Anak Titipan

Anak Titipan
chapter07 Jangan Menangis


__ADS_3

****


*Pagi pagi sekali Fatin sudah bangun untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa. Fatin mulai mengerjakan satu persatu pekerjaannya . Setelah selesai fatin mulai membersihkan diri dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah.


Seluruh anggota keluarga sudah berkumpul dimeja makan. Mereka makan dengan tenang, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu*.


"Ma, apa tidak sebaiknya kita mempekerjakan pembantu untuk melakukan pekerjaan rumah. Agar Mawar dan Fatin tidak perlu lagi melakukan semua pekerjaan rumah. Papa tidak tega melihat mereka kelelahan melakukan semuanya sebelum berangkat sekolah" Akhirnya papa memulai percakapan


"Gak usah Pa, lagian ini juga kan untuk mereka. Biar mereka bisa mandiri dan gak bergantung sama orang lain. " Ucap Mama


Fatin tetap meneruskan sarapannya tanpa memusingkan percakapan Papa dan Mama. Karena dia sudah bisa menebak jawaban apa yang akan diberikan oleh Mamanya.


"Lagian kan mereka ngerjainnya berdua Pa, gak sendirian. Jadi ya gak kecapek an dong. Yakan sayang" Ucap Mama melirik tajam Fatin


Fatin yang sedang mengunyah makanannya hampir tersedak mendengar Mamanya memanggil sayang.


"I..iya Pa. Gak capek kok, aku sama mawar kan kerja sama jadi gak capek" Ucap Fatin gugup


Papa menganggukkan kepala.Mawar dan Ibunya tersenyum sinis mendengar jawaban Fatin.


***


"Papa pergi dulu yaa, mungkin minggu depan baru pulang. Kalian baik baik ya dirumah" Ucap Papa sembari mencium anak istrinya


"Papa, Mawar minta duit dong"Rengek Mawar dengan memegang tangan Papanya


"Loh sayang. Bukannya kemarin Papa udah kasih"Heran Papa


"Itu Paa kemaren diambik sama Kak Fatin gak tsu buat apaan"Ucap Mawar melirik Tajam Fatin


Fatin terdiam mendengar penuturan Mawar. Papa mengalihkan pandangannya ke arah Fatin


"Fatin, bukannya kamu juga udah Papa kasih kok minta punya Mawar lagi" Tanya Papa mengintimidasi Fatin


"E..emm. i..itu Pa kemarin Fatin baru inget kalo Fatin pengen beli baju baru lagi. Tapi pas mau minta nambah papa udah keburu pergi. Jadinya Fatin minjem punya Mawar" Ucap Fatin gugup


Papa menganggukkan kepala dan mengeluarkan bebrapa lembar uang seratusan untuk Mawar " Ini buat keperluan kamu selama seminggu cukupkan" Ucap papa


Mawar berbinar mendapatkan jajan tambahan dari Papanya" Mkasih papa, Cukup kok" Ucap Mawar


"Papa pergi dulu, kalian mau bareng Papa?" Tanya Papa


"gak usah Pa. Supir udah nungguin kita tuh"Ucap Mawar saat melihat Fatin ingin berbicara


"Yasudah Papa pergi dulu. Aku pergi dulu ya sayang. Assalamualaikum" Ucap Papa untuk anak dan istrinya


"Waalaikumsalam" jawab mereka serentak


Setelah mobil yang dikendarai Papa sudah tak terlihat . Satu persatu mulai pergi untuk melakukan kegiatan hari ini.


"Mama Mawar sekolah dulu ya. Muaacchh" Ucap Mawar mencium pipi Mamanya


"Iya sayang hati hati yaa" ucap Mama


"Aku juga berangkat Ma, Assalamualikum" Ucap Fatin mecium punggung tangan Mamanya.


Namun saat tangannya akan disentuh oleh Fatin. Mama langsung mengulur tangannya mengusap rambut Mawar. Mawar yang melihat tersenyum sinis


"Belajar yang pinter ya sayang" Ucap Mama


"Pasti ma. Daa Mama" Jawab Mawar Sambil meninggalkan Mamanya yang di ikuti oleh Fatin.


Saat Fatin akan masuk kedalam mobik tiba tiba Mawar mendorongnya hingga jatuh .


Brukk,,


Fatin langsung jatuh terduduk di tanah


"Ngapain lo masuk mobil gue. Gue gak sudi ya semobil sama anak punut kek Lo" Sarkas Mawar


"Aku numpang mobil kamu ya dek. pliss." Lirih Fatin


"Gak gak gak!! Gue gak sudi mobil gue didudukin modelan kayak lo. Cihh" Ketus Mawar

__ADS_1


"Jalan Pak" Perintah Mawar. Mobil itu perlahan melaju meninggalkan Fatin yang sedang terduduk di tanah.


Fatin terdiam melihat mobil adiknya yang sudah jauh dari pandangan.


Perlahan Fatin bangun dan mulai membersihkan Roknya dengan telapak tangan. Fatin Berjalan sedikit terburu buru menyusuri trotoar.


Tin tin tin...


Sebuah motor sport berhenti tepat disamping Fatin.


"Fatin? kamu jalan kaki? kenapa?" Tanya pengendara itu


Fatin terkejut melihat pengendara itu yang mengetahui namanya. Wajahnya tak terlihat karena memggunakan Helm full Face.


Fatin menatap bingung pengendara itu tanpa berniat membalasnya dan melanjutkan perjalanannya.


Pengendara itu mengikuti kemanapun arah Fatin berjalan. Fatin yang merasa kesal langsung membuka tasnya dan menimpuk pengendara itu dengan tas sekolah miliknya.


"Pergi gak lo, pergi , pergi" Teriak Fatin memukul mukul Punggung Pengendara motor sport itu.


"Aw, aw, Fatin sakit Fatin." Ringisnya


"Ini gue Arkhan" Lanjutnya sambil membuka helm full facenya.


Fatin terdiam dan merasakan detak jantungnya kembali melaju kenjang melihat sosok dihadapannya saat ini.


"Heh, malah bengong. Sakit tau, tanggung jawab kamu" Tutur Arkhan memegangi punggungnya


"Ee emm Arkhan sori yaa aku gak tau kalo itu kamu. Maafin yaaa" Ucap fatin memasnag wajah imutnya dan menguncupkan tangan nya didepan dada


Arkhan merasa gemas melihat ekspresi Fatin saat ini. Arkhan mencubit manja kedua pipi Fatin


"Kamu imut banget sih" ucap Arkhan


Wajah Fatin lagsung memerah melihat tangan halus Arkhan menyentuh pipinya.


"Eh eh kok merah. Sini sini aku cium sini" Canda Arkhan saat melihat semburat merah diwajah Fatin


Fatin memukul pelan lengan Arkhan " Ihh Arkhan lepasin. Sakit tau Gak" Cibir Fatin memonyongkan bibirnya


*Deg,


Ya Allah jantungku. Cantik. Arkhan bilang aku cantik. Aaahh aku mau pingsan aja deh. Ini bukan mimpi kan. Teriak Fatin dalam hati*


Melihat Fatin yang senyum senyum arkhan merasa heran. Dan mulai meletakkan punggung tangannya di dahi Fatin.


"Gak panas kok,. Kamu gila Ya" Canda Arkhan


Fatin kembali merasakan detak jantungnya yang bergerak bagaikan kuda pacu.


"Ih Arkhan apaan sih" ucap Fatin malu malu


"Hehehe, kamu kok jalan kaki. Mau bareng aku gak" Tanya Arkhan


Fatin terdiam sebentar. " Iya kan sekalian olahraga biar langsing. Hahahahah" Gurau Fatin


"Kamu udah langsing. Sampek gak berdaging. Hahhaha" Ucap Arkhan


Fatin memonyongkan bibirnya mendengar ucapan Arkhan.


Arkhan tersenyum simpul melihat tingkah Fatin yang sangat menggemaskan menurutnya.


"Udah ayo naik. Mumpung gratis, kamu suka kan yang gratis gratis" Ucap Arkhan sambil memegang tangan Fatin.


Deg, Yatuhan debaran ini . Jangan sampai fatin mendengarnya. Batin Arkhan


Wajah Fatin kembali memerah saat tangan Arkhan menggenggam tangannya. Fatin menganggukkan kepala dan naik ke Motor Arkhan.


"Kamu pake ini" Ucap Arkhan sambil memasangkan helm untuk Fatin.


Fatin tertunduk malu melihat perlakuan manis Arkhan.


Dengan senyum yang mengembang Arkhan perlahan malajukan motornya menyusuri jalanan yang ramai. Fatin terlihat bahagia bersama Arkhan .Senyum manis tak pernah luntur dari wajahnya. Terkadang Arkhan melirik Wajah cantik Fatin lewat spion, Arkhan tersenyum kecil melihat senyum Fatin.

__ADS_1


***


Sesampainya mereka disekolah. Banyak pandangan mata yang menatap Fatin dan Arkhan. Ada yang berbisik bisik dan ada yang terang terangan menjudge. Arkhan tidak menghiraukan ucapan ucapan mereka. Dia terus melangkah dengan pasti. Fatin mengikuti Arkhan dengan menundukkan pandangannya. Disisi lain ada seseorang yang memandang dua orang insan itu dengan tatapan membunuh dan mengepalkan tangannya.


"*Makin hari lo makin ngelunjak ternyata. Liat aja ,akan banyak kejutan menanti dari gue. Sebagai pembalasan dari perbuatan lo dasar PHO" Batin Seseorang itu


***


Dikediaman Keluarga Rio Adi Putro


Saat ini usia Anak pertama mereka 24 tahun. Keluarga Rio sekarang sudah lebih makmur dibanding denga dulu. Karna kerja keras dan doa dari sang istri Rio mampu memgubah nasib keluarganya. Rio dan keluarganya sudah sangat merindukan putri kecil mereka. Setiap hari mereka selalu memikirkannya. Apakah dia bahagia? Apakah mereka memperlakukannya dengan baik? Pasti dia sekarang menjadi sosok gadis cantik. Itulah yang selalu ada dibenak mereka semua.


Rio memiliki Restoran mewah yang sangat terkenal dikota B. Restoran itu dibuatnya khusus untuk peri kecilnya. Saat ini restoran itu berkembang cukup pesat. puluhan cabang sudah tersebar di berbagai penjuaru daerah di Indonesia.


Reza Pratama putra pertama pertama mereka saat ini menggantikan posisi ayahnya mengurus bisnis restoran mereka yang ada di beberapa daerah. Ayahnya hanya mengurus satu Restoran utama yang akan diperuntukkan untuk Peri kecilnya.


Tekad Reza dalam hati sudah bulat. Saat ini keluarga sudah memiliki taraf ekonomi diatas rata rata. Jika waktunya sudah tepat Dia sendiri yang akan pergi menjemput adik tersayangnya untuk tinggal bersama. Reza sudah biaa menebak bahwa saat ini pasti adiknya sudah mengetahui indentitasnya.Namun tidak tahu siapa keluarga kendungny. Reza merasakan bahwa adiknya tidak bahagia berada dikeluarga itu.


Reza percaya pada Om Edo bahwa Beliau bisa merawat Adiknya dengan baik. Tapi tidak dengan Istri dan Anak Om Edo yang terkenal sombong dan suka bertindak semena mena. Dia khawatir adiknya tidak akan diperlakuka dengan adil*.


***


Saat melihat Fatin dan Arkhan memasuki ruang kelas .Hening berlari dan menghambur kepelukan Fatin.


"Fatin,kok baru dateng sih. Aku pikir kamu gak masuk hari ini" Ucap Hening sambil melepaskan pelukannya


Fatin tersenyum kecil"Dateng dong. Kamu taulah pasti alesan aku dateng telat " Ucap Fatin terkekeh


Fatin menarik tangan Hening untuk berjalan ketempat duduk mereka. Arkhan juga kembali ketempatnya.


Wira yang melihat 2 sahabatnya sudah berada dikelas langsung berlari menuju meja Sahabtnya itu.


"Halo bidadari dan malaikat pencabut nyawaku" Ucap Wira yang langsung mendudukan bokongnya dimeja Sahabatnya.


Hening memutar bola matanya malas melihat tingkah menjengkelkan sahabat nya yang ini.


"Wira, meja buat nulis bukan buat duduk" Ketus Fatin dwngan tatapan Tajam. Wira terkekeh kecil mendengar ucapan Fatin dan langsung turun dari meja lalu mengambil kursi di sampingnya untuk didudki


"Kalian tau gak.."ucapan Wira terpotong karena kedua sahabatnya langsung mencela ucapannya


"Enggak lah" Ucap Fatin dan Hening sambil terkekeh. Wira memutar bola matanya malas melihat tingakah kedua sahabatnya ini.


"Makanya dengerin dulu Bening!" Ketus Wira


"Heh, nama gue itu Hening. H-E-N-I-N-G." Ketus Hening


"Huhh,,iya iya Hening yang paling cantik sejagad Raya"Ucap Wira malas


"Buruan mau cerita apa. Kalo berita buruk gue tonjok lo" Ketus Hening


"Ckckck.Makanya sabar!" Ucap Wira


Fatin terkekeh kecil melihat sahabat sahabatnya yang selalu berdebat ini.


"Tadi gue Si Prety dipanggil Guru BK"Ucap Wira


"Haahhaa,,,ya bagus dong . Biar tau rasa tu anak"Ucap Hening Sinis


"Emang ada masalah apa ?"Tanya Fatin


"Katanya sih kasus pembullyan gitu.Gue juga gatau pasti sih" Ucap Wira mengangkat kedua bahunya


Hening dan Fatin menganghukkan kepala mendengar ucapan Wira.


Perbincangan mereka selesai karena guru telah masuk kekelas untuk memulai pelajaran hari ini..


***


Teeeetttt


*Bel istirahat telah berbunyi. Seluruh siswa bergegas keluar kelas. Fatin dan sahabat sahabatnya memilih ke kantin untuk mengisi perut mereka...


Bersambung....

__ADS_1


Hehehehhe putus yaa ceritanya reders.. mohon sabar yaa*


__ADS_2