
*Fatin. Itulah biasa mereka menyebutku. Saat ini umurku telah 16 tahun. Tapi aku belum menemukan kebahagian yang kuimpikan, yaitu bertemu dengan keluarga kandungku. Yaa, aku bukanlah anak kandung dari keluarga papa Edo dan Mama mira.
Dulu mama dan papa sangat sangat menyayangiku. Aku selalu dimanja, disayang, dan diperhatikan. Hingga suatu ketika , Mama dinyatakan hamil . Mama dan papa sangat sangat bahagia, akupun merasakan kebahagiaan itu. Tapi perlahan lahan mereka mulai melupakan aku, kasih sayang mereka perlahan pudar. Terlebih lagi saat adik ku telah lahir. Pahitnya kehidupan perlahan mulai menghampiriku.
Mama dan papa tidak pernah memperhatikanku lagi. Saat aku sakit terkadang mama dan papa merawatku dengan penuh kasih. Tapi sekarang itu hanyalah bayangan pelangi, yang indah namun sesaat.
Kulewati hari hariku dengan luka dan air mata.
Tapi, Sekarang aku tidak semenyedihkan dulu. Karena sekarang aku memiliki dua orang malaikat penghiburku. Mereka adalah sahabat terbaikku sejak aku memasuki bangku SMA. Mereka adalah Hening Dan Wira. Kita bersahabat baru beberapa tahun, tetapi kami saling menyayangi bak anak kembar yang harmonis. Hanya mereka yang mengetahuin betapa sulitnya hidupku, dan hanya mereka yang dapat meredakan kesedihanku dan melupakaan semua penderitaanku. Aku bahadia memiliki mereka.
Wira adalah satu satunya teman laki lakiku. Dia sangat perhatian padaku dan Hening. Tapi kami tlah berjanji, meskipun ada perasaan diantara kami tidak akan merubah segalanya. Dan itu terbukti, meskipun jika diibaratkan kami cinta segitiga. Tapi persahabatan kami masih utuh bertiga. Perasaan ini telah kami ungkapkan satu sama lain jadi tak ada rahasia diantara kita.
Disekolah aku termasuk salah satu siswa yang berprestasi. Aku selalu mendapatkan peringkat 2 umum dan selalu mengikuti berbagai ajang kompetisi sains tingkat provinsi dan nasional.
DiSMA Nusa Bangsa salah satu sekolah favorit di kota B ada seorang pria yang selalu memikat hatiku. Dia adalah primadona sekolahku. Ibadillah Al Arkhan namanya. Sosok pria tampan rupawan, cerdas berwibawa dan sangat taat beribadah. Oohhh,,sungguh lelaki idaman seluruh wanita. Apalagi dia berasal dari keluarga yang terpandang, tentu menambah nilai ples untuknya. Siapapun yang memandang pasti akan terpikat oleh tatapan tajam dari seorang Arkhan.
teettttttttt bel istirahat telah berbunyi, seluruh siswa meninggalkan ruang kelas, tentu dengan tujuan masing masing seperti ke perpustakaan, kantin, taman, lapangan, atau Rooftop.
" Fatin ada apa denganmu sayangku? kok kamu lemes banget" tanya Hening
Fatin hanya menggelengkan kepalanya.
" Heii sayangku cintaku my honey Fatiinnnn?! apakah gelengen itu sebuah jawaban yang tepat" Ketus Wira
" Hai Wirasableng! Hentikan omong kosongmu itu dasar pria tak berperasaan" nyinyir Hening
wira memelototkan matanya dan menggeretakkan giginya menerima ucapan sang sahabat yang mulutnya bak sambal seribu level pedas " Hening, tamatlah riwayatmu besok jika kau masih menyebutku wirasableng" Ketus Wira dengan nada mengancam
" Aku tak peduli , kan ada Fatin yang akan melindungiku, Weekkk" Balas Hening
Fatin yang semula badmood , saat melihat pertengkaran kedua sahabatnya ini menjadi modbooster baginya. Fatin hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat dua sahabatnya ini yang tak pernah akur tapi saling menyayangi.
"Haaaaa oh my god Fatinku tersenyum lagi, terima kasih Ya Allah" Teriak Hening lebay
Wira memandang Hening sinis dan mengumpati sifat sahabat nya yang selalu berteriak ini.
"Hei diamlah, suaramu membuat gendang telingaku pecah!" Ketus Wira
Hening memandang sinis Wira, lalu berhambur kepelukan Wira dan berkata " uutuutuuu Wirasableng ngambek yaaa,,, maapin neng ning yaaa Wiyyaaaa" canda Hening kepada wira
Mereka bertiga berpelukan dengan riang. Canda tawa selalu mengiringi persahabatan mereka bertiga.
" Hahhahahhaha sudah sudah , apakah kalian akan kenyang hanya dengan tertawa. Ayo kita makan" ucap Wira sambil melepaskan pelukannya
"Let's goooo" Teriak Fatin dan Hening bersamaan
Mereka berlari melewati sekumpulan siswa siswi yang sedang asik bergosip ria.
Tawa mereka tak pernah pudar jika mereka tengah bersama.
__ADS_1
Tiba tiba
Brrukkk,,
Fatin jatuh tersungkur, lututnya mengeluarkan darah.
" Faatiinnnnn" Teriak Wira dan Hening
Seseorang yang sedang bergosip ria tadi tertawa terbahak bahak melihat Fatin jatuh. Dia sangat membenci sosok Fatin. Karena selalu mengalahkannya dalam setiap hal. Baik pelajaran maupun percintaan .
"pretyyy! Sialan, apa yang kau lakukan pada sahabatku! dasar *****" amuk Hening saat mengetahui pelaku sebab jatuhnya sahabatnya itu
" Hahahaha bukan aku yang Bit*h tapi sahabatmu yang tidak tahu diri itu. Dia telah merebut Arkhan dariku kau tahu" Ketus Prety
" Merebut katamu, asal kau tau. kau tak akan mampu bersaing dengan sahabatku karena dia lebih segala galanya dari dirimu" Ucap Hening
Keributan pun terjadi, seluruh mata tertuju ditempat Hening . Mereka berkumpul melihat apa yang sedang terjadi.
Tiba tiba.. seseorang datang membelah kerumunan siswa siswa tersebut
" ada apa ini? apa yang kalian tonton" Tanya Arkhan
Semua terdiam.
Arkhan terkejut melihat Fatin yang sedang terduduk dilantai. Tanpa basa basi dia langsung menggendong Fatin Ala bridal style menuju ke UKS. Hening dan Wira mengikuti Arkhan dari belakang.
"Apa yang terjadi dengan Fatin. Mengapa dia bisa berdarah Ning, Wira?" Tanya Arkhan
"Arkhan, sebaiknya kamu peringatkan kekasih hayalanmu itu agar tidak selalu menggangu Fatin. Dia tidak salah, tapi kekasihmu itu yang selalu mencari masalah" Ucap Wira tak kalah ketusnya
Mereka merasa kasihan kepada Sahabatnya itu. Karena selalu diperlakukan dengan semena mena. Baik dirumah maupun di sekolah.
Dengan kebingungan Arkhan menjawab" Siapa yang kalian maksud sebenarnya? Kekasih hayalan? siapa?" Tanya arkhan
Dengan Sinis Hening menjawab" Tentu saja SiPrekeek Prety . Siapa lagi yang selalu menganggap dirinya kekasihmu jika buka si Wanita sia**n itu" Cibir Hening tak suka
" Dia bukan kekasihku, dan tak akan pernah menjadi kekasihku asal kalian tahu" Jawab Arkhan
Karena merasa jengan dengan keadaan saat ini Fatin akhirnya bersuara. " Sudahlah ini semua salahku, mungkin karena aku tadi kurang berhati hati" ucap Fatin
" Big no Fatin. Ini bukan salahmu ini salah nenek sihir itu" Ketus Hening
"Iya fatin. Kamu jangan selalu menyalahkan dirimu , aku tak suka itu "Lanjut Wira
Fatin terdiam dan menunduk. Saat dia mengangkat wajahnya tatapan matanya bertemu dengan Arkhan.
*Deg
"aahh jantungku, ada apa denganmu, tenanglah, ini hanya tatapan biasa" batin Fatin*
__ADS_1
"Fatin kau tak apa kan? Apa masih sakit" Tanya Arkhan sambil mememgang kaki fatin
Deg deg deg,, arkhan tolong jangan lakukan ini. Bukan kaki ku yang sakit, tapi jangtungku yang sakit. aah aku harus bagaimana ini .Batin fatin
"Fatin kau dengar aku kan? Apa masih sakit? Mengaoa wajahmu memerah" Tanya arkhan khawatir
Wira dan Hening hanya terdiam melihat Fatin yang wajahnya telah memerah menerima perlakuan manis Arkhan. Mereka sangat tahu kalau sahabatnya ini sangat mencintai Arkhan.
Fatin tersadar dari lamunannya " Aah ee emm itu ,,ti tidak kok Ar. Sudah lebih baik. Terima kasih yaa" Ucap Fatin malu malu
" Maafkan aku Fatin. ini semua salahku, tapi kamu yang menerima akibatnya" Ucap Arkhan merasa bersalah
"Sudahlah Semua salab disini, sekarang kau bisa pergi Arkhan. Kami yang akan membawa Fatin" Ucap Wira melerai drama romantis didepannya ini
"Baiklah , Fatin aku pergi dulu ya. Lain kali kamu harus hati hati okey" Ucap Arkhan sambil menepuk manja pucuk kepala Fatin
Fatin yang diperlakukan seperti itu semakin memerah wajahnya merasa bahagia dan malu. Kedua sahabatnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Fatin.
"Arkhan?" Ucap Fatin menghentikan langkah Arkhan
"Ada apa fatin. Apa yang sakit, Bagian mana ?" Tanya arkhan khawatir karena tiba tiba Fatin memanggilnya
Wajah Fatin semakin memerah " Aa tidak, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih" ucap fatin sambil menundukkan wajahnya karena malu
Arkhan tersenyum kecil melihat tingkah Fatin.
"Tidak perlu berterima kasih Fatin. Aku senang jika selalu bisa menolongmu." Ucap Arkhan sambil mengelus kepala Fatin
"Aku pergi dulu, sampai nanti dikelas yaa" Lanjut Arkhan sambil meninggalkan Fatin dan sahabatnya.
"Sudahlah , mengapa wajahmu terus memerah seperti Tomat saja" Canda Wira
"Hahaha, sedang berbunga bunga hatinya Wir" Jawab Hening
Fatin hanya tersenyum melihat teman temannya .
"Tenanglah kami mendukungmu untuk mejadi kekasih nyata Arkhan. Iyakan Ning?" Ujar Wira
"Yuppss benar sekali. Kau tenang saja . Kita berdua akan menjadi Perisai dan cupit untukmu, heeheh" ucap Hening
" Apakah aku cocok dengan Arkhan, Dia sangatlah tampan. Banyak wanita wanita cantik yang menginginkannya. Aku merasa butiran debu untuknya" Ujar fatin dengan lemas
"Hei hei hei, Fatinku ini tidak akan terkalahkan, sicantik , sicerdas, sisisisisi semua ada padamu.hahhaahah,, apa yang kamu khawatirkan . Arkhan itu sangat cocok denganmu, bukan dengan nenek sihir itu " Ucap Hening
" Yeess banget. Mereka semua itu gada apa apanya sama kamu Fatin. Kamu itu istimewahhhh tau gak,heheheh" Jawab Wira
Mereka pun kembali tertawa bersama. Kebahagiaan selalu bersama Fatin jika sedang bersama dengan kedua sahabatnya ini. Fatin berharap sampai kapan pun mereka akan terus bersama, tak akan ada yang mampu memisahkan persahabatan mereka .
*Bersambung....
__ADS_1
Terus dukung akunyaa yaa readers. Supaya makin semangat. Maafin kalo ada typo yang bertebaran. xixixix*