
Ken berlari kecil menghampiri Kinan yang duduk bersila di depan pintu apartemennya. Wajahnya bertekuk karena menunggu Ken terlalu lama. Ken melemparkan senyumnya dan tanpa membujuk Kinan terlebih dahulu. Ken membuka pintu apartemennya.
" Kamu gak minta maaf atau apa kek?!" Keluh Kinan melihat sikap Ken yang cuek.
Ken tersenyum mendengar ucapan Kinan dan berjongkok di depan Kinan. Menatap gadis itu lekat. " Maaf ya udah bikin lo nunggu." Ujar Ken dan menarik gemas hidung Kinan.
" Masih aja lo gue!" Protes Kinan sambil menepuk- nepuk pantatnya.
Ken menyunggingkan senyumnya melihat tingkah Kinan yang menurutnya lucu. " Emang mau dipanggil apa?"
" Sayang. Ade atau apa kek yang romantis."
Ken merangkul bahu Kinan dan membisikkan sebuah panggilan di telinga Kinan dengan mesra. " Sayang."
Kinan menatap Ken dengan senyum yang mengembang karena Ken mengikuti kemauannya.
' Cup'
Kecupan lembut mendarat di pipi Ken dan Kinan langsung masuk ke apartemen Ken dengan wajah tersipu malu. Ken menyusul Kinan yang sibuk mengeluarkan makanan yang dibawanya.
" Desta sama Alfi mana? Kata kamu mereka juga datang." Tanya Kinan dengan tangan sibuk menata makanan di atas meja.
" Di rumah Alfi. Tadi ada insiden. Makanya aku sama Desta ke sana." Ucap Ken menjelaskan dan mendekati Kinan.
" Ini buat kamu." Kinan memberikan segelas es kopi untuk Ken.
" Makasii." Ken meletakkan kembali di meja. " Caca gak ikut?"
" Engga. Dia bilang gak mau jadi obat nyamuk."
Ken terkekeh.
" Ken."
Ken menatap Kinan.
" Apa kamu yakin menjalin hubungan denganku?"
" Kenapa engga? Apa kamu mau secepatnya menyusul langkah Alfi dan Zara?" Tawar Ken.
" Apa gak terlalu cepat?"
" Semakin cepat. Semakin baik." Sahut Ken.
Kinan tersipu. " Aku gak yakin kamu beneran suka sama aku."
__ADS_1
Ken berpindah dan duduk di kursi samping Kinan. " Tapi aku yakin mau menghabiskan hari- hariku kelak sama kamu." Ucap Ken sambil menatap Kinan lekat.
Wajah Kinan merah padam karena saking tersipunya Kinan mendengar kalimat indah dari Ken. Kalo di komik mungkin kepala Kinan akan digambarkan berasap karena saking senangnya hati Kinan.
Perlahan Ken mendekatkan wajahnya pada wajah Kinan. Kinan yang masih berdegup kencang jantungnya hanya mampu menahan nafas dan menunggu adegan selanjutnya yang akan dilakukan Ken. Mata Kinan perlahan terpejam ketika wajahnya dan wajah Ken hanya berjarak beberapa centi hingga Kinan mampu mencium aroma khas tubuh Ken.
" Kamu ngapain merem?" ujar Ken tepat di depan wajah Kinan.
Sontak saja Kinan kembali membuka matanya dan melihat wajah Ken membuat pose meledek Kinan dan tertawa melihat Kinan jadi bete karena aksinya.
" Iiiihhh .. Gak lucu!" Kinan merajuk dan berjalan menuju sofa yang ada di depan tv.
Ken masih menahan tawanya karena masih terbayang ekspresi wajah Kinan tadi. Perlahan Ken mendekati Kinan dan membujuknya. Namun Yaaa namanya juga cewek kalo ngambek. Alhasil masih bertahan dengan sikap ngambeknya hingga Ken langsung mendaratkan sebuah kecupan lembut tepat di bibir Kinan.
Cukup lama bibir mereka saling bertaut. Ken mengakhiri kecupan lembutnya dan menyeka bibir Kinan yang basah dibuatnya. Ken hanya melayangkan senyumnya dan segera beralih kembali pada makanan yang dibawa Kinan.
Ken sangat menahan dirinya. Dan lebih memilih menjauhi Kinan sejenak. Sifat kelaki- lakiannya meronta ingin dilepaskan.
" Kita jalan keluar yuk." Ajak Ken agar mereka tidak berlama- lama berduaan di apartemennya. Ken takut terbawa suasana dan melakukan hal yang belum seharusnya.
" Aku belum berkeliling apartemen kamu." Kinan menolak.
Ken menghembuskan nafasnya kasar. " Yaudah Aku mau ke balkon dulu." Ujar Ken berusaha untuk mengatur kembali emosinya.
Kinan mengangguk dan dia seorang diri berkeliling di apartemen Ken yang cukup luas seorang diri.
" Apa kamu suka?" Tanya Ken.
" Ya." Kinan tersenyum. " Apartemen yang kamu beli bagaimana?"
" Aku sewakan. Awalnya aku mau menyewakan yang ini. Tapi unit ini besar. Biaya sewanya juga pasti mahal. Aku takut memberatkan orang lain." Ken meneguk minumannya.
" Kapan kamu mau lamar aku?"
" Secepatnya." Jawab Ken.
" Kapan?"
" Minggu depan aku kenalkan kamu ke orang tuaku." Ucap Ken. " Setelah itu aku akan melamar kamu." Sambung Ken.
" Apa kamu yakin?"
" Kenapa enggak?!"
Kinan tersenyum dan bergelayut manja pada bahu Ken. Bersama mereka menghabiskan waktu sambil menatap langit Ibu kota.
__ADS_1
******
Ken yang baru saja sampai menyodorkan satu pan Pizza berukuran cukup besar pada Desta dan Alfi. Dengan cekatan, Desta mengambil pizza tersebut dan langsung membukanya. Desta dan Alfi bersorak senang melihat makanan yang dibawa Ken.
" Widihhh.." Seru Desta dengan mata berbinar ketika melihat toping pizza itu melimpah dan Desta langsung mengambil sepotong pizza diikuti Alfi.
Ken duduk di kursi rotan yang memang ada dekat kolam renang tempat mereka berkumpul.
" Elo gak makan?" Tanya Alfi dengan mulut penuh.
" Gue udah makan tadi bareng Kinan." Ujar Ken dan sedikit menguap.
" Kinan gak lo ajak?" Tanya Desta yang tidak melihat sosok Kinan.
" Udah gue anter pulang. Dia ada acara keluarga." Ucap Ken dan menyandarkan tubuhnya. Entah kenapa matanya tiba- tiba terasa berat terkena semilir angin.
" Tidur di kamar sana!"
" Di sini aja." Ken menolak dan perlahan memejamkan matanya.
" Kita pulang jam berapa?" Tanya Zara yang baru saja habis dari toilet.
" Sebentar lagi." Alfi melirik ke arah jam tangannya.
" Pizza, Zar." Tawar Desta sambil mengambil lagi sepotong pizza.
Zara yang baru tahu jika ada Ken. Terpaku menatap Ken yang tengah tertidur dalam posisi duduk di kursi rotan.
" Zar!" Desta sedikit menaikkan intonasinya yang membuat lamunan Zara buyar. Zara langsung menoleh ke arah Desta dan melemparkan senyum canggung.
" Kenapa, Des?" Tanya Zara sedikit gugup. Pasti saat ini Alfi sedang menatapnya marah.
" Pizza." Ulang Desta.
" Kita pulang sekarang." Ucap Alfi dan dengan segera membimbing Zara meninggalkan area kolam renang.
" Ntar gue balik lagi." Bisik Alfi sambil menepuk pelan bahu Desta.
" Yahh.. Sendirian lagi gue!" Keluh Desta.
Desta mengeluarkan ponselnya dan memainkan game kesukaannya. Kalau saja Ken bangun. Pasti mereka sudah main bareng di game tersebut. Ken termasuk pemain yang cukup handal.
' Ting Tong'
Suara bel mengganggu konsentrasi Desta yang lagi seru- serunya bermain. Sambil membawa ponselnya dan melanjutkan permainan. Desta berjalan ke arah pintu depannya dengan wajah tertunduk.
__ADS_1
Desta mengangkat sebentar wajahnya untuk melihat siapa yang datang. Desta tersentak kaget karena tiba- tiba saja Arsyi memeluknya erat dan menangis di dada Desta.
Desta yang syok terdiam sejenak dan terpaku.....