa, Fatin" lanjut Arkhan


"Kamu kenapa sih" Ucap Arkhan


"Mending kamu pulang. Aku bisa pulang sendiri." Ketus Fatin


"oya satu lagi. Mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi" lanjut Fatin, dingin.


Arkhan terkejut mendengar ucapan Fatin. Namun, saat akan menjawab ucapan Fatin. Sebuah mobil sudah berhenti dihadapan mereka. Fatin bergegas masuk kedalam mobil itu, meninggalkan Arkhan yang menatap nanar kearah mobil itu.


***


Dimobil, Fatin terus melamun. Memikirkan ucapan Prety, dan ucapannya pada Arkhan. Apakah keputusan untuk menjauhi Arkhan sudah tepat untuknya. Hanya pertanyaan itulah yang terus berputar putar dipikirannya.


"Pak, kita ke mall dulu" Ucap Mawar


"Maaf non, tapi bapak selalu berpesan. Setelah lulang sekolah, harus langsung ke rumah." Ucap supir ramah


"Bapak gak usah ngelunjak ya. Kalo saya bilang ke mall ya ke mall. Buruan, saya gak mau tahu" Ketus Mawar


Fatin tak mengiraukan perdebatan mereka berdua. Dia hanya fokus denfan fikirannya.


Karena tidak ingin berdebat dengan anak majikannya. Akhirnya supir itu mengikuti keinginan Mawar.


Mereka berputar putar cukup lama di Area Mall. Fatin dan sang Supir sudah kelelahan mengikuti langkah Mawar yang entah kemana tujuannya. Mereka hanya bolak balik di Area itu tanpa henti.


Tidak terasa, mereka menghabiskan waktu 3 jam untuk menemani mawar berputar putar di Mall itu.


"Ayo pak kita pulang" ucap Mawar santai


Supir itu hanya mengangguk. Sebenarnya banyak yang ingin beliau tanyakan. Namun, tak jadi.


Flashback on


Saat diperjalanan menuju kesekolah Fatin. Mawar memdapatkan pesan singkat dari mamanya.


Mama

__ADS_1


*Hari ini, gadis sialan itu harus keluar dari rumah kita.


Mawar tersenyum sinis membaca pesan dari mamanya. Dia mulai memikirkan rencana apa yang cocok untuk tugas itu*.


Flashback off


****


Mereka tiba dirumah pukul 17:15 . Dari dalam mobil, Mawar melihat Papanya sudah menunggu kedatangan mereka diteras rumah dengan raut wajah yang tak bersahabat. Saat turun dari mobil, Mawar mulai melancarkan aksinya


Brukk


Mawar jatuh pingsan sesaat setelah menginjakkan kakinya ditanah. Edo dan Istrinya terkejut melihat putri satu satunya itu jatuh pingsan. Dengan cepat Edo membopong putrinya untuk masuk kedalam kamar.


***


Edo terlihat sangat khawatir melihat putrinya terbaring lemas ditempat tidur. Kata dokter, putrinya hanya kelelahan dan perutnya kosong.


Beberapa saat kemudian, Mawar mulai sadar dari pingsannya.


"Hiks hiks.. Papaaa,, sakittttt" Ucap Mawar sambil memegang perutnya


"Mana sayang , sini mama liat" ucap Mira


"Hiks hiks papa, kak Fatin jahat. Dia biarin Mawar nunggu berjam jam dimobil sambil kelaperan" ucap Mawar mendrama


"Apa yang dilakukannya anak itu sayang. Kok kamu bisa jadi gini" Tanya Mama


"Dia janjian sama om om di Mall ma. Padahal udah Mawar ingetin, nanti bakal dimarahin papa. Tapi gak Fatin malah nampar Mawar. hiks hiks" ucap Mawar


Braakk


Edo membanting vas bunga yang ada dikamar Mawar.


"Fatiinn. Fatiinn.. Sini kamu" Teriak Edo


Fatin yang mendengar teriakan papanya dengan cepat berlari kekamar Mawar.


Sesampainya disana, Dia melihat Mawar yang sedang terisak dipelukan Mamaya


"Ada apa Pa. Apa yang terjadi" Tanya Fatin


Plaak, plaakk,


Tamparan keras mendarat di pipi Fatin. Fatin langsung hilang keseimbangan dan jatuh terduduk dilantai.


"Dasar anak sialan, tidak tahu diri. Bukankah kamu sudah saya peringatkan. Jangan pernah keluar rumah tanpa seizin saya. Apalagi kamu sampai keluar bersama om om dan membiarkan anak saya menahan lapar.


Apa ini balasan kamu terhadap keluarga saya. Kami menyayangi kamu seperti anak kami sendiri. Tapi apa? apa balasan kamu. Kamu membuat anak saya hampir MATI FATIN!!!" Ucap Papa dengan Nada tinggi


Fatin yang mendengar ucapan Papanya semakin terisak. Dia tak mengerti, apa maksud pembicaraan ini. Kesalahan apa yang sudah dia perbuat.


" Mulai hari ini. Kamu angkat kaki dari rumah saya. Jangan pernah kamu injakkan kaki kamu dirumah inj lagi" Ucap edo Kasar


Deg


"Apa maksud papa, apa salah Fatin Pa. Kenapa Papa usir Fatin" Ucap Fatin dalam isakannya


Plaakk


"Jangan pernah kamu panggil saya Papa. Karena saya bukan Papa kamu. Kamu hanyalah anak titipan yang tidak tahu malu dikeluarga ini. Kamu hanyalah beban untuk keluarga ini. PERGI! PERGI KAMU DARI SINI" Teriak Edo


*Deg deg deg,,


Mengapa, mengapa sesakit ini. Ya allah berikan aku kekuatan*.


"Pergi kamu anak sialan. Tidak tahu diri. Keluar kamu dari rumah ini" Teriak Mama Mira


Fatin berdiri dan langsung berlari kearah kamarnya. Fatin tak mampu lagi menahan rasa sakit dihatinya.


Apa salahku. Mengapa kalian lakukan ini semua


Fatin mulai memasukkan semua barang barang miliknya kedalam koper. Fatin semakin terisak isak. Mungkin ini adalah jalan takdir untuknya. Mungkin ini adalah yang terbaik untuknya.


Fatin mulai mendorong koper besar miliknya keluar dari kediaman Edo. Fatin berhenti sejenak memandang nanar kearah rumah yang telah ditinggalinya selama 16 tahun. Rumah yang menjadi saksi bisu kisah pahit kehidupannya.


***


Fatin terus berjalan menyusuri trotoar dengan derai air mata yang terus membasi pipi. Ia tak menyangka, kesalahan apa yang telah dilakukannya. Hingga dia ditsmlar berkali kali dan diusir dari rumah.


Fatin terus berjalan tanpa arah dan tujuan. Putus asa, itulah yang dirasakan olehnya...


*Bersambung...

__ADS_1


Heheheheh,,z penasaran ya readers. Sabar yaa,,, ikutin terus terus lanjutan kisahnya


mohon maaf banget ya, cuma bisa up 1 part hari ini. Soalnya sibuk banget nih readers*.


__ADS_2