Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
90


__ADS_3

" Ada apa di luar. Kenapa berisik sekali?" Tanya Alfi pada Zara yang baru saja muncul dari balik pintu.


Zara agak terkejut karena Alfi mendengar keributan yang ditimbulkannya dan Naila. " Tadi Ken pingsan. Aku dan Naila panik." Jawab Zara agak gugup.


" Ken kesini?"


" Ya. Dia mengecek keadaan kamu. Tapi kamu udah tidur." Ujar Zara dan duduk di tepi kasur seraya memegang tangan Alfi.


" Hanya itu?" Alfi menyelidik.


" Iya. Emm ohh iya. Tadi aku juga memintanya mengecek email kamu. Ada banyak laporan yang masuk. Aku gak ngerti." Zara menambahkan.


Alfi masih menatap Zara dengan tatapan menyelidik. Entah kenapa Alfi merasa seperti ada Zara sembunyikan.


" Aku ambilkan." Ujar Zara dan langsung berjalan menuju ruang kerja Alfi. Zara kembali dengan laptop yang memang belun di matikan tadi oleh Ken. Zara menunjukkannya pada Alfi.


Alfi membenarkan posisinya dan memeriksa email dan laporan yang sudah di periksa Ken tadi. Alfi merasa ada yang aneh. Ken tidak pernah meninggalkan pekerjaan yang belum selesai. Kenapa laporan yang sedang dia kerjakan baru selesai setengahnya tidak dia lanjutkan lagi.


Alfi kembali menatap Zara dengan tatapan menyelidik.


" Kenapa menatapku seperti itu?" Zara tersenyum penuh rasa canggung.


" Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Alfi tak percaya begitu saja.


" Engga sayang." Jawab Zara mencoba menutupi rasa canggungnya.


" Jangan macam- macam lagi di belakangku, sayang." Ucap Alfi pelan namun kalimatnya tegas. " Aku tidak akan memaafkanmu kali ini." Ucap Alfi sedikit mengancam.


Zara terdiam sejenak tetapi kembali bersikap seolah tidak terjadi apapun di depan Alfi.


*******


Naila duduk termenung di depan meja riasnya. Semua kemewahan yang dia dapatkan setelah menikah dengan Ken. Tak sepenuhnya membuat hati Naila tenang. Apalagi setelah mendapati kenyataan jika Zara masih saja mengejarnya. Sebagian cerita tentang Zara dan Ken sudah Naila ketahui dari Desta. Tetapi kenapa saat Ken sudah beristri wanita itu masih saja mengejar Ken. Apa yang dia inginkan dari Ken.


Naila mengacak- acak rambutnya dengan kasar. Memikirkan hal itu membuat kepalanya pusing. Pikirannya terasa sangat buntu.


" Kamu kenapa?" Ken yang baru saja masuk ke dalam kamar dan mendapati istrinya sedang mengacak- acak rambutnya di depan meja rias membuatnya tersenyum. Tetapi merasa aneh juga dengan tingkah Naila.


" Kamu kapan datang?" Tanya Naila dan langsung menyambut kedatangan Ken.


" Baru aja." Ken mengecup kening Naila.


Naila membantu Ken melepaskan jasnya. " Apa Laksmi Jadi melamar kerja di kantor kamu?"

__ADS_1


" Iya. Besok dia panggilan interview." Jawab Ken dan melepaskan kancing kemejanya satu per satu.


" Kalian akan sering bersama. Apa kamu juga akan jatuh cinta sama Laksmi?" Tanya Naila dengan raut wajah khawatir.


Ken menatap wajah polos Naila dan menarik hidungnya dengan gemas. " Istriku cemburu?" Goda Ken.


" Iya." Jawab Naila dengan bersungut- sungut.


Ken memeluk Naila dari belakang. Entah kenapa walaupun tubuh istrinya mungil tetapi Ken senang sekali memeluknya seperti ini. Nyaman sekali dapat Ken rasakan.


" Aku akan tergoda dengan kamu." Ujar Ken dan menciumi tengkuk leher Naila hingga membuat Naila menggeliat menahan rasa geli.


" Hentikan, Ken." Ujar Naila.


" Aku senang." Ken terus menciumi tengkuk leher Naila.


" Ken.." Naila meronta dan berbalik badan hingga mereka saling berhadapan. Naila langsung terdiam ketika kedua manik mata mereka bertemu.


" Kenapa kamu bisa membuat aku jatuh cinta secepat ini?" Ujar Ken lembut dan mengelus pipi Naila.


Mendengar ucapan Ken. Membuat wajah Naila tersipu malu.


Perlahan Ken mendekatkan wajahnya pada Naila. Dan memberikan kecupan lembut pada sekujur wajah Naila.


" Ken.."


" Tapi Zara.."


" Maafkan aku sayang. Aku gak akan lengah lagi." Ujar Ken dan melanjutkan kegiatan panas mereka.


******


" Kamu jadi jemput Arkan?" Tanya Alfi pada Zara yang terlihat sedang bersiap- siap.


" Jadi. Kamu ikut saja ya." Zara merasa tidak nyaman meninggalkan Alfi sendirian di rumah dalam keadaannya yang seperti itu.


" Engga. Aku udah minta Ken dan Desta datang. Kalau kamu mau menginap juga gak masalah." Ujar Alfi.


" Aku akan usahakan untuk pulang. Aku akan tunggu mereka baru aku akan pergi." Ujar Zara dan duduk di samping Alfi.


" Nanti kemalaman." Ujar Alfi. " Berangkat aja."


" Kamu yakin?"

__ADS_1


" Ya."


" Baiklah. Aku akan berangkat. Kalo ada apa- apa segera hubungi aku." Ucap Zara dan mencium punggung tangan Alfi.


Zara terpaku ketika dia tak sengaja berpapasan dengan Ken yang baru saja tiba. Ken bersikap acuh dan tidak menghiraukan keberadaan Zara. Zara hanya mampu melihat Ken dalam diam. Ucapan Alfi benar- benar membuat Zara harus menjaga jarak.


" Ken." Alfi tersenyum ke arah Ken yang baru saja muncul di ambang pintu kamarnya.


" Apa yang mau lo bicarain?" Tanya Ken dan menarik kursi dekat meja rias ke samping kasur Alfi.


" Zara udah berangkat?" Tanya Alfi ingin memastikan.


Ken kembali keluar kamarnya dan mencari sosok Zara. Ken kembali lagi ke kamar Alfi. " Kayanya udah gak ada." Ujar Ken dan menunggu Alfi bicara.


Alfi menarik nafasnya dalam. " Waktu lo ke sini dan gue lagi tidur. Apa yang dilakuin Zara ke elo?"


Ken terdiam mendengar pertanyaan Alfi.


" Jujur Ken." Alfi menatap Ken lekat. " Gue juga denger suara ribut- ribut di luar. Ada apa?" Alfi mencecar Ken.


" Apa lo udah tanya Zara?" Ken terlihat berhati- hati. Biar bagaimanapun Ken tidak ingin rumah tangga sahabatnya hancur karena dia.


" Udah. Tapi ada yang dia tutupin dari gue."


Ken menarik nafasnya dalam. " Gue harap penjelasan ini cuma jadi peringatan aja. Gue gak berharap kalian hancur." Ken mengawali.


" Zara ngejar lo lagi?" Terka Alfi.


Ken mengangguk. " Gue gak tau lagi harus gimana, Al. Jujur aja. Pernah ada saat dimana gue hampir terbawa emosi." Ucap Ken. " Beruntung Naila datang tepat waktu. Gue gak melakukan hal yang lebih jauh." Ken menjelaskan. " Gue bener- bener minta maaf karena pernah khilaf. Tapi untuk kejadian kemarin. Di luar kendali gue."


" Zara keterlaluan!" Alfi mengepalkan tangannya.


" Gue juga salah! Harusnya gue gak terlalu sering buat ketemu elo." Ken menunduk penuh penyesalan.


Alfi menarik nafasnya dalam. " Gue butuh lo buat bantu handle perusahaan gue, Ken."


" Al.."


" Cuma elo yang gue percaya." Alfi memaksa.


" Gue gak mau kejadian kemarin terulang, Al. Gue gak mau mengkhianati istri gue." Ken menatap Alfi lekat. Ken menarik nafasnya dalam. " Ini terakhir kalinya gue injakkan kaki di rumah lo. Gue terlalu mencintai istri gue." Ucap Ken.


Alfi membuang nafasnya. " Kalo ada masalah apapun lo bisa hubungi gue aja. Tapi tolong bantu gue buat handle perusahaan gue."

__ADS_1


" Al..." Ken tampak keberatan.


" Gue akan lepasin Zara."


__ADS_2