
Renita Dwi Christin atau biasa dipanggil Renita adalah salah satu sahabat Zahra sejak SMP, meskipun berbeda agama mereka tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Bahkan mereka sangat bertoleransi dalam menjalankan kewajiban agama yang mereka anut. Akhirnya merrka sampai juga ditempat yang mereka tuju, yaitu papan mading. Meskipun begitu, mereka tetap tidak bisa langsung melihat hasil tes karena yang melihat hasil tes masih sangat ramai. Terdengar sayup-sayup nama juwita di ucapkan berkali-kali. " Yang mana sih yang namanya Juwita Juwita itu?? " " Iyaa yaa... yang mana sih? ?" "Waaaawww... Hebat banget tuh anak! Kereeeen...!!".
"Jenius gitu deh kayanya.." "Tau dari mana kalo dia jenius??" "Lihat tuh pake mata, jangan pake mulut. Segitu gede namanya ditulis, paling atas pula namanya . Masih juga gak keliatan. "Jawab salah satu anak yang terkesan to the point . Sesil dan Renita yang mendengar nama sahabatnya disebut-sebut dengan sigap menerobos kedepan papan mading . Daaannn..... "Juwiii....Juwiii... Selamet yaaakkk....Kamu memang sahabat kita paaaaliiing amazing!! " teriak Renita dengan yaa seperti biasa, antusias. Zahra yang melihat tingkah kedua sahabatnya menjadi bingung dan terus bertanya-tanya di dalam kepalanya . Ekspresi Zahra seakan-akan mengisyaratkan bahwa dia sangat bingung. Why?? Why?? Kenapa??? Come on tell me...!! Karena tidak ada respon yang cukup jelas dari kedua sahabatnya, akhirnya Zahra pun menyerah untuk menebak apa yang terjadi dan segera maju kedepan untuk melihat hasil tes. Zahra mulai mencari namanya dari urutan paling bawah, namun dia tidak menemukan namanya. Tibalah....
__ADS_1
Pengumuman Hasil Tes
Nomor No. Peserta Nama Peserta Nilai
__ADS_1
Sontak Zahra sangat terkejut juga bersyukur, baginya mendapatkan nilai 97,3 di hari pertamanya menginjakkan kaki disekolah baru nya adalah hal yang sungguh membanggakan. "Alhamdulillah, terima kasih ya Allah semua ini atas kehendak Mu ". Ucapan nya dalam hati dengan senyum yang mengembang di wajah lugunya. Kedua sahabat nya sudah dapat menebak apa yang di rasakan oleh Zahra , Sesil dan Renita segera menyambut Zahra yang perlahan mulai keluar dari kuburan bangkit dari kubur :'v yaa elaahh... keluar dari kerumunan yang tengah berdiri di depan papan mading dengan antusias . Zahra pun menghampiri kedua sahabat nya yang sudah berdiri dengan senyum bangga di bawah tanan agaknya ini edisi pemakaman -- di bawah pohon yang rindang. Tanpa sadar Sesil dan Renita mengekspresikan gerakan-gerakan tubuh yang aneh, lebih tepatnya gerakan yang sulit di mengerti oleh Zahra .
"Kalian kenapa??" Tanya Zahra dengan lembut . Sesil dan Renita saling tatap dan menghembuskan nafas panjang tanda kecewa. Zahra yang melihat hal itu hanya memberikan respon singkat dengan memberikan senyum yang memperlihatkan giginya sedikit gingsul, lalu duduk dibangku panjang didekat pohon tersebut. Sesil dan Renita langsung menyusul langkah kaki Zahra. " Kamu iniii gak peka banget siiih jadi anak.." . Gerutu Renita seraya duduk disamping Zahra. Zahra menatap Renita dengan tatapan bingung. Melihat tingkah Renita dan Zahra, Sesil langsung memperjelas maksud dari perkataan Renita. "Katakan sesuatu apa yang kamu lihat tadi di papan mading!" Tanya Sesil seraya menghadapkan badan Zahra ke arahnya. Zahra mengangguk dan tersenyum tanda mengerti. Alhamdulillah, aku sangat senang. Dan aku bersyukur ^^ " Jawab Zahra dengan suara yang lembut dan rendah hati. Renita langsung bangkit dari tempat duduknya dan berdiri dihadapan Zahra. "Giliran Sesil yang nanya, kamu cepet nyambungnya". Keluh Renita. Zahra spontan menatap Renita dan menggelengkan kepalanya. Sesil hanya tertawa kecil melihat tingkah laku Renita yang seperti anak kecil . " Kamu tadi pake gerakan-gerakan yang aneh. Gerakan mu itu sulit dimengerti sama manusia". Canda Sesil Untuk menghibur Renita yang kesal.
__ADS_1