
Pagi pagi sekali Fatin bangun dari tidurnya dan bergegas melakukan aktivitas paginya seperti biasan. Setelah selesai Fatin kembali kekamarnya untuk bersiap siap kesekolah.
Saat melewati ruang makan Fatin melihat Keluarganya sudah berkumpul. Dengan segera Fatin menghampiri mereka yang sedang sarapan.
"Pa Ma Fatin langsung brangkat yaa buru buru soalnya." ucap Fatin
"Loh kenapa. Kamu gak sarapan dulu"Tanya Papa
"Gak usah Pa. Fatin udah telat soalnya. Fatin berangkat dulu ya Pa. Assalamualaikum"Ucap Fatin mecium tanagn kedua orang tuanya
"Fatin tunggu. Ini buat jajan kamu. Jangan boros boros ya" Ucap Papa memberikan beberapa lembar uang seratusan
Fatin menganggukkan kepala.
Fatin mulai berlari kesana kemari mencari kendaraan umum. Karena saat ini dia sudah sangat terlamabat. Saat sedang berjalan menyusuri trotoar. Tiba tiba sebuah mobil datang menghampiri Fatin
"Fatin? Kamu Fatin kan"Tanya sang pemilik mobil
"Iya. Kakak siapa ya"Jawab Fatin
"Aku kak Reza yang kemarin dateng kerumah kamu. Masa kamu lupa sih" ucap Reza sambil terkekeh
Fatin membulatkan mulutnya. "Kak Reza mau kemana" Tanya Fatin
"Mau kerumah temen. Kamu sendiri lagi nungguin siapa. Kok kesekolahnya jalan kaki"Ujar Reza
"Emm itu kak aku lagi buru buru jadi gak bareng Adik aku"Ujar Fatin
Reza menganggukkan kepalanya "Kamu sekolah dimana"Tanyanya
"DiSMA NUSA BANGSA kak"Jawab Fatin
"Yaudah ayo kakak anterin. Kita searah kok" Tawar Reza
"Beneran nih kak gapapa. Takut ngerepotin"Tanya Fatin
Reza tersenyum kecil"Iyalah gapapa banget. Sekalian kak Reza juga mau ngobrol bentar sama kamu" Ucap Reza
Fatin tersenyum menganggukkan kepalanya dan masuk kemobil reza.
"Dipake seatbelt nya"Ucap Reza
"Iya kak"Jawab Fatin
Saat diperjalanan mereka sama sama terdiam. Karena merasasunyi Reza langsung membuka suara.
"Nanti pulang sekolah naik apa"Tanya Reza
"Emm,,biasanya jalan kaki kak. Kalo gak nebeng sama temen"Ujar Fatin
"Loh, gak dijemput sama supir kamu"Heran Reza
Fatin langsung gugup. Dia tidak menyadari apa yang barusan dikatakan.
"Emm itu. Anu kak,, dijemput kok. Cuma kadang kadang aku lebih milih jalan kaki"Ucap Fatin terbata
Reza memandang sekilas kearah Fatin. Dia merasa ada yang aneh dengan Adiknya ini.
"Yaudah mau kakak jemput gak nanti. Sekalian Kakak ajak kamu ketemu sama tante om. Pasti mereka seneng banget."Ucap Reza
Fatin sempat ragu mendengar tawaran Reza. Namun akhurnya menganggukkan kepalanya.
Reza tersenyum kecil.
"Udah sampek. Maksih ya Kak"Ucap Fatin sambil melepas seatbeltnya.
"Kamu hati hati yaa"Ucap Reza
"Iya kak makasih. Aku masuk dulu yaa" Ucapnya sembari mengulurkan tangan menyalimi Reza
Reza bahagia melihat perilaku Fatin. Saat Fatin telah memasuki gerbang sekolahnya Reza kembali melajukan mobilnya ketujuan semula.
Diperjalanan Reza menghubungi Keluarganya. Bahwa dia akan mengajak Fatin berkunjung kerumah mereka. Orang tua Reza terutama Mamanya sangat bahagia dan terharu mendengar ucapan Reza. Mereka langsung menyiapan sambutan kecil untuk anak special itu.
*****
Sesampainya dikelas Fatin lalu menghampiri kedua sahabtanya yang sedang bercengkrama.
"Woyy, Serius banget ghibahnya. Lagi ngomongin apaan sih" Teriak Fatin mengagetkan Wira dan Hening
"Dateng dateng ngagetin orang aja. Untuk jantungku kuat"Ucap Wira Kesal
"Emang kalo gak kuat kenapa"Tanya Hening
"Yacopotlah. Terus KO ID" Sambung Fatin lalu tertawa keras
Wira memutar bola matanya malas melihat tingkah sahabat sahabatnya yang selalu gesrek
"Tadi gue liat lo berangkat naik mobil. Nyewa om om yaloo" Selidik Wira dan diberi tatapan tajam oleh Hening
Fatin langsung memukul belakang kepalanya.
"Om om pala lo bunder. Dia kak Reza anak om Rio temen Papa Gue"Ucap Fatin. Hening menganggukkan kepalanya
"Ohhh"Ucap Wira singkat padan jelas namun ngeselin
Fatin dan Hening menatap tajam kearahnya. Wira hanya memasang Wajah WaTaDos (Wajah Tanpa Dosa)
****
__ADS_1
Setelah selesai mengikuti jam pelajaran, Fatin dan Sahabat sahabatnya tetap berdiam diri dikelas. Mereka mulai bercengkrama ria. Mulai dari membicarakan orang, mengomentari setiap fashion teman teman sekelasnya Hingga mengenang masa masa perkenalan mereka. Kemudian mereka tertawa bersama mengenang masa masa indah itu
FlasBack
Masa Orientasi Siswa telah dimulai. Seluruh Siswa siswa calon Pelajar SMA NUSA BANGSA telah dikumpkan disebuah ruangan besar. Seorang siswa laki laki sedang berlari dengan tergesa gesa. Tiba tiba dia menabrak seorang gadis yang sedang berjalan terburu buru juga.
Bruukkk.
Tabrakan itu terjadi. "Aawwhh," Ringis gadis itu
"Yaampun sorrt ya sorry gue buru buru banget tadi. Lo gak papa kan" Tanya laki laki itu dan membantu gadis itu berdiri.
"Makasih ya. Iya aku gapapa kok. Aku juga buru buru tadi"Ucap Gadis itu
"Lo anak baru juga. Wah kita samaan ni" ucap anak laki laki itu
"Iya nih. Kok aku baru nyadar ya"kekeh Gadis itu
"BTW nama lo siapa. Gue Wira utama panggilannya Wira" ucapnya sambil mengulrkan tangan
Dengan senang hati Gadis itu menerima uluran tangan Wira." Namaku Nazafatin Khoerunnisa"Ucapnya
"Wow Fatin. Yaudah yuk Kita kesana" Ucap Wira. Fatin menganggukkan kepala
***
"Kita duduk dimana nih"Ucap Wira sambil melihat sekelilingnya yang tidak ada kursi kosong
Fatin juga ikut melihat kiri kanan mencari tempat duduk untuk mereka. Tiba tiba Fatin melihat Seorang gadis sedang duduk sendirian. Disampingnya ada 2 kursi kosong. Fatin dengan cepat menarik Tangan Wira dan mengajaknya ke tempat gadis itu
"Hai. Boleh gabung gak" Sapa Fatin
Gadis itu hanya menoleh sebentar lalu memalingkan wajahnya. Wira terlihat kesal melihat tingkah gadis itu
"Eh lo budek ya. Kita boleh duduk gak" ucap Wira ketus
Namun lagi lagi hanya dicueki oleh Gadis itu.
Wira tak ambil pusing dia langsung mengajak Fatin duduk. Gadis itu saat ini berada diantara Wira dan Fatin.
"Kenalin nama aku Fatin. Nama kamu siapa" Ucap Fatin ramah sambil mengulurkan tangannya
"Hening"Jawab singkat gadis itu
"Hahahah. Cocok banget sama orangnya. Hening, diem"Kekeh Wira yang langsung mendapat tatapan tajam dari Hening.
"Wir kamu gak boleh gitu. Hening kenalin dia Wira." Ucap Fatin ramah dan diberi anggukan oleh Hening
"Ngapain lo kenalin gue segala si Fa." ketus Wira
Tiba tiba sebuah suara keras memberikan interupsi kepada mereka
"Kalian bertiga dikursi belakang pojok kanan lagi diskusi apa. Maju kalian kedepan" Ucap senior itu
Namun Wira tak perduli. Mereka bertiga berjalan melewati kerumunan calon siswa SMA itu dengan gugup. Banyak pasang mata yang melihat kearah mereka. Terkecuali Wira yang dengan gaya Sok Coolnya melewati para gadis gadis yang terus menatap kearahnya
"Kalian lagi ngomongin apa dibelakang" Tanya senior itu saat mereka sudah tiba di depan
"Lagi kenalan kak"Ucap Wira santai
"Itukan bisa nanti. harusnya tuh kalian dengerin dulu yang senior kalian omongin. Bukan Malah diskusi sendiri" Ucap senior
"Yaa udah terlanjur kenalan nih kak. Masa harus dibatalin, kan gak lucu"Ucap Wira dengan coolnya
Fatin dan Hening menggelengkan kepalanya melihat tingkah Wira yang sangat santai itu.
"Yaudah terserah. Sekarang kalian diberi hukuman karna gak dengerin ucapan senior" Ucap senior itu
"Kalian harus meragain 10 jenis ketawa bersamaan"Intruksi senior yang lain
"Banyak banget. Yang aku tau cuma Haha Hehe doang kak"Ujar Fatin dengan polos.
Semua orang yang ada diruangan itu tertawa mendengar penuturan Fatin.
"Kamu lucu bange sih. Pokoknya harus sepuluh ya adik adik. Setuju gak" Ucap Senior itu
"Setujuuu" ucap semua orang
"Jangan lupa ekspresinya yang lucu" lanju senior
Mereka sama sama menganggukkan kepala dan mulai memperagakan 10 jenis ketawa. Wira dengan ekspresi santai, Hening dengan ekspresi datar dan Fatin dengan ekspresi polosya. Semua orang terhibur oleh mereka bertiga.
Saat kembali ke kursi semula. Hening mulai berbisik namun pandangan tetap kedepan seolah olah sedang mendengar ucapan senior mereka.
"Lo sih. Rese banget. Malu 7 turunan gue nih" ucap Hening
Wirapun membalas dengan tingkah yang sama. "Yaelah, itung itung pahala bikin orang bahagia" Tutur wira santai
"Udah udah nanti baru ngobrol lagi"Lerai Fatin
***
Selama 3 hari berturut entah nasib baik atau buruk mereka bertiga selalu saja mendapatakn hukuman. Mulai dari situ kedekatan mereka bertiga akhirnya terjalin. Hingga mereka memutuskan untuk bersahabat.
FlashBack Off
***
"Hahhahha,,lucu banget sumpah" ucap Wira sambil tertawa
__ADS_1
"Gue gak nyangka kita bakal awet sampek sekarang" ucap hening dan diberi anggukan oleh Fatin dan Wira.
"Aku nanti pulang dijemput kak Reza. Mau diajak kerumah ketemu om tante " ucap Fatin
"Wah jangan jangan mau dikenalin sebagai calon mantu" ledek Wira
"Enak aja. Enggak lah. cuma mau main doang"Ucap Fatin
"Emang gak dicariin sama nyokap" tanya Hening
"Aku cuma mampir sebentar kok." Ujar Fatin dan diberi anggukan oleh Wira dan Hening
****
Saat baru keluar dari gerbang Fatin melihat Reza yang sudah menunggunya disamping mobil. Fatin kemudian berlari kearah Reza
"Kak Reza nungguin dari tadi. Maaf ya lama. Jdi gak enak" Ucap Fatin
"Belum lama kok. Yaudah ayo masuk" Ajak Reza dan diberi anggukan oleh Fatin
Saat diperjalanan mereka mulai mebuka percakapan sederhana
"Tapi aku gak bisa lama Kak. Takut dimarahin orang rumah" Ucap Fatin
"Iya gapapa. " jawab Reza
****
Reza langsung memakirkan Mobilnya didepan rumah.Kemudian membukakan pintu untuk Fatin
"Assalamualaikum Ma Pa Reza pulang" Teriak Reza
"Waalaikumsalam " Jawab Asisten dirumah rReza sembari membukakn pintu.
"Eh Aden udah pulang. Silahkan masuk Den, Silahkan Non" Ucap Asisten itu
Fatin tersenyum ramah kearah Asisten Reza.
Meraka melangkah memasuki rumah Reza. Rio dan Cindy terkejut melihat kedatangan Reza dan Fatin
"Sayang udah nyampek" ucap Cindy lalu menarik Fatin dan memeluknya. Fatin sempat terkejut mendapat pelukan dari tante Cindy, sesaat kemudia Fatin membalas pelukannya. Rio merasa bahagia melihat pemandangan itu
"Ma kok aku gak dipeluk sih"Ucap Reza manja
Rio terkekeh mendengar rengekan manja putranya. Cindy tersenyum manis lalu memeluk putra nyaitu
"Ayo kita langsung kemeja makan. Kamu pastu belum makan kan" Ajak Cindy kepada Fatin
"Ayo Ma. Reza juga laper bangt" Ucap Reza
Mereka berjalan beriringan. Cindy terus merangkul Fatin.Awalnya Fatin merasa canggung. Namun akhirnya dia mulai terbiasa.
"Fatin tante ambilin ya"Ucap Cindy
"Gak usah tante. Fatin ambil sendiri aja" Tolak Fatin ramah
"Gapapa. Mau ya tante ambilin" ucap Cindy sedih
Karna melihat sedikit kesedihan dimata tante cindy. Akhirnya Fatin menganggukkan kepalanya.Cindy terssnyum bahagia.
Cindy mengambilkan nasi dan lauk pauk kemudian diberikannya kepada Fatin. Fatin menerima dengan senyuman manis.
"makasih tante" ucap Fatin
Mereka makan dengan tenang. Namun ada perasaan bahagia di hati Rio, Cindy, dan Reza. Karena seelah sekian lama akhirnya mereka merasakan kedekatan kembali dengan peri kecil mereka.
***
Setelah menyelesaikan makanan mereka menuju keruang keluarga untuk mengobrol.
"Fatin , tante boleh minta sesuatu sama kamu" ucap cindy
"boleh tante. "ucapnya
"Kamu mau gak manggil tante mama" ucap cindy.
Mereka semua terkejut mendengar penuturan cindy.
"Emang kenapa tante"Tanya Fatin heran
"Tante pengen aja. Kamu gak mau ya. Yaudah gapapa" lirih Cindy
Karena melihat kesedihan dimata tante cindy . Fatin mengangguk menyetujui permintannya. Reza dan Rio semlat terkejut sampai akhirnya mereka tersenyum bahagia
"Kamu serius?. makasih ya sayang"Ucap cindy dan kembali memeluk Fatin.Tak terasa air matanya mengalir
"Iya sama sama Mama. Mama kok nangis" ucap Fatin dan mengusap air mata Mama Cindy
Mereka yang melihat adegan itu terharu.
Beberapa saat kemudian Fatin pamit untuk pulang dan diantarkan oleh Reza
"Lain kali kamu harus lebih lama ya sayang mainnya"Ucap Cindy
"Iya mama. Pasti kok" ucap Fatin
Fatin mencium punggung tangan Rio dan Cindy sebelum pulang. Mereka merasakan kebahagiaan.
Terimaksih Ya allah . Akhirnya aku bisa bersama dengan putriku lagi walau hanya sesaat. Batin Rio
__ADS_1
Mobil yanh dimendarai oleh Reza perlahan menjauh meninggalkan kediaman Rio.
Bersambung....