Anak Titipan

Anak Titipan
Cuap Cuap


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, sayup sayup kicauan burung burung mulai terdengar. Waktu masih menunjukkan pukul 06:30.masih terlalu pagi untuk seorang Fatin. Pasalnya, dia sudah siap dengan seragam sekolahnya.


"Kok masih jam segini sih. Kesekolah jam segini,? mau buka gerbang kali ya" gumam Fatin sambil terkekeh geli


Fatin melihat penampilannya sekali lagi di depan cermin. Berputar putar layaknya seorang putri.


"Perfecto" ucapnya


Fatin meraih tas ranselnya yang hanya dikenakan sebelah lalu bergegas turun ke bawah. Sesampainya dimeja makan, Fatin terkejut karena belum ada orang disana.


"E bused dah. Pada kemana sih?" tanya Fatin pada diri sendiri


Dari arah dapur, terlihat Bi Ina yang sedang menyiapkan sarapan.


"Bi?. Belum ada turun ya" tanya Fatin


"Belum neng. Tumben banget sih Eneng bangun pagi, biasanya juga nunggu di teriakin dulu" ucap Bi Ina sambil tersenyum geli


"Yee si Bibi. Kalo ngomong suka bener" ucap Fatin


"Hehehe, sorry neng. Duduk dulu neng, bibi mau siapin yang lain" ucap Bi Ina


Fatin hanya tersenyum dan mengangguk.


Fatin duduk sendiri sambil memainkan ponselnya.


**Trigonometri Club


Fatin**


Hello epribadeh. Dah pada bangun lum cay


Wira


Jijay


Hening


2😨


Fatin


Shit.!


Wira


Dedek gaboleh ngomong kasar bangk*


Hening


huuwweekkk


Fatin


Jemput gue dong


Hening


tumben? mobil lo mana?


Wira


2


Fatin


Gue kan gapunya mobil:(( Mobil bokap itu mah


Fatin


Sekalian sarapan disini. Ok beibeh


Wira


Ashiaapp 😋


Hening


On the way


Setelah menghubungi kawan kawannya, Fatin meletakkan ponselnya di atas meja. Betapa terkejutnya Fatin saat melihat semua orang sudah ada di meja makan dan menatapnya dengan tatapan menyelidik.


"Ngagetin ajasih bang" ucap Fatin


"Kamu nya aja yang serius sama hp" jawab Reza santai


"Chatting sama siapa sih sayang" tanya Bunda

__ADS_1


"Sama temen temen Bun" jawab Fatin


"Temen yang mana. Kok sampek senyum senyum gitu, Doi yaa" ledek Bunda


"Apasih Bun. Enggak, sama Wira Sama Hening kok" Jawabnya


Cindy tersenyum sambil mengangguk angguk kecil.


"Mereka OTW" ucap Fatin


"Ha? siapa? " tanya Bunda


Fatin mendengus pelan


"Temen temen Fatin Bunda. Fatin mau brangkat sama mereka aja" ucapnya


"Bagus deh. Sering sering aja ya" saut Reza


Fatin langsung melirik sinis ke arahnya.


"Apasih, gaje Lu bang" cibir Fatin


"Mau sarapan dulu apa nunggu mereka nih?" tanya Bunda


"Sarapan lah Bun, ntar mereka nyusul aja" saut Fatin


Mereka pun mulai menyendokkan nasi goreng special ala Bi Ina ke piring nya masing masing. Beberapa saat kemudian, terdengar suara deruan mobil.


"Bi, bukain pintu. Temen Fatin udah dateng" panggil Fatin


"Iya Neng" saut Bi Ina dari arah dapur.


Dengan berlari lari kecil, Bi Ina menuju ke arah pintu utama untuk membukakan pintu.


Ceklek


"Silahkan masuk Den Wira neng Ning nong" ucap Bi Ina seraya tersenyum simpul


"Eh bibi. Baru mau diketuk" ucap Wira


"Mari masuk" ucap Bi Ina


Mereka tersenyum dan mengangguk, lalu berjalan mengikuti Bi Ina.


"Morning epribadeh" sapa Wira


"Thank you very much" jawab Wira


"Sok inggris Lo" cibir Hening


"Bukan sok. Emang gue bisa" jawab Wira dengan bangganya


Hening hanya memasang ekspresi malasnya .


Keduanya pun ikut bergabung dimeja makan bersama keluarga Fatin.


"Apa kabar Aunty, Uncle and The handsome brother" ucap Wira


"Very nice" jawab mereka bersamaan


"Emang ini hari bahasa inggris ya. Kok pada englis speak semua" tanya Hening heran


"Bisa jadi" jawab Fatin


"Udah nanti aja baru dipikirin. Ayo sarapan dulu" ucap Cindy


"oke tante. Anggep aja rumah nenek" saut Wira


"Suka hati Lu Wir" ucap Hening jengah


Mereka pun kembali melanjutkan Sarapannya. Setelah selesai , Fatin Dkk pun berpamitan kepada kedua orang tuanya dan Reza.


"Berangkat dulu Bun, Papa, Abang. Assalamualaikum" pamit Fatin sembari mencium punggung tangan mereka semua


"Pamit Om Tante" ucap Hening sembari menyalimi mereka semua dan diikuti oleh Wira


"Me Too Uncle , aunty and Brother" ucap Wira


"Waalaikumsalam. Hati hati ya kalian , jangan ngebut ngebut ya Wira. " ucap Cindy


"Of course Tan" sautnya


"Nih, buat kalian bertiga" ucap Rio sambil menyerahkan 6 lembar uang seratus ribuan kepada Hening


"Makasih Om" ucap Hening sambil tersenyum manis


"Yah om. Wira mana kecipratan kalo duitnya jatoh ke tangan nenek lampir" ucap Wira protes

__ADS_1


"Mulut lo. gue ulek baru tahu rasa Lo" ancam Hening


"Itu si derita Lo ya. Udah yuk jalan" ucap Fatin


"Bye bye Bun/Tan" ucap Fatin dan Hening


Mereka pun melambaikan tangannya kepada Fatin Dkk.


Setelah mobil yang dikendarai oleh tiga serangkai itu sudah tak terlibat lagi. Rio mengajak anak dan istrinya untuk masuk ke dalam.


Mereka berbincang sebentar di ruang tamu.


"Pa, apa kita gak beliin Fatin mobil aja. Lagian kan dia udah cukup umur buat punya SIM" ucap Cindy


"Iya, Papa juga udah mikir gitu. Tapi, kita harus nyari moment yang pas buat ngasih kejutannya" jawab Rio


"Pas ulang tahunnya aja Pa. Lagian itu bentar lagi kok, sekitar 3 mingguan " saut Reza


"Bener juga apa kata Reza Pa. Pas ulang tahunnya aja" ucap Cindy


Rio pun mengangguk setuju.


"Mobil apa kira kira yang cocok sama Fatin" tanya Rio


"Kalo menurut Reza, mini cooper aja. Cocok lah buat mereka bertiga kalo mau jalan jalan atau liburan." ucap Reza


"Nah iya, Bunda sutuju Pa" saut Cindy


"Oke. Fix ya, yaudah nanti biar itu jadi urusan Papa. Kalian tinggal rencanain aja buat acaranya nanti." ucap Rio


"Iya Pa. Pokoknya, ini harus jadi moment yang paling berharga buat anak Kita. Karena ini adalah pertama kalinya buat dia" ucap Cindy bersemangat


"Bener Bun. Sweet seventeen harus the best pokoknya" saut Reza


❤❤❤


Di perjalanan menuju ke sekolah, terlibat perbincangan kecil juga diantara mereka bertiga.


"Eh guys, Lo tahu gak" ucap Fatin


"Enggak" jawab Wira dan Hening bersamaan


"Dengerin dulu seta*" umpat Fatin


"Yaudah buru" ucap Wira


"Kemaren gue dikasih kejutan sama family. Lo tahu kan Resto Mewah yang ada di pusat kota? Nah itu ternyata punya keluarga gue" ucap Fatin


"Udah basi kali" Jawab Hening


Fatin mengernyitkan dahinya bingung.


"Maksud Lo?" tanya Fatin


"Semua juga tahu kali kalo itu tuh milik Bokap lo" saut Wira sambil tetap fokus menyetir


"Oke oke. Tapi yang ini pasti bakal bikin kalian terkejut" ucap Fatin


Mereka hanya menhawab dengan deheman singkat.


"Kepemilikan Resto itu, dialihkan atas nama gue sekarang" ucap Fatin


"Serius Lo" ucap Wira


Fatin mengangguk pasti


"Udah gue duga. Lagian kan , Bang Reza dapet bagian cabang cabang Resto. Udah pasti lah Resto utama jadi milik Lo" ucap Hening


Prok prok prok


"Amazing banget pemikiran Lo. Gue aja gak mikir sampek kesana" ucap Fatin


"Yaiyalah. Otak gue kan bekerja dengan baik" jawab Hening dengan bangganya


"Ceilehh, gaya Lu Nong" cibir Wira


"iri..bilang dong" ucap Hening


Wira hanya memutar bola matanya malas.


Wira kembali melajukan mobilnya membelah jalanan kota Y.


Sesampainya di sekolah, Wira langsung menarkirkan mobilnya di tempat biasa.


Setelah parkir, merekapun turun bersamaan dari mobil Wira. Gerak gerik mereka tak lepas dari pandangan siswa siswi yang lain. Bagaimana tidak, mereka adalah the most wanted di sekolah, sama seperti Arkhan dkk. Kemanapun mereka pergi, akan selalu menarik perhatian semua orang.


Mereka bertiga berjalan dengan santainya tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Tak sedikit dari siswa siswi di sana yang sangat ingin bergabung dalam grup Trigonometri. Entah itu julukan dari mana, tapi Fatin dkk memutuskan menamai persahabatan mereka sebagai Trigonometri. Entah apa tujuan mereka ingin bergabung dalam grup Trigonometri. Mungkin hanya ingin pansos semata. Meskipun begitu, Fatin dkk tak pernah menggubris mereka semua. Karena persahabatan Fatin dkk tidak akan pernah ada penambahan ataupun pengurangan member. Ini bukanlah grup tim basket, voli, futsal dan lain lain. Yang membutuhkan pemain cadangan ataupun pengganti. Ini adalah persahabatan sehidup semati yang takkan pernah terganti. Itulah prinsip mereka bertiga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2