Anak Titipan

Anak Titipan
pertemuan pertama


__ADS_3

Entah apa yang membuat Enjela begitu semangat dan menggebu-gebu, pekerjaan barunya,atau kota Anyerkah yang membuatnya begitu antusias. Yah Anyer memang kota yang penuh dengan kenangannya bersama Firman. Sepanjang jalan menuju penginapan Enjela terus tersenyum, perjalanan dari kantor Diana menuju penginapan memang tak begitu begitu memakan waktu lama.Tapi sepertinya Enjela sengaja memperlambat perjalanannya. Didepan sebuah toko Enjela menghentikan mobil yang ia kendarai, Enjela membuka pintu mobil lalu melangkah menuju toko. Setelah beberapa saat memilih beberapa buah ahirnya ia menjatuhkan pilihannya pada buah jeruk dan apel.


" mbak satu kilo satu kilo semua ya"


♡penjaga toko♡


" iya bu , ini saja?


gak anggurnya sekalian bu lagi promo loh"


Penjaga toko itu menawarkan buah lain pada Enjela, namun enjela hanya tersenyum tak memberika jawaban. Setelah menyelesaikan pembayaran Enjela langsung kembali ke mobilnya dan langsung menginjak pedal gas nya. Kali ini Enjela melaju dengan kecepatan lumayan tinggi , ia pun mulai konsentrasi dengan situasi jalan. Entah berapa kecepatan yang dipacunya , hanya butuh beberapa menit ia sudah sampai di penginapan.


"Braakkkkk"


Enjela merasakan ada benturan pada mobilnya, dia mulai panik dan turun untuk mencari asal dari suara itu. Dan kepalanya mulai terasa sakit ketika melihat bemper belakang mobilnya penyok. Asap mulai mengepul di kepalanya mukanya memerah dan keluarlah tanduk Enjela.


"waduh mobil gue kenapa nih "


"haaahhhhh"


"mampus gue"


"woooooiii turun lu ,,, !!!!"


Teriaknya melihat mobil hitam tepat dibelakang mobilnya hanya beberapa senti jaraknya. Tanpa fikir panjang Enjela mendekati mobil itu dilihatnya seorang pria didalamnya .


"woooiiii turun"


"jangan pura-pura bego ya"


Beberapa kali Enjela menggedor pintu mobil itu dan ahirnya pria itu turun dan menghampiri Enjela.Mata Enjela yang masih nanar menahan emosi mulai meredup setelah melihat pria itu menghampirinya" Duh ganteng banget gila" bisiknya dalam hati.


♡Abram♡


"Maaf ya mbak gk sengaja"


" Enak aja lu maaf, maaf, emang klo lu bilang maaf ni mobil bisa balik lagi seperti semula."


♡Abram♡


"iya tenang aja mbak saya tanggung jawab kok, saya ganti kerusakannya"


"ya udah mana nomer lu?"


♡Abram♡

__ADS_1


"nih "


Abram menyodorkan ponselnya


"siapa nama lu?"


♡Abram♡


"disitu kan ada , "


Jawab Abram sambil tersenyum


" oke ntar sorean gue telfon "


♡Abram♡


"oke mbak"


Sialan tu orang gak tanya siapa nama gue, ah bodo lah ntar sore juga gue telfon, gumam Enjela dihati. Sambil menenteng bungkusan buah yang baru dibelinya Enjela menyusuri lorong penginapannya.Riska yang sudah menunggu kedatangan Enjelia lalu mumbuka pintu setelah mendengar beberapa kali pintu diketuk.Enjela tersenyum saat melihat Riska membukakan pintu,disodorkannya buah yang telah dia beli.


♡Riska♡


"kok udah pulang kak, udah beres?"


"udah , ntar deh aku cerita, sekarang kita cari makan dulu"


♡Riska♡


"iya kak"


"kamu belum makan kan ?"


♡Riska♡


" mau cari makan dimana kak"


" yuk keluar, kamu pengen apa bilang aja ntar kita cari-cari"


♡Riska♡


" apa aja kak ntar kalo udah diluar juga pengen"


" ya udah yuk"


Tanpa menunggu jawaban Enjela langsung meninggalkan Riska yang masih sibuk mencari kunci penginapan. Tak berselang lama Riska munyusul Enjela keluar penginapan, Riska terkejut melihat Enjela senyum sumringah di samping pintu mobil putih.Dengan gaya songongnya Enjela mengibas-ngibaskan sebuah kunci. Yaaa tak salah lagi itu kunci mobil Enjela dari Diana, walau pun hanya dipinjamkan tapi lumayanlah kaki bisa melangkah jauh.Masih dalam kebingungan Riska dan begitu banyak pertanyaan diotaknya "mobil siapa ini dan kunci apa yang di pegang kak Enjela" , saat Enjela menarik tangan Riska dan menyeretnya masuk kedalam mobil putih itu.

__ADS_1


♡Risaka♡


"mobil siapa ini kak?"


"mobil gue"


♡Riska♡


"kakak beli mobil?"


"kagak,"


♡Riska♡


" lah terus??"


"udah gak usah bawel yang penting sekarang kita ada mobil jadi mo kemana-mana gampang "


♡Riska♡


"iya sih tapi aku gak mau kakak ada masalah"


"masalah apa? ,,, gak bakalan udah lah gak usah mikir yang macem-macem.


♡Riska♡


"Iya kak"


Riska tak bisa berkata apa-apa hanya bisa menurut kata-kata Enjela , Ia sangat bersyukur bertemu dengan Enjela yang begitu baik padanya.Dalam hati Riska berkata mungkin Enjela malaikan yang diturunkan Tuhan untuk membantunya .


Setelah beberapa saat mereka berputar-putar kota bandung ahirnya Enjela menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah makan.


Tak begitu besar rumah makan itu namun tampak ramai oleh pengunjung.


Enjela masih clingak-clinguk mencari meja yang kosong, dan ahirnya menemukan meja disudut ruangan . Dan tanpa pikir lagi Enjela menghampiri meja dan duduk disana. Setelah memesan beberapa menu , Enjela berdiri dan mencari wastafel. Setelah menunggu beberapa saat hidanganpun telah siap disantap. Enjela dan Riska yang memang sudah sangat lapar langsung menyerbu makan mereka. Hanya perlu waktu beberapa menit saja makanan telah ludes, mungkin jika ada yang memperhatikan mereka , maka orang itu akan berkata "nih orang udah berapa abad gak makan ya". Ahhh peduli amat sama orang yang penting gue kenyang fikir Enjela dalam hati.


"kamu mau makan apa lagi?"


♡Riska♡


"haaahhh ,,, udah kenyang kak, saya mah"


"beneran udah kenyang,kalo belum kenyang bilang aja ya jangan sungkan-sungkan kan kamu lagi hamil harus banyak makan"


♡Riska♡

__ADS_1


"iya kak"


Gila ini orang baik banget sih,apa bener ini malaikat yang dikirim Tuhan ya, Riska tak berhenti berfikir.Entah apa yang bisa dilakukannya untuk membalas kebaikan Enjela,sampai saat ini pun belum terfikir. Masih dengan begitu banyak syukurnya Riska menyelesaikan makan siangnya,begitu juga Enjela yang telah menyikat abis semua makanan yang ia pesan.


__ADS_2