Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
68


__ADS_3

Alfi, Desta dan Ken terduduk bersama di ruangan yang Ken jadikan tempat bersantai jadi tak ada sofa sama sekali di ruangan itu. Hanya ada sebuah meja panjang untuk dia meletakkan cemilan dan juga minuman. Ketiganya terdiam. Sibuk dengan pikiran mereka masing- masing.


" Ken." Panggil Alfi memecah keheningan antara mereka.


Ken mengangkat wajahnya yang sejak tadi menunduk diam.


" Bisa lo minta ketemuan ama Zara?" Tanya Alfi.


Kedua alis Ken saling bertaut tak mengerti maksud Alfi. " Buat apa?"


" Gue cuma mau tau aja. Apa yang dia mau dari lo?"


" Terus?"


" Ikutin maunya dia, Ken. Atau kalau perlu lo ajak dia pacaran dibelakang gue." Usul Alfi.


" Gila lo!" Sergah Ken cepat. " Gak ada kaya gitu- gituan!" Ken menolak.


" Ayolah Ken." Alfi membujuk.


" Ini masalah hati, Al. Gue takut lambat laun terbawa hati gue." Ucap Ken tak ingin mengikuti saran Alfi.


" Emang lo ada ide lain?" Alfi menantang.


Ken menarik nafasnya dalam. " Gue ngilang lagi gimana?"


" Percuma!" Sahut Desta cepat.


" Masa iya gue pacaran ama Zara. Gila aja lo pada!" Omel Ken.


" Pacarin aja. Tinggalin pas dia lagi sayang- sayangnya." Sahut Desta cepat.


" Setuju!" Sahut Alfi. " Perempuan akan sakit hati sedalam- dalamnya kalo dia di tinggalin apa lagi kalo di khianatin." Alfi menambahkan.


" Suami macam apaan lo!" Ujar Ken kesal pada Alfi. " Nyuruh orang buat pacarin istri lo sendiri."


" Ayolah."


" Al. Emangnya lo mau istri lo gue peluk- peluk. Gue cium- cium. Gue pegang tangannya. Mau lo?" Ken memanasi.


" Gak usah pake begitu kan juga bisa."


" Elo nyuruh gue pacarin Zara lagi. Gue t*d*rin sekalian istri lo!" Ancam Ken kesal dengan usulan Alfi.


" Br*ngsek lo!" Sahut Alfi kesal.


" Ngasih ide pake otak dikit! Itu istri lo bukan istri orang, Al!" Ucap Ken kesal.


Ken mencari nomor kontak Zara. Sengaja Ken meloudspeaker ponselnya dan meletakkan di meja agar Alfi juga bisa mendengar.


" Halo." Sapa Zara.


" Alfi udah balik, Zar?" Tanya Ken.


" Belum. Kenapa?"

__ADS_1


" Arkan?"


" Baru aja tidur lagi. Kenapa, Ken?"


" Soal perkataan gue yang tadi. Gue minta maaf udah nyakitin lo." Ucap Ken. Alfi mendengarkan dengan saksama.


" Its ok. Kamu bener kok. Aku ini istri dari sahabat kamu." Ucap Zara terdengar sedikit murung.


Ken menarik nafas panjang dan menatap Alfi tajam. " Elo sebenarnya mau kita ini gimana?" Tanya Ken akhirnya.


Ken melihat panggilannya teralihkan menjadi video call. Sebelum mengangkat. Ken langsung merubah posisinya agar kameranya agarr tidak menyorot Alfi dan Desta.


" Kamu sendirian?" Tanya Zara begitu Ken menggeser tombolnya.


" Ya."


" Coba keliling."


Ken langsung mengalihkan kameranya menjadi kamera belakang setelah Desta dan Alfi langsung bersembunyi walaupun tanpa diminta.


" udah percaya?"


Zara terlihat tersenyum.


" Apa yang mau lo omongin sih?"


Zara menarik nafasnya dalam dan menatap Ken dengan tatapan sendu. " Cukup dengan lihat kamu seperti ini aja, cukup buat aku, Ken." Ucap Zara lembut.


" Setiap hari gue harus setor muka?"


" Sakit rasanya. Tapi aku bisa apa. Ini harga yang harus aku bayar, Ken. Untuk bisa lihat kamu."


Ken terdiam seribu bahasa. Tak mampu lagi dia menanggapi ucapan Zara yang menurutnya terlalu dalam.


" Ken."


" Ya."


" Rahasiakan ini dari Alfi." Ucap Zara diselingi isak tangisnya. " Aku gak mau menambah daftar kekecewaannya." Ucap Zara.


" Jaga Alfi, Zar. Jaga hatinya." Ucap Ken.


" Iya." Ucap Zara dan menyeka air matanya. " Udah dulu ya."


" Oke. Bye."


Ken menarik nafas dalam.


" Gimana sekarang, Al?" Tanya Desta melihat Alfi terdiam setelah mendengar ucapan Zara.


" Gue buntu."


" Intinya, elo kayanya harus ada pendamping, Ken."


Ken menarik nafasnya dalam. Masalahnya siapa yang akan jadi pendamping dia. Ken termasuk orang yang sulit jatuh cinta.

__ADS_1


" Gue terima usul lo!" Ucap Ken setelah sekian lama diam.


" Usul yang mana?" Alfi bingung.


" Pacarin istri lo." Ucap Ken dan langsung kabur karena melihat Alfi tiba- tiba melotot tak percaya.


" Siap- siap kehilangan istri ya." Desta menepuk- nepuk bahu Alfi prihatin dan meninggalkan Alfi sendirian.


*******


Alfi terlihat suntuk ketika memasuki rumahnya. Kalimat Ken seolah berputar- putar terus di kepalanya membuatnya sakit kepala. Alfi memasuki kamarnya dan terlihat Zara tengah menemani Arkan yang sedang terlelap.


" Kamu darimana?" Tanya Zara melihat bingung ke arah Alfi yang sangat kacau.


" Cari udara segar."


Zara menyunggingkan senyumnya. " Cari udara segar kok suntuk?"


Alfi duduk di tepi kasur dekat Zara dan menatapnya lekat. Ada perasaan tak rela jika Ken memang benar- benar akan menjalin hubungan dengan Zara. Usulan gila itu terlontar begitu saja karena Alfi merasa putus asa. Alfi menarik Zara ke dalam pelukannya dan memeluknya erat.


" Kamu kenapa?" Tanya Zara merasa aneh dengan Alfi.


" Aku rindu sama kamu." Ucap Alfi dan menciumi tengkuk istrinya berkali- kali.


" Geli, Al." Zara menggeliat.


Alfi tetap melakukan itu. Dia senang dengan aroma tubuh istrinya.


" Aku geli." Ucap Zara kesal dan melerai tubuhnya.


" Tadi kamu kemana?" Tanya Alfi.


" Aku ada keperluan sebentar." Jawab Zara.


" Kemana?" Tanya Alfi. " Ke rumah Ken?"


Zara terdiam sejenak mendengar nama Ken. Apa sebenarnya Alfi tahu jika dia habis dari sana.


" Jangan terlalu dekat dengan Ken. Aku takut perasaanmu kembalin teralihkan lagi." Ucap Alfi memperingati.


Hatiku memang kembali berpaling, Al, Gumam Zara tertahan hanya dalam hatinya. Zara tersenyum dan mencium pipi Alfi dengan lembut.


" Aku mencintaimu, Zara." Ungkap Alfi seraya menatap Zara dalam.


" Aku juga." Dusta Zara. Pikirannya kembali tertuju pada pesan yang dikirim Ken sebelum Alfi datang. Zara mengikuti semua yang diperintahkan Ken dalam pesan tersebut. Tetap menjadi istri yang baik. Dan membiarkan hubungan mereka mengalir apa adanya. Ken bersedia menemuinya kapan pun dia mau. Asal Ken tak lagi mendengar Zara yang mengejar dirinya dari mulut Alfi.


Ken mengusap wajahnya kasar. Apa benar tindakan yang dia ambil. Berkali- kali dia membaca pesan yang dia kirim pada Zara. Apa harus langkah ini yang dia ambil. Membiarkan Zara merasakan memiliki dirinya.


" Kenapa begini lagi sih?!" Omel Ken pada dirinya sendiri.


" Gue cabut dulu, Ken. Arsyi udah nyuruh pulang." Ucap Desta pamit.


" Iya. Hati- hati lo!" Ucap Ken.


" Lo juga. Jangan sampai ikut main hati sama Zara. Cukup biar dia gak mengecewakan Alfi aja." Desta mengingatkan.

__ADS_1


Desta memang mengetahui perihal pesan Ken pada Zara. Karena sebagian besar kalimat yang di tulis ada kata- kata dari Desta. selesa mengetik pesan tersebut. Belum juga Ken membaca ulang pesan itu. Desta langsung menekan tombol mengirim pesan. Jadilah sekarang Ken yang tampak gusar.


__ADS_2