Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
47


__ADS_3

Ken segera menggendong Zara dan membawanya masuk ke apartemennya. Di rebahkan tubuh Zara di kamar tamu. Ken segera menghubungi dokter kenalannya untuk datang memeriksa Zara. Tak berselang lama. Dokter Anggi teman masa kuliah telah tiba.


" Siapa yang sakit Ken?" Tanya Anggi sambil berjalan menuju kamar tamu.


" Zara."


" Istri Alfi?" anggi tak percaya. Ken mengangguk.


Anggi mendekati Zara dan duduk di tepi ranjang sambil memeriksa keadaan Zara. Ken menunggu di luar kamar. Tak lama berselang. Anggi keluar dengan senyum merekah.


" Zara gak sakit, Ken. Dia cuma butuh istirahat." Tutur Anggi.


" Lalu kenapa dia pingsan?" Ken tak mengerti.


" Itu reaksi pertama dan wajar pada fase trimester pertama." Anggi menjelaskan.


Kening Ken bertaut tak mengerti.


" Zara sedang hamil." Ucap Anggi. Dan di sambut dengan ucapan syukur dari Ken.


" Aku gak bisa kasih obat ya, Ken. Sebaiknya Zara periksa di bidan atau dokter kandungan." Saran Anggi.


" Oke. Thanks. Alfi harus tau kabar ini."


" Aku pulang dulu." Ujar Anggi dan pamit.


Ken mengantar Anggi sampai depan lift. Ken bertanya- tanya pada dirinya. Haruskah dia memberikan kabar bahagia ini pada Alfi. Tapi saat ini Zara ada di rumahnya. Ken mengurungkan niatnya dan menunggu sampai Zara siuman.


*******


" CERAI KATAMU?!" Tanya Guntur dengan suara menggelegar ketika Alfi mengutarakan rencananya.


Guntur menatap Alfi tajam. Linda menatap Alfi tak percaya.


" Dalam sejara keluarga kita. Tidak ada kata cerai, Alfi!" Tegas Guntur lagi tak terima dengan ucapan Alfi.


" Kenapa?" Linda menatap nanar putra satu- satunya itu. Perih rasanya mendengar pernikahan anaknya akan hancur.


" Pernikahan kalian belum genap setahun, Al. Lagi pula bukankah kalian berpacaran cukup lama. Seharusnya kalian sudah saling memahami." Tutur Linda menyayangkan sikap Alfi.


" Ini sudah kesepakatan aku dan Zara, Ma. Pa."


" Alasannya apa? Apa ada orang ketiga diantara kalian?" Terka Linda masih tidak mengerti dengan alasan Alfi.

__ADS_1


" Enggak, Ma."


" Hari ini Ken mendadak resign. Harusnya dia masih seminggu lagi. Apa ada kaitannya dengan anak itu?!" Ucap Guntur dengan nada marah.


" Sama sekali gak ada kaitannya dengan Ken, Pa." Sanggah Alfi kesal.


" Lalu kenapa kalian ingin bercerai?!" Tanya Guntur dengan wajah marahnya.


" Mana Zara?" Tanya Linda.


Alfi menggeleng. Dia memang tidak tahu Zara pergi kemana. Sebelum dia ke rumah orang tuanya. Zara memang sudah tidak ada. Mungkin dia juga pulang ke rumah orang tuanya.


" Jika kamu tidak mengatakan yang sebenarnya. Papa akan mencoret kamu dari daftar keluarga." Ancam Guntur kesal.


Alfi hanya diam dan menelan ludahnya.


******


Dua jam sudah Zara pingsan. Perlahan Zara membuka matanya. Di sofa sana terlihat Ken tertidur dalam posisi duduk. Wajahnya terlihat lelah. Zara menghampiri Ken dengan jalan yang masih terhuyung.


' PRANG'


Gelas yang berada di atas nakas jatuh dan pecah. Ken langsung terbangun dan tersentak.


Ken segera membersihkan pecahan gelas tadi. Setelah semua sudah bersih. Ken duduk di tepi ranjang. Dekat dengan Zara.


" Ken."


" Ssstt.." Ken meminta Zara untuk diam. " Kali ini gue mau elo dengerin kata- kata gue." Perintah Ken. Zara hanya diam dan menunggu Ken bicara.


" Tadi lo pingsan. Dan gue minta dokter untuk periksa lo. Setelah lo periksa. Ternyata lo gak sakit."


" Lalu?"


" Elo hamil, Zar." Ucap Ken dan membuat Zara terdiam seribu bahasa.


" Gak mungkin."


" Kenapa engga. Elo dan Alfi udah nikah. Kehamilan ini pertanda bahwa elo gak seharusnya terus mikirin gue. Elo dan Alfi harus memikirkan calon anak kalian." Nasihat Ken.


" Ken..." Mata Zara mulai berkaca- kaca.


" Udah malem. Gue anter lo balik." Ucap Ken.

__ADS_1


" Ken.."


" Elo harus belajar mencintai Alfi kembali. Pikirkan hal baik yang udah Alfi lakuin selama ini. Bertahun- tahun. Yang ada di samping lo bukan gue, Zar. Tapi Alfi. Ketika lo inget gue. Ubahlah ingatan dan kenangan lo. Pikirin semua kebaikan Alfi." Ucap Ken tak ingin mendengarkan kalimat yang akan dikeluarkan Zara.


" Tapi Ken. Udah berkali- kali aku coba."


" Terus coba. Sampai lo berhasil." Ucap Ken dan membantu Zara untuk berdiri.


" Boleh aku...


" engga. Gue gak mau ada fitnah diantara kita!" jawab Ken cepat seakan tau apa yang akan di minta Zara.


********


Alfi duduk sendirian di dalam kamarnya. Merenungi setiap langkah yang akan dia ambil. Hatinya masih tak rela melepas Zara. Hari sudah siang. Tetapi Alfi memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini. Harinya terasa jauh lebih berat dibandingkan saat dia mengetahui bahwa Zara masih mencintai Ken.


Hidup tanpa Zara bagaikan tak berwarna dalam hidup Alfi. Tak ada lagi yang dia perjuangkan.


" Alfi." Panggil seseorang ketika pintu kamar dibuka.


Alfi menoleh dan terlihat Zara berdiri di ambang pintu sambil memegang sebuah amplop kecil berwarna putih.


" Apa secepat itu kamu mengirimkan surat panggilan ke pengadilan?" Tanya Alfi dengan suara berat. Baru kemarin dia dan Zara sepakat berpisah. Tapi kenapa secepat itu Zara mengirimkan surat panggilan. Duga Alfi ketika melihat amplop kecil yang ada ditangan Zara.


" Buka dulu." Linda mengambil alih amplop tersebut dan memberikannya pada Alfi.


Alfi membuka isi amplop itu dan berisi sebuah surat dan juga ada foto usg. Mata Alfi berbinar menatap Zara. Wajahnya kembali cerah dan ceria.


" Kamu hamil?" Tanya Alfi tak percaya dengan yang dilihatnya. Zara mengangguk.


" Syukurlah." Ucap Alfi penuh rasa syukur dan segera menghampiri Zara. Dipeluknya erat tubuh Zara dan menciumi pucuk kepala Zara berkali- kali.


" Apa kamu bahagia?" Tanya Zara masih dalam pelukan Alfi.


" Sangat bahagia. Terima kasih sayang." Ungkap Alfi.


" Jangan pernah ucapkan kalimat cerai lagi!" Linda memperingati.


" Iya, Ma." Sahut Alfi dan Zara bersamaan.


" Aku mencintaimu." Bisik Alfi pada Zara.


Zara hanya membalasnya dengan senyuman. Yaa. Mulai hari ini dia akan melaksanakan apa yang Ken arahkan semalam. Semua ucapan Ken semalam adalah benar. Yang sudah menemaninya selama ini bukan lagi Ken. Tetapi Alfi. Sosok pria yang sangat baik. Untuk ukuran Alfi. Sangat mudah untuk Alfi mengganti Zara dalam hidupnya. Alfi seorang pria yang tampan dan keren. Di tambah lagi. Harta kekayaan yang keluarganya miliki. Akan sangat mudah untuk Alfi menaklukkan gadis manapun. Tetapi bagi Alfi. Di hatinya hanya ada Zara seorang. Tak pernah dia berniat menggantikan Zara dengan siapapun di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2