
Hari ini adalah hari yang amat dibenci oleh kebanyakan manusia, karena hari ini adalah awal hari yang entah mengapa terasa sangat melelahkan jiwa dan raga.
Waktu telah menunjukkan pukul 07:00, tapi Fatin belum juga terjaga dari tidurnya. Mungkin karena liburan singkat kemarin, seluruh energinya terkuras.
Dimeja makan, Reza bersama Ayah dan Ibunya sedang menunggu kedatangan Fatin ,yang tak kunjung turun.
"Bang, coba kamu cek si Adek. Kok lama Banget turunnya" pinta Cindy
"Lagi dandan mungkin Bun" seru Reza
"Coba kamu samperin aja bang. Udah telat ini, belum.sarapan, belum lagi kalo macet dijalan" ucap Cindy gemas
Reza menghembuskan nafas pelan lalu berdiri dari tempat duduknya. Reza menghampiri kamar Fatin, lalu mengetuk pintu beberapa kali. Namun tak ada jawaban. Reza mengulanginya lagi.
"Tok tok tok. Faaaa,, buruan keluar. Udah telat nih" teriak Reza. Namun masih nihil, tak ada jawaban.
Karena tak sabar, Reza lalu mengambil kunci cadangan dan membuka pintu kamar Fatin.
^^^Ceklek^^^
Saat pintu terbuka, betapa terkejutnya Reza yang melihat Fatin masih bergelut dengan mimpinya. Apa dia lupa kalau hari ini hari senin, waktu juga sudah menunjukkan pukul 07:10. Tanpa basa basi, Reza mengambil gayung yang diisi air di kamar mandi.
Byuurrr
Reza menyiramkan air itu pada Fatin
"Aaaaaaaa,,,Bundaaaaa,,, Bannjjiiirrrr" teriak Fatin Histeris
"Faatiinnnn banguunnnnn. Seeekoolaaaahh" Teriak Reza tak kalah Keras
Fatin yang mendegar teriakan Reza, mengalihkan pandangannya ke arahnya. Fatin menatap Reza tajam.
"Abang. Liat nih kasur Fatin basah. Emang abang mau tanggung jawab" Teriak Fatin
"Siapa suruh udah siang tetep tidur. Gak sekolah kamu, senin nih" ucap Reza santai
Fatin yang mendengar ucapan Reza terlonjak kaget. Dia melirik ke arah jarum jam.
"Abaannggggg,,,, Kenapa gak bangunin Fatin sih. Fatin telat nih." Teriak Fatin seraya berlari kocar kacir mencari handuknya lalu masuk ke kamar mandi.
Reza hanya menggedikkan bahunya. Saat akan meraih gagang pintu. Reza terkejut melihat Fatin yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"Adek jorok banget. Gak mandi. Iieeeuuww" ucap Reza lebay
Fatin menatap tajam kearahnya tanpa berniat membalas. Dengan cepat Fatin mulai meyiapkan peralatan sekolahnya dan memakai sepatu. Setelah siap Fatin langsung berlari turun kebawah.
Reza terkekeh pelan melihat adiknya yang bersiap siap secepat kilat.
Saat sampai di bawah Fatin langsung menghampiri Rio dan Cindy kemudian berpamitan
"Bunda, Papa. Fatin berangkat dulu, assalamualaikum" ucap Fatin lalu kembali berlari keluar rumah. Belum sempat mereka menjawab, Fatin sudah berlari jauh.
"Tungguin Abang Faa" teriak Reza
"Abang buruan. Udah telat nih" teriak Fatin
"Bun, Pa. Reza duluan. Assalamualaikum." ucap Reza lalu berlari menyusul Fatin.
Rio dan Cindy menggeleng pelan melihat tingakah heboh putra putrinya dipagi hari.
__ADS_1
***
Diperjalanan, Fatin semakin gelisah. Pandangannya selalu menuju ke arah jam tangannya. Reza merasa kesal melihat tingkah adiknya yang tak bisa tenang.
"Diem dong Dek. Abang gak fokus nanti" kesal Reza
"Abang diem aja. Buruan tancep gas nya lagi. Udah telat nih. " ketus Fatin
"Kamu ngapain sih semalem kok bisa kesiangan gini" ucap Reza
"Abang diem. Gausah banyak nanya. Buruan balap." ketus Fatin
Reza mendengus kesal melihat tingkah Fatin. Reza menambahkan kecepatannya hingga maximal.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai digerbang sekolah Fatin yang hampir tertutup.
Fatin langsung turun dan berlari kearah gerbang.
"Pakkkkk tunggu. Jangan ditutup dulu, Fatin telat satu menit" Teriak Fatin saat melihat gerbang sekolahnya mulai tertutup.
Dengan nafas tersengal sengal Fatin memohon kepads penjaga gerbang.
"Pak, bukain dong. Fatin cuma telat semenit Pak." Ucap Fatin
"Gak bisa. Ini sudah peraturan disini, lebih baik adek pulang saja dan kembali lagi besok pagi" ucap Penjaga itu seraya meninggalkan Fatin
Fatin menatap kesal kearah penjaga gerbang itu. Tiba tiba sebuah klakson mobil mengejutkannya.
Tin tin
"Fatin, kamu telat" tanya seseorang dari dalam mobil
Mata Fatin berbinar melihat orang yang menyapanya.
Wanita dimobil itu tersenyum kecil. Dia adalah guru Fisika di SMA Nusa Bangsa. Termasuk guru terfavorit juga.
"Yasudah ayo naik." ucap Bu Titin
Dengan semangat Fatin masuk kedalam mobil Bu Titin.
Penjaga gerbang yang melihat mobil salah satu guru berada diluar, dengan cepat berlari lalu membuka pintu gerbang. Fatin yang berada didalam mobil bersorak gembira.
***
Jam istirahat sedang berlangsung. Fatin beserta dua sahabatnya sedang menikmati kudapan lezat dikantin sekolah.
"Fa, kok lo bisa telat sih. Tumbenan" tanya Wira
"Aku kecapek an tau gak. Gara gara kemaren kita ngabisin waktu seharian buat jalan jalan" ucap Fatin
"Iya Fa bener., Aku juga sebenernya males banget sekolah, capek banget." sambung Hening
Mereka menikmati makan siang itu dengan diselingi obrolan obrolan ringan.
Hingga tak terasa waktu istirahat telah usai. Merema memutuskan untuk kembali ke kelas.
Saat sedang menyimak pelajaran, seseorang datang memgetuk pintu kelas Fatin
Tok tok tok
__ADS_1
"Permisi Pak Maaf mengganggu. Saya diperintahkan untuk memanggil Saudara Arkhan dan Saudari Fatin. Mereka diminta untuk menuju ke ruang kepsek" ucap Ketua osis itu.
"Iya silahkan. Fatin dan Arkhan, silahkan keluar" ucap Pak Guru
Fatin dan Arkhan lalu mengangguk kemudian berdiri menuju ke ruangan kepsek.
***
*tok tok tok
"S*ilahkan masuk" ucap Pak Kepsek
"Permisi pak, Bu. Apa benar bapak memanggil kita berdua" ucap Arkhan sopan
"Silahkan duduk dulu. Nanti Bu Titin yang akan menjelaskan kepada kalian." ucap Pak Kepsek
Setelah mereka duduk. Bu Titin kemudian menyampaikan maksud dan tujuan mereka dipanggil.
"Jadi begini, kalian dipanggil kemari karena suatu alasan. Kalian berdua akan menjadi utusan sekolah untuk mewakili kita semua di sebuah ajang Olimpiade Nasional. Bagaimana, kalian bersedia kan" ucap Bu Titin
"Kalau boleh tau, pelaksanaannya dimana ya Bu" tanya Fatin
"Di Kota S" jawab Bu Titin
Fatin mengangguk setuju.
"Gimana, kalian bersedia kan" tanya Bu Titin
"Bersedia bu"ucap Arkhan dan Fatin bersamaan
Bu Titin dan kepala sekolah tersenyum mendengar jawaban Fatin dan Arkhan.
"Kalian akan membawa nama baik sekolah kita. Jadi, Saya harap kalian tidak mengecewakan Kami" ucap Pak Kepsek
Fatin dan Arkhan mengangguk pasti
"Kami akan berjuang keras pak. Kami tidak akan mengecawakan Bapak" ucap Arkhan tegas
"Baik, saya senang mendengarnya" ucap Kepsek
"Jadi, untuk beberapa hari ini kalian dibebaskan dari kegiatan sekolah. Kalian datang hanya untuk mengikuti bimbingan OSN saja. Paham" jelas Bu Titin
Fatin dan Arkhan mengangguk paham.
Setelah selesai, mereka dipersilahkan untuk keluar.
"Fa , kamu seneng gak. Bisa ikut ajang ini" tanya Arkhan
"Seneng banget Ar. Aku udah nunggu banget saat saat ini, akhirnya impianku tercapai" seru Fatin seraya tersenyim bahagia.
Arkhan yang melihat senyum bahagia Fatin, ikut tersenyum.
Justru sebenarnya aku yang paling bahagia disini Fa. Karena aku bisa menghabiskan beberapa waktu berdua sama kamu. Aku udah tau, alasan kamu jauhin aku. Aku akan buat kamu kembali lagi sama aku Fa. Ini janji seorang Arkhan. *Batin Arkha**n*
Mereka berjalan berdempetan menuju ke kelas. Langkah mereka terasa sangat berarti, karena diselingi dengan canda tawa yang sudah beberapa hari ini tak mereka lakukan bersama.
Arkhan tersenyum manis melihat tawa ceria Fatin, Tawa yang sudah sangat dirindukannya. Hingga tanpa sadar, Arkhan telah menggenggam erat tangan Fatin. Fatin tidaj menolaknya, justru semakin mempererat genggaman Arkhan.
Mereka berjalan bergandengan tangan sambil tertawa bahagia.
__ADS_1
Bersanbung...
Sorry readers, telat upnya..