
Alfi dan Kinan saling beradu pandang sepeninggal Ken. " Susul Ken." Ucap Alfi cepat. Walaupun dia mengizinkan Ken bertemu dengan Zara. Tetap saja hatinya merasa ketar ketir.
Alfi segera berlari mengejar Ken. Sialnya. Ketika Alfi sampai di depan lift. Ken sudah menghilang. Alfi dan Kinan berlarian menuju parkiran mobil Alfi ketika lift terbuka di lantai basement.
" Apa Ken serius bertemu istri gue?" Ucap Alfi tak habis pikir dalam perjalanan menuju rumahnya.
" Elo yang nyuruh dia! Elo lupa?!" Omel Kinan.
" Yaa jangan sekarang juga. Zara cuma sendiri di rumah." Ujar Alfi.
Kinan melipat kedua tangannya. " Mungkin ini yang dinamakan selingkuh secara terbuka." Ujar Kinan asal.
" Sembarangan." Ucap Alfi semakin mempercepat laju kendaraannya. Namun dengan sangat terpaksa. Alfi mengurangi kecepatannya secara signifikan akibat kemacetan ibukota.
Zara terpaku karena benar saja Ken berdiri di ambang pintu. Awalnya Zara pikir hanya kurir pengantar paket. Ternyata Ken.
" Apa gue boleh masuk?" Tanya Ken.
" Emm.. Silahkan." Ujar Zara sedikit gelagapan.
" Kamu sendiri?"
" Sebentar lagi Kinan dan Alfi menyusul." Sahut Ken asal. Padahal dia tidak tahu apakah Alfi akan mengejarnya atau tidak. Yang jelas. Ken ke sini hanya ingin menggoda Alfi agar tidak main- main dengan ucapannya lagi.
" Kamu mau minum apa?"
" Cukup melihat wajah kamu. Rasa hausku hilang." Ujar Ken sengaja merayu Zara.
Wajah Zara seketika terasa panas dan hanya menyunggingkan senyum. Berjalan cepat menuju dapur untuk menyiapkan minum untuk Ken.
Ken sesekali melirik ke arah pintu. Dia berharap pintu itu segera terbuka dan muncul Alfi di balik pintunya.
" Silahkan diminum." Zara menyuguhkan segelas capuccino kesukaan Ken.
" Terima kasih."
" Ada perlu apa?" Zara duduk di sofa kecil.
" Gak ada." Sahut Ken cepat membuat Zara mengernyitkan dahinya.
" Lalu kenapa kamu kemari?"
" Ken!" Panggil Alfi terdengar dari luar.
Ken menyunggingkan senyumnya dan segera menarik Zara dalam pelukannya.
__ADS_1
' BRAK'
Alfi membuka pintu dengan kasar dan kedua netranya terbelalak ketika melihat Ken dan Zara berpelukan. Zara masih tak bereaksi karena terkejut. Tiba- tiba saja Ken memeluknya.
" Apa- apaan lo?!" Alfi melerai paksa tubuh Ken dari Zara.
Ken melepaskan tubuh Zara dari dekapannya. Ken menyunggingkan senyum penuh arti menatap Alfi.
" Jangan pernah minta lelaki manapun buat temuin istri lo!" Ucap Ken. Telunjuknya mengarah tepat pada wajah Alfi.
Alfi menelan kasar salivanya.
" Gue bisa melakukan hal yang lebih kalo gue mau dan bukan cuma sekarang, Al. Tapi gue menahan diri gue. Gue bukan siapa- siapa Zara. Gak pantas buat gue temuin dia cuma berdua!"
" Kenapa sekarang lo temuin dia?!"
" Biar lo berenti minta gue buat nemuin istri lo lagi!" Ucap Ken tegas. " Kalo hal itu terjadi. Jangan salahin gue buat melakukan hal yang lebih!" Ancam Ken dengan wajah serius.
Kinan, Alfi dan Zara tak ada lagi yang berani mendebat Ken.
******
Prasetyo biasa di panggil Pras. Adalah ayah Kinan yang baru saja tiba kembali di tanah air. Tanpa menghubungi Kinan terlebih dahulu. Pras langsung menuju rumah Caca untuk menemui Yoga. Masalahnya dan Yoga harus segera diselesaikan. Agar Kinan tak jadi korban. Baru kali ini dia mendengar putrinya sangat bersedih ketika dia mengatakan takut kehilangan Ken. Sebagai seorang ayah dan juga ibu bagi Kinan. Pras harus mampu membantu Kinan untuk memperjuangkan cintanya.
" Selamat datang. Mas pras.." Sambut Yoga pada Pras yang baru saja melangkahkan kakinya di rumah ini.
" Aku menganggap Caca sebagai putriku sendiri. Apa kamu menganggap Kinan demikian?" Tanya Pras terlebih dahulu.
" Pasti, Mas. Kinan ponakanku satu- satunya." Ujar Yoga masih dengan senyum lebarnya.
Pras menarik nafas panjang. " Jangan ganggu hubungan Kinan dengan kekasihnya." Ucap Pras.
Senyum Yoga mendadak menghilang dari wajahnya. " Putriku juga mencintai pria itu. Baru kali ini aku melihat Caca bisa di atur dengan mudah." Yoga tak ingin mengalah.
" Lelaki itu bukan milik Kinan atau milik Caca. Dia yang memilih. Dia sudah memilih Kinan. Biarkan mereka bahagia."
Yoga kembali tersenyum meremehkan. " Jadi maksud mas. Aku membiarkan Kinan bahagia sementara Caca bersedih?" Tanya Yoga. " Apa mas tega melihat Caca menderita?" Tambah Yoga lagi.
" Ahh Iya.." Yoga menyilangkan sebelah kakinya dan sedikit mendongakkan kepalanya. " Apa mas lupa bahwa aku berjasa besar dalam hidup mas dan Kinan?!"
" Aku tidak pernah lupa!" Ucap Pras dengan tegas. " Tapi jangan kaitkan hutang budiku pad putriku."
Yoga kembali tersenyum meremehkan. " Dulu aku menolong mas dari kebangkrutan dan dari maut. Sekarang anggaplah mas menolong putriku." Ucap Yoga memberi penawaran.
" Apa kamu tidak ikhlas?"
__ADS_1
" Aku ikhlas. Tapi manusia yang tau diri adalah manusia yang ingat akan budi baik orang lain!" Ucap Yoga penuh penekanan.
" Bukan dengan memisahkan orang yang saling mencintai."
" Ken akan dengan mudah mencintai Caca dan melupakan Kinan." Ucap Yoga tegas dan meninggalkan Pras seorang diri menarik nafasnya.
Sejak dulu hingga sekarang.Yoga akan bertekad kuat jika dia sudah punya keinginan. Sekuat tenaga dia akan mengusahakan hal itu untuk mengusahakan agar dapat apa yang dia inginkan.
*******
Kinan menghampiri Ken yang duduk di depan layar laptopnya di meja yang biasa di tempati Caca. Wajahnya terlihat sangat serius memeriksa setiap data yang masuk.
" Ken." Panggil Kinan sedikit takut.
" Emmm..."
" Papa udah sampai."
" Lalu?" Ken masih tak bergeming dari layar laptop.
" Papa mau ketemu sama kamu di rumah Om Yoga." Kinan bicara dengan sedikit takut.
" Oke." Sahut Ken singkat tak terlalu peduli.
" Apa kamu serius menerima Caca?"
" Menurut kamu?" Ken tampak malas membahas masalah ini. Ken sebenarnya hanya butuh sikap dari Kinan. Jika Kinan ingin mempertahankan. Ken akan membantu memperjuangkan.
" Ken."
" Emmm.."
" Mau kesana sekarang?"
Ken mendengkus kesal karena Kinan seakan mengganggu konsentrasinya. Ken mensave data yang sudah dia perbaiki sebelumnya dan menutup layar laptopnya. Menatap Kinan dalam.
" Kamu ingin hubungan kita seperti apa?" Tanya Ken lembut.
Kinan menarik ujung baju miliknya dan sedikit meremasnya. " Aku ingin selalu di samping kamu." Jawab Kinan dan menggigit bibir bawahnya karena gugup.
Ken dengan cepat menyergap bibir Kinan dengan bibirnya dan mengecupnya dengan lembut. Cukup lama Ken bermain dengan bibir Kinan. Ken Mengakhiri ci*man panas mereka. Ken tersadar karena tangannya mulai merajalela.
" Maaf." Ucap Ken dan menyeka bibir Kinan yang basah. Deru nafas mereka masih memburu.
Kinan merapikan kemejanya yang dibuat sedikit berantakan karena ulah Ken.
__ADS_1
" Kita temui papamu dan om Yoga." Ajak Ken dan menggandeng erat tangan Kinan.