Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
40


__ADS_3

Alfi berjalan cepat memasuki rumahnya dan masuk begitu saja ke dalam kamar. Alfi menatap Zara marah. Tangannya mengepal dan sedikit bergetar. Adegan pada video yang ditunjukkan Desta selalu berputar di benaknya. Istri yang dia percaya akan bisa menahan hatinya. Malah bertindak jauh bahkan saat dia berada di dekatnya. Alfi merasa jika tindakan Zara sudah terlalu jauh.


" Kamu kenapa?" Tanya Zara yang sedang duduk bersandar di atas kasur sambil memainkan ponselnya. Dia juga baru saja sampai.


" Apa yang sudah kamu lakukan sama Ken dibelakangku, Zar?" Tanya Alfi dengan suara bergetar menahan amarahnya. Sebisa mungkin Alfi menahan emosinya.


" Maksud kamu?" Zara menurunkan kakinya dan duduk di tepi kasur.


" Apa yang kamu lakukan saat di rumah Desta? Apa senikmat itu bibir Ken?" Sindir Alfi menohok tajam membuat Zara terdiam seribu bahasa.


" Pernikahan ini terjadi bukan semata aku memaksa kamu, Zar. Tapi kesepakatan kita. Kamu mau melupakan Ken."


Zara tetap tertunduk.


" Apa kamu gak bisa menahan diri kamu?" Cibir Alfi. " Sekarang kamu udah tau kan dimana Ken tinggal. Aku paham dan mengerti sekarang. Kenapa tadi kamu bersikeras ingin ikut. Agar kamu tau dimana tempat tinggal Ken dan kamu bisa lebih leluasa menemuinya." Sindir Alfi lagi dengan nada meremehkan Zara.


" Apa kamu pikir aku wanita mur*han?!" Sanggah Zara cepat.


" Lalu apa namanya? Kamu menyergap Ken dengan bibirmu?!" Hina Alfi. " Sudah berapa kali kamu mengecup bibir itu?"


Zara terdiam. Lidahnya kelu tak mampu lagi mengelak ucapan Alfi. Tak ada kelembutan di mata Alfi yang selama ini dia tunjukkan. Alfi mengangkat tangannya dan


" Sabar, Al!" Desta datang tepat pada waktunya saat Alfi hendak menampar Zara.


" Jangan ikut campur!"Bentak Alfi pada Desta.


" Itu istri lo, Al. Sabar!" Desta berdiri di antara Alfi dan Zara.


" Istri macam apa yang mau sama sahabat suaminya. Mur*han. Entah udah berapa kali dia menawarkan dirinya?!" Maki Alfi makin hilang kendali.


Zara hanya menangis sesenggukan berlindung di belakang Desta.


" Minggir!" Bentak Alfi dan mendorong tubuh Desta.


Ken yang sejak tadi bersembunyi di luar kamar Alfi langsung masuk dan langsung menangkap Alfi yang maju ingin memukul Zara. Emosi Alfi sudah meledak. Alfi sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.


" Keluar, Zar." Teriak Ken cepat meminta Zara untuk segera keluar dari kamar.


" Des. Ajak Zara keluar dari rumah." Titah Ken Cepat.

__ADS_1


Alfi masih berusaha menerobos tubuh Ken. Namun sikap kuda- kuda sempurna Ken tak mampu Alfi tembus.


Berkali- kali Ken mendorong Alfi ke kasur. Saat yang tepat. Ken langsung beralih dan keluar dari kamar Alfi dengan segera mengunci Alfi di kamarnya.


'BRAK BRAK BRAK'


" Buka Ken! Wanita itu gak pantas disebut istri!" maki Alfi.


Tubuh Zara bergetar menahan takut. Ken tak ingin berdiri lebih dekat lagi pada Zara. Sikap Alfi hari ini sangat membuatnya takut.


" Inilah alasan gue gak mau dekat sama lo, Zar." Ucap Ken. " Gue tau bagaimana Alfi kalo emosinya udah meledak."


" Apa aku salah masih menyimpan rasa."


" Perset*n sama rasa yang ada di hati lo!" Maki Ken kesal. Di saat seperti ini saja Zara masih memikirkan perasaan yang tidak seharusnya.


" Elo keterlaluan, Zar." Ucap Desta. " Gue juga akan melakukan hal yang sama kaya Alfi kalo gue tau ternyata istri yang baru dua bulan gue nikahi berbuat tak layak dengan sahabatnya." Ucap Desta dan memutarkan kembali videonya dan. Memperlihatkan pada Zara.


" Ken gak pernah cerita apapun sama kita tentang kelakuan lo. Gue tau sendiri pas iseng muter rekaman cctv di rumah gue. Gue yang tunjukkin video ini ke Alfi. Karena menurut gue. Elo udah keterlaluan." Desta menyudutkan Zara.


" Maaf." Ucap Zara lirih dengan wajah tertunduk.


" Bukan sama gue. Tapi sama Alfi." Ucap Desta menasihati.


Ken membuka pintu kamar Alfi dan masuk ke dalam. Terlihat Alfi terduduk di lantai dengan wajah kusut. " Elo gak papa?" Tanya Ken dan duduk di hadapan Alfi. Alfi terlihat sangat kacau.


" Gimana sama Zara?" Tanya Alfi cemas.


" Ada di ruang tengah sama Desta." Ucap Ken.


" Gue kalap, Ken." Alfi menyesal.


" Lo harus bisa mengendalikan emosi lo."


" Gue mau ketemu Zara." Alfi ingin langsung bangkit dan keluar dari kamar. Namun Ken dengan cepat menahannya.


" Biar gue bilang ke Zara dulu. Tunggu di sini." Ken keluar dari kamar Alfi. Tatapannya datar menatap Zara yang memandang nanar ke arahnya.


" Alfi mau ketemu sama lo. Apapun yang dia bilang. Jangan lo ucapin yang macem- macem. Emosinya baru aja stabil." Ken memperingatkan. Zara hanya mengangguk.

__ADS_1


Ken kembali masuk ke kamar Alfi dan mengajak Alfi keluar dari kamarnya. Alfi langsung duduk bersimpuh di hadapan Zara. Tangis penuh penyesalan pecah dari Alfi.


" Maafin aku, Zar." Alfi tergugu. Zara hanya diam tak mampu mengeluarkan kata apapun.


Alfi memperhatikan wajah Zara. Dia takut menyakiti Zara saat dia dalam keadaan emosi. " Kamu terluka?" Tanya Alfi. Zara hanya menjawab dengan gelengan kepala.


" Aku pasti bikin kamu takut?!" Zara mengangguk. Alfi langsung mendekap Zara dalam pelukannya. " Maafin aku, Zar." Di kecupnya pipi Zara berkali- kali. Rasa sayang Alfi lebih besar dari pada amarahnya pada Zara.


" Kalian baik- baik. Jangan berantem lagi." Kelakar Desta.


Ken menyikut pelan perut Desta.


" Gue jaga di sini deh." Bisik Desta pada Ken.


" Ide bagus. Gue balik ya."


" Iya. Kalo disini bisa gak perjaka lo." Canda Desta masih berbisik pada Ken.


" Ngaco!"


' Ddrrttt'


Ken segera menjauh dari Alfi, Zara dan Desta untuk menjawab panggilan teleponnya. Alfi melerai pelukannya.


" Kamu masih mau menerima ku kan?" Tanya Alfi pada Zara.


" Harusnya aku yang bertanya itu, Al." Ucap Zara lirih. " Aku gak pantas jadi istri kamu." ucap Zara tertunduk malu.


" Kamu yang terbaik, Zar." Hibur Alfi dan mengecup kening Zara.


" Haduuuhhh.. Nasib jadi jomblo tuh ginii!!" Sindir Desta pada Alfi. Alfi dan Zara menatap Desta yang memasang wajah lucu hingga membuat mereka tertawa.


" Gue cabut dulu." Ucap Ken buru- buru dan menyambar kunci mobil milik Desta.


" Mobil gue!"


" Pinjem!" ucap Ken dan berlari menuju mobil.


" Kelakuan punya temen begitu yaa begini nii.. Gue yang punya mobil gue yang sengsara." Keluh Desta karena mobilnya di bawa Ken pulang.

__ADS_1


" Sabar, Des." Alfi menepuk bahu Desta dan mengajak Zara untuk masuk ke kamarnya.


" Nahh.. Abis berantem langsung dah.. Tancap Gaaaasssss!!!" Sindir Desta kesal karena di tinggal sendirian.


__ADS_2