
Masa Orientasi Siswa (MOS), sudah di mulai. Para anggota osis mulai menulis peraturan selama MOS dan perlengkapan yang harus mereka bawa dan mereka gunakan selama 4 hari. Terlihat sebagian siswa/siswi baru tengah mencatat tulisan yang tertera di papan tulis, dan sebagian lagi sibuk membahas tentang peraturan dan perlengkapan yang harus mereka bawa besok sampai hari ke-empat. Renita dengan heboh membahas peraturan dan perlengkapan sambil sesekali menulis nya di halaman pertama buku baru miliknya. “Masa iya kita harus bawa barang-barang ini?? Duuhh.. Gimana cara bikin nya? Aku gak bisa!”. Teriak Renita kepada Zahra dan Sesil yang duduk bersebrangan dengan nya. Mungkin karena lelah, Sesil hanya memperhatikan dengan malas ekspresi Renita yang terlihat panik. Sedangkan Zahra sudah fokus mengenai perlengkapan apa saja yang harus di persiapkannya untuk nilai kelengkapannya selama 4 hari ke depan. “Nanti kita bisa buat bareng-bareng di rumah ku, kalo kamu mau.” Tanya Zahra sambil menghadapkan badan nya ke arah Renita yang tampak bingung di kursi nya. Mendengar tawaran Zahra, dengan senang hati Renita menerima tawaran tersebut tanpa pikir panjang ataupun pertimbangan. Namun, sesekali terdengar beberapa siswa/siswi yang masih membahas siapa gadis cantik yang datang bersama Rendi. Mereka sangat penasaran akan gadis cantik tersebut, bahkan ada beberapa siswi yang terlihat cemburu dengan Rendi.
__ADS_1
Beberapa di antaranya mulai menunjukkan sikap tidak suka mereka dengan tidak menulis bahkan membuat keributan untuk melepas kekecewaan yang terbendung di hati mereka. Ocha salah satu anggota osis di lokal tersebut, menggigit bibir nya kuat-kuat karena sudah tidak tahan dengan keributan yang di timbulkan adik-adik baru nya. Sudah beberapa kali ia memberi peringatan agar mereka tenang, namun tidak ada perubahan apa-apa hanya beberapa saja yang mendengarkan, selebih nya tetap dengan posisi semula. Braaaakkk...!!
__ADS_1
Jam istirahat pun berjalan dengan pembicaraan mengenai gadis cantik yang berjalan bersama Rendi tadi pagi, para siswa/siswi seolah-olah tidak memiliki topik lain selain tentang gadis cantik itu. “Menurut mu cewek cantik itu siapa?”. “Entaahh.. mungkin pacar nya, atau teman nya, saudaranya, atau siapa nya laahh.. Aku males mau mikirinnya”. “Tapi kalo kita gak dapet penjelasan tentang siapa cewek itu, kita pasti bakal penasaran terus kan?”.
__ADS_1