Anak Titipan

Anak Titipan
WEEKEND 2 (Pertemuan pertama)


__ADS_3

Sekitar 5 menit mereka berada di atas roallercoaster itu. Saat roallercoaster itu berhenti. Raut wajah ketakutan nampak jelas di wajah Fatin dkk. Nyawa mereka seolah sedang bepergian jauh.


"Gue gak lagi lagi deh naik wahana ginian. Tobat tujuh turujan gue" ucap Wira


"Gue juga. dibayar pun ogah gue naik ni wahana" ucap Hening


Reza terkekeh geli melihat kondisi Fatin dkk.


"Makanya. Kalo gue denger kalian berantem lagi. Wajib hukumnya naik roaller coaster 7kali." ucap Reza seraya tersenyum devil


Fatin dkk bergidik ngeri melihat senyuman Reza.


"Lanjut yukk" ucap Wira


"Kemana?" tanya Fatin dan Hening bersamaan


"Ikutin Gue aja" ucap Reza , lalu berjalan mendahului mereka bertiga


Fatin dkk menghembuskan nafasnya kasar, kemudian berjalan mengikuti Reza.


Mereka menuju ke lantai teratas pusat perbelanjaan itu.


"Sekarang, Kalian puas puasin belanja. Biar gue yang bayar" seru Reza


Tentu saja, itu membuat Fatin dkk bersorak gembira. Cukup impas dengan penderitaan mereka sewaktu naik wahana tadi. Pikir mereka


Mereka bertiga mulai berpencar mencari barang barang yang di inginkan. Sedangkan Reza, memilih menuju ke toko cincin.


Entah apa yang membawanya sampai ke toko perhiasan. Padahal jika dipikir pikir, Reza belum memiliki pasangan diusianya yang sudah hampir seperempat abad ini.


Bukan tak ingin memiliki hubungan serius. Tapi, rata rata gadis gadis yang mendekatinya hanya mengincar kekayaannya saja.


Reza memiliki kriteria gadis yang lugu, imut, dan tidak terlalu ketergantungan make up, apalagi mengumbar aurat.


"Mau cari yang model apa mas" tanya pelayan


"Saya mau liat liat dulu mbak" ucap reza


"Oh iya, silahkan" ucap Pelayan


Setelah puas melihat lihat, pilihan Reza jatuh kepada sebuah kalung berwarna gold, dengan hiasan permata mungil ditengahnya yang membuat kalung itu nampak sederhana namun mewah.


"Bungkus yang ini" ucap Reza


Pelayan itu dengan segera mengambil pilihan Reza dan membungkusnya. Setelah membayarnya, Reza pun beranjak pergi.


Reza tersenyum melihat paper bag yang ada di tangannya. Meskipun dia tak tahu, untuk siapa nanti kalung itu. Yang pasti, Reza akan memberikannya pada seseorang yang telah mengambil hatinya.


Beberapa menit Reza menunggu Fatin dkk. Tapi sepertinya mereka masih menikmati belanja gratisnya. Reza pun memutuskan untuk keluar dari pusat perbelanjaan itu. Untuk sekedar mencari angin segar.


Reza terus berjalan tanpa memperhatikan keadaan sekitar. Tiba tiba...


Brukk


Seorang anak kecil menabrak kaki Reza dan terjatuh. Dengan sigap Reza langsung meraih gadis kecil itu.


"Hei hei, kamu baik baik aja kan. Maafin om ya, om gak sengaja." ucap Reza


"Gapapa kok Om. Aku yang salah" ucap Gadis kecil itu


Reza tersenyum manis seraya mengusap usap pucuk kepala gadis itu.


"Nama kamu siapa" tanya Reza


"Ara om" jawabnya imut


"Ara kok sendiri aja, Mama Papa nya mana" tanya Reza


"Ara gapunya Papa" jawabnya sedih


Reza melihat raut kesedihan yang teramat dalam diwajah gadis kecil itu. Terbesit rasa bersalah di hati Reza.


"Ara, kita jajan es krim yuk" ajak Reza


"Om mau culik Ara ya. Ara teriak nih" ancam Ara


"Eh e bu bukan. Om cuma mau ngajak Ara makan es krim kok" ucap Reza


Ara menatap Reza sinis


"Yaudah ayok" ucapnya


Reza tersenyum simpul melihat tingkah lucu gadis itu.

__ADS_1


"Mama Ara mana" tanya Reza


"Gatau. Tadi Ara bareng Bunda, tapi tiba tiba Bunda ilang" ucap Ara


"Ara tahu alamat rumah gak. Biar om Anterin" ucap Reza


"Gatau" jawabnya cuek


"Yaudah, cepet abisin terus kita cari Bunda sama sama" ucap Reza


"Santai aja dong om. Dinikmatin dulu, Ara gapapa kok. " ucap Ara polos


Reza terkekeh geli melihat tingkah gadis itu.


"Ara, om boleh tanya sesuatu" ucap Reza


Gadis itu mengangguk kecil


"Ara tinggal dirumah sama siapa" tanya Reza


"Sama Bunda" jawabnya


"Bunda aja" lanjut Reza


Gadis itu kembali mengangguk kecil.


"Ara dirumah cuma sama Bunda. Om tahu gak, rumah Ara itu keciillll banget. Jadi cuma ada bunda sama Ara. Tapi Ara seneng kok, meskipun Rumah Ara gak kayak rumah temen temen yang mewah mewah. Ara tetep seneng, karena Ara punya Bunda. Bunda selalu ngerawat Ara sendirian dari kecil. Ara suka kasian sama Bunda, kalo Bunda lagi jualan Ara gak bisa bantu. Ara selalu disuruh nungguin rumah. Kata Bunda, biar ara gak capek. Biar bunda aja yang cari duit." cerita Ara


Reza sedikit terenyuh mendengar cerita gadis kecil itu. Terbesit rasa penasaran dihatinya tentang siapa Bunda Ara. Dan kemana perginya Ayahnya.


"Udahan yuk. Kita cari Bunda yaa , keburu sore" ucap Reza


"Yahh. " ucap Ara sedih


Reza tersenyum dan mengusap pucuk kepala Ara.


"Om bakal sering sering kok jajanin Ara kalo Ara mau" ucap Reza lembut


"Wahh. Bener ya om, janji" ucap Ara seraya mengangkat jari kelingkingnya


Reza dengan senang hati mebalas dengan melingkarkan jari kelingking mereka berdua.


Reza menuntun Ara menuju ke mobilnya.


"Ara" teriak seseorang dari arah belakang


Betapa terkejutnya Reza saat melihat seorang wanita cantik datang menghampirinya.


Deg deg deg. Debaran jantung Reza yang tak menentu.


"Araaa. Kamu kemana aja sih. Bunda khawatir sama Ara" ucap Wanita itu Seraya memeluk dan menciumi seluruh wajah Ara


"Ara main sama om ganteng ini Bunda" ucap Ara


Wanita itu kemudian melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Reza.


"Makasih ya kak, udah nemenin Ara. Saya gatau lagi harus balas budi dengan cara apa" ucap Wanita itu


Reza yang masih terpana dengan penampilan wanita itu, tak mendengarkan ucapannya.


Gadis cantik, berkulit putih mulus, wajahnya yang imut, bibirnya mungil, hidung mancung, tatapan yang tajam, penampilannya sangat sederhana.


"Kak,, hallo" ucap Wanita itu dengan melambai lambaikan tangannya di depan wajah Reza. Reza pun tersadar dari lamunannya.


"eh. iya gimana" ucap Reza


Wanita itu tersenyum tipis, manis, sangatlah manis senyumnya.


"Makasih ya kak, udah jagain Ara" ucap Wanita itu


"Iya sama sama. " ucap Reza seraya tersenyum


"Kenalin, saya Reza" ucapnya seraya mengulurkan tangannya


Dengan senang hati wanita itu membalas uluran tangan Reza.


"Ayla kak" ucapnya lembut, selembut sutra.


"Ayla dari mana mau kemana" tanya Reza


"Habis ngambil jualan, mau pulang" ucapnya


"Aku anterin ya" tawar Reza

__ADS_1


"Eh gausah kak. Makasih banget, takut ngerepotin" ucap Ayla


"Gapapa. Ara mau kan Om anterin" tanya Reza


Ara tersenyum dan mengangguk senang.


"Bunda, kita bareng om aja yaa" Rayu Ara


Ayla tersenyum seraya mengusap kepala Ara.


"Yaudah kalo itu mau Ara. " ucap Ayla


"Yeyyy. Ayo om kita pulang" ucap Ara gembira


Reza berjalan dengan menggandeng tangan Ara. Mereka berjalan beriringan seperti sebuah keluarga kecil yang harmonis.


🍁🍁🍁


Butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke kompleks perumahan Ayla.


"Berhenti di gang depan aja Kak. Soalnya jalannya sempit" ucap Ayla


Reza pun patuh, dan menghentikan mobilnya di depan gang kecil.


"Rumah kamu di mana." tanya Reza


"Masih jauh ke dalam. Kita turun disini aja, makasih ya kak udah nganterin" ucap Ayla


Reza segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Ara dan Ayla.


"Ayo, aku anter sampek rumah" ajak Reza


"Gausah kak. Rumah aku jauh dari sini, nanti kakak capek" ucap Ayla


"Gapapa kok, itung itung olahraga" modus Reza


"Bunda, gapapa dong Om ganteng ikut" bujuk Ara


Reza tersenyum manis ke arah Ara. Seolah olah gadis kecil itu mengerti apa keinginannya.


Reza kembali menggandeng tangan Ara menuju ke rumah mereka.


"Ara om gendong ya" tawar Reza


"mau dong" ucap Ara senang


Reza langsung mengambil posisi jongkok dan Ara naik di punggungnya. Mereka nampak seperti keluarga kecil yang bahagia. Terkadang tawa renyah Ara menambah suasana seru di antara mereka bertiga. Ayla tersenyum manis melihat kedekatan Ara dengan Reza. Pasalnya, Ara itu sangat sulit dekat dengan orang asing. Tapi dengan Reza, seolah olah mereka sudah saling mengenal lama.


hampir 20 menit, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang nampak sangat sederhana.


"Maaf ya kak, rumah aku kecil dan kumuh" ucap Ayla


"Gapapa Ay, santai aja" ucap Reza


"Kakak mau mampir dulu gak" tawar Ayla


"boleh" ucap Reza


"Tapi maaf, kita di teras aja ya kak. Soalnya takut di sangka yang bukan bukan kalo di dalem" ucap Ayla


Reza tersenyum dan mengangguk.


Sungguh gadis baik. Tapi, apa dia bener gadis. Udah punya bocah gini. Batin Reza


🍁🍁🍁


"Ara, om pamit dulu ya. Nanti om bakal sering sering main sama Ara" ucap Reza


"Bener ya om" ucap Ara


"iya, Om bakal ajakin Ara jalan jalan dan makan es krim" ucap Reza


"Waahhh. Ara seneng bangettt" ucapnya Girang, dan langsung memeluk Reza


"Ay, aku pamit dulu. Makasih ya buat jamuannya" ucap Reza


"Iya kak, hati hati" ucap Ayla


Setelah berpamitan kepada Ayla dan Ara, Reza pun beranjak meninggalkan rumah Ayla.


Diperjalanan pulang, Reza terus terbayang wajah cantik Ayla. Senyum manis nya, jika ditaksir mungkin umur Ayla masih seperti gadis belia 18 tahun. Wajahnya yang chubby membuatnya selalu nampak imut imut dan cantik.


Bersambung...

__ADS_1


**Hai hai Reders.. Hadir lagi akuuu


JANGAN LUPA DONG READERS VOTENYA**...


__ADS_2