Antara Cinta Dan Persahabatan

Antara Cinta Dan Persahabatan
57


__ADS_3

Ken segera melakukan pencarian dari GPS ponsel Kinan. Tepat sekali dugaan Ken. Keberadaan Kinan tidak begitu jauh dari tempat. Ken segera menghubungi pihak kepolisian dan mengirimkan lokasi Kinan. Dengan segera. Ken menyambar kunci motornya dan bergegas menuju tempat Kinan. Ken takut jika Kinan di sakiti. Rasanya Ken tidak merasa cukup jika hanya mengandalkan pihak kepolisian.


Ken menarik nafas ketika melihat sebuah rumah besar namun terlihat kotor. Banyak rumput ilalang tumbuh di sekitar rumah ini. Perlahan Ken menyelinap ke rumah itu.


Sarang laba- laba ada dimana- mana. Ruangan pertama tidak ada orang. Begitu pun dengan ruangan kedua. Ken menyuruh seluruh bagian rumah di lantai satu, tetapi tidak ada apapun. Ken akhirnya melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.


Ken memeriksa seluruh kamar dan terdapat satu kamar yang terkunci. Ken menggedor kamar teraebut dan berusaha mendobraknya.


Riko melihat ke arah pintu dengan senyum liciknya . " Ikan sudah datang." Ujar Riko dan menghampiri Kinan yang tergeletak di atas kasur dengan tangan terikat.


" Calon suami mu akan melihat semua yang tadi kami lakukan. Bahkan akan lebih parah. Bersiaplah!" Ujar Riko dan menyuruh temannya untuk membukakan pintunya.


Ken menarik nafasnya ketika melihat Riko tengah merangkul Kinan. Keadaan Kinan terlihat sangat kacau. Beberapa bagian baju Kinan terkoyak.


" Pergi dari sini Ken." Pinta Kinan memohon pada Ken.


Ken tak gentar. Dia menghampiri Riko dengan tatapan marah. " Kalian apakan calon istriku?" Tanyanya marah.


Riko tertawa renyah. " Hanya sedikit bersenang- senang." Ucap Riko dan kembali ingin mendaratkan bibirnya di pipi Kinan.


Ken dengam cepat menarik rambut Riko dan melemparnya menjauh dari Kinan. Dengan cepat. Entah itu anak buah atau teman- teman Riko menyerang Ken bersamaan. Untungnya Ken mahir dalam bela diri. Ken dapat mengelak bahkan membalas serangan mereka. Walaupun tetap terkena beberapa pukulan dari mereka.


" Ken!" Teriak Riko dengan sebilah pisau yang terpampang didepan leher Kinan.


Ken langsung terdiam.


" Kamu melawan. Gue gak akan segan- segan mengg*r** lehernya yang mulus ini." Ancam Riko membuat Ken terpaksa diam ketika satu persatu pukulan mendarat di tubuh serta wajah Ken. Mata Ken terus menatap Kinan yang hanya bisa menangis karena Ken tak berdaya.


Ken ambruk di depan Kinan dengan wajah penuh luka. Riko mendekati Ken dan berjongkok tepat di hadapannya. Dengan senyum mencemooh Riko menarik rambut Ken.

__ADS_1


" Elo tau kenapa gue benci banget sama lo!" Ucap Riko dengan senyum puas melihat Ken tidak berdaya.


Ken hanya menatap Riko tajam.


" Elo emang gak pernah ke rumah gue. Tapi gak tau kenapa. Nama lo selalu aja di sebut bokap gue! Ken yang begini. Ken yang begitu. Seakan- akan lo jauh lebih hebat daripada gue." Ucap Riko mengeluarkan isi hatinya. " Di tambah lagi. Ternyata lo anak tuan Akihiro! Dan b*ngs*tnya lagi. Elo dengan gamblangnya menolak kerja sama dengan perusahaan gue!" Teriak Riko mulai kesal dan berjalan menghampiri temannya yang memegang balok kayu dan mengambilnya.


" Kalo gue daratkan ini di kepala lo. Apa lo masih bisa secerdas dan seberuntung itu?" Riko mengangkat balok kayu itu.


'BRAK'


" JANGAN BERGERAK!" ucap para polisi yang datang tepat waktu langsung mengepung Riko dan kawanannya.


Riko yang terkejut langsung melepaskan balok kayu yang dia pegang dan mengangkat kedua tangannya. Dengan mudah dan tanpa perlawanan. Riko dan komplotannya di angkut polisi. Ken yang lemah dan Kinan segera di larikan ke rumah sakit.


*******


Alfi terlihat gelisah karena sejak tadi Ken tidak menjawab teleponnya. Tak biasanya Ken membatalkan janji tanpa memberi kabar. Alfi kembali mencoba menghubungi Ken dan hal yang sama terjadi.


" Gak mungkin dia gak bangun juga. Perasaan ku gak enak sayang. Aku takut terjadi sesuatu dengan Ken." Ucap Alfi dengan helaan nafasnya.


" Berdoa aja semoga Ken baik- baik saja."


Alfi berdecak kesal ketika dia kembali mencoba menghubungi Ken namun tak kunjung ada jawaban. " Ini pasti ada masalah. Ken adalah orang yang jarang minta bantuan kita kalo ada masalah. Aku tau banget gimana dia." Omel Alfi.


" Coba telepon Kinan." Usul Zara.


Alfi mengikuti usul Zara.


" Halo." Sahut Kinan di seberang dengan suara lemah. Dirinya masih merasa takut.

__ADS_1


" Kinan. Apa lo lagi sama Ken?"


" Iya." Ucap Kinan kini suaranya mulai parau.


Alfi mengernyitkan dahinya merasa ada yang aneh karena Kinan seperti terdengar menahan tangisnya.


" Apa kalian baik- baik saja?" Tanya Alfi.


Kinan menarik nafasnya dalam. " Aku baik. Tapi Ken masih pingsan." Ucap Kinan kini tangisnya pecah.


" Kalian dimana?" Tanya Alfi panik.


Kinan menyebutkan nama rumah sakit tempat mereka di rawat. Alfi langsung berpamitan pada Zara dan hanya menjelaskan sedikit pada Zara.


Alfi merutuki sikap Ken yang selalu merasa sungkan untuk meminta bantuan padanya atau Desta.


Beberapa kali Alfi membunyikan klaksonnya agar dia bisa terus melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Alfi segera memarkirkan mobilnya dan berlari menuju ruang perawatan Kinan terlebih dahulu. Alfi ingin tahu cerita lengkapnya. Ken sedikit melangkah ragu ketika melihat dua polisi berjaga di depan kamar Kinan.


Setelah melakukan konfirmasi. Alfi diperbolehkan masuk menemui Kinan.


" Gimana keadaan lo?" Tanya Alfi dan duduk di kursi samping ranjang Kinan.


" Buruk." Jawab Kinan. Air matanya kembali tumpah mengingat kejadian yang baru saja dialaminya.


Alfi mengelus lembut bahu Kinan. Ini mungkin bukan saat yang tepat untuk meminta Kinan bercerita. Alfi izin pada Kinan untuk melihat keadaan Ken.


Hal yang sama juga terjadi pada kamar Ken. Terdapat dua polisi berjaga di depan kamar Ken. Alfi melakukan hal yang sama saat memasuki kamar Alfi. Terlihat Ken masih terbaring lemah di atas ranjang. Alfi menghampiri Ken dan menatap wajah Ken yang penuh dengan luka lebam dan beberapa di tutup perban.

__ADS_1


" Apa yang terjadi, Ken?" Tanya Alfi dengan mata berkaca- kaca. Untuknya. Ken lebih dari sahabat. Melihatnya luka seperti ini. Membuat Alfi seakan ikut merasakan.


__ADS_2