Anak Titipan

Anak Titipan
Balapan Romantis


__ADS_3

Oke lanjut. Sekarang giliran gue" ucap Arsen lalu kembali memutar botol di hadapannya. Dan botol itu berhenti tepat di dahapan Arkhan.


"Gue dong yang nanya." ucap Rico cepat


"Buruan" jawab Arkhan


"Pertama, apa lo bener-bener udah putus sama si cewek dempul itu. Dan yang kedua, lo masih punya perasaan gak sama my baby Fatin" ucap Rico


"Satu aja kali Ric kalo nanya" ucap Hans


"Udah biarin. Buruan jawab" sergah Rico


Arkha terdiam. Mereka semua sama-sama terdiam karena ini mendengar jawaban dari Arkhan. Fatin merasakan debaran jantungnya yang tidak beraturan, entah apa yang sedang di harapkannya. Apakah dia masih sedang berharap jawaban iya dari mulut Arkhan.


"Gue udah putus dari dia, dimana kita lagi ngomongin buat liburan. Dan untuk pertanyaan kedua, jawaban gue..."


Mereka semua harap-harap cemas menanti jawaban dari mulut Arkhan. Beberapa detik Arkhan sempat menghentikan ucapannya yang membuat mereka semua geram.


"Buruan lanjut..gua makan lu lama-lama" sarkas Hening


Arkhan hanya tersenyum kecil.


"Iya gue masih punya perasaan sama Fatin" jawab Arkhan sambil melirik ke arah Fatin.


Sorakanpun kembali terdengar dari mulut-mulut sahabat mereka berdua. Sedangkan Fatin, dia hanya memalingkan wajahnya menahan rasa malu sekaligus bahagia.


"Udah lanjut aja,,, brisik tahu gak" ucap Fatin sok galak


Mereka kembali terkekeh geli melihat gelagat Fatin, sedangkan Arkhan, pria itu hanya tersenyum kecil sambil mencuri-curu pandang dengan Fatin.


Permainan itu terus berlanjut hingga hampir tengah malam. Karena mereka sudah sama-sama kelelahab, permainanpun berakhir dan mereka kembali ke kamar masing-masing.


●●●●●●


Pagi-pagi sekali Fatin dan Hening sudah siap dengan pakaian santainya. Mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar villa.


"Nona-nona mau pergi kemana?" tanya Bibi


"Eh Bibi, kita mau jalan-jalan sebentar. Sampaikan kepada mereka ya Bi kalau mereka mencari kami" ucap Fatin


Bibi mengangguk paham. Mereka tampil dengan setelan yang biasa saja, namun aura mempesona dari dalam diri mereka selalu saja membuat orang terpikat.


Fatin dan Hening berjalan menuju ke gerbang utama. Sesampainya disana, ada beberapa pengawal yang menghentikan langkah mereka.


"Nona mau kemana pagi-pagi begini" tanyanya


"Jalan-jalan sebentar" ucap Hening


"Apakah saya perlu menyiapkan mobil" tanya pengawal itu lagi


Fatin menggeleng cepat.


"Tidak perlu, kami hanya berjalan-jalan di sekitar sini saja" tolak Fatin ramah


"Bagaimana kalau naik sepeda" tawarnya lagi


"Boleh juga, dimana sepedahnya" ucap Hening


"Biar saya ambilkan" ucap Pengawal itu lalu pergi meninggalkan mereka berdua. Tak berselang lama, Pengawal itu kembali dengan menuntun dua buah sepeda santai untuk mereka berdua.


Mereka mengambil alih sepeda itu dengan senang hati. Setelah mengucapkan terima kasih, mereka mulai mengayuh sepedahnya keluar jalan raya.


Mereka hanya berkeliling di sekitar area Villa itu saja. Karena mereka belum tahu betul jalanan disini. Setelah puas berkeliling dengan sepedanya, mereka memutuskan untuk kembali ke Villa.


Setelah memarkirkan sepedahnya di depan teras, mereka berdu bergegas masuk ke dalam. Tapi langkah mereka tiba-tiba terhenti saat di kejutkan dengan suara deheman. Sontak mereka langsung menoleh ke arah suara. Dengan tanpa rasa bersalahnya, karena memang mereka tidak bersalah. Mereka menuju ke tempat para lelaki itu berkumpul.

__ADS_1


"Ada apa, apa kalian menanti kepulangan kami berdua" ucap Fatin cuek


"Kalian darimana saja" tanya Wira


"Jalan-jalan, kita ini sedang liburan bukan numpang tidur" sahut Hening sambil melipat tangannya di dada.


Wira dan yang lainnya merasa geram dengan tingkah dua gadis itu.


"Kenapa kalian pergi sendiri, dan tidak mengajak serta kami" ucap Rico


"Kalian sedang tidur" jawab Fatin


"Bukankah kamu punya mulut untuk membangunkan kami, dasar egois" ucap Wira kesal


"Hey, tutup mulutmu. Cerewet sekali kalian ini, sudahlah aku ingin sarapan . Perutku sudah meronta-ronta sedari tadi" ucap Fatin lalu beranjak meninggalkan mereka dan diikuti oleh Hening.


Wira menggeram kesal melihat tingkah sahabatnya itu.


"Lihatlah sahabatmu, mereka sungguh egois. Pergi jalan-jalan tanpa kita. Ingin rasanya ku lempar mereka ke laut" ucap Rico kesal


"Hey tutup mulutmu, berani kau macam-macam dengan mereka. Kau yang akan kuhabisi" ancam Wira dengan tatapan tajamnya.


Rico hanya tersenyum getir melihat raut emosi Wira. Tanpa berkata lagi, mereka langsung menyusul Fatin dan Hening di meja makan. Mereka makan dengan tenang, tak ada percakapan sedikitpun. Setelah selesai mereka kembalu lagi ke ruang tamu.


"Apa yang akan kita lakukan hari ini?" tanya Hans


"Tentu saja menikmati liburan" jawab Arsen


"Aku tahu, tapi maksudku kita akan kemana" lanjutnya


"Bagaimana kalo kita bersepeda saja" ucap Fatin


"Ide bagus, ayo" ucap Hening sambil berdiri dan menarik tangan Fatin


"Hey tunggu dulu, kalian ini sungguh seenaknya saja. Kita sepakati dulu" ucap Wira


"Apa lagi" tanya Fatin


"Tunggulah persetujuan semuanya baru kita pergi" ucap Wira


"Aku ikut saja, " ucap Rico


"Kau ini, akukan belum bertanya" ucap Wira


"Sudahlah, jangan banyak bicara. Lebih baik baik banyak bertindak, ayo kita pergi" ucap Fatin kemudian langsung melangkahkan kakinya keluar


"Mereka ini, susah sekali di atur. Ayo kita ikuti saja mereka" ucap Wira.


Dan disinilah mereka saat ini, di depan gerbang utama villa milik Wira.


"Apa yang akan kita lakukan, sepedahnya hanya ada lima. Sedangkan kita berjumlah tujuh orang" tanya Fatin


"Bagaimana kalo kita berpasangan saja" ucap Hening


"Aku setuju" jawab Arsen cepat


Mereka langsung melemparkan tatapan tak sukanya.


"Tentu saja kau setuju, kan kau memiliki pasangan" cibir Rico


"Baiklah aku juga setuju" ucap Wira "Hening sama Arsen, Gue sama Rico, Fatin sama Arkhan dan Lo Hans sendiri" ucap Wira


Fatin sedikit gugup saat dia dinyatakan berpasangan dengan Arkhan. Namun sebisa mungkin dia menyembunyikan kegugupannya.


"Gue sendiri, gak adil banget" ucap Hans tak terima

__ADS_1


"Ya udah lo cari pasangan aja" ucap Hening


"Gimana kalo sama salah satu orang disana" ucap Wira sambil menunjuk ke arah pengawalnya yang sedang berdiri siaga tak jauh dari mereka.


"Oke, setuju" jawab Hans


Hanya dengan kode jarinya, salah satu pengawal itu datang menghampiri mereka dan memberikan hormat.


"Kamu saya tugaskan untuk menjadi pasangan teman saya. Karena kami akan melakukan balap sepeda" ucap Wira dan langsung di jawab dengan anggukan patuh dari pengawal itu.


Karena mereka sudah siap dengan pasangan masing-masing, maka perlombaan balap sepeda akan segera di mulai. Pemenang dari lomba ini bebas melakukan apapun kepada tim yang kalah. Garis start di mulai dari gerbang utama dan finish di tempat yang sama. Mereka harus mengelilingi area villa dalam 3x putaran.


"Siap semua" aba-aba salah satu pengawal Wira


"1 2 3"


Mereka langsung mengayuh sepedanya dengan sekuat tenaga. Hans nampak kesulitan saat mengayuh karena bobot dari pengawal itu sangatlah berat.


"Hey, bisakah kau saja yang mengayuh. Aku tidak kuat, kau ini berat sekali" keluh Hans


"Baik" jawab Pengawal itu dan langsung mengganti posisinya dengan Hans


Saat ini di posisi terdepan ada Arsen dan Hening, di posisi kedua ada Rico dan Wira dan di posisi ketiga ada Fatin dan Arkhan. Sedangkan Hans berada sedikit jauh dari mereka.


"Arsen buruannn, Wira makin deket" teriak Hening sambil memukul-mukul punggung Arsen


"Tenanglah atau kita akan jatuh tersungkur" ucap Arsen


"Kau ini lambat sekali, cepatlah sedikit" bentak Fatin


"Bukan gue yang lambat, badan lo tuh kecil tapi berat banget " jawab Arkhan sambil terus mengayuh sepedahnya


"Jangan banyak bicara, cepat kejar mereka. Gue gak mau kalah" ucap Fatin , Arkhan menambah kecepatan kayuhannya sehingga membuat posisinya dengan Wira sudah sejajar.


"Buruan Ric,,, Arkhan udah ngejar kita" teriak Wira histeris


"Bisa diem gak lo, gue capek kali"


"Buruan nanti gantian" ucap Wira sambil memukul pundak Rico. Karena merasa terkejut, sepeda yang di kayuhnya langsung oleng dan terpeleset. Dengan cepat Arkhan mengayuh sepedahnga dan akhirnya mereka berhasil mendahului Wira dan Rico.


"Aaaaa, buruann Arsennn. Fatin makinn dekeett" jerit Hening


"Ini juga udah mentok gas Heninggg" teriak Arsen


"Arkhaann buruuaann kejaarr mereekaaaaa" teriak Fatin


"Bentar lagi kita nyusul" ucap Arkhan semakin menambah kecepatan kayuhannya, Fatin tanpa sadar langsung melingkarkan tanganny di pinggang Arkhan. Arkhan tersenyum simpul saat melihat tangan Fatin melingkar di pinggangnya.


"Aaaa,,, Arsen ayo Arsen. Buruuuaann" teriak Hening semkain kencang saat Arkhan sudah berada lima meer dari jarak mereka berdua.


Sedangkan di posisi belakang Wira dan Pengawal yang membawa Hans sedang beradu kecepatan. Mereka terus bertukar-tukar posisi, terkadang Wira memimpin namun terkadang Hans yang memimpin.


Ini adalah putaran terakhir, dan posisi Arkhan sudah memimpin. Fatin semakin histeris saat Arsen juga berada di sampingnya. Arsen dan Arkhan saling menatap tajam sambil terus mengayuh sepedah mereka. Garis finish sudah di depan mata.


Saat akan mendekat ke garis finish, sepeda yang di kayuh oleh Arsen langsung oleh karena Hening yang terus bergerak kesana kemari sambil terus berteriak histeris. Nass, sepedah mereka akhirny jatuh terpeleset dan perlombaan di menangkan oleh tim Arkhan dan Fatin.


Fatin langsung bersorak gembira, entah sadar atau tidak. Fatin refleks memeluk Arkhan sambil kegirangan. Arkhan nampak terkejut namun akhirnya larut dalam suasana bahagia.


"Yaaa, kita kalahh" ucap Hening sedih


"Tapi kamu tetep pemenang di hati aku" ucap Arsen sambil menaik turunkan alisnya


"Ih gombal" ucap Hening sambil tersenyum malu


"Kamu gapapa kan" tanya Arsen

__ADS_1


"Iya gapapa"


Bersambung...


__ADS_2