Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
67


__ADS_3

Desta membuka matanya ketika sejak tadi mendengar suara bel berbunyi. Ken memang terkadang kalau sudah tidur suka lupa sama dunia. Biarpun bumi berguncang. Tak akan membangunkan dia.


Dengan mengucak matanya yang baru saja terbuka. Desta melirik jam. Ternyata sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Mengobrol sambil bermain game bersama Ken semalaman. Membuatnya lupa akan kekesalannya dengan Arsyi.


Desta membuka pintu apartemen Ken dan dia tiba- tiba mematung melihat sosok tamu yang datang sepagi ini di rumah sahabatnya. Begitupun juga dengan Zara yang mendadak membeku ketika melihat Desta yang membuka pintu.


" Elo cari Ken?" Tanya Desta merasa serba salah.


Zara melayangkan senyum canggungnya.


" Masuk deh. Gue bangunin dulu." Ucap Desta mempersilahkan Zara masuk.


Zara yang rasanya ingin segera menghilang dari sana ketika melihat ada Desta hanya mampu melayangkan senyum canggungnya pada Desta dan mengikuti perintah Desta. Zara duduk pada sofa ruang tamu sementara Desta masuk begitu saja ke kamar utama.


Cukup lama Desta berjuang membangunkan sang pangeran tidur. Setelah sepuluh menit berusaha. Ken mengalah dan membuka matanya.


" Ganggu aja lo!" Omel Ken kesal.


" Onoh ada cewek nyari lo." Ucap Desta sambil menarik- narik tangan Ken agar segera bangun.


" Siapa?" Tanya Ken dengan mata masih menyipit.


" Liat aja sendiri." Ujar Desta. Kini sambil mendorong tubuh Ken agar segera keluar dari kamarnya.


Dengan wajah masih khas bangun tidur. Rambut yang acak- acakan Ken menemui tamunya yang entah siapa.


" Hooaaammmhh.." Ken menguap panjang.


" Aku ganggu kamu ya?" Tanya Zara.


Mendengar suara yang tak asing ditelinganya membuat Ken membuka matanya lebar- lebar untuk memastikan. " Zara?!" Ken merasa bingung. Kenapa Zara yang datang. Apa Desta ingin mengerjainya.


" Ada perlu apa?" Tanya Ken datar kini duduk di sofa di depan Zara.


" Gak ada. Aku cuma mau ketemu kamu." Ucap Zara . " Aku masakin buat kamu. Kamu makan ya." Ucap Zara dan meletakkan kotak bekal di atas meja.


" Alfi tau elo ke sini?" Tanya Ken dengan nada dingin. Zara menggeleng.


Ken membuang nafasnya kasar dan berjalan menuju wastafel. Tak nyaman juga rasanya Ken belum cuci muka.


Zara terdiam menunggu Ken membasuh wajahnya di wastafel.


" Harusnya lo gak usah ke sini." Ucap Ken dengan sebagian rambut yang basah dan terlihat lebih segar.


" Aku cuma sebentar."


" Yaudah. Sekarang lo balik." Ucap Ken dingin.

__ADS_1


" Tapi, Ken.."


" Cukup, Zar. Elo ke sini diam- diam. Gue ngerasa jadi simpanan elo." ucap Ken dengan nada mencemooh.


Zara terhenyak. " Ken.."


" Elo mau apa dari gue biar lo bisa ngejauh dari gue?!" Ken menatap Zara tajam.


" Aku gak bisa lakuin itu Ken."


" Harus!" Sahut Ken cepat. " Elo sadar gak. Sekarang elo udah jadi istri orang." Ucap Ken tegas.


Zara hanya diam.


" Suami lo bukan orang lain, Zar. Dia sahabat gue!" Sambung Ken lagi. " Elo selalu berusaha menempatkan gue diantara cinta dan pershabatan. Oke gue akui. Gue pernah jatuh cinta sama lo. Tapi gue tetap memilih sahabat gue, Zar. Jadi sebesar apapun rasa lo ke gue. Kubur rapat- rapat. Buang jauh- Jauh. Itu gak akan pernah gue sambut." Ucap Ken menohok tajam.


Air mata meluncur begitu saja dari kedua mata Zara hingga membasahi pipinya.


" Sekarang lo cabut dari sini!" Ucap Ken tegas tak menghiraukan Zara yang menangis.


" Kamu jahat, Ken!" Ucap Zara dengan suara lirih. Hatinya terasa sakit bagaikan ditusuk seribu jarum.


" Jika aku boleh memilih. Aku gak mau punya perasaan ini!" Ucap Zara sebelum melangkah keluar dari apartemen Ken. Ken hanya diam dan tak memandang ke arah Zara sedikitpun.


Desta yang sejak tadi bersembunyi di balik pintu kamar Ken. Keluar dari persembunyiannya setelah mendengar suara Zara pergi. Terlihat Ken mengusap wajahnya berkali- kali. Wajahnya yang baru bangun tidur. Di tambah lagi dengan wajah suntuk.


" Kenapa gak bilang kalo yang datang Zara?!" Ken kesal merasa dikerjai Desta.


" Gue penasaran aja ngapain dia mau ketemu elo." Ucap Desta sambil nyengir kuda.


" Ngerusak mood gue lo! Cabut sana!" Ucap Ken.


" Dih ngusir!"


" Balik sono!" Kali ini gantian Ken yang mendorong tubuh Desta menuju pintu.


" Elo beneran ngusir gue?!"


" Iya!"


" Perabotan gue masih di kamar." Ucap Desta.


" Tunggu di sini. Biar gue yang ambil!" Ucap Ken dan menutup pintunya membiarkan Desta di luar.


" Ken. Masa lo tega ama gue!" Ucap Desta dengan nada memohon pada Ken yang baru saja membuka kembali pintunya dan memberikan barang- barang milik Desta.


" Bodo!" Ucap Ken dan menutup kembali pintu apartemennya.

__ADS_1


Desta bersungut- sungut di depan apartemen Ken dengan memeluk semua barang- barang yang diberikan Ken begitu saja tanpa di masukkan ke dalam tas yang memang Desta bawa.


Langkah Desta berhenti ketika berpapasan dengan Alfi yang baru saja berbelok menuju apartemen Ken. Desta menelan kasar salivanya. Raut wajah Alfi tidak enak di pandang.


" Al."


Alfi tak menjawab. Dia berjalan lurus begitu saja melewati Desta dan menekan bel apartemen Ken berkali- kali dengan tidak sabar.


" Apaan sih! Berisik tau!" Omel Ken yang mengira jika yang menekan bel itu adalah Desta. " Al." Ken terdiam melihat Alfi yang berwajah masam.


Alfi langsung mencengkeram kaus yang di pakai Ken dan mendorong Ken hingga Ken membentur tembok.


" Gue udah cukup bersabar selama ini." Ucap Alfi dengan wajah marah.


Desta yang melihat kejadian itu langsung berlari menghampiri Alfi dan Ken yang bersitegang.


" Kenapa Zara nemuin elo lagi?!" Bentak Alfi semakin menjadi.


" Al. Sabar Al." Desta mencoba melerai.


" Elo diem!" Bentak Alfi pada Desta.


" Zara yang ke sini. Harusnya elo tanya sama istri lo!" Bentak Desta tak mau kalah.


" Ini gak ada urusannya sama lo!" Bentak Alfi lagi.


" Gue denger semuanya, Al!" Desta tak mau kalah.


Ken masih terdiam disudutkan Alfi.


" Dia mau apa Ken?" Alfi menatap Ken kesal.


" Elo udah tau jawabannya. Buat apa gue jawab." Ucap Ken.


" Aaarrggghh!" Teriak Alfi kesal dan meninju tembok tepat di samping wajah Ken.


" Sabar, Al." Desta menepuk pelan bahu Alfi berusaha untuk menenangkan Alfi.


Alfi langsung terduduk lemas. Wajahnya tertunduk penuh putus asa.


" Sumpah demi apapun. Gue gak pernah lakuin apapun ke Zara." Ucap Ken.


" Harus semahal ini gue bayar kesalahan gue saat kita pacaran dulu." Ucap Alfi dengan suara bergetar.


" Elo gak salah, Al. Ini semua semata karena Zara gak bisa lupain Ken." Desta mencoba menghibur.


" Apa yg harus gue lakuin biar Zara bisa lepas dari gue?" Ucap Ken merasa harus bertanggung jawab.

__ADS_1


" Pikiran gue buntu." Ucap Alfi. Desta pun terlihat bingung.


__ADS_2