Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
80


__ADS_3

" Kamu seorang CEO dari Kansai group. Yang benar aja kamu nikah dengan seorang waiters!" Sahut Valdo cepat dan menggebu- gebu.


" Dia pasti mengincar harta kamu, Ken. Bisa habis hartamu di kuras wanita ini!" Sambung Zaki tak kalah berapi- api dari Valdo.


" Kak Arum?" Ken beralih menatap Arum yang sejak tadi diam.


" Kakak terserah dengan kamu aja, Ken." Jawab Arum.


" Mama dan Papa?" Ken beralih menatap Sandra dan Anton.


" Cari gadis yang sepadan.' Jawab Sandra.


" Yang bisa menambah wibawa kamu sebagai CEO." Tambah Anton.


" Papa?" Ken menatap Akihiro yang sejak tadi hanya tersenyum mendengarkan penjelasan seluruh anggota keluarga ini.


" Papa mau dengar alasan kamu dulu." Jawab Akihiro terdengar lebih bijak.


Ken beralih menatap keluarga yang dulu memusuhinya kini bersikap ingin mengatur hidupnya.


" Kenapa kalian melakukan ini?"


" Kita keluarga, Ken!" Sahut Valdo dengan cepat.


" Kita cuma pengen yang terbaik buat kamu." Zaki menambahkan.


Ken menyunggingkan senyum penuh arti. " Keluarga?" Ken tersenyum mencemooh kata tersebut. " Sejak kapan kalian mengakui aku keluarga kalian. Terutama kalian!" Ken menatap Valdo dan Zaki tajam.


" Itu masa lalu, Ken. Kita buka lembaran baru." Sahut Zaki menanggapi ucapan Ken.


" Tapi sayangnya aku gak pernah lupa." Ujar Ken.


" Ken..." Sandra mencoba menghentikan ucapan Ken.

__ADS_1


Ken hanya menatap Sandra tajam. " Sekarang ada kerajaan bisnis di belakangku yang menurut kalian akan menguntungkan keluarga kalian. Sekarang kita jadi keluarga?" Ken mengeluarkan apa yang ada di kepalanya saat ini. " Saat aku masih tinggal di sini dulu jadi anak kampung dari seorang janda. Kalian selalu mengjngatkan aku tentang hubungan kita yang hanya sebatas saudara tiri yang terikat karena pernikahan orang tua kita. Perlakuan berbeda terus aku rasakan. Sampai akhirnya aku keluar dari rumah ini dan hampir sepuluh tahun aku dilarang bertemu dengan ibu kandungku. Lalu sekarang kalian bilang kita keluarga. Keluarga yang bagaimana?" Ken menatap keluarga tirinya satu persatu dengan tajam. Mereka hanya tertunduk tak mampu membalikkan kata- kata yang terlontar dari mulut Ken.


" Aku mau menikah dengan siapapun bukan urusan kalian." Ucap Ken tajam mempertegas kalimatnya.


" Ken. Aku ini mamamu. Kamu mau menentang mama?" Tanya Sandra ketus.


" Maaf, Ma. Kali ini aku gak bisa ikuti kemauan mama. Naila adalah gadis yang aku pilih." Ucap Ken melembutkan nada suaranya.


" Tapi Ken.."


" Cukup!" Akihiro menengahi.


Akihiro menatap Ken dan Naila bergantian. " Papa merestui hubungan kalian." Ucap Akihiro dengan senyum di wajahnya. " Kamu tau Sandra. Melihat Naila mengingatkan aku padamu saat kita pertama bertemu dulu." Ujar Akihiro. " Kamu jangan lupakan itu Sandra. Kamu juga seorang gadis dari desa yang tanpa sepengetahuan keluargaku. Aku nikahi. Aku ingin merajut kebahagiaan dengan gadis polos nan lugu." Ucap Akihiro.


" Ini kasusnya berbeda!" Sandra tak ingin mengalah.


" Sama!" Sahut Akihiro. " Aku di paksa menceraikanmu karena aku pewaris tunggal Kansai Group. Keluargaku melakukan sama persisi dengan apa yang kalian lakukan. Yang berbeda adalah. Saat itu aku tidak punya orang yang membela. Tapi kini Ken. Aku akan membelanya. Termasuk melawan restu kalian!" Ucap Akihiro. " Kansai Group adalah perusahaa keluargaku. Ken adalah putraku!" Ucap Akihiro lantang. Aku yang paling berhak memutuskan hidup anakku. Bukan kalian yang haus dengan harta!" Akihiro menatap keluarga itu dengan tatapan merendahkan.


" Apa maksud anda?!" Sahut Valdo yang memang temperamental tak suka mendengar ucapan Akihiro.


Akihiro kembali menatap pasangan calon pengantin itu. " Papa akan di Indonesia sampai pernikahan kalian." Ujar Akihiro.


Fumiko memberikan sebuah map pada Ken serta beberapa kunci.


" Apa ini?" Tanya Ken heran.


" Itu hadiah pernikahan dari kami." Ucap Akihiro dengan senyumnya.


" Setelah menikah. Ajaklah istrimu tinggal di rumah ini. Tinggal di apartemen akan sangat membosankan, Ken." Sambung Fumiko lembut.


" Naila. Jaga Ken baik- baik." Ucap Akihiro.


Naila hanya menganggukkan kepalanya. Tak mampu lagi berkata- kata melihat kemewahan yang dimiliki Ken.

__ADS_1


" Kita lihat rumah yang akan kalian tempati. Semoga kalian menyukainya." Ujar Akihiro.


Valdo, Zaki dan Anton yang memang sangat menentang pernikahan Ken. Hanya mampu gigit jari melihat Akihiro memberikan hadiah pada Ken dan Naila. Rencana mereka untuk mengajukan nama calon istri untuk Ken langsung di gagalkan begitu saja. Awalnya mereka pikir akan mudah karena Sandra berpihak pada mereka. Tapi kini Ken sudah berani menentang keputusan Sandra.


******


Naila kembali dibuat takjub dengan sebuah bangunan super mewah. Luas rumahnya di kampung. Tidak akan ada apa- apanya dengan rumah ini. Tak pernah dibayangkan oleh Naila sebelumnya akan mendapatkan calon suami kaya raya bergelimang harta.


" Gede banget, Ken. Nanti aku gimana bersihinnya?" Bisik Naila yang memikirkan akan sangat melelahkan jika dia membersihkan semua ruangan yang ada di sini.


" Papa sudah sewakan art, sayang." Bisik Ken menahan tawanya. Calon istrinya ini memang sangat lugu dan lucu. Itulah yang membuat Ken betah berlama- lama dekat Naila.


" Ini kamar utamanya." Ucap Akihiro.


" Apa ini gak berlebihan, Pa?" Ucap Ken.


Akihiro menatap putranya yang tinggi adannya sedikit melampaui tinggi badannya. " Ini belum ada apa- apanya, Ken untuk menebus semua kesalahan Papa sama kamu." Ucap Akihiro.


Ken tak mampu mengucapkan kata- kata lagi. Rasa benci dan marah yang dulu pernah ada di hati Ken untuk ayah kandungnya terkikis sudah tak berbekas karena sikap Akihiro yang lembut padanya. Ken memeluk erat Akihiro. Baginya kehadiran ayahnya saat ini sudah cukup untuk membawa kebahagiaan yang lengkap untuk Ken.


" Apa baju pengantin kalian sudah siapkan?" Tanya Fumiko.


" Sudah." Jawab Naila.


" Cincin pernikahan. Biar kami yang siapkan."


" Kami sudah pesan." Sahut Ken.


" Emmm.. Kamu hitung saja semuanya. Biar papa yang membayar semuanya." Ucap Akihiro.


" Gak perlu, Pa. Lagipula aku udah pakai credit card yang Papa berikan." Ujar Ken merasa tak enak.


" Setelah sekian lama. Kartu itu berguna juga." Ujar Akihiro. " Tapi itu jumlahnya tidak seberapa, Ken."

__ADS_1


" Apa?!" Naila sedikit tersentak. Baginya saat itu pengeluaran Ken sangat banyak. Tapi bagi mereka itu tidak seberapa. Kepala Naila mendadak pusing memikirkan jika dia harus mengumpulkan uang sebanyak mereka akan memakan waktu berapa lama. Seumur hidup pun rasanya tidak akan mampu.


" Naila." Ken tersentak kaget karena Naila jatuh pingsan begitu saja setelah mendengar pembicaraan mereka.


__ADS_2