Anak Titipan

Anak Titipan
Pelukan Hangat


__ADS_3

***


Hari ini adalah hari yang sangat dinanti nantikan oleh Fatin dan Arkhan. Hari ini menjadi awal mula perjuangan mereka bersama.


Didalam kamar Fatin dibantu oleh Bundanya untuk packing barang barang yang akan diperlukan selama 1 minggu di Kota S.


Setelah selesai, Fatin beserta keluarganya ikut mengantarkan sampai ke sekolah. Diperjalanan, Cindy terus memeluk putri kecilnya itu. Rasanya Ia tak sanggup melepaskan kepergian putrinya walau hanya sebentar. Tapi dia tidak boleh egois, ini semua juga untuk masa depan putrinya.


Reza yang melihat Bundanya terus memeluk Fatin hanya menggeleng pelan.


"Udah dong Bunda. Harusnya bunda itu ngasih semangat buat adek. Bukan malah drama gini" Ujar Reza malas


Namun Cindy tak bergeming. Dia terus memeluk Fatin, Fatin membalas pelukan sayang bundanya itu.


"Udah ya Bunda. Fatin kan cuma seminggu disana, Bunda jangan sedih gini dong. Nanti kalo Fatin Nervous gimana." ucap Fatin lembut


Cindy masih tetap memeluknya.


"Iya sayang. Bunda gapapa kok kamu pergi. Biarinkan seperti ini sebentar aja yaa. Bunda pasti bakalan kangen kamu banget. Kamu harus banyak banyak istirahat ya disana. Nanti Bunda bakal nyuruh Arkhan buat jagain kamu" ucap Cindy


Fatin tersenyum seraya mengangguk.


"Arkhan siapa bunda" tanya Reza


Cindy melepaskan pelukannya lalu melirik Reza.


"Itu, si ganteng gebetannya adek" ucap Cindy sembari tersenyum kecil


Fatin memelototkan bola matanya.


"Enggak Bang. Bunda ngarang ini mah" ucap Fatin mengelak


Reza menatap tajam Fatin.


"Abang mau ketemu sama Dia. Semua cowok yang deket sama kamu harus lewat seleksi abang" Ucap Reza tajam


Rio dan Cindy terkekeh geli melihat keposesifan Reza. Sedangkan Fatin memonyongkan bibirnya.


Tring.


Notifikasi dari ponsel Fatin berbunyi..


Arkhan Oppa


Fa, Udah dimana?


Fatin


Dijalan Ar. Bental lagi nyampek kok


Arkhan Oppa


Aku tunggui kamu digerbang๐Ÿ˜™ Hati hati dijalan yaa


Fatin tersenyum membaca pesan dari Arkhan. Tak berselang lama, mobil yang dikendarai keluarga Rio sampai di sekolah Fatin.


Dari dalam mobil, Fatin bisa melihat Arkhan yang berjalan menghampirinya.


Mereka turun bersama, Reza dan Rio berjalan dengan gagahnya. Sedangkan Cindy berjalan dengan menggandeng Fatin.


Reza tersenyum kearah mereka semua. Tapi pandangannya menatap heran kearah pria tampan yang berjalan disamping Rio.


Reza menyapa mereka semua, dan menyalimi kedua orang tua Fatin.


"Assalamualaikum Om, Tante." sapa Arkhan


Reza tersenyum memandang Arkhan.


Cocok juga kalo sama adik gue. Orangnya sopan, tampan juga. Puji Reza dalam Hati.


Mereka tersenyum lalu membalas ucapan Arkhan.


" Waalaikumsalam Arkhan tampan. " ucap Cindy


Arkhan tersenyum mendengar ucapan Cindy.


Ekheem

__ADS_1


Reza berdehem singkat.


Arkhan menoleh kearahnya, dan tersenyum canggung.


"Arkhan, perkenalkan ini anak sulung saya , Reza." Ucap Rio


Arkhan mengangguk kecil lalu mengulurkan tangannya pada Reza.


"Arkhan bang" ucapnya


Reza tersenyum seraya membalas uluran tangan Arkhan.


"Udah dong kenalan. Telat nih, buruan masuk" ucap Fatin kesal


Mereka terkekeh pelan, kemudian berjalan bersama memasuki sekolah Fatin dan Arkhan.


***


Seluruh siswa siswi SMA NUSA BANGSA beserta guru guru sekaligus orang tua Fatin dan Arkhan, dikumpulkan disebuah Aula sekolah. Deretan kursi depan diisi oleh seluruh staf dewan guru,disisi kanan dan kiri diisi oleh Arkhan, Fatin beserta keluarga masing masing. Sisanya dipenuhi oleh seluruh peserta didik SMA NUSA BANGSA.


Kepala Sekolah SMA NUSA BANGSA berdiri diatas panggung dan memberikan sambutan. Dan disusul pemanggilan kepada Fatin dan Arkhan untuk naik keatas panggung.


Setelah memberikan sambutan mereka, saat ini waktunya untuk pelepasan mereka berdua.


"Bapak Ibu guru beserta orang tua wali murid yang bersangkutan, dan seluruh siswa siswi SMA NUSA BANGSA. Mari kita bersama sama memberikan doa dan restu kepada anak anak kita. Semoga mereka bisa membawa nama baik sekolah. Dan mengharumkan sekolah kita." ucap Kepala Sekolah


Suara riuh biruh tepuk tangan memenuhi ruangan Aula itu.


***


Setelah berpamitan kepada seluruh Dewan guru dan teman teman. Arkhan dan Fatin perlahan akan memasuki Mobil yang akan membawa mereka ketemlat tujuan.


Saat akan menaiki mobil, sebuah suara nyaring menghentikan langkah Fatin.


"Faatttiinnnnn" teriak orang itu


Fatin menoleh kebelakang. Dilihatnya Wira dan Hening berlari kearah nya.


Hening memeluk Fatin dengan erat.


Fatin membalas pelukan Hening dengan berkaca kaca.


"Aku gak lama kok Ning. Kan ada Wira, dia bakal nemenin kamu. Udah dong, jangan nangis. Aku gak tega liatnya" ucap Fatin lirih


Wira ikut terharu melihat dua wanita hebatnya bersedih.


"Faaa,, ikutan pelukk" ucap Wira


Fatin dan Hening menatap kearahnya dan tersenyum. Wira berhambur kepelukan mereka. Mereka berpelukan cukup lama untuk melepaskan sahabat baik mereka.


Keluarga Fatin tersenyum bahagia melihat persahabatan dan kasih sayang tiga serangkai ini.


Reza melirik kearah Arkhan yang hanya menatap datar melihat pemandangan dihadapannya.


"Hati hati Ar. Si Wira gak kalah ganteng lo dari Lo" Bisik Reza sambil Terkekeh geli


Arkhan hanya diam mematung. Sejujurnya terbesit rasa cemburu dihatinya. Tapi apa boleh buat, Wira adalah sahabat Fatin sejak awal masuk sekolah.


Setelah puas mengadakan perpisahan sementara. Arkhan dan Fatin memasuki mobil mereka. Mereka berdua didampingi oleh guru Favorit disekolah, yaitu Bu Titin.


***


Mereka menempuh waktu yang cukup lama untuk sampai ke bandara. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan diudara. Sampailah mereka semua di Kota S. Kota yang sangat indah dan terkenal dengan berbagai tempat wisata dan Candi candi peninggalan zaman Hindu Budha.


Mereka sedang menuju ke Sebuah Gedung besar , tempat Acara OSN akan berlangsung untuk mengisi Formulir pendaftaran. Setelah selesai, mereka diantarkan oleh sebuah mobil Ferrari menuju ke sebuah Hotel yang telah disediakan oleh Pihak Acara.


Saat diperjalanan menuju hotel. Fatin merasakan kantuk berat. Seluruh tubuhnya sangat lelah, karena sudah sangat mengantuk. perlahan Fatin mulai memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya dipintu mobil.


Arkhan yang melihat Fatin tertidur, tersenyum kecil. Dengan perlahan, Arkhan memindahkan kepala Fatin ke bahunya. Arkhan mengusap pelan rambut Fatin.Fatin tak terganggu sama sekali dengan tindakan Arkhan. Bu Titin yang melihat keromantisan dua siswa dibelakangnya tersenyum kecil.


Arkhan yang juga sangat kelelahan, merasakan kantuk mulai melandanya. Perlahan Arkhan ikut memejamkan matanya.


Beberapa saat kemudian, sampailah mereka dihotel tempat mereka menginap.


"Arkhan, coba kamu bangunkan Fatin. Saatnya kita turun" Ucap Bu Titin


Arkhan mengangguk pelan. Perlahan Dia mulai membangunkan Fatin. Namun Fatin tak memberikan responnya. Saat melihat Fatin tak kunjung bangun, Bu Titin meminta Arkhan untuk menggendong Fatin. Arkhan mengangguk setuju, lalu mulai menggendong Fatin ala Bridal Style memasuki hotel.

__ADS_1


Hotel yang tampak mewah dengan desain yang mengangkat tema Eropa. Arkhan dan Bu Titin menuju kearah Resepsionis. Setelah mendapatkan kunci kamarnya, Arkhan membawa Fatin masuk ke kamarnya. Bu Titin hanya mengikuti mereka dari belakang.


Diam diam Bu Titin memotret keromantisan siswinya itu.


"Pelan pelan aja Arkhan. Kasian Fatin, pasti capek banget" ucap Bu Titin


Arkhan mengangguk pelan dan perlahan membaringkan Fatin ditempat tidur.


Setelah itu, Arkhan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Acaranya akan berlangsung besok lusa. Jadi, mereka masih memiliki waktu satu hari untuk mengistirahatkan diri dan pikiran.


Malam Hari


Bu Titin, Arkhan dan Fatin sedang berada di sebuah restoran dekat hotel yang mereka tempati. Mereka sedang menikmati hidangan makan malam yang diselingi dengan obrolan obrolan ringan.


"Besok kita akan istirahat penuh dihotel, sebelum kalian melaksanakan perlombaan besok lusa." ucap Bu Titin


Fatin dan Arkhan mengangguk paham.


Setelah selesai makan malam. Mereka bertiga kembali ke hotel untuk beristirahat.


Fatin dan Bu Titin berada dikamar yang sama.


"Fatin, Ibu mau nanya sesuatu boleh gak" ucap Bu Titin


Fatin mengangguk pelan. " Boleh bu" jawabnya


"Kamu sama Arkhan itu pacaran gak sih." tanyanya


Fatin tersenyum malu. "Kita cuma temenan aja kok Bu" jawab Fatin


Bu Titin memdesah kecewa.


"Ibu pikir kalian pacaran. Padahal kalian itu cocok banget loh. Ibu aja kadang suka iri sama keromantisan kalian berdua" ucap Bu Titin


Fatin tersenyum kecil mendengar ucapan Bu Titin.


"Tapi kalian sama sama suka kan" tanya Bu titin.


Wajah Fatin sontak bersemu merah. Fatin menundukkan wajahnya sembari tersenyum.


Bu Titin yang melihat tingkah Fatin, sangat paham dengna jawabannya.


"Kenapa gak jadian aja sih. Kalian itu sama sama pinter, cantik sama ganteng, pasti bakal jadi couple goals deh" ujar Bu Titin


Wajah Fatin semakin merona karena ucapan Bu Titin.


Mereka terlibat obrolan obrolan kecil, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk tidur.


Saat akan memejamkan matanya. Ponsel Fatin bergetar.


Arkhan


Good night bidadariku. Tidur yang nyenyak yaa๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Fatin


Night too Arkhan tampan๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜


Fatin tersenyum bahagia membaca pesan itu. Fatin meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. Kemudian perlahan memejamkan matanya.


Bidadari Arkhan


Night too Arkhan tampan๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜


Arkhan tersenyum kecil membaca balasan pesan dari Fatin. Perlahan Arkhan mulai memejamkan matanya.


.


.


.


bersambung...


****

__ADS_1


__ADS_2