
""kriiiiiiiiiiingg.............." Suara alarm ponsel Enjela , yang menunjukan pukul 7 pagi.
" aduh jam 7 gila gue tidur pules amat yak udah kayak mayat gue"
Enjela segera menyibakan selimut yang masih nempel ditubuhnya, dan sesegera mungkin ia kekamar mandi dan mengguyur tubuh dengan air .Tak ia pedulikan lagi rasa dingin yang menyusup, dalam otaknya hanya harapa baru , kota baru , dan hidup baru. Baru kali ini Enjela memiliki semangat semenjak bercerai dengan Firman hidupnya tanpa harapan lagi.
Setelah 10 menit menghabiskan waktu dikamar mandi Enjela pun mulai bersiap-siap dan membereskan barang-barangnya . Tak perlu waktu lama Enjela pun sudah rapi dan siap untuk meninggalkan hotel.
setelah cek out Enjela segera memesan taxi online untuk mengantarnya ke pangkalan bus.Dan sesampai nya Enjela dipangkalan bus ia pun langsung menuju loket, tak peduli dengan sekelilingnya Enjela duduk dan menunggu bus menuju bandung.
30 menit Enjela menunggu dan bus pun tiba, dengan sigap Enjela beranjak dan menuju bus.Clinguk kanan clinguk kiri mencari bangku kosong , yah lagi-lagi kelas ekonomi pilihannya.
Sedikitpun Enjela tak peduli dengan sekelilingnya, tak peduli dengan apa pun yang terjadi. Harapannya hanya bandung, bekerja dibandung dan menata hidup dibandung lalu kembali kejakarta saat sukses. Entah sudah berapa lagu yang ia dengarkan dari ponselnya hanya lagu-lagu itu yang dapat menghiburnya dan membuatnya sedikit melupakan putrinya.
Air mata enjela kembali menetes saat iya buka kembali album foto dlam ponselnya. Foto jenita putri semata wayangnya yang di asuh oleh Firman. Rasa sakit itu kembali membayangi Enjela, dendam dan benci saat ingat keluarga Firman.Lagi-lagi Enjela meneteskan air mata tak sadar sampai basah pipi mulusnya.
♡Kondektur♡" teh turun dimna?"
__ADS_1
Suara seorang pria mengagetkan Enjela
♡Enjela♡" oh Luwipanjang iya kan bener?"
♡Kondektur♡" iya teh"
Bus pun berhenti dan Enjela pun beranjak turun dari bus. Matanya jelalatan entah apa yang ia cari. Sesekali ia melihat ponselnya dan melihat alamat yang Erina kirimkan padanya. Hari sudah mulai larut dan hawa dingin pun mulai menyusup ketubuh indah Enjela.Enjela mulai membuka ponselnya kembali ai mulai mencari\-cari hotel yang terdekan dan lagi\-lagi murah.Enjela tak mau menghamburkan uang begitu saja hanya untuk sekedar istirahat sebelu besok pagi ia mencari alama Diana. Tak lama mencari ahirnya Enjela mendapatkan yang ia cari,tak jauh dari terminal.Bukan hotel tapi hanya penginapan tak apalah asalkan bisa rehat.
♡ Enjela♡ " aaauuu.... pake mata dong klo jalan" Enjela teriak kesal
♡ Riska♡"maaf mbak , " sambil mengusap pipinya yang di basahi air mata.Samar-samar Enjela mendengar isak dari wanita yang menabraknya.
♡Enjela♡" hai .....kamu nangis, kenapa, apa yang sakit?, maaf kalau saya membuat mu sakit"
Enjela merasa menyesal telah membentak wanita muda yang menabraknya.
♡Riska♡"gak ada yang sakit kok mbak"
__ADS_1
♡Enjela♡" terus kenapa kamu nangis, diputusin pacar, kerampokan, atau kenapa?"
Enjela mulai khawatir melihat tangisan wanita muda itu makin menjadi.Enjela mulai senewen dan blenk ." waduh gimana ini " gumam Enjela dalam hati.
♡Enjela♡" kamu tinggal dimana? biar aku anterin tapi aku kepenginapan dulu ya naro barang-barang aku dulu nanti aku anterin kamu .oh ya kamu siapa ? aku Enjela
♡Riska♡" aku riska kak Enjla"
♡Enjela♡" okay, yuk ke penginapan ku dulu"
Tanpa menghiraukan Riska setuju atau tidak,Enjela langsung melanjutkan langkahnya menuju penginapan. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan ahirnya Enjela dan Riska sampai dipenginapan.Seorang wanita setengah baya menghampiri dengan senyum tipisnya
♡Bu kasum♡" malam non ada yang bisa saya bantu?"
Sang pemilik penginapan menyapa dengan ramah .
♡Enjela♡" iya bu saya perlu satu kamar untuk malam ini bu "
♡Bu kasum♡" oh iya non masih ada silahkan ini kuncinya kamar nomer 35 ya non paling ujung"
♡Enjela♡" oke bu terima kasih"
Enjela dan Riska menuju kamar yang ditunjuk oleh ibu kasum sang pemilik penginapan.Lumayanlah bisa buat tidur malam ini , fikir Enjela.Enjela menghela nafas sedikit lega , oh masih ada satu tugas yang harus dia selesaikan mengantarkan Riska pulang kerumahnya. Enjela menyibakan rambutnya lalu mengikatnya dengan karet seadanya, dan tanpa sengaja ia mendapatkan wajah Riska yang gelisah , entah apa yang membebani fikirannya.Aaacchh kebiasaan sifat ingin tau Enjela yang begitu tinggi mengalahkan rasa lelahnya.
__ADS_1